
Setelah menikmati semuanya keduanya pun memilih untuk pulang sebab Kamila merasa khawatir dengan keadaan Vena yang tadi saat dirinya tinggalkan wanita itu sedang dalam kondisi yang tidak fit, maka dari itu ia pun meminta Angga Untuk mengantarkan dirinya pulang ke rumah untuk memastikan langsung kondisi wanita paruh baya itu yang sekarang merupakan tanggung jawabnya.
"Kamu kenapa sih harus pakai kegiatan mengurus Mama dari pria itu segala? Lihatkan jadinya sekarang kamu yang direpotkan oleh kehadirannya sedangkan anaknya sepertinya tidak peduli sama sekali, lain kali itu menolong orang memang harus dan merupakan kewajiban sebagai sesama manusia tetapi jangan sampai menyusahkan diri sendiri! "pinta Angga.
Kamila berusaha untuk tetap tersenyum sebab menurutnya apa yang dikatakan oleh Angga itu tidak ada yang salah sama sekali, karena memang saat dirinya mengizinkan Vena untuk ikut dengannya tidak memikirkan Bagaimana kondisi wanita itu nantinya sebab yang ia tahu Venna itu merupakan wanita yang selalu sakit-sakitan.
"Ya habisnya mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur yang sekarang bisa dilakukan hanya memastikan kalau dia baik-baik saja, Nanti baru aku bakalan berbicara dengan ya supaya mau untuk dikirim pulang kembali ke Aryo karena aku juga sepertinya tidak ingin mengambil resiko!"ujar Kamila yang entah mengapa merasa seperti bakalan ada hal yang tak terduga terjadi kepadanya tetapi di mana dan juga kapan dirinya tidak tahu sama sekali.
"Nanti aku yang bakalan berbicara kepadanya agar dia paham dengan maksud dan tujuan kamu untuk melakukan semua ini kepadanya, intinya hanya satu yaitu kamu harus lebih menjadi orang yang tegaan saat ini supaya apa yang kita inginkan benar-benar terjadi."ujar Angga memperingati Kamila agar tidak salah mengambil langkah sebab kalau sampai wanita itu salah perhitungan bisa dipastikan Aryo bakalan mempunyai celah untuk melakukan sesuatu kepadanya yang menguntungkan pria itu.
karena jalanan yang belum terlalu padat merayap Akibat dari semua pekerja kantoran yang belum pulang membuat mereka berdua tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke rumahnya Kamila, wanita itu sebenarnya bukan bolos hari ini dan sengaja tidak kembali lagi ke kantor melainkan karena pekerjaannya yang sesungguhnya baru dimulai esok hari maka hari ini dirinya tidak perlu harus berada di tempat itu.
Kamila mengerutkan keningnya ketika melihat ada mobil asing yang terparkir di rumahnya itu sebab mobil itu tidak pernah IA lihat sama sekali, karena setahunnya hanya Arlan saja yang tahu tempat tinggalnya orang lain belum tahu sama sekali maka dari itu dirinya pun dibuat kebingungan dengan semua yang ada di hadapannya saat ini.
Angga menatap heran ke arah Kamila yang dari tadi seperti kelihatan sedang memikirkan sesuatu, dirinya pun mendekati wanita itu lalu mengguncang pelan bahunya agar Kamila bisa kembali kepada kesadaran awalnya agar bisa mengatakan semuanya.
"Kamu kenapa kayak orang bengong seperti begitu? Terus mobil di depan itu kamu kenal atau tidak, soalnya tidak mungkin kan dia salah parkir mobil jika tidak mengenal pemilik rumahnya? "tanya Angga Mau memastikan.
"aku saja baru lihat mobil itu saat ini yang tidak mungkinlah Aku mengenali mobil itu apalagi pemiliknya dan juga rumah ini belum ada yang tahu soalnya aku kan baru beberapa bulan lamanya, Ya sudah ayo kita pergi cek saja Soalnya mama Venna ada di dalam takutnya orang yang ada di dalam mobil itu merupakan orang-orang yang melakukan hal yang tidak-tidak atau suruhan keluarga Nugraha!"ketika melihat sesuatu yang asing pikiran Kamila hanya tertuju kepada keluarga Nugraha sebab di dunia ini orang yang selalu melakukan sesuatu tanpa memikirkan rasa malu dan juga nekat adalah keluarga itu.
"Ya Tuhan betul ya Ayo sekarang kita masuk terus memastikan tetapi ingat kamu harus tetap berada di belakangku supaya Kalau ada apa-apa aku yang bakalan menghadapi mereka lebih dahulu, nanti jangan lupa juga menghubungi polisi kalau sampai benar-benar orang yang di dalam itu merupakan penjahat Soalnya kita tidak boleh ambil resiko dengan merugikan diri sendiri. "ujar Angga yang berusaha memberikan perintah secara langsung kepada Kamila agar wanita itu paham dan tidak nekat karena nantinya kenikahan itu bisa mungkin mengakibatkan kerugian untuk mereka berdua.
