
mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya membuat Cynthia hanya bisa terdiam soalnya memang benar jika sampai dirinya pergi menemui Kamila dan menyuruhnya menandatangani klaim asuransi itu otomatis semua kedok mereka bakalan terbongkar, dan juga sampai hal itu terjadi tidak mungkin juga kan Kamila bakalan berdiam diri saja sebab selama ini sudah cukup mereka menikmati harta kekayaan orang tuanya.
"Lain kali itu kalau mau merencanakan sesuatu lebih baik dibicarakan seperti begini Jangan diam-diam saja terus ambil keputusan sendiri, karena jika sampai hal itu terjadi nanti yang bakalan kena imbasnya ya kita sendiri bukan orang lain dan itu juga bakal membuat Ardila lebih frustasi! "ujar Bima Mencoba membuka pikiran istrinya itu supaya lebih paham dan juga Tidak sembarangan mengambil keputusan.
mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu Chyntia hanya bisa menghilang nafasnya kasar sebab selama ini dirinya tidak pernah memikirkan tentang apapun Hanya mungkin karena mendengar ancaman Aryo tadi akhirnya kemungkinan yang tidak dipikirkan pun muncul secara tiba-tiba.
"Ya tadi itu Mama panik karena aku bisa tiba-tiba membicarakan hal itu padahal kita selama ini sudah menyembunyikan sampai-sampai Kamila yang sebagai anak kandung mereka pun tidak menyadari hal itu, jadi kita harus berusaha caranya bagaimana agar Aryo tutup mulut dan tidak mengatakan apapun kepada Kamila nantinya karena jika sampai hal itu terjadi yang ada kita yang bakalan kesusahan!"jelas Chyntia yang entah mengapa wajahnya yang biasanya terlihat begitu sombong dan juga angkuh berubah menjadi wajah yang begitu ketakutan Dan Panik seperti bakalan terjadi hal yang membuat wanita itu terjun bebas ke dasar yang paling dalam.
"tenang saja nanti bakalan Papa Usahakan biar pria itu tidak berbicara macam-macam di luar sana, yang terpenting saat ini kita harus melakukan sesuatu agar Ardila segera sadar karena Entah sudah berapa lama dia tertidur dalam posisi begitu tanpa ada niat untuk sadar sama sekali. "orang tua mana yang tidak bakalan frustasi ketika anak yang sangat disayangi mengalami sesuatu kejadian yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.
"apa kita bawa dia saja ke luar negeri untuk melakukan pengobatan di sana soalnya kan alat-alat di sana lebih canggih dan juga pengobatan medis pun lebih unggul, daripada menunggu di sini tanpa kepastian itu sama saja membuat tubuh Ardila lama-lama tidak merespon sama sekali dengan kehidupan luar?"tawar Cynthia membuat Bima menatap heran ke arahnya sebab menurutnya wanita itu seolah melupakan keadaan ekonomi mereka saat ini yang benar-benar tidak mendukung sama sekali untuk melakukan semua yang ia pikirkan itu.
"Mama tahu sendiri kan kalau keuangan kita itu sedang tidak menunjang untuk melakukan hal-hal yang harus memerlukan pengeluaran lebih besar lagi, untuk membayar pengobatan yang saat ini saja kita harus berusaha berpikir lebih keras apalagi kalau sampai membawanya keluar dari sini? "terlihat kerutan di wajah pria paruh baya itu semakin bertambah mungkin karena terlalu pusing memikirkan beban hidup yang bertubi-tubi datang kepadanya tanpa henti belum lagi keadaan Putri mereka yang tidak ada perubahan dari hari ke hari seolah mungkin ingin menjadi Snow White menunggu Pangeran tampan akan datang untuk membangunkannya.
"iya juga ya mama kok sampai tidak berpikiran ke arah sana mungkin karena terlalu saking paniknya, semoga saja Dia segera sadar agar kita tidak terlalu pusing seperti begini!"sahut Cynthia.
