KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Batal


__ADS_3

Aryo tidak bisa berbuat banyak ketika melihat Kamila sudah pergi dari situ dengan wajah yang datar bahkan bisa dibilang seperti tidak terluka dengan apa yang terjadi sekarang, padahal dirinya berharap wanita itu menangis darah hanya karena ia akan menikah dengan Ardila dan juga bakal mengemis kembali cintanya seperti yang biasa dilakukan oleh Kamila kepadanya.


Vena yang juga merasa tidak ada kegunaan berada di tempat itu langsung memilih untuk menyusul kamilah yang sudah berada di luar gedung, sebab menurutnya untuk apa berada di tempat yang seharusnya tidak ada kita di situ dan juga kehadiran kita Hanya dianggap sebagai benalu yang tidak ada kegunaannya sama sekali.


" Mila tunggu mama!" teriak Vena membuat Kamila menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah belakang.


keningnya mengerut karena merasa heran kenapa Vena Malah menyusulnya keluar bukannya mendampingi anaknya untuk melakukan prosesi pernikahan di dalam, Nanti kalau sudah begini takutnya orang-orang bakalan salah paham kepadanya dan memikirkan jika dirinya sudah mempengaruhi Jalan pemikiran wanita itu.


" Mama kenapa malah menyusul Mila di sini, bukannya harus ada di dalam nanti kalau Aryo marah-marah kepada Mama lagi kan urusannya bisa ribet?" tanya Kamila pelan karena memang menurutnya memperlakukan seorang wanita paruh baya harusnya lebih halus karena Biar bagaimanapun dia lebih tua daripada kita.


mendengar apa yang ditanyakan oleh Kamila tadi membuat Vena hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena menurutnya pertanyaan itu sangat salah jika ditujukan untuknya yang jelas-jelas tidak ingin berada di situ.


" Mama rasa tempat mama itu bukan di sini dan juga bukan di rumah melainkan berada dekat dengan kamu, maka dari itu izinkan Mama untuk ikut ke manapun kamu pergi!" bujuk Venna membuat Kamila langsung tertegun dan kebingungan harus menjawab apa.


soalnya Siapa sih yang tidak bingung ketika ada orang yang tidak mempunyai hubungan darah apa-apa dengan kita malah Memilih tetap bersama dengan kita dan tidak ingin bersama dengan anggota keluarganya sendiri, jika sudah seperti Begini apakah dirinya harus merasa bersyukur karena ternyata ketika dibuang oleh orang yang kita anggap sebagai orang tua tetapi malah dipilih oleh orang asing.


" maksud Mama ngomong seperti begitu apa ya?" tanya Kamila yang sepertinya masih gagal paham dengan maksud Vena barusan.


" Mama ingin ikut dan tinggal bersama kamu di mana pun itu meskipun di kolong jembatan sekalipun, Mama sudah tidak betah bersama dengan Aryo yang tidak pernah menghargai Mama bahkan bisa dibilang temperamennya semakin buruk. dan kamu juga tahu kan kalau sebentar lagi dia bakal menikah dengan Ardila, yang jelas-jelas dari awal sangat tidak menyukai kehadiran mama!" jelas Vena membuat Kamila hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" Mama untuk sekarang ini aku tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan dan bisa dipakai untuk melanjutkan hidup, apa mau hidup susah denganku dan memulai segala sesuatunya dari nol tetapi bukan di sini melainkan di tempat asing?" tanya Kamila karena Biar bagaimanapun dirinya tidak tega ketika melihat wajah memelas milik Vena itu.


Vena tersenyum lalu meraih tangan gadis itu mencoba meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja jika mereka berusaha semampu mereka, di dunia ini tidak ada yang mustahil bagi Tuhan meskipun manusia menganggapnya itu merupakan sebuah malapetaka.


" Mama dari dulu merupakan orang yang hidup susah tidak ada kata senang dalam kehidupan mama, maka dari itu jika kita selalu bersama tidak pernah terpisahkan dan saling mengerti otomatis segala beban hidup pasti bakalan sedikit berkurang!" jelas Vena membuat Kamila akhirnya pasrah tidak mungkin menolak keinginan dari wanita itu karena Biar bagaimanapun yang namanya kecewa ketika ditolak itu sudah pernah ia rasakan dan itu terasa begitu menyakitkan.

__ADS_1


" Mama Kalau boleh aku tanya sesuatu, Soalnya dari tadi mengganjal dalam pikiranku?" tanya Kamila pelan.


Vena mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan perubahan wajah dari gadis yang ada di hadapannya itu, meskipun sebenarnya terlihat sangat mengenaskan karena lebam di mana-mana dan juga sangat kontras dengan kulit putihnya itu.


" kamu mau bertanya apa sayang, kalau mama tahu dan bisa menjawab pasti bakal Mama lakukan hal itu?" tanya Vena memastikan.