__ADS_1
Keduanya pun secara perlahan berjalan ke arah samping karena kalau keduanya lewat pintu depan takutnya pelaku yang ada di dalam rumah bakalan melihat mereka, dan hal itu juga bisa meminimalisir mereka tidak ketahuan supaya bisa mendengar dengan jelas apa saja yang dibicarakan orang yang ada di dalam rumah itu.
"Pokoknya mama harus ikut aku pulang saat ini juga dan jangan lupa untuk bujuk kamilah agar mau menikah denganku lagi, terserah mama mau melakukan dengan cara apapun aku tidak peduli Yang penting intinya harus sampai dia mau kembali denganku!"tegas seorang pria yang benar-benar tidak dilupakan oleh kamilah gestur tubuhnya dan juga suaranya.
"Tapi Bukankah yang meninggalkan dia itu kamu yang lebih memilih bersama dengan wanita yang tidak tahu diri itu sampai-sampai mencampakan Kamila di hari pernikahan kalian, jadi apa masuk akal Kalau kamu menyuruh Mama untuk membujuk kami lah agar mau kembali dengan kamu padahal jelas-jelas kesalahan itu asalnya dari kamu bukan dari orang lain?"tanya wanita paruh baya itu geram sebab menurutnya anaknya itu lebih mementingkan egonya daripada mementingkan perasaan orang lain.
"Ya itu terserah Mama mau membujuknya seperti apa tetapi jangan membahas soal apa yang terjadi di masa lalu karena aku sudah benar-benar menyesalinya, bisa tidak jadi seseorang itu berguna Jangan hanya merepotkan orang lain dan membuat anak sendiri jadi rasa-rasanya seperti tidak dianggap kehadirannya di dunia ini!"sinis pria itu sambil memasang Tatapan yang tidak suka terhadap wanita yang ada di hadapannya kini sebab menurutnya Percuma saja jadi orang tua jika tidak bisa diandalkan untuk menolong anak sendiri.
"Terserah kamu mau bilang apa Kalau memang dia tidak memilih kamu itu artinya dia sudah melakukan sesuatu keputusan yang sangat tepat di dalam hidupnya, Sebab saya juga sangat setuju kalau kalian berdua tidak jadi menikah karena kamu itu merupakan seorang pria yang sangat tidak berkomitmen dalam menjalin hubungan hanya karena menginginkan harta saja. "tegas wanita itu membuat pria itu meradang sebab menurutnya dirinya sudah capek-capek datang ke sini rela meninggalkan pekerjaan dan juga mengeluarkan uang banyak tetapi malah begini hasilnya.
"jika tidak ingin aku melakukan hal yang tidak-tidak lebih baik ikuti saja apa yang Aku perintahkan, lagian ini alasan Mama saja kan untuk memaksa mengikuti wanita itu supaya bisa memberikan sinyal kepadaku kalau sebenarnya keberadaan kalian itu ada di mana? "tanya pria itu sambil tersenyum mengejek.
"Oh jelas Saya tahu semuanya Bukankah yang Mama inginkan yaitu saya tetap berada di dekat wanita itu makanya rela untuk melakukan itu semua dengan cara mengikuti dia ke manapun pergi, supaya nanti saya bakalan menyusul dengan gampang jadi jangan banyak berkilah lagi sekarang lebih baik ikuti saja apa yang saya perintahkan barusan. "ujar Aryo.
Ya pria yang ada di dalam rumah Kamila saat ini dan yang tengah berbicara dengan wanita paruh baya yang ada di dalam rumah itu pun adalah Aryo, dan wanita yang sedang ia bujuk dan ia ancam itu merupakan mamanya sendiri yaitu Vena wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini.
"lebih baik kamu pergi dari harapan saya saat ini karena saya tidak Sudi Melihat wajah anak yang tidak tahu diri dan juga tidak tahu diajar seperti kamu, menyesal dulu pernah melahirkan kamu ke dunia Kenapa tidak langsung saya buang kamu ataupun tidak menyuruh Ayah kamu yang tidak berguna itu membawa kamu supaya kamu tahu bagaimana kerasnya ajarannya itu? "ujar Vena yang benar-benar sudah tersulit emosinya sebab putarannya itu tidak pernah bisa untuk ya nasehati karena mungkin merasa bahwa Vena itu numpang hidup padanya Jadi segala sesuatu yang ia katakan merupakan mutlak yang harus diikuti oleh siapapun.
"Saya tidak peduli karena yang saya inginkan sekarang yaitu kembali dengan Kamila apapun kondisinya dan apapun keadaannya, dan yang saya inginkan yaitu Mama harus membujuk dia sampai mau untuk ikut kembali denganku ke ibukota karena dengan begitu Aku merasa bahwa Mama merupakan wanita yang beruntung! "perintah Aryo membuat Angga yang dari tadi bersembunyi merasa tidak terima.
Bugh
__ADS_1
Tanpa banyak berbicara Anda langsung melayangkan satu pukulan ke arah pelipisnya Aryo agar pria itu diam dan berhenti berharap yang tidak tidak, apalagi ketika mengingat dengan mudahnya pria itu berencana membawa pergi Kamila dari kehidupannya.
