
Angga bahkan tidak menanggapi ketika mendengar bunyi suara mobil di depan rumah Kamila saat ini,sebab pikirannya sedang terganggu dengan keberadaan Kamila yang tidak jelas.
Mella memperhatikan rumah yang mereka datangi saat ini yang kata Arlan merupakan miliknya Kamila merasa heran, pasalnya rumah itu dalam keadaan sepi seperti tidak ada pemilik di dalamnya namun perbedaannya yaitu pintu rumah itu terbuka dan juga ada mobilnya Angga di depannya.
"Itu mobil Angga ada di situ tetapi kenapa di dalam rumah kok kayak tidak ada orangnya, apa jangan-jangan kekhawatiran Mama tadi itu benar-benar menjadi kenyataan? Ayo cepat Kenapa harus berlama-lama di sini kita harus segera masuk dan memastikan keadaan mereka apa baik-baik saja atau tidak, kamu sudah memberitahu para anak buah kamu untuk datang ke sini secepatnya?"tanya Mela kepada Arlan untuk memastikan Apakah pria itu sudah bersiap siaga atau belum.
"tante Tenang saja aku sudah melakukan semua yang seperti aku katakan tadi yang penting sekarang Intinya kita masuk ke dalam dan memastikan keadaan, kalau soal urusan yang lain aku sudah menghandle semuanya jadi kita tinggal melihat saja kira-kira harus bergerak atau tidak! "mereka tahu sebenarnya pemikiran mereka itu terlalu berlebihan tetapi Bukankah mewaspadai sesuatu sebelum terjadi itu merupakan sebuah keharusan.
"Angga, Kamila! Apa kalian ada di dalam Mama datang nih untuk melihat keadaan kalian Ayolah keluarkan suara kalian jangan hanya mingkem saja, tahu tidak jantung Mama Ini dari tadi mau copot akibat menghubungi nomor kalian yang tidak aktif sama sekali eh maksudnya tidak diangkat? "teriak Mella dari luar tetapi tidak ada respon sama sekali dari dalam.
Angga sebenarnya mendengar suara orang tuanya itu tetapi hanya pikirannya sedang frustasi karena menjadi keberadaan Kamila yang di setiap sudut ruangan itu tidak ada sama sekali, membuat otaknya benar-benar Blank tidak berfungsi dengan benar jadi otomatis kebingungan harus menjawab Seperti apa dari pertanyaan mamanya barusan.
"Kamila kamu baik-baik saja kan? ini aku Arlan datang untuk melihat keadaan kamu, Ayolah kamu ada di mana kenapanya diam saja Bukannya kamu itu suka sekali menjawab kalau orang menanyakan keadaan kamu? "tanya Arlan memastikan bahkan kini pria itu yang mulai dengan lancangnya masuk ke dalam rumah tanpa izin sebab menurutnya itu semua sudah tidak diperlukan sama sekali apalagi lebih parahnya lagi melihat keadaan ruang tamu yang begitu hancur parah.
"Papa jangan-jangan kekhawatiran Mama ini benar-benar menjadi kenyataan soalnya lihat sendiri kan keadaan dalam rumah ini yang sudah seperti kapal pecah, Mama yakin pasti Tadi ada baru habis terjadi keributan di sini makanya keadaan bisa seperti begini dan kita datangnya terlambat . "jelas Mella dengan wajah yang begitu cemas.
Brakkk
__ADS_1
Terdengar ada benda jatuh dari dapur membuat semua orang di situ langsung berlari menuju ke arah sumber suara dan mereka terkejut ketika melihat Angga tumbang di bawah lantai, dan lebih parahnya lagi Wajah pria itu babak belur seperti baru habis menjadi korban pengeroyokan.
Mela yang melihat hal itu langsung berteriak histeris karena tidak percaya dengan keadaan putranya saat ini yang benar-benar sangat miris wanita itu segera mendekati putranya itu Seraya berusaha membangunkan Angga agar segera sadar dari pingsannya.
