KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Kamila Move on


__ADS_3

ketika keluarga Nugraha sedang kebingungan dan juga dilanda rasa malu Yang sangat-sangat begitu menyiksa, berbeda dengan Kamila yang terlihat lebih rileks dan juga enjoy menikmati harinya.


jika orang lain bertanya kira-kira bagaimana perasaannya kini sebab diusir dari keluarga batal menikah padahal semuanya sudah 100%, sudah begitu malah kini menanggung biaya hidup Mama dari pria yang sudah menyakitinya itu.


maka otomatis jawabannya akan sama dari hari ke hari dan waktu ke waktu yaitu biasa saja, soalnya untuk apa menangisi seseorang jika sebenarnya air mata kita itu begitu berharga untuk dikeluarkan pada orang tersebut.


untuk apa juga memikirkan orang yang belum tentu memikirkan keadaan kita, karena itu sama saja dengan membuang tenaga dan pikiran dengan melakukan sesuatu yang sangat unfaedah.


" Mila, setelah ini kita mau ke mana? Mama ikut saja apa yang kamu mau dan juga ke mana kamu bawa Mama pergi, tetapi Tolong jangan pernah menyuruh mama untuk pulang kembali ke rumah bersama dengan Aryo Karena Mama tidak akan pernah mau!" pinta Vena yang terlihat begitu khawatir jangan sampai mungkin keberadaan dirinya yang dekat Kamila itu membuat wanita itu merasa tidak nyaman.


Kamila tertawa sejenak mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Vena tadi, karena menurutnya memang masuk akal jika wanita itu cemas tentang sikapnya nanti.


" Mama kalau memang dari awal aku tidak ingin Mama mengikutiku ke manapun aku pergi, otomatis dari awal aku bakalan menolak tawaran Mama untuk ikut denganku! tapi aku kan dari awal tidak pernah melakukan hal itu bahkan welcome kalau mama mau dan juga ingin hidup susah denganku, Jadi untuk apa sekarang saat kita sudah di tengah jalan malah berubah pikiran? " tanya Kamila penasaran membuat Viena menghembuskan nafasnya lega karena biar bagaimanapun kami lah sekarang itu sebenarnya lagi dalam masa sulit tetapi mau mengurus dirinya.


" nanti mama bakalan bikin Bagaimana caranya agar Aryo mau membayar ganti rugi atas apa yang sudah kamu keluarkan untuk gedung pernikahan mereka saat itu, soalnya uang itu angkanya sangat fantastis dan sangat enak sekali kalau sampai mereka tidak membayar ganti rugi!" mendengar kata-kata Venna yang begitu antusias ingin mengambil kembali hak Kamila dari putranya sendiri membuat kami lama mengusap pelan bahu wanita paruh baya itu.


" sekarang aku tanya sama mama! kira-kira Menurut mama dia mampu bayar tidak dengan jumlah fantastis itu, Soalnya aku kan juga tahu gimana pekerjaannya Mas Aryo dan juga berapa penghasilannya?" tanya Kamila memastikan membuat Vena sudah mengerti dengan arah pikiran dari gadis itu.


" jangan bilang kamu sudah tidak ingin lagi memikirkan uang itu, dan ingin mengikhlaskan kepada Aryo agar tidak usah bayar ganti rugi? "tanya Vena memastikan.


kamilah menganggukan kepalanya karena memang yang ditanyakan oleh Vena itu sekarang sedang terpikir kan olehnya, Percuma saja meminta orang mengganti rugi jika akhirnya kita malah memaksakan ekonomi orang itu.