" aku kemarin sudah diusir dari rumah entah awal kesalahan apa yang sudah aku lakukan aku tidak tahu menahu soal itu, tapi Satu yang pasti yaitu aku tidak ingin ditindas dan juga menjadi wanita yang lemah secara terus-menerus jika sebenarnya kehadiranku tidak disukai oleh keluargaku sendiri. maka dari itu aku ingin bertanya apakah tadi sikapku di dalam itu sangat tidak sopan kepada kedua orang tuaku, yang entah mengapa sangat membenciku dan berbuat seolah aku ini bukan darah daging mereka dan merupakan anak yang hanya dipungut saja?" tanya Kamila Lirih karena memang dirinya merasa tadi sudah bersikap sangat kasar tetapi mau bagaimana lagi jika Ia hanya menjadi korban yang selalu tersakiti otomatis keluarga Nugraha akan tetap besar kepala.


" Terkadang kita harus menjadi orang lain agar membuat orang lain itu sadar jika Sebenarnya apa yang mereka lakukan itu salah, Terkadang juga kita harus memilih jalan yang lebih ekstrem ataupun bisa dibilang menantang agar orang-orang di sekitar kita sadar bahwa sebenarnya kita itu sangat berharga ada di tengah-tengah mereka!" jawaban yang diberikan oleh Vena itu membuat hati Kamila terasa begitu legah karena dirinya merasa seperti mendapatkan angin segar dan juga sedikit pencerahan di dalam benaknya.


" baiklah karena kehadiran kita tidak diinginkan di sini dan juga kita merupakan wanita-wanita yang kuat tidak akan cengeng meskipun ditindas, Oleh karena itu saatnya sekarang kita pulang dan pergi dari kota ini tinggalkan semua kenangan buruk dan tidak akan pernah membawa kenangan yang indah karena memang kenangan indah itu tidak pernah ada sama sekali!" Kamila berusaha menyemangati dirinya meskipun dirinya tahu bahwa jalannya ke depannya itu tidak akan pernah mulus sesuai dengan keinginannya.


hanya saja dirinya sudah terbiasa hidup susah terbiasa dengan ditindas terbiasa dengan tidak dihargai, maka dari itu jika saatnya sekarang ia memulai segala sesuatu dari nol mungkin rasa penyesalan ataupun kekecewaan itu tidak akan pernah begitu menyakitkan.


" kita pergi ke rumah mama dulu ya soalnya harus mengambil barang-barang Mama yang masih tertinggal di sana, dan selagi Aryo masih ada di sini kesempatan itu kan tidak datang dua kali lagi kan?" pinta Venna membuat Kamila hanya bisa tertawa soalnya mereka berdua terlihat seperti Wonder Woman yang sedang berusaha menyelamatkan dunia dan juga diri sendiri.


" mama, nanti besok lusa kalau hidup susah tersenyum saja ya Jangan mengeluh soalnya nanti aku yang bakal kebingungan!" ledek Kamila yang terlihat sudah rileks tidak ada beban pikiran yang berlebihan yang ada di pundaknya saat ini karena menurutnya untuk apa memikirkan orang lain Jika mereka saja tidak memikirkan kita.


" seumur hidup mama baru tahu ada wanita yang setegar dan sekuat kamu, kemarin gagal nikah dan hari ini calon suaminya menikah dengan kakak sendiri sudah diusir juga dari rumahnya bahkan bisa dibilang uangnya pun entah nanti bakal dikembalikan atau tidak!" kali ini giliran Vena yang mengejek Kamila Tetapi menurut wanita itu tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan oleh Vena karena memang itulah kenyataan yang terjadi.


" Nah itu dia yang membuat aku bingung sebenarnya letak kekuranganku tuh ada di mana coba, aku kan kata orang cantik kemudian rajin dan pintar menabung tetapi Kok bisa ya kisah asmaraku layaknya seperti ikan asin rasanya tidak pernah manis?" ujar Kamila Sambil tertawa membuat Vena pun ikutan tertawa karena memang merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.


" sebenarnya dari diri kamu itu tidak ada yang kurang karena Tuhan itu sedang menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kamu, masa iya kamu yang sesempurna itu harus bertemu berjodoh dengan orang yang tidak punya komitmen dan juga tidak punya pendirian yang Teguh selalu saya terombang-ambing ke sana kemari dengan hal duniawi!" penjelasan Vena itu sangat masuk akal membuat Kamila hanya mengacungkan dua jempolnya sehingga membuat keduanya langsung tertawa terbahak-bahak berbanding terbalik dengan keadaan yang terjadi sekarang di dalam gedung.


Terkadang kita harus berusaha menjadi orang lain dan juga lebih kuat daripada yang seharusnya meskipun sebenarnya hati terkadang tidak bisa dibohongi jika ada kerapuhan di dalamnya, hanya saja jika apa yang kita lakukan bisa membuat orang lain terinspirasi maka tidak masalah karena itu sama saja kita dengan menebarkan kebaikan di sekitar kita agar orang lain Lebih merasakan kebahagiaan.

