KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Arlan Murka


__ADS_3

"Ya Habisnya kalau aku merespon kamu terus yang ada bakalan telat ke ruangannya Pak Arlan dan alhasil aku yang bakalan kena marah kamunya bebas dan juga selamat, maka dari itu sebelum hal-hal yang tidak terduga terjadi Lebih baik aku menyelamatkan diriku biar nanti kamunya enak akunya lebih enak lagi! "jelas Kamila lalu segera pergi dari situ sebab dirinya juga capek mendengar perdebatan antara Bayu dan juga Sarah yang tidak pernah habis-habisnya sedangkan dirinya mereka jadikan sebagai pendengar setia karena mungkin hobinya yang tidak suka membantah ataupun ikut nimbrung di dalam perdebatan mereka.


"Ih jangan gitu dong, kamu itu harusnya temani aku biar aku punya teman ngobrol sampai ke dalam ruanganku kan kita searah! Nanti urusannya belakangan kalau kamu terlambat Soalnya kalau kamu telat ya Aku juga bakalan telat otomatis kita mendapatkan hukuman yang sama, Bagian ini kantor bukan sekolahan ya kalau misalnya anak-anaknya telat bu guru ataupun pak guru yang Killer bakalan menghukum dengan cara lari jongkok keliling lapangan?"jelas Bayu membuat keduanya tertawa ngakak k sampai-sampai tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang menatap tidak suka ke arah mereka berdua tepatnya ke arah Bayu yang terlihat sangat pecicilan dengan wanitanya dan itu membuat Sepasang Mata itu merasa tidak rela.


"Tapi aku dulu tidak pernah kena hukuman begitu mungkin kamunya saja kali yang terlalu kemayu jadinya gerakannya terlalu lambat alhasil gurunya menjadi tidak suka dengan kamu, Kalau aku mah menjadi murid favorit dan bisa dibilang sebagai The Most Wanted night sekolah!"ujar Kamila percaya diri dan dirinya baru bisa berekspresi ataupun mengatakan semua itu setelah mengenal bagi karena pria itu yang tidak pernah membantahnya malah bisa dibilang pria itu selalu saja ikut menimpali perkataannya meskipun nilainya sekalipun.


"Oh pantes!"ujar Bayu ambigu membuat Kamila mengerutkan peningnya karena memang tidak paham Apa maksud dari perkataan pria itu.


"Pantes kenapa? Kamu Lain kali kalau ngomong usahakan itu lebih dari dua kata biar orang paham bukan hanya setengah seperti begitu, selama ini kamu kalau berbicara itu selalu saja hanya oh ya oh tidak padahal Biasanya kalau ketemu Sarah itu cerewet banget!"ujar Kamila kesal.


"Ya maksudnya pantesan saja kamu sampai sekarang mah jadi idola di mana-mana soalnya kan memang itu merupakan bibit asli kamu dari dulu, jadi sekarang sepertinya aku tidak perlu kaget lagi nanti setelah kamu kerja sebulan di sini pasti semua orang bakalan mengidolakan kamu seperti yang aku lakukan saat ini yaitu menjadi idola nomor satu nya kamu di tempat ini!"Bayu mengatakan hal itu sambil mencubit gemas pipi Kamila membuat Arlan yang dari tadi memantau mereka berdua dari belakang benar-benar diuji batas kesabarannya saat ini.


"Sekali lagi Kamu sentuh dia dengan tanganmu itu jangan menyesal besok lusa tanganmu itu sudah menjadi almarhum, Jangan karena aku hanya diam saja jadi kamu tambah berbuat seolah-olah dia itu miliknya kamu bukan miliknya orang lain!" Ancam Arlan yang menginterupsi Bayu agar tidak macam-macam dan memang kata-katanya itu langsung membuat pria kemayu itu langsung menegang tubuhnya karena tidak percaya Ternyata Dari tadi Arlan melihat semua pembicaraannya dengan Kamila.


