KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Ardilla Sungguh...


__ADS_3

Bima tak pernah mempermasalahkan apapun yang dikatakan oleh Ardila,karena baginya apa yang dilakukan anak itu semuanya benar tidak ada yang salah.


"Ya sudah terserah kamu saja,Papa yakin kamu pasti tidak akan pernah mengecewakan Papa dan Mama!" Sahut Bima sambil mengusap pelan kepala putri nya itu..


"Permisi Ibu dan Bapak,bisa kita urus gedung pernikahannya jika masalah pakaian sudah selesai?" Tanya salah satu pengurus WO yang menangani tentang pernikahan Ardila.


Ketiganya tentunya sangat antusias untuk mengurus semuanya,sebab menurut mereka ini adalah pernikahan yang harusnya termegah sejagat.


"Mama,Papa,Pokoknya aku mau pernikahan ku ini tidak akan di lupakan oleh semua orang !" Ujar Ardila antusias.


Chintya mengusap bahu putrinya itu sebab mereka pun memiliki pemikiran yang sama,karena keluarga mereka mempunyai ambisi yaitu di anggap sebagai keluarga berada.


"Oh tentu saja kami pun punya pemikiran yang sama,sebab keluarga kita harus diakui sebagai keluarga yang kaya!" jelas Bima yang juga sangat antusias.

__ADS_1


Harta dan pengakuan dari semua orang itulah yang diharapkan oleh keluarga Bima Nugraha,karena bagi keluarga mereka diangap sebagai orang yang berada sehingga bakal dihormati oleh semua orang.


Sesampainya di gedung mereka sudah ditunggu oleh pemilik wedding organizer yang akan mengurus pernikahan Ardila dan juga pria yang masih misterius, Bima dan juga istri serta anaknya langsung mendekati pria itu guna membahas keperluan dan juga segala sesuatu yang harus mereka lakukan agar semua bisa berjalan dengan lancar.


" Selamat sore Pak, Apa benar ini dengan keluarga Ardila Natalia?" tanya pria itu memastikan.


" Iya benar sekali dengan kami sendiri, tapi apa Bapak benar-benar tidak mengenal kami yang jelas-jelas merupakan orang penting di kota ini?" tanya Chintya memastikan.


" Iya benar sekali Saya memang belum mengenal anda dan juga baru bertemu sekarang ini, apa ada hal yang penting yang harus saya ketahui?" tanya pria itu lagi sebab memang dirinya tidak tahu menolong tentang riwayat keluarga Nugraha.


Cynthia Tunggu saja tidak terima dengan pertanyaan pria itu yang sepertinya sungguh-sungguh tidak mengenal mereka, Maka dari itu dalam hati dirinya bersemangat untuk membuat pernikahan anaknya itu menjadi viral agar mereka bisa dikenal banyak orang.


" nanti saja baru bapak akan mengetahuinya sendiri hanya sekarang lebih baik kita bahas soal pernikahan anak kami, karena kami ingin memberikan yang terbaik untukmu dan juga bakal dikenang sepanjang hidup Bapak selama berkarir sebagai pengurus pernikahan." Bima benar-benar tidak ingin memperkenalkan dirinya karena pikirnya bakal ada kesempatan yang bagus.

__ADS_1


ketiganya berkeliling di sekitar gedung yang bakal dipakai dan juga mengecek dekorasi yang ada serta catering yang bakalan melayani para tamu, dan semua dirasa sangat pas sesuai dengan keinginan mereka hingga tiba saatnya pemilik wedding organizer itu meminta uang muka demi kelancaran acara besok.


" karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana Bapak dan Ibu, apa bisa kita berbicara soal uang muka yang harus ditransfer lebih dahulu?" tanya pria itu memastikan membuat Cynthia dan saling pandang.


" kira-kira berapa ya uang kau yang harus kami bayar?" tanya Cynthia memastikan.


" Bapak harus mentransfer sebesar 1 Milyar saat ini juga, baru setelah itu Semuanya bakal berjalan sesuai dengan rencana yang seperti anda inginkan!" jelas pria itu membuat Cynthia dan Bima benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Ardila yang merasa kedua orang tuanya terlalu lambat berpikir langsung mengambil keputusan sepihak tanpa bertanya dulu penyebab mereka sampai hanya diam seperti itu, karena menurutnya kedua orang tuanya pasti bakalan memberikan berapapun jika ih hal itu menyangkut untuk kepentingannya.


" Ya sudah baiklah Pak nanti papa sama mama saya yang bakalan transfer uangnya, dan Tolong ingat ya jangan pernah mengecewakan keluarga Nugraha karena kami tidak pernah memberikan toleransi kepada siapapun!" ujar Ardila dengan wajah Sombongnya.


" tentu saja Nona karena loyalitas kami yang paling utama!" Sahut pria itu.

__ADS_1


__ADS_2