KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Kamila Pergi Aryo Nelangsa


__ADS_3

Aryo menatap tak percaya ke arah Kamila yang mengatakan segala sesuatunya terlihat begitu santai tetapi menurutnya itu merupakan sebuah angka yang sangat fantastis, dari mana Dirinya mendapatkan uang sebanyak itu jika sebenarnya yang Ia janjikan tadi itu merupakan sebuah kebohongan belaka.


dirinya tak percaya Jika segala sesuatu yang dikeluarkan Kamila sampai sejauh itu dan hal itu hanya dihitung hari ini saja Tetapi bagaimana dengan yang kemarin, pasti Mungkin lebih besar daripada itu dan mengingat segala sesuatu sudah disiapkan dan tidak ada yang kekurangan sedikitpun serta Aryo hanya menerima bersihnya tanpa harus ikut turun tangan.


" Jadi maksud kamu satu miliar itu adalah uang yang sudah kamu keluarkan untuk acara hari ini, tapi kalau memang kamu tidak tahu kalau bahwa itu nanti dikeluarkan untuk pesta ini kenapa malah dengan sukarela memberikannya?" tanya Aryo sambil berusaha menahan tawanya Tapi percayalah jika suasana hatinya sekarang lagi kacau sebab memang sungguh apa yang dikatakan Kamila itu bukan sesuatu hal yang ia harapkan.


Kamila memaksakan senyuman di wajahnya meskipun sebenarnya pipinya terasa begitu perih seakan seperti sedang dicubit dengan begitu kuatnya, mungkin karena berbagai macam pukulan yang diberikan kepadanya oleh orang-orang yang bertenaga sangat kuat tetapi tidak memiliki hati nurani bahwa sebenarnya tubuhnya itu mungil.


" Kamu kenapa malah bertanya seperti itu Memangnya kamu pikir aku sedang berbohong sekarang ini, coba kamu perhatikan sekitar dan juga keadaan gedung ini seperti bagaimana apakah nilai 1 miliar itu terasa begitu berlebihan atau Sebenarnya masih kurang?" tanya Kamila dengan senyum mengejek..


Aryo hanya bisa menyegar rambutnya frustasi soalnya dirinya sudah tidak tahu lagi harus berbicara apa dengan kejadian yang tidak pernah terpikirkan olehnya, hanya saja harga dirinya sebagai seorang pria sedang dipertaruhkan saat ini apalagi dengan begitu banyak pasang mata yang tengah menatap ke arahnya.


pria itu menoleh ke arah Ardila yang juga Tengah menatap ke arahnya tetapi terlihat wajah wanita itu tanpa ekspresi seperti ada yang dipikirkan Tetapi apakah itu dirinya saja tidak tahu, Aryo coba memberi isyarat lewat bahasa tubuhnya bahwa ingin meminta tolong kepada Ardila agar membuatnya sedikit terbantu dalam posisi yang sangat terjepit seperti begini.


" aku kan tidak tahu menahu soal ini Mas. Lagian kamu juga yang tadi ngomong bawa akan mengembalikan semuanya, Ya sudah kalau begitu kamu lakukan saja dengan apa yang kamu katakan tadi agar mama sama papa tidak malu begitu juga denganku!" ujar Ardila yang tidak pernah memikirkan Bagaimana nasibnya Aryo tetapi yang ada dirinya malah memikirkan keuntungannya sendiri dan bagaimana caranya agar pria itu segera membereskan semua kekacauan yang terjadi.


Aryo menghela nafasnya kasar menoleh ke arah kanan kiri berharap Mungkin ada orang yang berbaik hati mau membantunya, namun yang ada hanya tatapan sinis dan juga mengejek dari semua orang ke arahnya mungkin karena dirinya terlalu lelet mengambil keputusan atau apapun itu dirinya pun tidak tahu.


" kamu Kenapa diam saja Nak? Bukankah uang satu miliar itu buat kamu merupakan hal yang tidak terlalu sulit, tinggal transfer saja kan semua masalah jadi beres dan wanita ini bisa langsung pergi saat ini juga!" tanya Cynthia yang Berusaha tetap tersenyum meskipun dilihatnya respon Aryo sedikit berbeda.

__ADS_1


" tapi mama bukan maksudku seperti begitu hanya saja ini kan secara tiba-tiba, kalau untuk menyiapkan uang satu miliar dalam waktu saat ini seperti ini merupakan hal yang mustahil! Lagian Kenapa sih sewa gedung harus pakai semahal itu padahal ada yang lebih murah tapi tidak kalah mewah, Kenapa juga tidak sesuaikan dengan budget yang dipunya agar tidak terkesan memaksakan diri dan pada akhirnya bingung sendiri?" tanya Aryo yang akhirnya bisa mengeluarkan unek-uneknya sebab dari tadi sepertinya Ardila dan juga orang tuanya malah terlihat terkesan memberikan semua tanggung jawab itu kepadanya'


