KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Tragedi


__ADS_3

Mella sebenarnya ingin sekali tertawa ketika melihat wajah cemberut milik putranya barusan sebab menurutnya Respon yang diberikan Angga ketika Heru berbicara dengan Arlan tadi terlihat sangat lucu, karena sebenarnya Angga sepertinya ingin sekali protes tetapi karena ini semua menyangkut Kamila maka terlihat pria itu memilih untuk diam.


"sudah kamu lebih baik diam saja jangan banyak protes Bukannya ini untuk kebaikan kamu juga dan juga kamu lah Agar kalian berdua bisa segera bertemu, karena jika terjadi seperti begini ya Otomatis kita harus memerlukan banyak orang karena semakin banyak orang justru semakin bagus kemungkinan untuk bertemu dengan Kamila nantinya!"ujar Mella sambil menggoda putranya itu.


"kalau misalnya mama melihat papa lebih meminta tolong kepada orang lain dibandingkan Mama sendiri Memangnya Mama mau terima hal itu terjadi, dan juga nanti hal itu terjadi mereka semakin dekat dan semakin nyaman Memangnya Mama mau tanggung resiko juga kalau akhirnya papa bakalan menduakan Mama begitu ? "tanya Angga sambil mengerutkan keningnya karena yakin pasti respon Mamanya bakalan sangat luar biasa.


"kamu ini kita nasehatin biar baik kok malah memberikan contoh tentang orang tua sendiri yang buruk-buruk lagi, Memangnya kamu mau kami berdua ini cerai dan akhirnya kamu bakalan punya mama tiri ataupun Papa tiri begitu?"tanya Mella membuat Angga sebenarnya ingin sekali berniat menggoda Mamanya itu karena Siapa suruh merespon Arlan dengan begitu baik.


"aku sih tidak masalah mau punya Papa tiri kek atau mama tiri sekalipun yang penting intinya transferan tiap bulan tidak pernah macet dan biaya hidupku juga tidak pernah dikurangin, karena aku yakin pasti yang bukan bermasalah di sini itu aku karena pasti yang merasakan itu semua itu Papa sama Mama yang kelihatannya bucin takutnya minta ampun! "Angga terlihat santai saja mengatakan semua itu karena memang selama ini kedua orang tuanya itu di mana saja kapan saja selalu saja menempel layaknya perangko dan juga Amplop yang tidak bisa lepas..


"Pak sopir kalau mau ketawa silakan saja tetapi tolong sambil fokus di jalanan soalnya aku belum menikah dan juga belum punya keturunan ini saja calon istriku sedang OTW untuk menyelamatkannya, jadi tolong ya mendengarkan celotehan kami di belakang boleh tapi jangan sampai gagal fokus soalnya aku belum puas menikmati dunia ini!"ujar Angga yang melihat sekali-sekali sopir tersebut mencuri pandang ke arah mereka di belakang melalui kaca spion.


"Maafkan saya soalnya sepertinya asik sekali loh kalau keluarga seperti begini tidak ada kecangkungan di dalamnya dan terasa begitu hangat, saya juga ingin memimpikan keluarga begini tetapi sampai sekarang jodoh saya tidak datang-datang juga sampai-sampai sudah bosan menunggu! "nah tuh kan sopir tersebut jadi ajak curhat akibat dari tanggapan Angga tadi terhadap dirinya.


"Saya doakan semoga cepat nikah ya pak soalnya kasihan loh kalau bapak terlambat nikahnya nanti anak Bapak belum gede bapaknya sudah koit, itu kan sayang namanya tidak bisa mencicipi hasil keringat anak sendiri keburu sudah dipanggil Tuhan dan akhirnya orang lain yang bakalan menikmati hal itu. "jelas Angga.


Jika semua orang merasa bahwa ekspresi keluarga itu terlihat tidak begitu cemas dan juga khawatir berlebihan seperti biasanya yang terjadi ketika anggota keluarga yang lain diculik ataupun mengalami musibah, karena memang mereka ingin agar lebih santai supaya nanti saat bertemu dengan Kamila dan juga penculiknya mereka bisa memikirkan cara yang terbaik untuk diambil agar orang yang melakukan kejahatan tersebut bakal jera dengan sikapnya itu.


"Nah karena terlalu keasyikan ngobrol tanpa sadar sebenarnya kita sudah sampai di kantor polisi yang terdekat dengan tempat yang tadi diberitahukan dari awal, apa sebaiknya telepon dulu temannya supaya kita memastikan mereka sebenarnya ada di mana saat ini supaya kita tidak perlu membuang-buang waktu melakukan hal yang tidak perlu? "jelas sopir tersebut membuat Angga segera mengambil ponselnya.


"ya Angga gimana kamu sudah sampai di mana saat ini? Aku sekarang sudah ada di kantor polisi yang di jalan @@@dan sedang melaporkan Penculikan yang baru saja terjadi, dan sepertinya mobil penculik tersebut juga tidak jauh dari sini sepertinya mereka masih melakukan hal negatif dengan menunggu saat aku pergi meninggalkan kantor polisi! "jelas Kamila sebelum Angga bertanya karena dirinya yakin pria itu meneleponnya ya pasti untuk menanyakan keberadaannya.