__ADS_1


terkadang meskipun hutang sebanyak mungkin orang lebih banyak menggunakan kekerasan sehingga alhasil yang menjadi korban adalah rakyat kecil dan tidak mampu, padahal sebenarnya Belajar mengikhlaskan tidak ada yang salah Soalnya engkau satu lagi memupuk pahala di dunia.


selalu ada pelajaran yang mengatakan berilah sesuatu tanpa pamrih, namun sejujurnya itu bukan merupakan salah satu sifat manusia sebab biar bagaimanapun segala kebutuhan makhluk hidup yang namanya manusia di dunia ini semuanya itu diwakilkan dengan satu kata yaitu uang.


roda kehidupan manusia berputar akan begitu baik berjalan dengan Selaras dan seimbang jika orang tersebut memiliki uang yang cukup, segala pekerjaan di dunia pun mulai dari penjahit penjahat perampok atau apapun itu hanya karena ingin Mengejar Satu kata itu yaitu uang.


maka dari itu Kamila tidak ingin menjadi orang yang sebenarnya tidak tahu bersyukur sebab meskipun diberikannya uang semua tabungannya kepada keluarga Nugraha, tetapi Tuhan masih menyediakan Jalan rezekinya yang lain yaitu pekerjaannya sukses dan juga bisnis yang ia tekuni berjalan dengan lancar tanpa kendala sedikitpun.


" aku itu bukan sok-sokan menjadi manusia kaya dengan tidak mau menerima uang ganti rugi dari Mas Aryo, tetapi aku itu tidak ingin kecewa jika aku menunggu uang darinya tapi tidak kunjung datang karena memang dia tidak mampu membayarnya!" akhirnya Venna paham dengan apa yang dikatakan oleh Kamila itu .


" mama senang karena bisa mengenal gadis sebaik kamu, tetapi yang membuat Mama kecewa yaitu anak mama tidak menyadari hal itu! Mama doakan semoga hidup kamu selalu berlimpah berkat dan kebahagiaan, agar kelak pria yang beruntung mendapatkan kamu itu dilimpahi juga kebahagiaan yang sama! " lirih Vena membuat Kamila tersenyum.


" Oh iya Mama tadi jadwal penerbangan kita nanti pukul 08.00 malam soalnya aku sengaja mengambil Penerbangan jam begitu agar tidak ada yang melihat kita saat pergi dari sini, Aku ingin memulai hidup yang baru tanpa ada yang mengganggu dan juga melihat orang-orang di masa lalu yang tidak pernah menyukaiku sedikitpun! " ujar Kamila antusias bahkan tidak terlihat raut wajah kesedihan dan seperti beberapa hari yang lalu ketika dicampakkan begitu saja oleh keluarganya.


Kamila hanya menggelengkan kepalanya karena memang dirinya saja kebingungan kenapa Masalah hidup yang ia alami begitu cepat dilupakan, Apa mungkin karena memang niat untuk melupakannya itu langsung dari hatinya sehingga tidak memerlukan waktu yang lama.


sedangkan Aryo sedang kebingungan menghubungi sang Mama yang sulit sekali sebab kartu ponsel Mamanya itu terlihat tergeletak di atas nakas di ruang tamu, padahal dirinya ingin sekali menghubungi sang mama sebab selama beberapa hari ini tidak dilihatnya sama sekali Takutnya kenapa kenapa.


" ini Mama Maksudnya apa sih menghilang tanpa kabar seperti begini, Memangnya dia pikir aku ini seorang detektif yang kerjaannya hanya mencari orang hilang? " tanya Aryo dalam hati bahkan sampai-sampai pria itu juga muak berada dalam rumah yang sampahnya berserakan di mana-mana akibat dari ulahnya sendiri.


lebih membuat dirinya pusing lagi yaitu sikapnya Ardila yang pantang menyerah selalu saja mengganggu harinya tanpa henti, apalagi panggilan telepon darinya yang nonstop satu kali 24 jam sudah seperti security yang sedang berjaga.

__ADS_1


" wanita jadi-jadian satu ini juga Kenapa sih tidak pernah capek-capek untuk menghubungiku, padahal sudah kukatakan bahwa hubungan kami sudah berakhir tetapi masih saja tetap memaksakan diri? " Aryo yang terlihat ingin sekali membanting ponselnya tetapi karena itu merupakan satu-satunya alat komunikasi yang ia punya saat ini dan harganya juga lumayan Wow makanya dirinya enggan melakukan hal itu.