"Angga! ayo bangun Nak kamu kenapa bisa seperti begini Jangan pingsan dong, Angga di mana Kamila Kenapa dia tidak ada di sini? "ujar Mela yang memindai seluruh ruangan itu tetapi memang tidak ada sosok lain di dalam situ selain mereka dan juga Angga yang sedang tidak sadarkan diri itu.
"kamu sudah pastikan keberadaan Kamila ada di sini atau tidak, kalau memang tidak ada lebih baik kita bawa dulu anggap ke rumah sakit nanti setelah dia sadar baru kita tanya soal keadaan di sini? "tanya Heru yang akhirnya baru mengeluarkan suara sebuah pria itu masih antara kaget dan juga syok menjadi satu.
Arlan yang dari tadi sudah mengitari rumah itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lemas karena memang benar-benar tidak menemukan kamilah di manapun, antusiasme yang ia lakukan tadi kini menguap pergi begitu saja akibat dari jantung di dalam hatinya yang tidak jelas keberadaannya.
"Sepertinya Kamila tidak ada di sini atau mungkin dia sudah menjadi korban penculikan, lebih baik Om sama Tante Bawa saja Angga ke rumah sakit nanti urusan yang di sini biar aku yang handle! Nanti kalau ada kabar terbaru dari Angga ataupun dari aku nanti bakalan tinggal berkabar saja, tetapi untuk sekarang lebih baik kondisi Angga yang diutamakan karena sepertinya dia sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja!"jelas Arlan membuat Heru menganggukkan kepala karena menyetujui saran dari keponakan yaitu.
"kamu tolong cari Kamila ya Kalau perlu bantuan nanti tinggal kasih kabar saja, kasihan anak kita sudah tidak punya siapa-siapa lagi kalau kita tidak mengurusnya pasti Nanti dia bakalan kesusahan di luar sana!"ujar Mella dengan wajah yang penuh permohonan.
"Tante tenang saja kalau soal urusan Kamila aku yang bakalan mengurusnya dan Tante juga tidak perlu khawatir karena dia merupakan salah satu karyawanku dan otomatis aku harus ikut campur dengan masalahnya, Doakan aku agar bisa segera ini menemukan dia karena Takutnya nanti orang yang melakukan hal ini kepadanya semakin nekat dan melakukan hal yang tidak tidak!"sahut Arlan dengan wajah yang penuh kekhawatiran karena melihat Angga yang keadaannya mengenaskan seperti itu maka ia yakin target penculik tersebut adalah Kamila.
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit terlihat Mella begitu khawatir dengan kondisi putranya itu, sebab Angga hanya menyebut nama Kamila saja di dalam alam bawah sadar pria itu.
__ADS_1
"Kamila kamu di mana?"lirih Angga.
"Ya ampun Papa sebenarnya siapa sih yang sudah melakukan hal ini kepada Angga dan juga Kamila Kenapa bisa-bisanya mereka menghajar anak kita sampai segininya, terus ke mana juga mereka membawa Kamila pergi dan Apa maksud dan tujuan mereka melakukan hal ini semua?"tanya Mela yang terlihat begitu khawatir sebab memang apa yang dialami oleh Angga saat ini tidak pernah ia lihat dan alami sebelumnya.
"nanti kita urus Angga di rumah sakit dulu baru setelah itu papa bakalan menghubungi teman yang bekerja di kepolisian agar mereka membantu mengecek CCTV di daerah itu dan juga bisa mencari tahu apa motif dari kejadian yang baru saja terjadi ini, karena setahu papa selama membangun usaha di sini tidak pernah ada orang yang bermusuhan atau mungkin papa memiliki musuh di sini dan kejadian ini juga baru terjadi setelah Kamila pindah sebab selama ini kan kita sudah sering datang ke sini!"jelas Heru yang terlihat dari tadi begitu tenang karena pria itu berusaha mengaitkan sebuah masalah yang selama ini pernah Ia alami dengan kejadian yang menimpa putranya.
