KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Arlan Kecewa


__ADS_3

Angga sekarang merasa bahagia karena semua orang mendukung jika dirinya berhubungan serius dengan Kamila sedangkan Arlan terlihat memasang wajah datarnya dari tadi, sebab pria itu secara tidak langsung begitu merasakan kekecewaan ketika orang lain tidak ada yang memihak perasaannya kepada kamilah padahal jelas-jelas sudah ditunjukkan secara nyata.


Kalau saja mereka lebih paham pasti tidak akan memberikan dukungan secara langsung di hadapannya atas hubungan Kamila dan juga Angga, mereka pasti akan lebih menjaga perasaannya sebab biar bagaimanapun dia juga manusia biasa punya perasaan kecewa dan juga merasa seperti orang yang tersingkirkan dan tidak dianggap kehadirannya di dunia ini.


"Aku tahu kalau aku ini hanyalah seseorang yang tidak mempunyai harta yang banyak tetapi hanya diangkat menjadi orang yang berguna oleh paman sendiri, tetapi bisakah sedikit rasa pengertian untukku atas segala nasib malang yang aku alami saat ini mungkin hanya dengan bersama wanita yang kucintai Semuanya bakal membuat aku merasa lebih bahagia?"gumam Arlan dalam hati tetapi masih berusaha menampilkan senyuman terbaiknya sebab Ia tidak ingin orang-orang yang ada di ruangan itu menyadari perubahan sikapnya dan juga menyadari perasaannya yang sesungguhnya kepada Kamila.


"Hei anak muda Kenapa dari tadi diam saja seperti itu, Ayolah sedikit Tunjukkan rasa rindu kamu kepada om dan tante yang jauh-jauh datang? Bagaimana keadaan Mama kamu sekarang apa dia sehat-sehat saja, Lain kali itu bawalah dia buat berlibur ke tempatnya Om sama Tante biar kamu jangan terlalu monoton dengan satu posisi saja. memangnya kamu tidak ingin memberikan calon menantu untuk mama kamu yang jelas-jelas seperti sangat Kesunyian di rumah seorang diri sama seperti Tante, ini saja lagi berusaha untuk mendapatkan menantu untuk anak bandel Tante itu supaya dia lebih tenang di rumah tidak keluyuran lagi dan alhasil Tante pun punya teman ngobrol tidak kesepian seperti yang sudah sudah?"tanya Mela memastikan kepada keponakannya itu sebab dari tadi Arlan terlihat memilih untuk mengambil jalur aman yaitu Hanya berdiam diri saja.


"Dia lagi memilih untuk diam karena mungkin giginya lagi encok makanya susah buat digerakkan, jadi Jangan memaksakan dia untuk berbicara karena Kasihan anak orang nantinya bakalan sengsara!"Sindir Angga membuat Kamila mencubit gemas pinggangnya karena menurutnya pria itu sudah terlalu cerewet dari tadi sampai-sampai sepertinya tidak menghargai keberadaan sepupunya bahkan terlihat jelas kalau mereka berdua tidak ada yang saling peduli satu sama lain.


"Kamu itu kalau bicara bisa tidak dijaga? Apa kamu lupa kalau dia itu sekarang merupakan pemimpin tempat aku bekerja dan kalau sampai Kamu cerewet seperti begini alhasil Nanti dia bakalan salah paham kepadaku, kalau sampai pekerjaanku menjadi taruhan ya Memangnya kamu mau menafkahiku seumur hidup dengan berbagai macam keperluanku yang ribet itu?"tanya Kamila setengah berbisik membuat Angga ingin sekali tertawa karena pertanyaan wanita itu sebenarnya yang selama ini sangat nggak inginkan yaitu bertanggung jawab seluruhnya atas kehidupan Kamila.


"Kalau kamu mau aku seperti begitu hari ini pun aku bakalan membuat hal itu menjadi kenyataan agar kamu tahu bahwa aku itu sangat tulus kepada kamu, dan hal yang kamu ucapkan barusan itu merupakan Doaku setiap malam yaitu bisa menjadi seorang pemimpin untuk kamu dan juga menjaga kamu serta bertanggung jawab untuk kehidupan kamu dari yang a sampai z!" jelas Angga sambil berbisik pula bahkan keduanya sepertinya mungkin karena saking Rindunya tidak sadar kalau di tempat itu ada orang lain selain mereka berdua.


"Eh aku tadi itu salah ngomong jangan terlalu percaya diri nanti yang ada kamu bakalan jatuh sejatuh-jatuhnya dan membuat Malu sendiri karena merasa terlalu percaya diri Kalau sampai ada orang yang melakukan hal itu, Dan juga jangan terlalu ngomongnya ngelantur karena terkesannya kamu itu sudah seperti orangnya Tiap hari kerjaannya hanya menghayal masa depan padahal orangnya menjadi masa depan kamu pun belum kelihatan batang hidungnya!"ujar Kamila sambil terkekeh geli.