__ADS_1
"Mas Aryo ini ke mana sih kok dari tadi aku tunggu di sini tapi dianya Kok tidak muncul-muncul, Apa jangan-jangan dia sudah melupakanku dan kembali kepada Kamilah? kalau sampai hal itu terjadi Aku tidak akan memaafkan mereka berdua karena sudah mempermalukan diriku, mereka kan tahu sendiri kalau seorang Ardila Nugraha tidak pernah terima yang namanya kekalahan! "ujar wanita yang wajahnya terlihat begitu pucat dengan memakai pakaian Putih Sampai menutupi mata kakinya dengan rambut diurai begitu saja dengan tatapannya yang seolah sedang mencari sosok yang ditunggunya dari tadi.
ketika dirinya sedang mengomel sana-sini datanglah sepasang suami istri yang wajah mereka begitu berseri dan juga terlihat begitu tidak asing di mata Ardila, sebab wajah sepasang suami istri itu sangat mirip dengan Kamila Apalagi senyum wanita paruh baya itu yang terlihat seperti kembaran Kamila saja.
"Kenapa kamu di sini Dila, Ayo pulang sana kasihan Papa sama Mama kamu nungguin? Lain kali itu kalau tidur jangan sampai kelamaan kasihan lho tulang punggung kamu bakalan sakit, terus juga kalau pergi harus ngomong sama orang tua kamu biar mereka tidak panik mencari kamu ke sana kemari? "ujar wanita itu begitu lembut membuat Ardila mengerutkan keningnya karena orang yang ada di hadapannya ini sangat mirip bahkan bisa dibilang kemiripannya itu hampir 100% dengan Kamila.
"Kamu ini sebenarnya siapa Terus kenapa sok akrab seperti begitu Padahal aku kan tidak mengenal kamu, dan juga jangan memanggil namaku dengan sebutan itu karena kamu itu tidak pantas sama sekali menyebutkannya? "tanya Ardila sinis tetapi bukannya marah wanita itu malah tersenyum.
"jangan marah-marah seperti begitulah nak, soalnya nanti wajah kamu tuh tumbuh keriput tambah banyak karena hobinya selalu marah-marah membuat otot wajah kamu itu kan jadinya selalu kendor. kami ke sini hanya untuk mengingatkan kamu yang sudah terlalu lama berada di tempat ini sampai-sampai tidak mau kembali lagi, ingat ya Nak kamu kalau sudah terlalu merasa nyaman di sini nanti kamu bakalan lupa jalan pulang dan saat itu terjadi Kamu tidak akan bisa kembali lagi. "ujar wanita itu ambigu membuat wanita itu tetap saja tersenyum responnya tidak ada wajah marah ataupun tersinggung sebab menurutnya sikap Adila dari dulu sampai sekarang itu tidak asing dalam penglihatannya.
"kamu itu kalau bicara sembarangan saja memangnya menurut kamu tempat aku yang lain itu di mana lagi kalau bukan di sini, jangan sok tahu deh tiba-tiba muncul terus berbicara tidak jelas suara aku ini anak kecil yang bisa saja kalian permainkan?"tanya Ardila penasaran sebab memang dirinya merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
"kami Hanya mengingatkan kamu saja kalau tempat kamu itu bukan di sini dan juga waktunya kamu itu belum saatnya untuk datang ke sini, jadi lebih baik kamu pulang soalnya kasihan Bima dan Cynthia menunggu kamu tanpa kepastian seperti begitu!"setelah mengatakan hal itu kedua manusia paruh Baya itu pun berjalan menjauh tanpa menoleh ke belakang sebab menurut mereka Ardila itu sudah besar otomatis bisa mencerna apa yang mereka katakan.
"ini orang dua itu sebenarnya siapa sih tiba-tiba muncul terus ngomong tidak jelas setelah itu langsung pergi begitu saja bukannya memberikan penjelasan biar aku tidak pusing seperti ini, tapi kok mereka tidak asing Ya seperti aku pernah melihat tapi di mana?" Gumam Ardila monolog.