__ADS_1


segala sesuatu yang terjadi dalam hidup sebenarnya kita ikuti saja alurnya dan nikmati prosesnya, karena semua sudah ada yang mengatur tidak mungkin kita mengatur Tuhan jika akhirnya nanti kita yang bakalan kecewa karena sang pencipta tidak ingin kita selalu menjadi orang yang berbesar kepala karena merasa diri sudah paling bisa diantara segalanya.


karena yang Tuhan inginkan yaitu kita menjadi orang yang lebih menghargai semua ciptaannya dan kelebihan yang ia berikan, karena menurutnya semua makhluk hidup itu sama tidak ada yang dibeda-bedakan hanya Tergantung orang tersebut Bagaimana cara mensyukuri apa yang sudah Ia berikan secara cuma-cuma.


Percayalah hal yang paling terbesar diberikan Tuhan kepada hidup manusia yaitu nafas kehidupan secara gratis dan juga kehidupan yang tidak akan pernah diambil dari kita jika Dirinya belum menghendaki, maka dari itu sebagai seorang manusia yang merupakan makhluk ciptaanNya harusnya lebih peka dan juga menghargai apa yang sudah diberikan tanpa boleh mengeluh ataupun meminta lebih daripada yang lain.


" Jadi gimana nak Aryo, apa kita bisa melanjutkan kembali proses ijab qobul ini?" tanya Bima memastikan.


Aryo menghela nafasnya perlahan berusaha untuk tetap tenang dan juga bisa menguasai keadaan, karena Biar bagaimanapun ini semua atas kemauannya tetapi niatan untuk melanjutkannya sepertinya sudah mati dari beberapa menit yang lalu.


" Permisi Pak penghulu, jika memang Anda masih punya pekerjaan di tempat lain silakan meninggalkan tempat ini! oleh karena saya terkena hati jika terus menahan anda disini sedangkan masalah di sini tidak pernah beres, Dari lubuk hati saya yang paling dalam Saya minta maaf karena sudah mengacaukan hari anda!" bukannya menjawab pertanyaan Bima melainkan Aryo lebih fokus ke arah penghulu yang dari tadi Seperti seorang penari dan yang sedang mengikuti siaran live streaming.


mendengar apa yang dikatakan oleh calon mempelai pria membuat penghulu itu hanya bisa tersenyum, karena memang itu yang ia inginkan dari tadi yaitu tidak menikahkan orang dengan kondisi yang sangat tidak memungkinkan.


Namun karena itu adalah pekerjaannya makanya dirinya memilih Bertahan dan ingin melihat kira-kira sampai di mana semua orang menyelesaikan masalah mereka dengan hati yang panas, hanya saja setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Aryo barusan dirinya sedikit bernafas lega.


" Saya memang masih punya pekerjaan di tempat lain dan oleh karena itu istri saya sarankan untuk sebaiknya selesaikan dulu masalah internal kalian barulah melangkah ketahap yang lebih serius lagi, tapi karena anda sudah mengatakan yang lebih dulu maka dari itu saya memang harus pamit saat ini juga!" jelas penghulu itu membuat Ardilah beserta kedua orang tuanya tak percaya dengan keputusan sepihak yang dilakukan oleh Aryo itu.


" kamu atau apaan sih Mas? kok bisa-bisanya membatalkan pernikahan kita tanpa bilang-bilang dulu kepadaku, kamu lihatkan semua tamu undangan sudah pada hadir di tempat ini untuk menyaksikan pernikahan kita berdua?" tanya Ardila dengan nada yang begitu tinggi.


" Ya sudah kalau begitu silakan saja anda pergi, Maaf saya tidak bisa mengantar ke depan karena ada urusan yang belum selesai di sini!" sahut Aryo yang menimpali apa yang dikatakan oleh penghulu itu bahkan bisa dibilang dirinya malas tahu dan tidak peduli dengan pertanyaan dilontarkan oleh Ardila tadi.


" anda Kami panggil ke sini itu dibayar bukan hanya gratis saja, jadi tidak ada yang boleh meninggalkan gedung ini sebelum semua prosesnya berjalan sesuai dengan rencana!" ancam Bima tetapi tidak dipedulikan sama sekali oleh penghulu itu karena menurutnya yang lebih berhak menentukan sesuatu ia itu Aryo bukan dirinya.


" orang yang mau menikah saja tidak ingin dinikahkan tetapi kenapa malah saya disuruh bertahan di tempat ini, Apa Anda ingin bermain-main dengan pekerjaannya saya atau ingin bermain-main dengan agama?" tanya penghulu itu dan segera angkat kaki dari tempat itu meninggalkan keluarga Nugraha yang sedang memasang tatapan tajam mereka ke arah Aryo.

__ADS_1


" Maksud kamu itu apa melakukan hal ini sekarang, kamu tahu kan kita bakal menikah beberapa menit lagi kenapa kamu malah menyuruh dia pulang?" tanya Ardila yang terlihat ingin menampar wajahnya Aryo tetapi segera di tahannya tangan wanita itu sehingga tidak sampai menyentuh wajahnya.


__ADS_2