" Ya itu kan uang mukanya dulu nanti kalau untuk sisanya kita pikirkan sama-sama, Memangnya kamu tidak ada niatan untuk membereskan semua masalah ini agar kamu bisa segera menikah dengan Ardila? kasihan kan semua orang Sudah pada datang terus harus dibiarkan pulang lagi seperti yang terjadi kemarin, Apa kamu mau menjadi bahan omongan semua orang atas apa yang terjadi dan juga kamu yang tidak bisa membayar uang ganti rugi ?" tanya Cynthia yang benar-benar tidak menyukai Aryo yang menurutnya terlalu terkesan seperti ingin lari daripada tanggung jawab.


kamilah dari tadi sebenarnya sudah Jengah dan tidak ingin berada di tempat itu namun hanya karena ingin membuat semua orang itu merasa kapok dan sadar jika Kamila Andini itu bukan seseorang yang mudah dipermainkan, membuat dirinya mau tidak mau bertahan tetapi di situ meskipun kakinya sudah terasa begitu pegal sebab mau duduk malu hati orang biaya sewanya saja ia minta.


" ini kenapa tidak beres-beres masalahnya padahal kan aku hanya minta kembalikan uangku dan setelah itu aku bakal langsung pergi, apa mereka tidak tahu kalau Sebenarnya aku sudah kelaparan dari tadi dan semua makanan yang ada di dalam sini membuat selera makanku langsung muncul di permukaan?" tangis Kamila dalam hati meratapi nasib yang tengah ia alami tetapi mau bagaimana lagi.


begitu pula dengan Vena yang sebenarnya sudah tidak betah berada di tempat itu tetapi karena melihat kamilah yang masih ada di situ serta masalah yang tengah dialami oleh Aryo membuat dirinya memilih Bertahan, padahal dirinya sudah tidak menyukai Sikap yang ditunjukkan oleh Ardila dan kedua orang tuanya yang Seenaknya saja memerintahkan putranya untuk bertanggung jawab dengan gaya hidup yang mereka pilih.


" Ih kok bisa ya Tuhan menciptakan orang-orang seperti begitu di dunia ini, kira-kira itu mereka terbuat dari sampah masyarakat atau sampah limbah pabrik ya sampai bentukannya seperti begitu semua? "gumam Vena pelan tetapi masih bisa didengar oleh Kamila yang sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari wanita itu.


" Sebenarnya bukan mama saja yang bingung aku juga sama seperti begitu, sebenarnya mereka itu terbuat dari apa sih Kok bisa-bisanya ada di dunia ini? tapi hal yang membuat aku bingung kenapa bisa mereka menjadi kedua orang tuaku ya, jadi kayaknya aku sudah durhaka memarahi mereka di depan umum dan juga membuat mereka malu seperti begini?" begitulah hati nurani seorang Kamila tidak mungkin tega menyakiti orang yang sudah menyakitinya dan terkadang selalu menyesali apa yang ia lakukan padahal sebenarnya itu merupakan sebuah hal yang benar.


"Awww , Buset deh ini pipiku terasa sakit sekali saat tertawa. mereka terlalu sekali loh kira-kira dong kalau mau memukul Masa iya sampai Bonyok gini, Apa mereka tidak pernah dipukul orang jadi tidak tahu rasanya seperti apa ?" Sungut Kamila Sambil mencoba memegang pipinya yang terasa begitu perih.


Venna menatap iba Kearah wanita itu tetapi tidak bisa berbuat banyak soalnya kondisi sekarang sedang tidak memungkinkan untuk saling memberikan perhatian, nanti yang ada Aryo tambah marah kepadanya karena lebih mementingkan Kamila daripada dirinya yang tengah kebingungan.


" nanti saat pulang dari sini kamu cari salep pereda memar karena mungkin dengan begitu dia bakalan tidak tambah parah, soalnya cap lima jari Membekas sempurna tuh di pipi kamu!" ujar Vena.

__ADS_1


" biasalah mah salam tempel kalau terlalu Kangen ya seperti begini harus dibawa kemana-mana akibatnya, Ya sudah aku urus dulu ya masalah yang tadi belum kelar soalnya semua pada bengong nanti kapan aku kembalinya!" setelah mengatakan hal itu Kamila mendekati Bima dan juga Cynthia yang tengah merecoki berbagai macam pertanyaan ke arah Ardila karena sikap Aryo yang tidak ada kejelasan begitu.


" Kamu ini gimana sih Katanya calon suami kamu itu pria mapan dan juga sangat kaya melintir, tapi masa mengeluarkan uang hanya sebegitunya saja juga susahnya minta ampun! aku jangan-jangan kita sedang dibohongi dan sebenarnya pria itu bukanlah orang kaya ataupun berada, melainkan hanya pegawai biasa yang sok menjadi pemegang perusahaan?" tanya Cynthia yang mulai kesal.


" Ya ampun mama bisa sabar tidak jangan ngomong terus dari tadi soalnya aku pusing nih melihatnya, lagian gimana sih kalian caranya harus melakukan sesuatu agar Kamila pergi dari sini tanpa kita mengeluarkan sepeser pun!" Ardila terlihat begitu emosi apalagi Kamila mendekat ke arahnya dengan wajah yang begitu santai Padahal mereka semua Lagi panik dan juga menahan malu.


