KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Semoga


__ADS_3

Kamila mencoba bersikap biasa saja ketika kembali pulang ke tempat ini karena ia tidak bisa pergi jauh jika Akhirnya bakal kembali lagi,maka dari itu dirinya memilih untuk tetap tenang dan tidak terlihat sedikit tidak nyaman.


Padahal kalau boleh ia akui bahwa sebenarnya dirinya sedikit waspada takutnya nanti ketemu sama Om dan Tantenya, kemudian mereka bakalan melakukan hal yang tidak-tidak dan dirinya tidak bisa berjanji bahwa tidak akan meladeni kata-kata mereka.


sebab bukan tidak mungkin saat mereka bertemu nanti Cynthia dan juga Bima serta Ardila pasti bakalan melakukan hal yang tidak tidak kepadanya mengingat kebencian mereka, hanya saja kalau dirinya lari terus otomatis mereka pasti bakalan berpikir kalau Kamila kalah akibat perlakuan mereka selama ini padahal sebenarnya tidak wanita itu hanya ingin mencari aman.


Angga sebenarnya paham kegundahan hati Kamila jelas ada karena gara-gara kemauannya yang begitu keras membuat wanita itu dalam hati yang berat, namun kalau dirinya tidak bersikap seperti begitu ya Otomatis mereka bakalan terpisah terus dan namanya untuk bersatu itu sepertinya susah.


Dirinya mendekati wanita itu menggenggam tangannya berusaha menyalurkan kekuatan seolah menyiratkan bahwa Kamila tidak sendirian di situ karena ada dirinya yang bakalan selalu mendampingi, susah senang bakalan mereka lalui sama-sama kalau memang sangat berat ada kedua orang tuanya yang pasti bakalan membantu.


"Maafkan karena keegoisanku jadi kamu terpaksa datang ke sini, tetapi Percayalah kalau aku tidak akan pernah membiarkan kamu sendirian menjalani hidup ini seperti kemarin-kemarin! Kamu kalau mau marah silakan saja tetapi untuk meminta kembali lagi Aku tidak akan pernah mengijinkannya, kamu mau pukul aku silakan saja tetapi balik lagi kalau aku tetap tidak akan pernah peduli kalau sampai permintaan kamu menyangkut untuk kembali ke kota itu!"jelas Angga perlahan membuat Kamila hanya bisa tersenyum sebab menurutnya wajar sih Kalau pria itu merasa takut jika dirinya marah karena dari tadi sepanjang turun dari pesawat mulutnya hanya bungkam.


"Aku tuh sebenarnya pengen ajak kamu buat Aduh boxing kira-kira kamu menang atau tidak, kalau memang kamu menang aku bakalan ikutan kemauan kamu Tapi kalau aku yang menang kamu yang bakalan Aku tonjok!"Kamila sengaja mengatakan hal itu dengan nada yang begitu serius Percayalah wajahnya pun tak kalah serius membuat Angga tertegun takutnya Perkataan wanita itu memang benar-benar dari dalam hatinya.


"Ya jangan seperti begitu dong! Masa iya kita sudah sejauh ini baru ada boxing-nya dari belakangan , terus kamu lihat nih wajah aku saja masih babak belur masa iya kamu mau tambah lagi?"Angga sengaja menyatakan itu agar memperlihatkan wajah penuh kesengsaraan miliknya mungkin dengan begitu Kamila bakalan sedikit tersentuh hatinya.


"Idih kamu ini dramatis sekali keadaannya sampai-sampai tahu tidak pembaca di luaran sana itu sudah ngomong kalau Kamila itu orangnya bego, padahal letak ke begoan aku tuh di mana Ini kan hanya dunia halusinasi Terserah dong orang mau buat aku bego Seperti apa tetapi hasil akhirnya pasti aku bakalan jadi pintar lagi! "Jelas Kamila yang sengaja menyindir para pembaca yang Budiman.

