
"lebih baik kamu minta tolong kepada anak buah kamu untuk mencari tahu keberadaan Kamila saat ini, soalnya anak kita yang bawel itu maunya dia bakalan pulang kembali ke sini kalau sudah mengetahui kabar Kamila lebih lanjut! Soalnya kamu tahu sendiri kan Bagaimana Putra kamu itu kalau ada maunya pasti akan tetap ada pendiriannya, jadi lebih baik kita ikuti saja kemauannya dan jangan mengurus soal masalah pribadi kita berdua bukannya kita berdua kan sudah tua jadi pasti sudah puas-puasnya merasakan hal itu?"tanya Mela yang berusaha menyadarkan suaminya yang terlihat begitu menginginkan dirinya saat ini tetapi biar bagaimanapun urusan soal Angga itu harus segera diselesaikan.
"tapi kan Setelah dari sini dulu kah? masa kita sudah di tengah jalan seperti begini harus dihentikan dulu, Apa kamu tidak kasihan kepada suamimu ini yang sudah sangat menginginkan kamu ? "tanya Heru dengan tatapan memelas.
"pokoknya aku tetap bakalan pada pendirianku tidak akan pernah berubah pikiran apalagi mau mengikuti kemauan kamu yang tidak pernah ada matinya itu, nanti setelah anggap pulang baru bisa kamu buka puasa tetapi untuk saat ini aku tidak akan pernah berubah pikiran dan juga tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk melakukan hal yang aneh-aneh lagi!" tegas Mela dengan tatapan mengejek ke arah suaminya itu.
"jangan seperti begitu dong Yang kasihan suamimu ini, aku nyicil saja deh janji bakalan mau melakukan secara quickly tidak akan memakan waktu yang lama! Tolonglah jangan menolak permintaan suamimu ini yang tadi itu buru-buru pulang dari kantor soalnya sudah merindukan kamu, Masa Iya Si Joni lagi ingin bermain dengan mainannya kamu malah mematahkan semangatnya seperti begitu?" Tanya Heru dengan tatapan memelas.
"pokoknya aku bakalan tetap ada pendirianku yaitu kamu harus mencari tahu tentang keberadaan Kamila baru setelah itu aku bakalan kasih sesuatu yang sangat spesial gitu, Tetapi kalau kamu masih tetap seperti begitu saja tidak melakukan apa yang aku perintahkan Ya sudah siap-siap saja puasa sampai tahun depan!"ancam Mela dengan tatapannya yang begitu serius.
"Memang kebiasaan punya istri yang pemaksa itu seperti begitu setidaknya pahami dulu lah keinginan suaminya, barulah meminta sesuatu hal yang lain karena sudah menunaikan kewajibannya!"ujar Heru dengan Tatapan yang begitu terlihat frustasi sebab apa yang ia inginkan tidak didapatkan sedikitpun.
"ya tadi kan aku sudah bilang kalau kamu mengikuti apa yang aku mau aku juga bakalan melakukan apa yang seperti kamu inginkan, biar kita impas tidak berat sebelah dan juga tidak ada pihak yang diuntungkan di sini!"jelas Mela sambil terus tersenyum karena menurutnya wajah kesal suaminya itu merupakan hiburan tersendiri untuknya.
mau tidak mau Heru melakukan apa yang diinginkan oleh istrinya itu sebab memang tidak ada salahnya sih jika semua dilakukan demi Putra mereka, karena biar bagaimanapun melihat Angga yang seperti begitu sebagai orang tua pasti mereka tidak akan tega.
"kalian tolong selidiki tentang seorang wanita yang bernama Kamila Andini, secepatnya kasih kabar kepada saya tentang keberadaannya saat ini nanti untuk fotonya bakalan menyusul!"perintah Heru membuat Mela mendengus kesal
__ADS_1
"fotonya bakalan saya kirim saat ini juga bukan menyusul dan ingat pekerjaan kalian itu dibayar tidak ada yang gratis jadi usahakan jangan mengecewakan kami, cepat laksanakan perintah saya bakalan lewat telepon sekarang juga tidak boleh ada kata bantuan bantahan apalagi pertanyaan yang tidak perlu! "tegas Mella lalu segera mematikan ponsel dan memberikan kembali kepada suaminya.
