KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Sindiran


__ADS_3

Kamila udah selesai membuat laporan langsung memilih untuk menyerahkannya kepada Pak Heru, karena menurutnya jika semuanya sudah ia serahkan otomatis bisa beristirahat sejenak Lalu setelah itu Menyiapkan makan siang untuk diri sendiri karena Biar bagaimanapun ia harus bisa belajar dewasa.


tok tok tok


"Permisi Pak ini saya Kamilah! "ujar Kamila Dari pintu luar membuat Angga yang dari tadi fokus pada ponselnya langsung mengalihkan segala-galanya hanya ingin menatap ke arah Pujaan hatinya yang hendak masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Iya masuk saja sayang! "teriak Angga tidak mau kalah membuat Heru mendengus kesal sebab menurutnya Kamila itu merupakan tamunya tetapi pria itu malah sengaja melakukan hal yang tidak tidak


Kamila mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban aneh dari dalam ruangan tersebut, padahal tidak selama ini Heru tidak pernah melakukan hal yang seperti ia dengar barusan jadi menurutnya ini pasti kerjaan orang yang tidak bertanggung jawab itu.


"Astaga itu manusia gila masih ada di tempatnya aku pikir tadi sudah pulang? Wah bakalan lebih ribet nih urusannya kalau sampai dia masih ada di situ, Lagian kok bisa-bisanya sih dia belum kembali padahal tidak ada kerjaan sama sekali loh di tempat ini? "gumam Kamila frustasi sebab terlanjur dirinya sudah mengatakan untuk masuk ke dalam Jadi tidak mungkin dong menolak meskipun ada Angga di situ.


"Ayo silakan masuk, atau kamu mau aku sambut kamu dari depan pintu situ baru kamu mau masuk ke dalam? "tanya Angga memastikan membuat Kamila mendengus kesal dan berakhir dengan mengalah karena jika tidak pria super nekat seperti Angga tidak akan berhenti dengan kemauannya.

__ADS_1


"Permisi Pak, Maaf mengganggu! Soalnya laporan yang anda minta tadi pagi sudah saya selesaikan! Meskipun tadi ada insiden yang tidak menyenangkan tetapi Percaya saja bahwa saya pasti bakalan melakukan yang terbaik, bapak pasti tahu kan insiden apa yang terjadi dan juga pasti tahu siapa penyebab hal itu sampai bisa terjadi!"Kamila sengaja mengatakan hal itu sambil menatap sinis ke arah Angga yang dari tadi hanya senyum-senyum ketika mendengar sindiran yang dilontarkan oleh Kamila barusan kepadanya.


Heru paham dengan apa yang dikatakan oleh Kamila barusan maka dari itu dirinya tidak mempermasalahkannya Dan kini ia ikutan menyindir Angga, karena jika tidak bisa dipastikan pria itu bakalan terus melakukan kesalahan yang sama dan tidak akan pernah mau namanya berubah.


"sebelum kamu ngomong saya sudah tahu siapa itu makhluk yang tidak berguna dan hanya bisa menyusahkan orang lain itu, soalnya makhluk tersebut tiap hari bergentayangan di dalam rumah saya kemudian dalam perusahaan saya juga sampai istri saya saja bosan melihatnya! "sahut Heru tidak mau kalah dan kini Angga melototkan matanya karena tidak terima jika dirinya menjadi bahan sindiran padahal sekarang ia tepat berada diantara kedua manusia itu.


"ah kalian memang tidak asik masa iya menyindir orang langsung tepat di hadapannya memang, setidaknya Tunggu aku menghilang dulu lah baru lah terserah kalian mau ngomong apa yang penting Intinya jangan sekarang dong! "Angga menggerutu kesal karena kalau tidak ya bisa dipastikan dirinya bakalan menjadi objek antara Papanya dan juga wanita yang dicintai itu sebab kamilah kalau lagi kesal bakalan sampai habis dan juga totalitas membuat orang tersebut menjadi kapok.