__ADS_1


"Ya begitulah pembaca itu kan auto Maha Benar Jadi kita Penulis itu harus mengikuti kemauan orang, maka dari itu Usahakan menghasilkan bacaan itu yang laku di pasaran tetapi ya ikuti saja alurnya Nikmati saja prosesnya pasti bakalan ada hasil di akhir!"ucap Angga yang tidak mau membuat mental Kamila semakin turun.


"Oh iya Angga Aku boleh minta sesuatu tidak ke kamu, dan aku mohon untuk kali ini Tolong jangan menolaknya sebab menurutku ini sepertinya yang paling terbaik!" Ujar Kamila sambil menatap serius Angga berharap agar pria itu mengerti.


Angga hanya bisa diam saja tanpa bisa berkata-kata sebab takutnya Kamila bakalan meminta sesuatu hal yang tidak bisa ia kabulkan, sebab kalau sudah begitu Percuma saja datang jauh-jauh ke sini jika akhirnya bakalan terjadi pembahasan yang tidak mengenakkan di dalam hati.


"kamu kok malah diam saja, jangan bilang kalau kamu memang tidak bakalan menyetujui perkataanku? Awas aja ya kalau apa yang aku minta kamu tolak mentah-mentah karena aku bakalan tidak mentolerir sama sekali, soalnya kan aku minta Bukan suruh ambilkan dunia ini Tetapi hanya minta untuk dijawab! "omel Kamila.


"Aku itu kan hanya waspada saja takutnya kamu selama ini kan selalu memberikan pertanyaan jebakan kepadaku, Nanti kalau aku salah jawab bakalan panjang urusannya soalnya isi dalam otak kamu itu aku sudah paham sama sekali loh!" Jelas Angga.


"ya makanya kamu tinggal jawab saja, Apa susahnya sih masa iya tinggal buka mulut doang tidak bisa sama sekali? Pokoknya aku ngomong kali ini Kamu tidak boleh membantah karena tadi kan aku sudah suruh kamu buat menjawab, dan sebelum aku ngomong juga kan tadi aku sudah minta izin dulu ke kamu tetapi responnya kamu bikin mumet!" Ketus Kamila.


"Aku ingin pindah tinggal sendiri mungkin ya di kosan dulu nanti kalau ada uang baru bisa usahakan membeli rumah, tetapi kalau tinggal di sini Sepertinya itu tidak akan pernah karena kita berdua itu belum saling menikah meskipun ada Om sama Tante! Bukan aku tidak menghargai niat baik kalian tetapi yang aku pikirkan itu omongan orang-orang di luaran sana, kalau aku sih sudah terbiasa di ngomong sampai sedep Bagaimana model tapi untuk keluarga kalian itu sepertinya rasa-rasanya tidak mungkin!"jelas Kamila membuat Angga berusaha untuk mengumpulkan batas kesabarannya karena sepertinya memang benar apa yang dikatakan Kamila barusan tetapi tidak ada keikhlasan di dalamnya kalau sampai ia merelakan wanita itu tinggal sendiri.


"Kamu yakin mau tinggal sendiri? Apa kamu tidak takut kalau sampai Om sama Tante kamu itu melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu, Dan juga bagaimana kalau sampai Aryo bisa menemukan kamu tanpa pengawalan sedikitpun?"kebetulan Mella dan suaminya baru turun dari dalam kamar mereka untuk ngobrol dengan Angga dan Kamila.


"Sebenarnya yakin tidak yakin Ya harus yakin, karena tidak mungkin harus menyusahkan Om sama Tante saja dan malah membuat nama baik kalian yang menjadi bahan obrolan! Jadi tidak masalah kalau aku memilih untuk tinggal sendirian tetapi aku janji deh tidak bakalan pergi lagi, dan kalau terjadi apa-apa aku pasti bakalan mengobarkan kalian soal keadaanku yang sebenarnya!"Jelas Kamila membuat Angga benar-benar merasa frustasi.