Percayalah dari sudut lain Arlan begitu tersiksa melihat interaksi yang ditunjukkan oleh Kamila dan juga Angga itu, sebab kedua manusia itu seperti tidak menyadari keberadaannya yang dari tadi Tengah menatap terluka ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Angga memang menyadari hal itu karena dirinya sangat tahu bagaimana perasaan Arlan kepada Kamila saat ini hanya berbeda dengan Kamila yang memang benar-benar tidak menyadarinya, sebab memang dirinya tidak tahu apapun tentang Apa yang dirasakan Arlan kepadanya karena yang ada di pikirannya dirinya dan pria itu hanyalah sebatas rekan kerja antara pemimpin dan juga bawahan.


"Om sama Tante kalau memang masih mau ngobrol sama Tuan Yamamoto silakan saja soalnya saya harus ke ruangan meeting karena ada rapat dewan direksi, atau Paman mau ikutan sekalian biar maksudnya bisa membantu secara langsung perkembangan kinerja para pegawai di sini supaya tahu antara kelebihan dan kekurangan agar bisa berikan masukan yang sesuai?"tanya Arlan kepada Heru Sebab Dia bagaimanapun pria itu merupakan pemimpin di tempat itu jadi otomatis ketika dirinya sudah sampai maka harus memantau seluruh kinerja para pegawainya agar bisa mengetahui sampai di mana kontribusi yang mereka berikan untuk kejayaan tempat perusahaan yang ia dirikan dari 0 itu.


Sebelum Heru menjawab pertanyaan Arlan barusan dirinya menatap ke arah Yamamoto sekedar untuk bertanya apakah pria itu masih bertahan di situ atau untuk pergi Soalnya dirinya seperti ini harus melakukan seperti yang diperintahkan ataupun di tawarkan oleh keponakannya itu, dan Yamamoto sebagai seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis otomatis paham dengan pemikiran sahabatnya itu dan dirinya tidak mungkin Egois dengan menahan yang berlama-lama padahal waktu Heru pun tidak banyak untuk duduk dan berleha-leha tanpa melakukan apapun sedangkan ribuan nyawa bergantung atas kepemimpinannya.


"Ya sudah kamu pergi saja saya juga mau kembali kok soalnya sepertinya urusan keluarga Kalian sedang ribet dan kalau untuk dibenahi maka waktu sekarang ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan semuanya itu, tetapi ingat saranku untuk jangan terlalu menforsir tenaga sendiri sebab kamu bukan masih muda tetapi sudah sangat tua dan tenaga kamu pun tidak fit seperti dulu jadi jangan terlalu memaksakan diri! "jelas Yamamoto.


"Sudah kalau begitu Aku pergi dulu ya ke ruangan meeting maaf jika meninggalkan kamu padahal jelas-jelas kamu niatnya untuk berkunjung tetapi yang namanya pekerjaan tidak bisa aku tinggalkan begitu saja, sayang kamu mau ikut Mas ke ruangan meeting atau kamu balik saja ke hotel Soalnya takutnya lama Terus kamunya bosan kalau menunggu di sini? "tanya Heru kepada istrinya.


"Ya lebih baik aku pergi shopping aja deh soalnya Kamila kan bakalan pergi sama Angga terus masa iya aku duduk sendirian di sini, Lebih baik aku punya kesibukan sendiri biar tidak kaya patung Asmat yang malah duduk bengong tungguin orang kapan kembalinya!"tolak Mella karena bagaimanapun dirinya tidak suka mengganggu fokus suaminya yang sedang bekerja sebab dengan kehadirannya itu terasa tidak membantu sama sekali karena dunia bisnis bukan merupakan dunianya.


Angga yang tadi bersemangat karena bakal berduaan dengan Kamila seharian ini langsung lemas Besti, soalnya sekarang ini secara tidak langsung Arlan melarang dirinya untuk berduaan dengan Kamila dengan alasan bahwa wanita itu masih jam kerja.


pria itu merasa bahwa Arlan sekarang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan kami lah di hadapan semua orang mengatasnamakan sebagai asisten, padahal sebenarnya Arman harus sadar kalau Angga dan Kamila itu sudah saling mengenal lebih dahulu sebelum Kamila bekerja dengannya dan juga ada banyak hal yang harus mereka bahas tentang masa lalu dan masa depan entah bagaimana harusnya tetapi harus dibicarakan.


maka dari itu Angga langsung berdiri menatap tajam ke arah Arlan untuk mengingatkan pria itu bahwa sebenarnya tidak perlu sampai bereaksi secara berlebihan, sebab dirinya juga sangat tahu diri tetapi untuk saat ini Bolehkah ia sedikit membangkang dengan peraturan yang ada?