__ADS_1
ketika dirinya sudah memikirkan hal yang tidak dimengertinya tiba-tiba dilihatnya ada cahaya putih yang tepat berada di depannya, dan tidak berselang lama dirinya mendengar ada yang memanggil namanya dan itu merupakan suara dari Cynthia.
di saat Ardila Tengah berperang dengan jiwanya sendiri di tempat lain Angga Tengah duduk melamun di balkon apartemen tempat dirinya tinggal saat ini, dirinya bingung memikirkan Apakah keputusannya untuk pergi meninggalkan Kamila itu merupakan keputusan yang benar atau sebenarnya malah membuat wanita itu kesulitan karena tidak ada tempat untuk berbagi ceritanya.
"kalau misalnya aku pergi terus kamila nya kesulitan di sana seperti bagaimana Nanti dia bakalan memecahkan masalahnya, karena selama ini kan kami berdua yang selalu memecahkan masalahnya dan mencari jalan keluarnya secara bersama-sama? "tanya Angga yang tidak tahu lagi apakah keputusan yang ia ambil itu sudah benar.
sebab firasatnya mengatakan kalau Kamila saat ini sedang tidak baik-baik saja di sana dan Pasti sangat membutuhkan bantuannya, hanya saja mengingat wanita itu saja tetap mengedepankan Aryo dibanding dirinya membuat ego nya kembali muncul dan memilih untuk bertahan di situ.
"sama saja kalau aku pulang pun dia tetap tidak bakalan peduli dengan kehadiranku sama sekali bahkan mungkin bisa dibilang kehadiranku itu seperti angin lalu, jadi lebih baik aku bertahan di sini saja deh nanti kalau sudah melupakan masalah kami baru aku bakalan kembali untuk mengecek keadaannya. "Angga tidak tahu lagi harus memilih sikap yang bagaimana soalnya bertahan di situ tetapi hati pikirannya seolah tidak berada di situ dan jika dirinya memilih kembali sama saja bohong jika Kamila masih tetap terpaku dengan masa lalu yang begitu tidak menyenangkan.
Percayalah jika telepati keduanya itu berfungsi dengan benar otomatis mereka bakalan sadar jika sebenarnya berjauhan itu bukan merupakan keputusan yang sangat baik, karena itu yang ada bakalan membuat hidup keduanya bakalan lebih tidak terarah tidak ada teman untuk bisa diajak berbagi kesusahan.
"apa aku menghubungi Mama sama Papa saja untuk mengecek Bagaimana keadaan Kamila saat ini, karena jika aku berdiam diri seperti begini otomatis bakalan tidak tahu apa-apa pun dan mungkin bakalan ketinggalan sesuatu hal yang penting? "ujar Angga lalu mengambil benda persegi yang biasanya dipakai untuk berkomunikasi untuk menghubungi orang tuanya Siapa tahu mereka mendengar atau mengetahui kabar Kamila yang terbaru agar rasa penasarannya itu tidak terlalu memuncak di dalam benak.
panggilan pertamanya pun langsung direspon oleh sama mama yang sebenarnya sedang kesal karena putranya itu pergi tanpa pamit sedikitpun kepada mereka, pada hal selama ini Angka tidak pernah melakukan hal itu meskipun dirinya hanya pergi ngumpul dengan teman-temannya pun pasti bakalan memberi kabar kepada orang tuanya namun untuk saat ini tidak ada sama sekali bahkan Bisa dibilang sudah dalam hitungan bulan pun pria itu baru menghubungi mamanya baru sekali itu.
__ADS_1
"masih ingat kamu kalau punya orang tua, Mama pikir kamu sudah lupa? hilang kabar berbulan-bulan terus tanpa beban sekarang malah menghubungi Mama seolah-olah tidak punya salah sedikitpun, untung juga kamu tidak ada di hadapan Mama sekarang kalau tidak bisa dipastikan wedges Mama sudah mencium tempat ke jidat kamu itu!"Sungut Mela mamanya Angga dari seberang bahkan bisa dibilang suaranya itu layaknya petasan karena sangat nyaring terdengar.