"Aduh Pak Arlan kok nongol tiba-tiba ya, mana Aku tidak ada persiapan lagi? ini mah alamat pasrah saja kena amukan dari dia Soalnya aku tadi coba kenapa pakai acara lancang segala, tapi kan Kamila single milik siapa saja kenapa malah Pak Aran yang sensitif ya?"bisik Bayu pelan membuat Kamila ingin sekali tertawa karena Wajah sumringah pria itu yang tadi begitu terlihat jelas kini berubah menjadi ketakutan yang sangat-sangat lucu.


"Dari tadi kalau kamu mendengar apa yang aku katakan pasti kamu bakalan lolos tetapi ini akibat dari buah kemalas tahuan kamu, Jadi sekarang mah lebih baik kamu terima saja akibatnya soalnya aku nggak bakalan membantu dan juga ikut campur!"ledek Kamila segera pergi dari situ.


"Maaf Pak Saya permisi ke ruangan saya dulu soalnya takut terlambat, Ibu Kamila Terima kasih ya sudah mau membantu pekerjaan saya semoga saja besok lusa kita masih bisa berdiskusi!"ujar Bayu sambil memberi kode kepada Kamila agar wanita itu ikut pura-pura dengannya kalau sebenarnya mereka berdua dari tadi itu membahas pekerjaan.

__ADS_1


"Ah iya sama-sama kok saya hanya bisa membantu saya sesuai dengan kemampuan saya nanti kalau tidak ada yang mengerti silakan kamu tanyakan ke Sarah saja, soalnya dianya sepertinya sangat senang kalau sampai menjelaskan ataupun membantu kamu jika sedang kesulitan seperti itu!"perintah Kamila membuat bayi mendelih kesal karena secara tidak langsung wanita itu menyuruhnya untuk berbaik-baikkan dengan Sarah si cerewet kelas mujair.


"Iya sama-sama!"karena sudah tidak bicara dan juga lebih-lebih Arlan yang dari tadi menatap terus setiap gerak-geriknya membuat Bayu segar menolak secara singkat dan ngacir kembali ke ruangannya.


"kamu itu saya sudah bilang dari kemarin kan Jangan terlalu dekat dengan orang lain apalagi pria kemayu dan gemulai itu, tetapi kamu kenapa seolah tidak peduli dengan yang saya katakan malah sekarang makin meningkat saya lihat?"tanya Arlan tidak suka membuat Kamila mengerutkan keningnya karena merasa bingung dalam perkataan majikannya itu.


"Tidak mungkin kalau saya diajak bicara malah tidak merespon orang makanya saya harus melakukan hal itu, soalnya tidak enak juga sebagai anak baru di sini tapi saya nya malah sombong nanti dibilang tidak tahu diri!"Jelas Kamila.


"Mereka itu bukan pemilik tempat ini maka harus kamu segan, Lain kali kalau tidak ada kepentingan lebih baik diusahakan untuk meminimalisir pembicaraan yang tidak perlu karena itu sama saja membuang-buang waktu! Kalau bisa juga usahakan mencari teman yang berada ruangan dekat dengan kamu bukan Malah seperti dia yang berada di kubikel berbeda tetapi keponya minta ampun!"perintah Arlan membuat Kamila Hanya bisa pasrah soalnya tidak mungkin juga akan membantah karena itu sama saja dirinya ingin kalau dirinya dipecat dalam waktu Tempo.


"nasib nasib punya pemimpin seperti begini bukannya memberikan solusi yang terbaik malah membuat aku mati utuh bagian apa salahnya coba perbuat kebaikan dengan orang lain atau beramah tamah, masa iya aku menjadi orang yang kayak patung tidak tahu berbicara dengan siapapun nanti baru dibilang sombong sama semua orang Dianya mana pernah tahu orang semua orang di dalam ruangan ini merasa takut dengannya!"gerutu Kamila di dalam hati.