"sayang Lain kali kalau aku berbicara dengan seseorang bisa tidak kamu jangan langsung memotong seperti begitu, kamu tahu sendiri kan kalau aku itu kepala keluarga di sini Jadi otomatis segala macam perintah harus melalui mulutku! "ujar Heru yang tidak menyukai sikap Mella yang seolah tidak menghargai keberadaan dirinya sebagai kepala keluarga di situ.
"dan aku adalah ratu di rumah ini jadi otomatis apa yang aku katakan juga harus didengarkan, sebab wanita itu bukan harus mendengarkan karena yang ia inginkan adalah seseorang yang menghargai keberadaannya di dalam rumah! kalau memang kamu tidak menyukai sikap yang aku lakukan tadi silakan saja memberikan protes tetapi tetap saja aku tidak bakalan peduli, karena kamu itu selalu saja geraknya terlalu lambat dalam mengambil sebuah keputusan dalam alhasil nantinya seperti begini terlambat dulu disadari!"Bukannya tidak ingin menghargai suaminya tetapi sikap Heru yang terlihat seperti seseorang yang enggan mengambil kesimpulan membuat wanita itu merasa kesal dan juga tidak menyukai.
"Ya sudah terserah kamu saja tetapi intinya lain kali jangan seperti begitu terus nanti orang-orang di luaran tidak bakalan takut dengan suami kamu soalnya mereka pikir bahwa dia merupakan pria yang takut istri, aku memang menghargai kamu tetapi pemikiran setiap orang di luar itu kan berbeda dan kita tidak bisa menyamakan hal itu harus sama dengan pikiran yang kita miliki!"jelas Heru sambil tersenyum lalu segera menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar dan setelah itu ya Pasti kalian tahu lah tidak bisa diceritakan secara detail soalnya kasihan mereka sudah tua loh kalau kita gosipin lagi bisa berarti urusannya nantinya.
...****************...
Keesokan paginya terlihat Arlan sudah rapi memakai pakaian formalnya untuk pergi ke kantor dan itu tidak biasanya pria itu harus berangkat pagi itu, membuat mamanya menatap heran ke arah anaknya itu yang terlihat hari ini sangat berbeda dan juga wajah sumringahnya begitu terlihat jelas.
Arlan tersenyum mendengar kata-kata Mamanya itu sebab itu merupakan bentuk perhatian yang diberikan, hanya saja tidak perlu sampai menyuruh Angga datang ke tempat itu karena bisa dipastikan pria itu bakalan lengket dengan Kamila dan dirinya tidak bakalan mendapat apapun.
"aku bisa kok Mah menghandle semua yang ada di sini jadi jangan khawatir yang berlebihan ya, tidak perlu juga harus memberi kabar kepada Om Heru karena Nanti dia bakalan berpikiran kalau aku sudah sangat terbebani dengan pekerjaan yang ia berikan! Lagian memang aku sengaja jalan pagi-pagi soalnya capek tiap hari harus terjebak dengan kemacetan, jadi lebih baik berangkatnya pagi-pagi agar bisa cepat sampai dan aku juga bisa segera istirahat! "bohong Arlan tetapi memang tidak ada yang salah.
pria itu sebenarnya tidak sampai hati membohongi sang mama hanya saja tidak mungkin harus mengatakan dengan jujur bahwa sebenarnya ia ingin menjemput Kamila untuk pergi bareng ke kantor, karena nantinya bakalan muncul berbagai pertanyaan yang diberikan oleh sang mama dan hal itu yang paling tidak ia sukai karena hanya membuat dirinya harus bekerja keras untuk memberikan penjelasan.
__ADS_1
Lagian dirinya juga belum mengetahui nanti respon apa yang diberikan Kamila kepadanya sebab wanita itu mendekat kepadanya saja terlihat begitu sungkan apalagi Ia yang mendekatinya, maka Biarkanlah seperti begini dulu ya itu tidak ada yang tahu maksud tujuannya yang penting pembuktiannya dirinya sedang melakukan hal itu.