__ADS_1


"Aku tahu kamu memang merupakan bosnya di sini dan dia sebagai asisten kamu itu memang sudah nyata di atas kertas, tetapi sekarang kan merapat untuk bertemu dengan papa Yang jelas-jelas sepertinya tidak memerlukan asisten! Aku minta sama kamu pengertiannya untuk kali ini biarkan aku Berdua dulu dengan Kamila dan nanti kalau ada denda yang harus ia bayarkan karena izin tanpa hal yang jelas maka aku yang bakal membayarnya, tetapi Tolong jangan gunakan kekuasaan kamu di sini hanya untuk membatasi ruang geraknya bertemu denganmu karena jika sampai aku tahu kamu melakukan hal itu kamu bakalan berurusan denganku sampai kapanpun ! "tegas Angga membuat Arlan pun tak tinggal diam dan memilih mendekati pria itu dengan memasang Tatapan yang tak kalah horor dari nya.


"perusahaan ini memang bukanlah milikku Dan suatu saat akan kembali ke tanganmu tetapi selagi hal itu belum terjadi otomatis kamu masih berada di daerah kekuasaanku, Jadi apa yang Aku perintahkan itu merupakan sebuah hal mutlak yang harus diikuti oleh siapapun termasuk Kamila Jika dia masih mau bekerja di sini dan bertahan sebagai asistenku kalau tidak ya sudah pergi saja karena aku bakal mencari yang baru! "tegas Arlan membuat Mella yang tadinya hendak pergi langsung menggelengkan kepalanya karena merasa seperti kata-kata Arlan itu terlalu berlebihan.


"Nak, kamu marah boleh atau mau mengatakan hal-hal yang bagaimana itu hak kamu! akan tetapi jangan berlebihan seperti begitu seolah-olah kalian berdua ini merupakan musuh, Tolong kamu ingat posisi pamanmu di sini yaitu sebagai satu-satunya yang paling terdekat dengan kamu bagaimana perasaannya nanti kalau melihat anak dan juga keponakannya berdebat di hadapannya? "ujar Mela sambil mengusap pelan bahu Arlan itu lebih tenang.


"Biarkan saja Mama dia mau berbicara apa soalnya orangnya kan seperti begitu maunya harus didengar tetapi tidak mau mendengarkan orang lain, mulai hari ini Kamila berhenti di sini dan dia tidak akan pernah kembali lagi sampai selama-lamanya karena aku yang bakalan membayar semua biaya denda yang ada!"Kamila yang dari tadi menjadi objek bahan perebutan kedua pria itu mengerutkan keningnya ketika mendengar kata-kata Angga barusan Soalnya pria itu mengatakan hal itu tanpa berunding dulu ataupun menanyakan pendapatnya seperti apa.


"kalian ini kalau mau berdebat, Ya terserah! Tidak ada yang mau melarang, tetapi tolong jangan bawa-bawa namaku dalam perdebatan kalian itu! Yang berhak menentukan masa depanku adalah aku sendiri bukan kamu ataupun dia, jadi tolong hentikan tingkah konyol kalian yang hanya membuat segala macam pekerjaan jadi tertunda!"ujar Kamila yang benar-benar tidak paham dengan gaya pemikiran kedua pria itu karena sangat aneh dan tidak jelas untuk dicerna secara logika.


"Pokoknya aku tidak setuju kalau kamu tetap bekerja di sini dan kalau kamu sampai melakukan hal itu aku bakalan menculik kamu saat ini juga dan membawa kamu kembali ke ibukota, bisa tidak kali ini saja kamu dengarkan perkataanku tidak seperti wanita pembangkang kemarin-kemarin yang susah sekali diatur?"tanya Angga yang terlihat begitu frustasi membuat Kamila tersadar Entah sudah berapa banyak kata-kata Angga yang selalu ia tolak kebenarannya termasuk dengan Aryo yang sangat dibenci oleh Angga sebuah menurutnya pria seperti itu tidak dapat dipercaya janjinya.


"kalau sampai kamu melakukan hal itu maka Aku pastikan dia bakalan mendekam di penjara, karena Biar bagaimanapun dia sendirian datang melamar pekerjaan di tempat ini dan juga menandatangani kontrak tanpa ada unsur paksaan jadi otomatis kamu tidak boleh melakukan hal yang tidak tidak!"Arlan pun tak mau kalah dari Angga dirinya mau tidak mau mengancam wanita itu agar tidak pergi sebab jika Kamila pergi Bagaimana dengan hatinya yang sudah mulai tertata kembali.


Kamila mengerutkan keningnya ketika mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Arlan barusan, sebab menurutnya pria itu sepertinya bukan pria yang ia kenal selama ini yang selalu ramah dan tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain.


Kamila pun berpikir dengan keras kepalanya Angga seperti begini mungkin pria itu benar-benar tidak menyukai keberadaan Arlan maka dari itu Kamila pun sepertinya akan mengikuti apa yang Angga inginkan, meskipun nantinya bakal terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan namun kalau bersama dengan Angga maka dirinya ikhlas karena dirinya sudah cukup menyakiti pria itu secara langsung hingga membuat dirinya hilang berbulan-bulan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana kamu mau ikut denganku kan? Soalnya aku sangat tidak di kelas kalau kamu harus tetap bekerja sama dengan pria ini, karena aku tidak bakalan tenang saat pulang nanti karena hatiku masih tertinggal di sini?"tanya Angga lirih.


__ADS_2