Angga sambil memasang tatapan jenakanya sebab menurutnya Kamila kalau marah itu masuk akal karena dirinya dari tadi hanya kerjaannya mengganggu wanita itu saja, ya Meskipun terkesan terlalu berlebihan tapi begitulah dirinya memilih untuk bersikap agar mungkin Kamila merasa lebih nyaman ketika berada dekat dengannya.


"Ya sudah selesai Kamu taruh saja di atas meja itu, Lalu setelah itu kamu bisa langsung pulang soalnya kasihan kamu sepertinya masih kecapean! "perintah Heru karena memang wajah Kamila itu tersirat begitu kalau lahan namun wanita itu berusaha terlihat kuat agar mungkin tidak membuat orang-orang di sekitarnya merasa khawatir tentang keadaan dirinya itu.


"Aku baik-baik saja kok, tidak perlu harus dicemaskan sampai berlebihan soalnya aku bisa memposisikan diriku bekerja sesuai dengan kemampuan! nanti kalau memang aku tidak mampu lagi untuk bekerja pasti aku bakalan ngomong secara langsung, sebab Biar bagaimanapun tubuhku ini merupakan aset berharga agar aku dapat mencari uang!"jelas Kamila membuat Heru hanya bisa mengacungkan jari jempolnya pertanda menyetujui apa yang dikatakan oleh wanita itu.

__ADS_1


"Ya saya setuju sekali dengan apa yang kamu katakan barusan, soalnya menurut saya tidak perlu harus berlaku seperti orang yang kuat padahal aslinya sedang merasakan kelemahan! "lalu memilih fokus dengan kertas yang dihadapannya sehingga Heru membiarkan Angga dan Kamila berinteraksi dalam ruangan tersebut.


"Karena tadi Papa sudah mengizinkan kamu pulang Jadi gimana kalau kita jalan-jalan, soal kamu kan sepertinya sedang membutuhkan hal tersebut? Kebetulan aku besok baru mulai aktif bekerja jadi hari ini aku masih free dan waktuku bebas untuk kamu tenang saja pokoknya aku bakalan memanjakan kamu dengan mengikuti semua keinginan kamu!" Tawar Angga.


Kamila menatap tak percaya ke arah Angga karena bukannya pria itu membiarkan dirinya pulang dan beristirahat malah mengajak dirinya melakukan sesuatu yang lebih menguras tenaga, padahal seharusnya Angga menawarkan Untuk mengantarkan dirinya pulang dan dengan begitu yang memiliki banyak waktu.


"Kamu itu aneh deh, aku itu lagi butuh istirahat saat ini bukannya malah diajak ngalor ngidul ke mana-mana? kalau memang kamu mau jalan-jalan ya sudah terserah kamu saja, tetapi yang aku butuhkan itu istirahat bukan mau mencuci mata Soalnya kalau cuci mata ya tinggal dibasuh pakai air saja!" Tolak Kamila.


"Oh ya sudah kalau kayak begitu aku bakalan mengantarkan kamu pulang saja deh, nanti kalau suatu saat kamu pengen jalan-jalan aku yang bakalan menemani kamu sesuai janjiku!"Angga memilih untuk mengalah.


Kamila memilih untuk tidak menanggapi terlalu serius apa yang diucapkan oleh Angga barusan sebab menurutnya tidak ada yang salah dengan ucapan dari pria itu, karena memang yang ia butuhkan sekarang itu istirahat bukan healing ataupun keliling yang jelas-jelas nanti bakalan menyusahkan dirinya sendiri.


"Ya sudah lebih bagus kalau kamu ngomong seperti itu biar aku juga tidak bakalan capek soalnya aku tahu definisi dari jalan-jalan menurut kamu itu seperti apa karena yang ada itu hanya membuat pusing!"ucap Kamila.

__ADS_1


__ADS_2