__ADS_1


"Ya sudah Kebetulan aku juga sudah ada di depan sini dan mobil yang kamu katakan pun sudah aku lihat sepertinya memang dia ingin menunggu kamu dan lelaki bejat itu yang sendiri membawa mobil tersebut, kamu tenang saja aku bakalan melakukan apapun dengan menyelamatkan kamu sebisa yang aku lakukan dan juga Tadi Papa sudah sempat menghubungi polisi untuk menangkap penculik itu supaya dia tidak mengulangi kejahatan yang sama! "Heru menghadap heran ke arah putranya karena sama sekali tidak ada niatan menyebut nama Arlan yang sudah bersusah payah membantunya sampai sejauh ini.


"Syukurlah kalau seperti begitu kejadiannya saat ini karena Akhirnya aku bisa bernafas dengan lega tidak harus seperti tadi rasa-rasanya nafasku itu mau putus, Kamu juga hati-hati ya ke sini takutnya jangan sampai dia bawa senjata api atau senjata tajam gitu Nanti dia bakalan menyakiti kamu kan aku tidak tega!"Kamila terdengar begitu perhatian untuk Angga membuat pria itu rasa-rasanya ingin loncat dari lantai 24 hanya untuk mengekspresikan rasa bahagianya.


"Terima kasih atas perhatiannya tetapi aku adalah seorang pria bisa menjaga diri, kamu tunggu situ aku bakalan menyusul dan membawa pulang kamu dan hari ini juga kita bakalan meninggalkan tempat ini soalnya di sini sudah tidak aman!"Angga tetap pada pendiriannya yaitu bakalan membawa pulang kamilah terserah wanita itu mau menerima sarannya atau tidak tetapi intinya keputusan Angga sudah final tidak ada yang namanya pengulangan lagi..


"nanti kita bahasnya setelah pulang dari kantor polisi tidak enakan didengar oleh semua orang dan juga nanti yang ada bakalan masuk laporan lagi, yang penting intinya sekarang Ayo coba kamu masuk soalnya aku pengen lihat wajah kamu kayak tadi kan aku lihat kalau kamu itu dipukul kan sama dia? "tanya Kamila penasaran sebab memang tadi dirinya melihat dengan jelas Bagaimana Aryo mau melancarkan pukulan bertubi-tubi di wajah Angga.


"eh Sudahlah jangan kamu sebut ulang-ulang lagi soal itu karena memang 4 orang lawan satu ya tidak bisa satu orang yang menang kecuali aku adalah petarung handal dan punya persiapan dulu, tetapi yang tiba-tiba seperti itu mana bisa mau melawan yang ada nanti bakalan antar nyawa karena sudah berani-beraninya mengejek mereka!"jelas Angga yang ingin membersihkan nama baiknya sebab biar bagaimanapun dirinya harus meninggalkan kesan yang maskulin dihadapan kamilah agar wanita itu tidak merasa ilfil kepadanya.


kini mereka semua sudah berada di kantor polisi dengan Angga yang tidak melepaskan tautan tangannya dengan Kamila dari tadi sebab dirinya merasa begitu bahagia karena wanitanya itu dalam keadaan baik-baik saja, meskipun berbanding terbalik dengan keadaannya sendiri yaitu memar di mana-mana dengan kepala harus diperban sampai sedemikian rupa karena memang wajahnya dan tubuhnya yang memar hancur remuk redam.


"sakitku ini biasa saja jangan kamu tanggapi sampai segitunya yang penting intinya aku lega karena kamu baik-baik saja, nanti baru setelah pulang dari sini kamu yang bakalan mengobati semua lukaku ini jadi sekarang jangan banyak bicara Lebih baik diam saja! "ujar Angga.


"sepertinya ada yang malu tuh karena terlihat tidak berdaya di depan Pujaan hatinya sendiri, kalau jadi Mama sih lebih baik ceburin diri ke tengah laut saja supaya bisa belajar berenang sama ikan hiu yang berkeliaran!"Sindir Mela.


Tap tap tap


Terdengar langkah kaki yang begitu banyak sedang menuju ke arah mereka membuat mereka pun menoleh ke arah sumber suara dan melihat Arlan yang menarik nafasnya satu-satu akibat merasa cemas yang berlebihan, ketika sampai di sana dirinya melihat Kamila dalam keadaan baik-baik saja tetapi yang membuat dirinya sedikit merasa teriris bagian dadanya yaitu kedekatan antara Kamila dan juga Angga yang Bahkan tidak melepaskan tautan tangan mereka.