__ADS_1


"Aku dari tadi itu takut kalau ini merupakan permintaan kamu tetapi benar ya kalau ketakutanku itu bakalan menjadi kenyataan, baiklah aku bakalan menuruti kemauan kamu untuk tinggal sendiri tetapi jangan paksa aku jika sekali-sekali bakalan berkunjung bahkan bisa dibilang nantinya bakal menginap!"perkataan Angga itu penuh ketegasan dan juga tidak ingin ada bantahan karena menurutnya jika dirinya tidak tegas Kamila tidak akan pernah bisa menuruti kata-katanya.


"Ya sudah terserah kamu saja soalnya kalau aku menolak kayaknya manusia seperti kamu tidak akan pernah mau mendengarkannya, maka dari itu aku tidak akan pernah mau membantahnya soalnya kalau dibantah juga tidak mungkin kamu mendengarkan!" Sahut Kamila.


Mela dan Heru hanya bisa Saling pandang membiarkan kedua anak manusia itu saling berkompromi karena mereka juga sudah besar kan tidak mungkin harus ikut campur terus dengan urusan mereka, karena jika seperti begitu terus anak-anak tidak bakalan bisa dewasa karena mereka merasa bahwa keputusan mereka ambil harus ada campur tangan orang tua maka seperti begini tidak akan bisa untuk Hidup berumah tangga.


"Tapi untuk kos-kosan Kamu sepertinya kami tidak setuju karena kebetulan ada rumah om dan tante yang tidak ditinggali tidak terlalu besar juga sih pas untuk kebutuhan kamu yang tinggal sendiri, dan tolong jangan menolak karena kalau sampai kamu menolak kali ini Kami merasa bahwa tidak berguna untuk menjaga kamu!" Pinta Mella.


"Tapi nanti....


"Nah tuh kan kamu mulai lagi kan selalu saja menolak perhatian kami, padahal Apa susahnya sih tinggal menyahut saja masalahnya langsung beres kan?"Angga benar-benar kesal dengan sikap kamila yang terlalu gengsian.


"Aku bakalan salah lagi kan kalau menyahut dan menolak terus soalnya kamu kan hobinya marah-marah kayak perempuan yang lagi PMS, Ya sudah aku bakalan mau saja deh Apa keinginan kalian yang penting jangan marah-marah lagi soalnya aku capek tiap hari ketemu dengan orang yang sensitif!"Mela begitu bahagia ketika mendengar jawaban dari Kamila sebab selama ini dirinya sangat menginginkan mempunyai anak cewek dan ketika bertemu dengan Kamila dirinya sudah merasa nyaman dengan wanita itu maka dari itu ia selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada Kamila agar merasa dekat dengannya dan tidak pernah Canggung.


Heru tidak pernah mempermasalahkan perhatian istrinya dan juga anaknya kepada Kamila sebab menurutnya Gadis itu merupakan wanita baik-baik dan pantasnya untuk dijaga bukan untuk dicampakkan, karena jika kita mempunyai sesuatu yang berlebihan otomatis harusnya dibagi karena harta tidak akan pernah dibawa mati bakalan menjadi pajangan dunia saja.


"Malam ini kamu istirahat di sini saja dulu nanti besok baru kamu pindahan atau lusa mungkin, soalnya kasihan kalau kamu langsung terburu-buru nanti bakalan repot sendiri!"perintah Heru membuat Kamila menganggukkan kepalanya sebab Gadis itu sedikit enggan dengan pria paruh baya itu yang ngomongnya hanya sekali-sekali saja tetapi langsung ada nada serius di dalamnya.

__ADS_1


Angga menatap tidak percaya ke arah Kamila yang mudah sekali mendengarkan apa yang Papanya katakan sedangkan kepadanya jangankan untuk didengar malah yang ada wanita itu hobinya untuk membantah, sudah kalau seperti begini dirinya bakalan menjadi orang yang kesekian kalinya di mata wanita itu bahkan mungkin bisa dibilang bagian terakhir.


__ADS_2