
Sepeninggal Cynthia terlihat penjual bubur itu hanya bisa menggelengkan kepalanya Bagaimana tidak orang kaya itu biasanya paling benci menerima uang recehan, ya memang semuanya tidak begitu Tetapi kan ada kan yang termasuk di dalam golongan tersebut dan tidak usah juga kita Jelaskan secara detail karena nantinya ini bukan novel tetapi ajang untuk menggosipkan sesuatu yang tidak perlu.
"ternyata mereka mungkin dari luar terlihat kaya tetapi di dalam sepertinya lagi membutuhkan uang, sampai aku yang kasih kembali uang kembaliannya tadi pakai koin saja dia masih mau menerimanya padahal orang lain malah mana mau?"gumam pria itu yang merasa yakin bahwa opininya itu jelas-jelas benar.
Cynthia yang sudah berada di dalam rumah memilih untuk memasukkan bubur tersebut ke dalam mangkok Lalu membawa naik menuju ke kamar Ardila, sampai di sana anak nya itu belum membuka matanya sama sekali seolah-olah tidur merupakan hal ternyaman baginya.
Dokter yang sudah datang membunyikan bel rumah tersebut membuat Sintia harus turun kembali untuk menyambut dokter tersebut Padahal selama ini itu sebenarnya pekerjaan dari asisten rumah tangga mereka, namun sekarang Segala sesuatu harus ia lakukan sendiri tidak bisa mengandalkan orang lain lagi karena jika tidak maka bisa dipastikan ia bakalan kesusahan.
"Selamat pagi Ibu Cynthia, Kalau boleh tahu di mana Ardila nya ya?"Tanya Dokter tersebut memastikan.
Cynthia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sebenarnya ia enggan membawa dokter tersebut menuju ke kamarnya Ardila karena di sana baunya sungguh sangat menyiksa, namun tidak mungkin juga kan harus membawa turun Ardila menuju ke lantai bawah dalam keadaan wanita itu yang tidak sadarkan diri seperti begitu.
"Dia ada di kamarnya kalau bisa langsung naik ke atas aja soalnya tidak mungkin juga membawa dia turun Karena posisinya Belum sadar dari tadi, dan saya minta maaf kalau sebentar sampai di sana anda merasa tidak nyaman karena memang begitulah keadaan kamarnya saat ini! "jelas Sintia memasang tatapan tidak enaknya.
Dokter tersebut hanya bisa tersenyum Canggung sebab memang tidak paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Chintya barusan, Namun karena ini memang pekerjaannya segala macam konsekuensi yang harus ia hadapi tanpa mengeluh karena tidak mungkin dirinya harus membiarkan pasien kesusahan.
profesinya itu menuntut dirinya harus siap di segala suasana kadang pasien yang ditemukan dalam keadaan sadar tetapi ada yang terlihat histeris bahkan ada yang lebih parah mengusir kedatangannya yang untuk memeriksa kondisi pasien tersebut, namun itu semua harus dihadapi dengan hati yang tetap berusaha tabah dan juga tegar biar bagaimanapun segala sesuatu pekerjaan di dunia ini tidak ada yang bisa dibilang hanya baik-baik saja tanpa memerlukan pengorbanan.
"Itu dokter Ardila tadi saya datang ke kamarnya sini dia dalam keadaan entah tidur atau pingsan tetapi saya panggil dari tadi dia tidak merespon sama sekali, sudah begitu Entah dari kapan Tetapi dia duduk di atas kursi rodanya itu sampai buang air pun di tempat dan ini semua yang menyebabkan kamar ini sedikit bau tidak nyaman!"jelas Chyntia tanpa ada yang ia tutupi karena takutnya jika dirinya menutupi segala sesuatu padahal itu merupakan hal penting menyangkut kondisi Ardila nanti ia yang bakalan kesusahan.
__ADS_1
Dokter memilih untuk mendekati Ardila sambil memegang pergelangan tangannya untuk memastikan denyut nadinya apa Normal atau tidak, Lalu setelah itu dirinya mengambil stetoskop lalu memeriksa denyut jantung berharap bahwa memang pasiennya itu hanya kelelahan saja sehingga tidak ada hal Serius yang perlu dikhawatirkan.
Cynthia harap-harap cemas takutnya dokter tersebut memberikan diagnosa yang nantinya bakalan menguras kantongnya lagi padahal Ia tidak punya uang sama sekali kalau untuk berobat Ardila, Tetapi kalau untuk biaya makan minum mereka dia tidak masalah itu ia punya karena tadi malam dapat transferan tidak terduga dari orang yang tidak ia kenal namun tidak bisa digunakan buat biaya berobatnya Ardila.