"Ya tetap saja kalau memang Kejadian ini akibat dari Kamila maka kita juga harus mencari tahu sebenarnya Apa motif sampai orang itu melakukan hal ini, karena jika memang mereka Ingin mencuri Kamila ataupun melakukan sesuatu yang tidak mungkin menghajar Angga sampai sebegininya!"Mella benar-benar tidak habis pikir.
"Maka dari itu daripada kita memiliki pemikiran yang aneh-aneh dan membuat kepala kita menjadi pusing lebih baik Biarkan saja orang yang berpengalaman menyelidiki semuanya, nanti baru Setelah itu kita bakalan tahu dengan pasti sebenarnya penyebab dari kejadian hari ini itu apa!"ujar Heru yang berusaha membuat istrinya Tetap tenang dan tidak panik berlebihan.
"Awas aja kalau sampai orang itu sudah ketemu mama bakalan bikin dia jadi perkedel kentang biar kapok sekalian karena sudah macam-macam dengan keluarga Bimana dan juga calon menantu mama, jika sampai tubuh kamilah tergores sedikit saja maka dia juga bakalan Mama gores juga mereka pakai pisau dapur biar kapok sekalian karena sudah macam macam sama emak-emak!"terlihat kilatan amarah di mata Mela karena dirinya datang ke situ untuk menemui calon menantunya bukan mau menghadapi masalah seperti begini.
"Ya ampun Mama masalah Bagaimana mau kelar Kalau segala sesuatu Mama harus libatkan emosi begini dan akhirnya tidak bisa memikirkan hal dengan jernih, Lebih baik diam saja Kemudian fokus kepada keadaan Angga dan jangan menambah bahasa lagi karena nantinya pikiran papa jadi mumet!"bujuk Heru karena dilihatnya sang istri terlalu bersemangat.
"mana bisa mau tenang kalau lihat anak seperti begini nanti kalau mama tidak cemas dibilangnya ibu yang tidak tahu diri dan juga tidak menyayangi anak sendiri, jadi kalau mama cuma seperti ini masuk akal dong memangnya papa biar terlihat biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa?"omel Mela yang gini gantian menceramahi suami sendiri tetapi Heru memilih untuk diam saja karena nantinya kalau dirinya merespon bakalan salah lagi.
Arlan yang melihat anak buahnya sudah pada berdatangan di tempat itu langsung mengumpulkan mereka di ruang tamu agar bisa mengatur strategi yang tepat, dirinya tidak ingin berlari berlarut di dalam menyikapi masalah ini karena Takutnya nanti nyawa Kamila yang bakalan menjadi taruhannya kalau sampai penculiknya itu merupakan orang yang jahat.
__ADS_1
"Saya mau manggil kalian ke sini karena punya pekerjaan yang sangat penting dan harus kalian lakukan itu dengan hati-hati tetapi dalam keadaan yang harus cepat karena Takutnya nanti bakalan terlambat, tolong kalian selidiki CCTV di jalan yang ada di perumahan yang dekat-dekat sini dan juga tolong tanya kepada para tetangga kira-kira mereka merasa ada keanehan tidak di rumah ini dalam kurun waktu dari tadi pagi sampai sekarang!"perintah Arlan lalu para anak buahnya itu mengagungkan kepala pertanda paham dengan perintah dari majikan dan mereka pun langsung Segera berpencar.
"aku juga harusnya bisa mencari tahu kira-kira masalah ini berasal dari kota ini atau ada orang yang dari luar kota dan merupakan kehidupan masa lalu kami lah yang datang untuk mencarinya, karena sepertinya target mereka itu kamilah bukan Angga sebab mungkin pria itu melawan makanya mereka melakukan hal itu kepadanya?"gumam Arlan monolog.