KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Angga


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di lobby perusahaan dan terlihat Kamila enggan untuk turun dari mobil,sebab wanita itu tampak antara ragu ragu untuk masuk karena merasa segan takutnya ada Angga yang sedang menunggu nya.


Arlan yang melihat wajah enggan milik Kamila itu membuat pria itu bertanya tanya dalam hati, sebenarnya ada apa dengan Kamila Sampai harus merespon seperti itu.


"Kamu kenapa?Apa badan kamu kurang sehat, biar kita ke dokter saja?" Tanya Arlan memastikan.


Kamila mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan majikannya itu,sebab sangat aneh dan tidak sesuai dengan kenyataan.


"Maaf Pak, maksud nya apa ya? Soalnya saya sehat tapi anda malah bertanya seolah saya sakit,padahal tubuh saya tidak bermasalah sama sekali!"Jelas Kamila yang merasa heran.


Arlan Tersenyum senang karena ternyata apa yang ia takutkan tidak terjadi sama sekali,sebab Kamila dalam keadaan baik baik saja dan juga tidak terjadi hal yang aneh aneh pada tubuh wanita itu.


"Syukurlah kalau kamu baik baik saja karena dengan begitu aku tidak perlu khawatir secara berlebihan,ayo kita masuk memang nya kamu mau duduk bengong di sini?' Tanya Arlan entah karena pria itu lupa atau memang ia sengaja ingin menunjukan kepada Angga bahwa sebenarnya dirinya sekarang merupakan pemilik dari Kamila dan tidak ada yang bisa mengambil darinya.


Tak berselang lama Tuan Yamamoto bergabung dengan Kamila dan juga Arlan untuk masuk ke dalam kantor, ketiganya pun langsung masuk tetapi sebelum itu Sarah mencegah mereka soalnya Ada hal penting yang harus ia sampaikan.


"maaf tuan-tuan dan juga Ibu Kamilah Saya ingin menyampaikan Kalau Pak Heru Sudah dari tadi menunggu di dalam ruangannya Pak Arlan bersama dengan istrinya, mereka berpesan tadi kalau sudah sampai di kantor silakan langsung masuk saja ke dalam ruangan soalnya mereka ada keperluan lain lagi jadi tidak bisa lama!"jelas Sarah membuat Kamila hanya bisa tersenyum.


"ya makasih ya Sar, Tadi kita juga sudah dikasih kabar Kok sama Om Heru! kamu lanjutkan saja kerjanya biar kami langsung menuju ke ruangannya Pak Arlan, Terima kasih atas informasinya dan juga Selamat bekerja!"Kamila otomatis mulai dari sekarang bakalan menghandle semua informasi yang diterima oleh Arlan baik dari dalam maupun dari luar kantor karena itu merupakan tugasnya sebagai istilah pemanjangan tangan dari Arlan dan juga penyambung lidah pria itu.

__ADS_1


"Oh syukurlah kalau begitu Soalnya aku pikir mereka belum memberi kabar sama sekali Jadi kalau kalian semua sudah tahu malah itu lebih bagus, kalau begitu aku kembali ke meja aku dulu ya untuk melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda!" Pamit Sarah.


"Ya sudah lanjutkan saja pekerjaanmu kami juga langsung masuk untuk menuju ke ruangan Pak Arlan!"setelah mengatakan hal itu Kamila akan menyusul Arlan dan juga Yamamoto yang sudah berada di dalam lift.


"kamu lain kali sibuk saja dengan pegawai lain otomatis kamu bakalan terlambat, lain kali biarkan saja mereka mencari tahu sendiri sebab pekerjaan semua pegawai ya begitu Bukan hanya membebani kamu sendiri! jadi tolong hentikan kebiasaan kamu yang seperti begitu karena nanti bakalan menyulitkan kamu sendiri, ingat apa yang aku katakan ini karena bukan untuk diriku melainkan untuk kamu! "perintah Arlan yang benar-benar tidak menyukai Kalau Kamila terlalu sibuk dengan urusan orang lain padahal urusannya sendiri ia tinggalkan.


"Maafkan saya pak soalnya tadi saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya ketahui dan tidak ingin membuat pegawai lain kesusahan selagi informasi yang saya ketahui itu berguna untuk dia, nanti lain kali saya bakalan mencoba untuk mengikuti sesuai dengan saran Anda Tetapi kalau memang saya merasa tidak direpotkan ya tidak masalah! "sahut Kamila sambil tersenyum meskipun ada sedikit kebingungan di dalam pikirannya saat ini akibat dari perkataan Arlan barusan yang tidak menyukai dirinya berbuat kebaikan serta ramah kepada orang lain padahal sebenarnya itu sangat diperlukan agar pekerjaannya ke depannya selalu dilancarkan.


"Sepertinya saya menyukai cara kerjanya Kamila soalnya dia selalu bersikap sopan kepada siapa saja dan juga tidak ingin orang-orang di sekitarnya mengalami kesulitan, karena itu adalah salah satu ciri seorang pekerja yang profesional yaitu tidak lebih menonjolkan diri sendiri melainkan merangkul semua orang yang ada di sekitarnya! "jelas Yamamoto karena memang ia sepemikiran dengan Kamila.


suasana Begitu Terasa Canggung ketika Arlan memilih tak menggubris apa yang dikatakan oleh pria paruh baya yang ada di samping nya kini sebab menurutnya pemikiran pria itu selalu saja membuat dirinya tersulut emosi, karena setiap apa yang keluar dari mulutnya Yamamoto selalu saja membuat dirinya emosi karena tidak sengaja Mungkin melipir sedikit ke arahnya.