"Oh ya sudah kalau begitu! nanti Lain kali kalau kamu capek ngomong saja sama paman kamu karena mama yakin dia pasti bakalan mengerti dengan keadaan kamu, dan juga sekali-sekali kamu tolong hubungi sepupu kamu yaitu Angga karena kalian berdua itu adalah cucu dari keluarga kita makanya kalian berdua lah yang harusnya menjadi tulang punggung dan juga penerus dari keluarga kita ini!"mendengar apa yang dikatakan mamanya membuat Arlan yang tadi sedang merapikan rahasia langsung menghentikan kegiatannya itu.
pria itu Tengah berpikir keras Apakah salah jika merebut miliknya Angga seperti begini, Bagaimana kira-kira reaksi keluarga mereka melihat dirinya dan Angga memperebutkan satu orang wanita padahal sebenarnya di luar rencana itu begitu banyak wanita yang mengantri untuk mendapatkan cinta mereka.
akan tetapi namanya masalah hati itu tidak bisa dipaksakan Meskipun orang tersebut mencoba untuk bersikap biasa saja tidak terlalu mencolok ataupun menarik perhatian, sebab hati itu jika sudah memilih sesuatu dirinya tidak mungkin berpaling apalagi mencoba untuk melupakan rasa yang sudah pernah muncul dan masih tersimpan rapi di dalamnya.
"kalau soal Angga nanti aku bakalan mengabari dia soalnya Sepertinya dia juga tidak sedang ada di Indonesia, jadi Biarkan saja dia keluyuran dulu nanti kalau sudah bosan keluyuran pasti dia bakalan balik ke sini dan kami berdua akan bekerja sama untuk membangun perusahaan lebih maju lagi! "Arlan sebenarnya tahu jika Angga pergi ke luar negeri untuk menenangkan dirinya Karena Wanita yang ia cintai bakal menikah dengan orang lain.
Akan tetapi ketika dirinya mengetahui bahwa Kamila telah datang dan melamar pekerjaan di tempat itu dengan status masih single atau lajang membuat pria itu yakin jika sebenarnya kamilah itu belum menikah, maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau ia mendekatinya untuk mendapatkan hati kami lah terserah kalau wanita itu memilih siapa yang penting intinya sudah mencoba.
"Ya sudah kamu jalan Maafkan Mama yang malah mengajak kamu ngobrol dan takutnya nanti kamu terjebak ke macetan, ingat ya tidak boleh pergi kemana-mana lagi seperti tadi malam dan juga jangan keluyuran aneh-aneh lagi soalnya terkadang musibah itu datang tanpa kita mau dan juga tanpa kita duga!" ujar Hera sambil tersenyum dan itulah senyuman yang diharapkan oleh seorang Arlan yaitu senyuman yang begitu tulus menghantarkan dirinya untuk pergi bekerja agar lebih semangat lagi.
"Iya Mah Makasih doakan semoga anakmu ini sukses dan bisa membangun usahanya sendiri! Karena kalau aku sudah bisa membangun usaha sendiri bakalan aku ajak mama dan juga calon istriku keliling dunia, maka dari itu aku ingin setiap pergi kemanapun Mama selalu menyertaiku dengan doa karena biar bagaimanapun doa Mama itu adalah sesuatu yang paling mujarab dan yang kubutuhkan saat ini!"sebenarnya Arlan secara tidak langsung menyiratkan agar ketika dirinya pergi menjemput Kamila itu membawa doa dari sang Mama agar sukses dan juga bisa mendapatkan apa yang ia harapkan.
"kamu tenang saja pokoknya siang dan malam Mama selalu mendoakan kamu tanpa henti bahkan bisa dibilang itu sudah merupakan rutinitas yang harus dilakukan, yang penting Intinya kamu harus semangat bekerja jangan sakit dan juga jangan pernah mencari penyakit!"ujar Hera lalu kembali masuk ke dalam dapur untuk membereskan tempat makan yang tadi sudah mereka gunakan untuk sarapan pagi.
__ADS_1
Arlan pergi ke mobil dengan membawa senyuman di wajahnya sebab pria itu merasa begitu bahagia ketika sang Mama begitu mendukungnya, maka dari itu dirinya yakin jika usaha untuk mendekati Kamila tidak akan menemui kesulitan sebab syukurnya juga saat ini Angga sedang tidak ada di Indonesia otomatis dirinya besar dengan leluasa melakukan semua itu tanpa terkendala sedikitpun.