"Hari ini jadwal saya apa? Jangan bilang kamu belum mendapatkan jadwal saya karena sibuk berbicara dengan orang aneh itu, ingat ya Sebagai seorang asisten tugas kamu itu menghandle jadwal saya satu kali 24 jam selama waktu kerja dia memang saya tahu meski kedengeran berlebihan tetapi itulah tugas kamu!"jelas Arlan dengan nada bicara yang tidak bersahabat.


"Ya sudah kalau begitu dia tidak perlu kembali ke ruangan saya karena kita langsung pergi saja sekalian sarapan soalnya saya juga tadi buru-buru dari rumah Jadi tidak sempat, dan untuk saat ini saya juga tidak suka penolakan dari kamu seperti kemarin-kemarin apalagi menghindar dan berkumpul dengan orang-orang yang tidak jelas!"ajak Arlan memilih untuk menarik tangan kamilah agar mereka berdua tidak jadi ke ruangannya Sebab semua berkas yang diperlukan sudah ada di dalam mobilnya.


"Tapi Pak, semua berkas untuk meeting nanti kan masih ada di ruangannya ada Jadi otomatis kita harus kembali untuk mengambilnya!"sahut Kamila kebingungan.


"Karena kamu hari ini pertama kali bekerja makanya saya yang menghandle bagian berkasnya tapi besok-besok kamu lah yang selalu memegang berkas penting perusahaan jika kita akan meeting di luar, maka dari itu sekarang berkasnya sudah ada di dalam mobil jadi tidak perlu lagi kembali ke dalam ruangan saya Soalnya nanti mau makan waktu!"jelas Arlan membuat Kamila menganggukan kepala pertanda paham dengan maksud dari pria itu padahal sebenarnya dirinya sedang tidak nyaman kalau ke sana kemari harus berduaan dengan Arlan coba saja kalau pria itu Angga pasti akan betah karena Angga merupakan sahabatnya dari dulu dan juga setiap kali berdekatan dan pria itu ia menjadi sangat nyaman.

__ADS_1


"Ah Angga kamu di mana sih masa iya kamu hilang tidak pernah kasih kabar kepadaku, Apa kamu tidak tahu kalau sebenarnya aku tuh pengen banget ngobrol panjang lebar dengan kamu karena dengan begitu mungkin beban pikiranku bakalan berkurang! Dan belum lagi kamu tahu tidak kalau aku itu punya pemimpin perusahaan yang orangnya itu memaksanya minta ampun sama seperti kamu, tetapi kalau kamu bisa dibantah dan juga kamu bisa menuruti apa yang aku inginkan tetapi manusia planet satu ini susah diajak kompromi sepertinya hanya kata-katanya saja yang harus didengarkan orang lain!"lirih Kamila yang secara tidak sadar bahwa wanita itu sangat merindukan sahabatnya yang sudah beberapa bulan ini tidak pernah memberikan kabar apalagi sekedar menanyakan keadaannya seperti biasanya padahal Angga kalau marah pasti hanya beberapa jam Setelah itu bakal baik lagi tetapi yang kali ini merupakan rekor terlama pria itu marah kepadanya..


"kamu kalau lagi bekerja Jangan memikirkan hal ataupun sesuatu yang tidak penting, karena waktu kamu sekarang ini ya itu masih dalam lingkup kerja dan saya melarang kamu hal yang tidak jelas!"Entah mengapa sampai Arlan seolah-olah membaca pikiran kamilah saat ini sampai-sampai wanita itu pun dibuat kebingungan apakah dirinya salah melamar pekerjaan di tempat itu.


"Ya Tuhan ini orang kok tega sekali ya, masa hanya memikirkan sahabatku dan juga tidak mengganggu pekerjaanku karena sekarang kan kami berdua masih dalam perjalanan menuju ke tempat meeting?"Kamila sudah tidak tahu lagi Mungkinkah dirinya harus kembali resign dari tempat ini sebab belum apa-apa sikap Arlan sudah sangat berlebihan kepadanya bahkan bisa dibilang pria itu sangat menuntut.