"Ardila kalau Boleh saya tahu dia makannya terakhir itu kapan ya? Terus sudah saya katakan kalau pasien ini sebenarnya belum boleh keluar dari rumah sakit tetapi kalian orang tuanya berjanji bakalan menjaga dia satu kali 24 jam, tetapi percayalah ini sebenarnya tulang pinggulnya agak sedikit bergeser karena memang belum sembuh total dan juga ia pakai duduk semalaman di kursi roda itu yang membuat penyakitnya ini bakalan kambuh!"jelas Dokter tersebut yang sebenarnya sedikit kecewa dengan Cynthia yang awal membawa Ardila pulang begitu semangatnya mengatakan bahwa akan mengurus putrinya itu dan tidak akan membiarkan penyakitnya kambuh kembali tetapi yang ada nyatanya wanita itu baru keluar beberapa hari sudah kembali drop hanya karena keteledoran mereka.
Cynthia mengerutkan keningnya mendengar perkataan dokter tersebut karena menurutnya saat ia pergi waktu siangnya dirinya sempat melihat keadaan Ardila dan wanita itu baik-baik saja, dan memang salahnya saat malam ia keluar lagi tidak sempat melihat Ardila sebab Ia merasa bahwa wanita itu pasti baik-baik saja tetapi nyatanya inilah yang terjadi.
"Maafkan saya dokter! Hanya saja saya juga punya keperluan di luar Jadi tidak bisa saya tinggalkan maka dari itu saya biarkan saja dia sendirian di sini mengira bahwa dia baik-baik saja, ya ternyata pulang dia sudah seperti ini tapi mau bagaimana lagi saya tidak bisa kan mengulang waktu lagi agar tidak pergi saja dari rumah ini dan membiarkan dia sendirian?"Cynthia masih berusaha agar tetap benar dan tidak bisa disalahkan karena memang tidak ada niatan dirinya untuk membuat Ardila keadaannya seperti begitu.
"Sebenarnya Kalau merasa di rumah ada pasien Usahakan kalau mau pergi hanya harus diusahakan satu jam atau 2 jam saja jangan lebih dari itu, karena kita tidak tahu apa yang pasien ini kan apa dia sudah makan atau belum kemudian jangan sampai dia mau ke kamar mandi dengan ruang geraknya yang sempit ini!"Jelas Dokter tersebut yang merasa yakin bahwa sebenarnya Ardila itu kelaparan dan juga dehidrasi akibat kekurangan cairan.
Cynthia mati kutu tidak tahu harus berbicara apa sebab menurutnya terakhir kali ia memberi makan Ardila itu kemarin pagi dan itu juga dalam porsi yang sedikit saja karena Ardila menolak makanan yang ia berikan katanya rasanya tidak enak, dan setelah itu ia pergi tanpa mengingat lagi soal asupan perut untuk anaknya itu dan yang ia pikirkan hanyalah dirinya sendiri dan berakhirlah keadaan Ardila mengenaskan begini.
"Maafkan saya tetapi sebenarnya saya lupa untuk memberikan makan siang dan juga malam untuk dia, tapi kalau begitu Bisakah kita memberikan dia infus aja di rumah supaya cairannya bisa kembali dan dia bisa kembali cepat sadar ? "tanya Sintia segera mungkin karena memang dirinya tidak mungkin membawa Ardila pergi kembali ke rumah sakit yang biayanya itu bukan sedikit.
Dokter tersebut hanya bisa menghela nafasnya kasar, karena melihat wajah Cynthia yang tidak ada rasa penyesalan sama sekali. Yang karena keteledorannya membuat anaknya sampai seperti begini keadaannya, yang ada wanita itu terlihat tidak ingin atau mungkin bisa dibilang menghindari agar Adella tidak dibawa kembali untuk dirawat di rumah sakit entah apa yang ditakuti oleh wanita itu ia saja bingung.
"anda itu tidak bersalah dengan saya Jadi sepertinya minta maaf itu juga tidak tepat ditujukan kepada saya, di sini Saya ingin menyadarkan bahwa Nyonya itu sudah sangat keterlaluan sebagai seorang ibu karena dengan Teganya membiarkan anak sendiri sampai seperti begini! kalau memang merasa diri tidak mampu merawat anak Ya sudah sewa saja perawat yang bisa merawat dia satu kali 24 jam biar Anda mau keluar keperluan di manapun tidak masalah, tetapi kalau terus membiarkan dia sendiri seperti begini ini sama saja anda ingin membunuh Putri Anda secara perlahan karena dengan cara membiarkan Dia kelaparan dan juga sengsara seperti begini! "jelas Dokter tersebut dengan nada bicara yang tidak terdengar begitu bersahabat karena dirinya yang begitu merasa kecewa.
__ADS_1
"Saya punya alasan tersendiri Kenapa membawa putri saya pulang dan merawatnya di rumah karena mungkin anda pasti tahu dengan pembicaraan tentang keluarga Nugraha di luaran sana, Dan juga mungkin saat ini saya lancang karena membuka aib keluarga sendiri tetapi hanya ini yang bikin saya lakukan agar Anda paham kenapa saya melakukan semua! Saya sudah tidak punya uang untuk membayar biaya pengobatan putri saya Apalagi kalau sampai memakan waktu berbulan-bulan dan juga kalau sampai menyewa perawat saya bakalan membayarnya dengan apa, kalau keadaan Keuangan saya stabil seperti dulu pasti saya bakalan dengan senang hati ada yang merawat putri saya sebab dengan begitu dia pasti tidak akan mengalami hal pilu yang seperti begini. "Cynthia sudah tidak tahu lagi harus berbicara dengan cara apa agar semua orang paham dengan kondisinya kini dan juga tidak lagi salah kaprah tentang sikapnya.