" Kamu itu mau apa lagi ke sini sih Bukannya pulang ke rumah ataupun mencari kehidupan yang lain tapi malah mengganggu kebahagiaan orang, kenapa dari dulu sampai sekarang itu kehadiran kamu itu selalu membuat kamu menjadi tertimpa kesialan terus? " tanya Ardila sinis Tetapi hanya ditanggapi dengan santai oleh Kamila.


" sebenarnya yang membuat masalah lebih rumit itu kan kalian Kalau aku sih biasa saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan, jadi aku datang ke sini dan juga tetap bertahan di sini bukan karena merasa iri ataupun ingin balas dendam melainkan hanya ingin mengambil hakku yang sudah kalian ambil!" Jelas Kamila yang begitu santai bahkan bisa dibilang tatapan tajam dari semua anggota keluarganya itu merupakan hal yang biasa dan tidak terlalu membuat dirinya merasa frustasi.


" kamu lupa kalau selama ini yang merawat kamu itu papa sama mamaku bukan orang lain, dan kamu juga lupa kalau kamu itu punya orang tua bukan seperti anak panah yang lain yang tidak punya nasib keberuntungan sama sekali?" tanya Ardila sinis membuat Kamila berusaha untuk tetap tenang bagaimanapun informasi dari Ardila itu ingin Ia dengar karena berbagai manapun itu semua menyangkut masa depannya.


" ya maka dari itu kalian silakan Jelaskan sebenarnya bagaimana status ke dalam keluarga kalian! aku ini anaknya siapa dan juga kenapa bisa hidup sama kalian, agar aku bisa tahu statusku Seperti apa dan juga sebenarnya Siapa Yang Pantas aku anggap keluarga dan yang tidak!" tawar Kamila tetapi terlihat Sintia langsung menggelengkan kepala sambil menatap ke arah Ardila entah apa Maksudnya Kamila pun tak tahu.


" Memangnya ada untungnya buat kami menjelaskan Siapa kamu sebenarnya dan juga apa status kamu dalam keluarga kami, Bukankah kamu sendiri sudah tahu bahwa Sebenarnya kamu itu adalah anak yang sangat tidak diharapkan oleh siapapun!" jelas Ardilla.


Kamila tidak mampu berdiri dengan benar karena kedua kakinya langsung lemah seketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ardila tadi, padahal sebenarnya selama ini tidak pernah terpikirkan olehnya jika dirinya mungkin merupakan orang asing karena mengingat semua Sikap yang ditunjukkan oleh Cynthia dan Bima kepadanya yang terlihat begitu dingin dan tidak akrab.


" aku ini sebenarnya anaknya siapa, Apa mungkin aku memang seseorang yang sangat tidak diharapkan terlahir di dunia ini? kalau memang seperti begini memangnya aku punya kesalahan apa di kehidupan yang sebelumnya sampai-sampai harus menderita selama hidup, padahal aku tidak pernah ingin ada yang niat untuk menyakiti orang hati orang lain apalagi membuat hati orang tersebut begitu terluka dengan kehadiranku!" lirih Kamila dalam hati tetapi masih berusaha bersikap biasa saja karena Biar bagaimanapun dirinya ingin pergi Tetapi kalau belum ada kejelasan ya sama saja bohong jika dirinya sendiri yang mengorek informasi tentang dirinya.

__ADS_1


" aku akan mengurus semua yang kamu minta tadi tapi untuk sekarang Tolong kamu pergi dari sini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, nanti setelah urusan aku dan Ardila beres aku janji bakalan menghubungi kamu untuk mengurus ganti rugi yang kamu minta itu!" pinta Aryo Karena bagaimanapun itu salah satunya jalan terakhir untuk membuat dirinya terbebas.


" Ya sudah terserah dari kamu saja mau seperti apa dan juga inginnya seperti apa, tetapi Tolong jangan pernah melupakan janji yang sudah kamu buat untuk yang kedua kalinya! karena aku juga butuh kepastian bukan hanya digantung ke sana kembali layaknya jemuran, aku doakan semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu yang sekarang maaf jika dulu aku selalu mengganggu ketenangan kamu dan tidak pernah membuat kamu merasa bahagia! Tetapi Percayalah hanya itulah saja yang bisa aku berikan dengan penuh ketulusan dan tidak ada unsur paksaan sama sekali dari pihak manapun, tapi sepertinya cerita kita tidak bisa berlanjut ke arah yang lebih serius maka dari itu aku pamit pergi kalau memang berjodoh kita akan ketemu lagi tetapi sepertinya dalam kamus kehidupanku tidak ada kesempatan kedua!" Kamila benar-benar pergi dari situ tidak perlu menunggu lagi kata-kata perpisahan dari semua orang karena memang kehadirannya di situ sangat tidak diharapkan dan juga tidak diinginkan Jadi untuk apa menunggu lebih lama jika akhirnya malah pulang dengan menanggung malu.


__ADS_2