KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Terlalu


__ADS_3

ketiganya sudah dalam perjalanan pulang ke rumah dengan berbagai macam pikiran yang berkecamuk dalam benak, ketika kedua orang tuanya sedang kebingungan Ardila terlihat begitu santai seolah memang tidak ada beban pikiran yang harus ia pikirkan .


Cynthia yang tidak tahan untuk harus berdiam diri dan menunggu seperti begini, memilih untuk berbicara secara langsung kepada suaminya itu agar bisa mencari jalan keluar bersama-sama.


" papa, kita harus bagaimana untuk bisa membayar biaya pernikahan yang satu miliar itu? tahu sendiri kan keuangan perusahaan sedang hancurnya karena harus membayar biaya liburan Mama sama Ardila tempo hari, tapi kalau kita tidak membayarnya sekarang nanti kita bakalan dibilang apa sama semua orang?" tanya Chintya yang terlihat begitu frustasi membuat Bima yang sedang menyetir hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" Papa juga bingung harus seperti bagaimana untuk menutupi biaya itu, itu saja baru uang mukanya belum total secara keseluruhan. tidak mungkin juga akan kita ajukan pinjaman di Bank sedangkan waktunya sudah mepet, besok sudah acaranya setelah sesuatu juga sudah dipersiapkan dan mereka hanya membutuhkan pembayaran saja! "jelas Bima yang juga terlihat begitu frustasi.


Ardila yang mendengar apa yang menjadi pembicaraan kedua orang tuanya mendadak langsung emosi, karena dalam pikiran wanita itu pasti kedua orang tuanya bakal berubah pikiran dan mau melaksanakan pernikahannya dengan begitu sederhana.


" jangan bilang kalian berubah pikiran dan ingin agar pernikahanku biasa saja tidak ada yang spesial, pokoknya aku tidak mau hal itu terjadi dan yang aku inginkan yaitu pernikahan yang begitu megah serta meriah dan mewah agar semua teman-temanku tahu bahwa aku merupakan anak dari orang kaya? " tanya Ardila memastikan.

__ADS_1


jika orang tua lain bakalan marah kepada anaknya yang tidak mengerti keadaan orang tuanya berbeda dengan Cynthia dan Bima, keduanya merasa bersalah kepada putrinya sebab tidak bisa melakukan yang terbaik untuknya dan menyebabkan Putri mereka itu menjadi malu.


" pokoknya pernikahan kamu bakalan berjalan sesuai dengan keinginan kamu dan papa pastikan itu, kamu tenang saja Jangan berpikiran yang tidak beda Soalnya besok kan hari penting untuk kamu kan? " bujuk Bima agar putrinya itu tidak marah-marah.


" Iya benar apa yang dikatakan oleh Papa kamu itu Kalau kami bakalan berusaha semampu kami untuk membuat pernikahan kamu itu sangat meriah dan juga mewah, kamu jangan pernah merasa bahwa apa yang kamu inginkan tidak bakal kamu dapatkan karena kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" Cynthia menimpali apa yang dikatakan oleh suaminya itu membuat Ardila sedikit tenang.


" Ya sudah kalau begitu yang penting kalian tidak boleh berbohong kepadaku, karena kalau sampai hal itu terjadi Aku tidak akan pernah mengakui kalian itu sebagai orang tuaku lagi! "Ancam Ardila dengan tatapan matanya yang begitu sinis sekolah tidak ada rasa hormatnya sama sekali kepada orang tuanya.


Ardila akhirnya mempunyai ide yang entah bakal membuat siapa yang kesulitan dalam hal ini tetapi yang penting dirinya tidak akan memikirkan hal yang repot, karena keinginannya hanya satu yaitu menikah secara mewah tetapi tidak mengeluarkan uang sepeser pun.


" Papa sama Mama kan tadi Kamila tidak jadi menikah hingga otomatis seluruh biaya sewa persiapan pernikahannya itu tidak akan dipakai, soalnya Katanya kan dia mau resepsi yang berbeda dari pernikahan maka dari itu uangnya Kenapa tidak diambil saja untuk biaya pernikahanku? " tanya Ardila dengan wajah sumringah membuat Cynthia yang tadi sedang stress langsung mendadak terlihat begitu semangat.

__ADS_1


" Astaga kenapa Mama sampai bisa melupakan hal sepenting itu, Kamila kan gagal nikah Jadi otomatis resepsi pernikahannya kan tidak akan ada jadi lebih baik uangnya kita pakai saja daripada disimpan sama dia kan sayang!" Ujar Cynthia yang begitu antusias sama seperti Ardila.


tentu semua ide itu tidak bakal ditolak oleh Bima Nugraha yang benar-benar merasa hanya itu jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi kini, daripada dirinya harus memikirkan mencari pinjaman sana-sini Bukankah Kamila memiliki uang yang banyak dari bisnis yang selama ini ia tekuni.


" Ya sudah kalau begitu kita kembali saja ke gedung pernikahan Kamila dan juga Aryo, Papa yakin dia masih di sana dan menunggu kepulangan kita!" jelas Bima dengan penuh rasa percaya diri tetapi tidak ada rasa bersalahnya sedikitpun kepada putri mereka yang satunya itu.


Sesampainya di sana terlihat Kamila masih menggunakan kebaya pengantinnya dengan ditemani oleh Angga, pria itu sedikit pun tidak berpindah tempat ataupun meninggalkan Kamila yang masih bersedih dan juga sendirian.


" syukurlah kamu masih ada di sini, sehingga membuat kami tidak kesulitan mencari kamu. soalnya Ada hal penting yang harus kami bicarakan dan itu merupakan sesuatu yang harus dilakukan saat ini juga, dan kamu bisa tidak pergi dari sini soalnya ini adalah pembahasan keluarga dan orang lain dilarang ikut campur! " Ardila menatap sinis sekarang Angga yang juga menatap nya seperti itu.


" kalian kalau mau membahas keluarga silakan saja Lagian aku tidak pada niat untuk mengganggu hanya semata disini untuk menemani Kamila dari orang jahat, aku tidak punya pikiran untuk ikut campur karena menurutku urusan tentang kalian itu tidak ada yang penting satupun!" Sindir Angga membuat Ardila mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2