"kamu baik-baik saja kan? penculik itu tidak menyakiti kamu di bagian yang lain yang tidak kelihatan, Kalau iya katakan saja biar aku yang bakalan pergi mencarinya dan setelah itu menjepit batangnya lehernya!"tanya Arlan yang hanya menatap ke arah wajah Kamila sebab kalau dirinya tertunduk sedikit saja atau terlihat jelas Bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh Angga kepadanya seolah ingin menyiratkan bahwa Kamila itu merupakan miliknya.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja dan juga tidak kenapa-napa jadi jangan banyak berkomentar ataupun merasa cemas yang terlihat sangat berlebihan, kalau dia kenapa-napa tidak mungkin aku bakalan duduk diam di sini dan membiarkan dia kesakitan karena aku pasti bakalan membawanya ke rumah sakit untuk diobati! "Bukannya Kamila yang menjawab tetapi pria posesif itu yang memotong sebelum Kamila membuka mulut ataupun merespon perkataan Arlan.


"aku itu bertanya kepada kami lah bukan kepada kamu jadi tidak usah kamu yang Cari perhatian atau melakukan hal yang berlebihan seperti itu karena Kamila juga masih bisa berbicara kan, kalau kamu seperti begitu terus terkesan Ya seperti kamu yang tahu semua di dalam tubuhnya jangan sampai dia mau berbicara kalau sebenarnya dia merasa tidak nyaman tetapi kamu sudah berbicara lebih dulu ya jelas-jelas dia bakalan memilih untuk diam ! "Arlan benar-benar dibuat emosi Terserah mau sekarang posisi mereka ada di mana yang penting intinya Angga itu harus diingatkan karena kalau tidak bakalan nyeleneh terus dan membuat dirinya emosi.


"apa yang dikatakan oleh Angga tadi benar kalau aku baik-baik saja, ini karena kebetulan ada Bapak penghulu yang baik hati yang mau menolongku! "Angga yang tadi terlihat begitu bahagia tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar ketika mendengar ada kata penghulu di dalam pembicaraan Kamila barusan.


"kamu kalian itu sudah dinikahkan dan kamu berhasil kabur setelah menikah dengan dia, Kenapa kamu tidak ngomong dari awal biar sekalian aku hajar pria itu agar tidak usah hidup lagi dan dengan begitu kamu kembali menjadi janda? "tanya Angga yang terdengar sudah sangat lemas guys sampai-sampai bingung harus berekspresi seperti apa.


"ishhh, kamu kalau ngomong tuh enak sekali loh memangnya siapa sih yang mau jadi janda? "omel Kamila tidak terima dengan salah paham yang dirasakan oleh Angga saat ini.


"loh jadi kalau kamu tidak mau jadi janda otomatis kamu masih ingin tetap menjadi istri dari pria itu, wah kamu ini kok jadi begini pikiran kamu sekarang ya Memangnya itu pria sih Apa sih yang melahirkannya sampai-sampai segila itu? "tanya Angga yang tanpa sadar sebenarnya wanita yang duduknya tidak jauh dari Kamila adalah orang yang sudah melahirkan Aryo ke dunia.


mendengar pertanyaan Angga barusan membuat Kamila menatap ke arah Vena sambil meringis tetapi bukan kesakitan melain bingung harus menjawab apa, sedangkan Vena lebih parah lagi dirinya sampai-sampai antara ingin tertawa dan juga marah-marah kenapa ketika memarahi Ario dirinya yang tidak tahu apa-apa harus dibawa-bawa.


"saya yang melahirkan dia ke dunia tetapi mungkin saya salah kasih minum susu sampai-sampai tingkahnya aneh seperti itu, makanya anak kalau masih kecil itu dikasih susu ASI bukan malah Kasih susu sapi yang ada otaknya kan bakalan ikut sapi! "ujar Vienna yang malah menyalahkan hal apa pula.


"Oh jadi kamu mamanya Aryo yang merupakan pria Kurang ajar yang sudah berani-beraninya menculik menantu saya, wah ini tidak bisa dibiarkan nih kalau kamu ikut terus Kamila di mana pun dia pergi pasti anak kamu juga bakalan bisa menemukan Kamila Soalnya kan kamu pasti menyimpan pengintai kan?"Kamila hanya menggelengkan kepala ketika urusannya sudah mulai merembes ke arah emak-emak karena pasti sebentar lagi bakalan nyaring terdengar di situ dan jangan menyesal kalau polisi bakalan mengusir mereka semua yang ada di situ.


"Saya memang mamanya Aryo dan kalau saya berbohong juga tidak ada gunanya sama sekali dan Harusnya kamu bersyukur saya sudah mengakui hal itu, Dan untuk dia yang menculik ke Kamila itu bukan saya yang memberikan perintah Soalnya kalau memang saya memberikan perintah untuk apa saya ikut dengannya kabur ke sini ? "jelas Vina tak terima ketika dirinya malah dituduh melakukan hal yang tidak pernah IA pikirkan selama ini.


"sudah kamu jangan bohong lebih baik Kamu mengaku saja kalau kamu itu sebenarnya disuruh anak kamu untuk menguntit ke manapun Kamila pergi, karena dari gelagat kamu dari tadi itu aku yakin kamu saat ini sudah merekam pembicaraan kami kan sampai-sampai anak kamu pun tidak pergi dari sini dia malah menunggu kamu di sudut jalan sana?"tanya Mela yang terlihat lebih jeli membuat Kamila menatap ke arah Vena Berharap ada kejujuran dari wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2