"ya namanya masalah hati mah kalau tidak cengengesan masa iya aku hanya duduk kayak patung Asmat, Aku ini masih punya nadi dan juga masih punya detak jantung Ya otomatis harus bergerak lah terserah mau gayanya seperti apa yang penting intinya aku belum mau mati saat ini! "sahut Angga tidak mau kalah.


"Kalian katanya mau bertamu ke tempatnya orang tahu sendiri kan sikapnya harus seperti apa bukan kayak begini malah berdebat tidak jelas, kalau tahunya jadi hancur berantakan lebih baik tidak usah sekalian datang ke sini berpencar lebih bagus Soalnya kalau sama-sama bakalan mau buat orang lain jadi pusing. "Heru dari tadi sudah Jengah melihat tingkah kedua orang beda generasi itu kalau yang satu tukang Sindir otomatis yang satu tukang nyolot dan juga tidak mau kalah maka dari itu tidak bakalan berhenti perdebatan mereka kalau satu pun tidak ada yang mau mengalah.


"Papa jangan bilang aku dong kalau bisa Tuh bilangin istrinya biar jangan terlalu cerewet, masa sama anak sendiri kok dimarah dari pagi sampai pagi lagi Memangnya Mama pikir kuping nggak aku ini terbuat hanya untuk mendengar kata-kata Mama yang pedas itu? anak itu lahir di dunia buat disayang bukan untuk dianiaya secara tidak langsung dengan kata-kata, kalau begini jadinya lama-lama mental aku down dan susah untuk berekspresi di luar sana. "Mela tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh putranya itu yang terasa seperti seseorang yang dianiaya secara psikis maupun mental.


"Idih orang yang menye menya kayak kamu malah terkena mental down Wow mama jadi penasaran kira-kira gaya Kamu itu seperti apa ya?"Mela ingin sekali tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Angga sebagai kaum teraniaya Padahal selama ini pria itu selalu super aktif di mana saja dan kapan saja apalagi kalau sesuatu hal yang sangat tidak ia sukai otomatis protesnya itu mengalahkan pendemo yang lagi mendemo soal kenaikan BBM.

__ADS_1


Tok tok tok


terdengar ketukan pintu dari depan membuat Angga yang dari tadi semangat untuk berdebat dengan mamanya tiba-tiba langsung gugup bahkan bisa dibilang aliran darahnya sepertinya terhenti seketika, eh salah bukan seketika maksudnya terhenti sejenak setelah itu mengalir lagi soalnya kalau berhenti terus mah itu anak orang bisa koit.


"Iya masuk sudah ada orang kok di dalam, pintunya juga tidak dikunci jadi tidak usah perlu buang tenaga untuk mengetuk lagi! "sahut Heru dari dalam karena dirinya sangat tahu siapa yang mengetuk pintu tadi.


"Ayo masuk ke dalam! silakan Tuan Yamamoto dan juga Pak Arlan, Saya mau ke pantry dulu untuk menyuruh office boy menyiapkan minuman!"pamit Camila setelah membukakan pintu lalu segera pergi dari situ.


Arlan dan Yamamoto pun masuk ke dalam ruangan itu, terlihat ada Heru dan juga Mella serta Putra mereka Angga di dalam ruangan itu.


"Selamat siang Om maaf menunggu lama, soalnya tadi pas Om telepon kita Baru selesai sarapan jadinya baru bisa kembali ke sini! "jelas Arlan yang tidak enak hati kepada pamannya itu sebab Biar bagaimanapun pekerjaan menunggu itu paling dibenci oleh semua orang karena menyebabkan pekerjaan lain bakalan tertunda.


"ah santai saja Paman juga tidak sedang buru-buru kok sekarang ini soalnya setelah melihat kalian pekerjaan paman yang lain Kayaknya masih bisa ditunda, Oh iya hanya kalian berdua saja yang meeting bukannya Paman dengar kalau kamu punya asisten baru saat ini? "Heru tahu kalau yang menjadi asistennya Arlan merupakan Camila hanya saja tidak sopan juga di jam kerja seperti begini membahas soal masalah pribadi.


"Ah iya tadi Kami bertiga dengan asistennya Arlan tetapi dianya Lagi singgah di pantry untuk membuatkan minuman, Silakan duduk biar lebih santai lagi soalnya kan aku yakin Om sama Tante pasti kecapean karena sudah melakukan perjalanan jauh! "ujar Arlan sambil tersenyum sedangkan Angga dari tadi malah gelisah karena ternyata penantiannya masih belum berakhir juga karena Kamila belum muncul juga.


Yamamoto yang melihat kegelisahan Angga memilih untuk mendekati pria itu sambil menepuk pelan pundaknya mencoba untuk membuat Angga lebih rileks tidak terlalu tegang seperti begitu, soalnya wajahnya kalau tegang terlihat begitu menjengkelkan kayak orang yang lagi menunggu pembagian sembako dan takut namanya tidak masuk di dalam daftar..


"dia itu hanya pergi ke pantry dalam hitungan menit Bukan dia pergi ke ujung dunia Jadi kalau kamu menunggunya pasti bakal memakan tahun, jadi lebih baik bersabar saja hilangkan wajah gelisah kamu itu soalnya laki-laki kalau memasang wajah seperti begitu terasa sangat menyebalkan untuk dilihat! "goda Yamamoto membuat Angga mendengus kesal karena sahabat Papanya itu selalu saja begitu ketika bertemu dengannya pasti ada saja bahan ledekan yang ia punya.

__ADS_1


"ah Paman ini kok bisa saja sih sudah tahu orang lagi tegang masa iya diganggu, begitulah urusan sama orang tua Pasti pembahasannya bakalan merasa paling benar tetapi kalau saat berantem sesama tua Widih egoisnya itu loh parah. "ujar Angga Ketus.


__ADS_2