"Maafkan saya pak tetapi Intinya saya tidak melanggar jam kantor dan juga tidak melakukan kesalahan di saat bekerja, Bapak jangan khawatir kalau soal segala sesuatu yang harus saya kerjakan saya tahu karena kehidupan saya dulu juga hanya berkutat dengan pekerjaan tidak ada yang lainnya!"Jelas Kamila agar Arlan tidak terlalu salah paham.


"saya tidak pernah yang namanya pedulikan kehidupan kamu yang dulu karena yang saya pedulikan yaitu kehidupan kamu yang sekarang, karena yang saya perlukan yaitu yang sekarang ini maka dari itu saya ingin kamu menjadi orang yang penurut! Oleh karena itu jika kamu merasa kurang nyaman dengan sikap saya dan juga semua tutur kata saya tinggal bilang saja tetapi untuk niatan memberikan surat resign kepada saya itu tidak akan pernah saya izinkan, karena kita sudah terlibat kontrak dan kamu dilarang melanggar kontrak itu jika tidak ingin membayarkan denda yang lumayan besar!"Kamila merasa tidak pernah menandatangani kontrak jadi mendengar kata-kata Arlan membuat dirinya bingung.


"Baik Pak!" Sahut Kamila.


kini keduanya sudah sampai di restoran Tanjung Bunga yang merupakan tempat perkumpulan orang-orang yang merasa nyaman kalau meeting di tempat itu, soalnya suasana di situ terasa begitu santai dan juga tidak terlalu ramai padahal banyak pengunjung mungkin Salah satu alasan itulah membuat tempat itu selalu dipakai.


"Ini berkas yang diperlukan untuk di dalam sudah saya pelajari tinggal nanti kamu dikasihkan kepada tuan Yamoto, kamu tidak perlu menjelaskan semua rincian di dalamnya karena nanti saya yang bakalan Menjelaskan tugas kamu hanya mencatat bagian-bagian yang penting dari meeting nanti!"Arlan sengaja Menjelaskan hal itu karena dirinya tahu kalau Kamila awalnya tidak pernah bekerja sebagai seorang asisten makanya dirinya memberikan informasi agar wanita itu paham sebab Biar bagaimanapun pekerjaan dan juga ditinggali ini sangat penting untuk langsung dan perusahaan yang sedang ia pegang.


"Baik Pak saya paham, jadi nanti saya duduk sembarangan dengan Anda saat meeting nanti?"tanya Kamila penasaran mungkin karena efek gugup sampai-sampai hal sepenting itu yang telah Ia ketahui mendadak jadi Blank.


"Ya jelas kamu harus duduk dekat dengan saya soalnya tidak mungkin kan kami saat meeting harus berteriak agar kamu bisa dengar, nanti semua orang bakalan berpikir kalau kita itu lebay dan hanya ingin memamerkan apa yang kita punya!"ujar Arlan.

__ADS_1


Kamila menganggukkan kepala pertanda paham sebabnya bagaimanapun di hari pertama bekerja entah selama ini pengalaman kerja Sudah mumpuni tetapi di saat seperti begini rasa-rasanya itu kegugupan selalu ada, maka dari itu jangan salahkan Kamila jika dirinya banyak bertanya saat ini sebab memang daripada nanti melakukan kesalahan di depan orang lebih baik saat mereka berdua seperti begitu dirinya bertanya-tanya kan tidak masalah.


"ayo Kamila biasanya kamu bekerja di depan layar sekarang kamu bakalan langsung bertemu dengan orang-orang yang memberikan sumber mata pencaharian untuk orang lain, jangan merasa takut Anggap saja yang bernama Yamoto itu merupakan orang yang asik dan enak diajak bercanda!" Gumam Kamila dalam hati.


__ADS_2