"kurang ajar, kamu berani-beraninya menghajar saya di dalam rumah calon istrinya saya? Wah ternyata kamu itu orangnya tidak punya malu dan juga tidak sadar diri ya kalau Sebenarnya kamu itu merupakan tamu tidak di undang di sini, sampai-sampai kamu yang malah kurang ajar dengan tuan rumah dasar pria yang tidak tahu diri hanya hobinya mengejar-ngejar calon istri orang lain!"ujar Aryo sambil menunjuk ke arah Angga yang tengah berdiri menatap tajam ke arahnya sebab pria itu sedang terbakar emosinya akibat mendengar kata-kata yang penuh percaya diri milik Aryo barusan.
"siapa yang kamu bilang mencari calon istri kamu? percaya diri sih boleh tapi jangan terlalu ketinggian sebab nantinya kalau jatuh ke bawah rasanya bakalan sakit dan menyiksa diri sendiri, di sini yang mau menikah dengan kamu itu siapa karena Kamila bahkan menatap ke arah kamu saja dia tidak sulit melakukan hal itu. "Sindir Angga yang benar-benar tidak percaya kalau sebenarnya di muka bumi ini ada orang lain yang hidupnya bergantungan kepada yang namanya narsis dan juga rasa percaya diri.
"apa kamu lupa kalau kami berdua pernah berencana menikah dan itu atas kemauan dia dan juga aku dan otomatis Kamu itu orang luar kalau memang hari itu kami jadi menikah, namun aku datang ke sini untuk memperbaiki kebodohan yang pernah aku lakukan dan aku yakin pasti masih ada sisa Cinta untuk aku karena mengingat hubungan yang pernah kami jalani sebelumnya?"jelas Aryo yang penuh percaya diri membuat Angga mengepalkan tangannya menahan emosi sebab memang dulu kalau sampai Kamila dan Aryo jadi menikah otomatis dirinya akan menjadi orang luar saat ini.
Plak
"Kamu pikir aku ini barang mainan kamu yang ketika kamu inginkan kamu ambil kembali dan setelah kamu bosan kamu buang dengan tanpa permisi dan tanpa perasaan? Terus kamu pikir aku merupakan wanita bodoh yang selamanya gampang kamu bodohi hanya karena mungkin kamu berpikir bahwa cintaku itu sangat berat untuk kamu, maaf dulu mungkin aku bodoh tetapi sekarang setelah kamu pergi mataku pun terbuka dan bisa melihat dengan jelas Siapa yang pantas untuk aku pertahankan!"ujar Kamila tegas bahkan wanita itu sampai menampar pipi Aryo sehingga membuat wajah pria itu pun berpaling.
Aryo mengepalkan tangannya menahan emosi sebab dirinya tidak terima ketika kami telah menampar wajahnya itu di hadapan orang lain karena itu sama saja sudah menjatuhkan harga dirinya, namun dirinya tidak bisa langsung bereaksi secara berlebihan karena takutnya yang ada Kamila bakalan tanpa membencinya dan itu semua tidak akan pernah ia inginkan.
"Maafkan aku sayang tetapi aku janji tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama lagi nantinya kalau kamu sampai memberikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahanku, Tolong jangan kamu mendengar hasutan pria ini karena dia sepertinya hanya iri kepadaku karena berhasil membuat kami jatuh cinta sedangkan dia bukan siapa-siapa di antara kita!"ujar Aryo memelas bahkan kini pria itu berusaha meraih tangan Kamila untuk dipegangnya tetapi kamilah dengan segera menepisnya karena dirinya sangat tidak menyukai kehadiran Aryo.
"Singkirkan tangan kotormu itu dari tubuhku sebelum calon suamiku ini yang bakalan membuat tangan kamu itu bakalan tidak bisa digunakan lagi, aku sudah mendapatkan pria yang tepat yang bakalan menemaniku nantinya jadi jangan percaya diri kalau aku bakalan ikut denganmu untuk kembali!"ujar Kamila sambil menautkan jarinya di antara jarinya tangannya Angga membuat pria itu terkesiap antara ingin sekali terlunjak kegirangan tetapi karena suasana yang tidak mendukung.
Aryo gelap mata ketika melihat dan juga mendengar penolakan yang diberikan oleh Kamila kepadanya, maka dari itu dirinya memberikan kode kepada orang-orang yang masih berada di dalam mobil untuk segera keluar.
Tanpa banyak bicara mereka keluar langsung memegang kedua tangan Angga sehingga membuat Aryo dengan leluasa bisa melumpuhkan pria itu, Angga yang tidak tahu apa-apa dan juga belum siap Hanya bisa pasrah ketika dirinya menjadi bulan-bulanan pukulan membabi buta dari Aryo itu Sedangkan Kamila dari tadi berusaha untuk menghalangi Aryo tetapi pria itu malah mendorong keras tubuhnya sehingga membuat Kamila terjungkal jatuh ke bawah lantai.
__ADS_1