"Kalau tahu bahwa keadaan Anda seperti begini Ya setidaknya jujur kepada kami semua agar mungkin dengan begitu pihak rumah sakit bisa mengurangi biaya pengobatan yang ada, yang penting ini intinya anda tidak merasa gengsi dengan keadaan dan juga tidak merasa malu ketika orang lain mengetahui kondisi keuangan Anda yang sebenarnya! "jelas Dokter tersebut sama biar bagaimanapun semua orang itu layak mendapatkan pengobatan sesuai dengan kemampuannya.
"Bisakah sekarang saya merawatnya saja sendiri Saya janji tidak akan pernah mengulangi hal yang sama seperti begini Dan mungkin mengakibatkan putri saya yang menderita, kalaupun ada hal yang harus saya tinggalkan Maka nanti saya akan menghubungi orang untuk menjaganya beberapa saat lagi tetapi untuk selanjutnya percaya kepada saya kalau saya tidak akan pernah mengulangi hal-hal yang sama. "pinta Cynthia penuh permohonan sebab untuk Pergi Kembali ke rumah sakit belum ada dalam pikirannya karena Siapa yang bakalan menjaga Ardila kalau dirinya pulang ke rumah untuk mandi dan juga sebagainya.
"Sebenarnya kondisi anak anda sekarang ini tidak bisa dirawat di rumah dia harus kembali dirawat di rumah sakit agar bisa diperhatikan setiap saat oleh orang yang seharusnya memperhatikan dia, tetapi kalau memang Anda merasa keberatan dengan semuanya tidak masalah yang penting intinya tolong jaga pola makannya kalau bisa berikan dia terapi kecil agar gerakannya bisa kembali pulih dan juga jangan lupa untuk rutin memberikan obat!"perintah Dokter tersebut yang memang seperti begitu tugasnya mengingatkan kepada semua keluarga pasien agar memperhatikan keadaan pasien yang tengah ia rawat itu.
"Terima kasih atas pengertiannya dokter, saya janji bakalan melakukan yang terbaik untuk Putri saya dan tidak akan pernah melakukan hal yang sama seperti tadi!"Sahut Chynthia sambil tersenyum.
Ardila yang sudah beberapa jam lamanya pingsan akhirnya membuka matanya secara perlahan dan menyesuaikan keadaan di sekitarannya, pertama kali yang dilihatnya adalah Dokter yang berada di sampingnya dan juga sang Mama yang berada di bawah kakinya.
Wanita itu hanya bisa mengeluarkan air mata pertanda benar benar merasa kecewa dengan tingkah semua orang yang ada di rumah itu karena tidak ada satu pun yang mengingat kondisinya, semua orang pada sibuk dengan urusan masing-masing sampai-sampai memastikan keadaannya baik atau tidak pun tidak terjadi sama sekali mereka seolah lupa.
"Kamu sudah sadar? Bagaimana keadaan kamu saat ini apa sudah lebih baik atau mungkin bagi yang tertentu yang merasa tidak nyaman, atau mungkin kamu mau makan saat ini soalnya sepertinya lambung kamu itu dalam keadaan kosong? "Tanya Dokter tersebut.
"Aku ingin tidur! Biarkan saja keadaanku seperti begini, tidak usah ada yang mau pedulikanku bukankah aku mati lebih bagus?"tanya Ardila dengan tatapan sinis ke arah Cynthia sebab menurutnya Mamanya itu dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah yaitu menganggap bahwa dirinya lebih penting daripada keluarga padahal Ia sedang sakit dan membutuhkan perhatian yang ekstra tetapi mana?
Cynthia hanya menghembuskan nafasnya kasar karena memang ia tahu kalau putrinya itu sedang merasa kecewa kepadanya tetapi mau bagaimana lagi ini semua di luar dari kekuasaannya, tetapi bukankah dirinya juga bertanggung jawab dengan cara menghubungi dokter agar memeriksa keadaan Ardila namun sepertinya putrinya itu masih terlalu kecewa dengan sikap yang ia lakukan.
__ADS_1
"kamu boleh tidur tetapi sebelum itu kamu harus makan dulu daripada nanti kamu bakalan lebih setengah mati loh, Terus kalau kamu menahan lapar yang ada penyakit kamu yang lain bakalan berdatangan karena mereka suka kondisi orang yang terlihat begitu lemah seperti yang kamu alami saat ini!"jelas Dokter tersebut yang berusaha membuat agar Ardila tidak mogok makan seperti yang saat ini terjadi.