
Bima sudah memilih untuk tidak berdebat ataupun berbicara panjang lebar dengan Ardila karena menurut nya hanya akan membuang-buang waktu, biarkan wanita itu tetap pada pemikirannya sendiri entah mau mencurigai dirinya atau yang mencurigai sang Mama terserah sempat Bukankah Ardila itu sudah besar?
Ardilla yang sepeninggal Bima mulai berpikiran yang tidak-tidak dan terkadang berusaha untuk menerkak Sebenarnya apa yang salah dengan rumah tangga kedua orang tuanya, karena terlihat Sintia enggan berpisah dari Bima sedangkan Bima malah ogah-ogahan untuk membahas soal istrinya itu.
Padahal sebagai pasangan suami istri yang hidup sudah berpuluh-puluh tahun mereka harusnya mengerti sama lain dan juga menyadari kekurangan pasangan masing-masing, karena tidak mungkin orang yang hidup di dalam satu atap sudah lama pun tidak akan pernah ada yang namanya cocok karena menyatukan dua kepribadian dalam sebuah hubungan itu sebenarnya perkara yang gampang-gampang susah.
"Sebenarnya Apa maksud dari perkataan Papa tadi ya? Apa selama ini Mama yang memaksa Papa melakukan semua kejahatan sehingga sekarang papa menjadi menyesal ?"Ardila benar-benar seperti Tengah mengumpulkan puzzle yang tidak jelas dan membuat wanita itu merasakan begitu teramat sakit di kepalanya seolah-olah tengah dihantam beban yang begitu berat dan ia tidak sanggup untuk memikulnya.
Chyntia yang kebetulan ada urusan sebentar diluar merasa heran ketika melihat ada mobil Bima terparkir di samping mobilnya, membuat wanita itu mengurungkan niatnya untuk pergi menemui temannya yang katanya ada pekerjaan untuk nya.
"loh tadi Mas Bima ada ke sini Kok aku tidak tahu sih Terus dia datangnya kapan Kenapa tidak langsung masuk ke dalam kamar, Lebih baik aku menemuinya kemudian bertanya kira-kira dia sudah punya uang atau belum Soalnya tabunganku sudah semakin menipis! "ujar Cynthia sambil tersenyum sumringah sebab dirinya yakin Bima pasti sudah memiliki uang untuk diberikan kepadanya karena jelas-jelas selama berapa waktu pria itu tidak memberikan uang kepadanya sepeserpun.
__ADS_1
Ketika akan kembali ke dalam kamarnya wanita itu tersenyum ketika melihat suaminya baru turun dari kamarnya Ardila, pertanda bahwa pria itu masih sangat peduli terhadap wanita yang sedang sakit itu tidak hanya dirinya sendiri yang malah merasa sangat direpotkan.
"Kamu baru dari kamarnya Ardila Ya gimana keadaannya menurut kamu, soalnya aku capek sendiri kalau harus mengaturnya Padahal aku juga harus mencari uang untuk biaya hidup kita ? "tanya Cynthia yang berusaha menarik tangannya Bima berpendapat dengannya tetapi pria itu malah menepisnya merasa bahwa seperti Cynthia itu terlalu memegang kotoran dan ia merasa jijik.
Chyntia hanya bisa terdiam ketika tangannya itu hanya mengambang di udara dan dirinya kebingungan Kenapa suaminya itu sangat membencinya, kalau memang karena gaya hidupnya yang sangat boros itu ya tinggal ngomong saja tidak perlu harus langsung seperti begitu kan.
"Kamu Kenapa Mas? Aku lihat kamu itu rasa-rasanya sangat membenciku soal aku ini punya salah Ya sangat besar kepada kamu, padahal kita pun sebenarnya sama-sama punya salah seharusnya saling mengerti dan juga memaafkan. "Cynthia benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap seperti bagaimana ketika Bima setiap hari dan setiap saat selalu saja Acuh ke terhadapnya padahal dirinya butuh tempat untuk bersandar sekedar membagi beban pikiran yang tengah dihadapi.
"Kamu dari dulu saya tidak pernah mempermasalahkan sikapku selama ini, kenapa sekarang kamu malah melakukan hal itu seolah-olah baru tersadar? Apa jangan-jangan di luar sudah ada yang membuat kamu nyaman sampai-sampai aku kamu anggap sudah tidak ada harganya lagi, kamu boleh melakukan semua itu tetapi intinya hanya satu jangan sampai aku mengetahuinya karena di saat itu aku bakalan langsung balas dendam! "Sintia mengancam Bima membuat pria itu langsung kalah karena menurutnya tidak ada yang boleh menyakiti Ayla kapanpun dan di manapun serta siapapun itu.
Plak
__ADS_1
"Kamu jangan pernah mengatur-atur hidupku dan juga mengatur siapapun yang memiliki hubungan denganku! Memangnya kamu tidak tahu selama ini, aku selalu mengetahui kebusukan kamu di luar sana dan setelah pulang ke rumah kamu berbuat seolah tidak ada masalah?"Cynthia hanya bisa memegang pipinya sebab Lagi Dan Lagi Bima selalu saja melampiaskan dengan cara begitu dirinya tahu ini memang sudah masuk dalam KDRT tetapi dirinya juga bisa apa tidak mungkin harus melaporkan kepada polisi karena yang ada harus mengeluarkan uang lagi untuk menyewa pengacara.
"Sudah Cukup aku dari tadi sudah capek Padahal aku masih berusaha menjadi istri yang baik dan juga tidak membantah, kalau memang kamu pulang hanya untuk menyakitiku secara fisik lebih baik tidak usah pulang sekalian!"Cynthia yang tadi hendak tidak jadi pergi malah memilih untuk keluar dan menemui sahabatnya yang katanya Memiliki pekerjaan untuknya wanita itu bahkan sudah tidak perduli lagi dengan keberadaan Bima di situ.
Bima begitu antusias ketika melihat Cynthia yang sudah pergi itu, dan dirinya merasa bahagia. Ketika Wanita itu pergi maka ia bisa dengan leluasa, menggeledah surat-surat penting rumah ini dan juga perusahaan.
"Pergi yang jauh istriku sayang Bila perlu tidak usah kembali lagi sampai aku bisa mengumpulkan bukti dan barang-barang berharga, Karena setelah semua aku dapatkan Aku pastikan kamu dan juga anakmu itu bakalan hidup gembel di jalanan! "ujar Bima lalu masuk ke dalam kamar tersebut dan mengunci pintunya dari dalam karena ia tidak ingin ada yang mengganggu aktivitasnya di tempat itu.
Chyntia yang tidak sadar apa-apa ternyata sudah dijebak oleh Bima, pria itu memang sengaja marah-marah tidak jelas terhadap Cynthia agar wanita itu tersulut emosi dan pergi meninggalkan rumah.
Bima yang sudah berada di dalam kamar langsung menggeledah lemari pakaian Cynthia, dan dirinya begitu sangat terkejut ketika melihat perhiasan wanita itu yang masih utuh di tempatnya Padahal selama ini mereka selalu kesusahan uang. Setidaknya biarkan Cynthia menjual perhiasan itu untuk biaya hidup mereka, tetapi tidak pernah dilakukan oleh wanita itu karena mungkin merasa harta dunia lebih penting dibandingkan nyawa mereka.
__ADS_1
Kalau di kumpulkan semua perhiasan itu berkisaran sampai miliaran rupiah, karena ada berlian dan juga batangan emas. Setelah itu ia melihat surat kendaraan bermotornya Ardila dan juga milik Sintia serta milik dirinya, yang disimpan rapi dengan berbagai macam dokumen yang lain.