Ardila yang merasa diabaikan memilih untuk tidak tinggal diam karena menurutnya jika pria tidak agresif maka tidak ada salahnya karena wanita yang lebih dulu, sebab jika menunggu sampai Aryo menghubunginya kembali maka bisa dipastikan itu tidak akan pernah terjadi.


Cynthia yang melihat Putrinya sudah berdandan cantik dan memakai pakaian yang seperti biasanya yaitu kekurangan bahan dan bisa dibilang setengah jadi, dibuat keheranan sebab biasanya Ardila bersikap begitu semenjak pernikahannya dengan Aryo batal.


" Kamu mau ke mana nak suruh dandan secantik itu, lebih baik kamu istirahat aja di rumah mungkin berbaring atau apapun itu terserah yang penting Intinya jangan keluar rumah? " tanya Cynthia memastikan.


" Mama ini terlalu kebanyakan kepo deh, Ini itu sebenarnya urusan anak muda orang tua tidak boleh tahu menahu sama sekali!" jelas Ardila yang terlihat begitu santai tetapi langsung membuat Cynthia curiga.


" jangan bilang kamu ingin menemui pria Kurang ajar itu yang sudah tidak punya sopan santun kepada kami orang tua kamu? kalau sampai hal itu terjadi Mama bakalan Melarang kamu untuk keluar dari rumah ini, karena kami tidak ingin keluarga ini dipermalukannya untuk kedua kalinya lagi!" tegas Cynthia yang tidak ingin dibantah.


" Mama tolong dong jangan lagi Membuatku menjadi emosi dan marah-marah yang tidak jelas seperti kemarin-kemarin! aku itu tahu mana yang harus aku lakukan dan mana yang tidak, Jadi kalau mama memaksaku untuk mengikuti apa yang Mama mau otomatis aku tidak bakalan melakukannya! " Ardila tidak mau kalah dari sang Mama karena memang itulah kebiasaannya selama ini yaitu ingin didengar tapi tidak mau mendengarkan orang lain sedikitpun.


" kamu itu bisa tidak sekali-sekali mendengarkan apa yang orang tua Katakan tidak harus membantah seperti begini, Memangnya ada yang salah dengan perkataan Mama tadi yaitu melarang kamu menemui pria itu? " tanya Cynthia memastikan.


Ardila menghembuskan nafasnya kasar berusaha untuk tidak terlihat marah-marah karena biar bagaimanapun image-nya sedang buruk, jika sampai para tetangga mendengarnya atau pun mengetahui segala sikapnya selama ini bisa dipastikan entah model seperti apalagi mereka menggunjingkan dirinya di belakang.


" kalau soal yang satu ini aku benar-benar tidak ingin mama sama papa ikut campur sama sekali, karena aku ingin menyelesaikan masalahnya dengan caraku sendiri tidak ingin melibatkan orang tua ataupun orang lain!" tegas Ardila lalu mengambil tasnya yang ia taruh di atas sofa dan pergi dari situ pas tepat saat dirinya keluar dari depan pintu Bima baru sampai dari kantor dengan wajah yang begitu terlihat kelelahan dan juga guratan pikiran yang terlihat begitu banyak.


" itu kebetulan Papa sudah datang Jadi Mama layani Papa saja deh jangan ikut campur dengan urusanku, soalnya aku lagi tidak ingin berdebat hari ini ataupun mendengar nada-nada manja dari kalian semua. " silinder Ardila yang tidak sadar jika sebenarnya orang yang ia mendengar apa yang ia katakan itu adalah orang tua kandungnya sendiri.

__ADS_1


Bima menatap heran ke arah putrinya yang terlihat sudah rapi dari biasanya bahkan sudah masuk ke dalam mobilnya entah ke mana akan pergi, hanya saja mungkin karena terlalu faktor kelelahan dirinya memilih untuk malas tahu sejenak.


__ADS_2