
Aryo yang mendengar jika Ardila sudah kecelakaan dan mungkin bisa dibilang kehidupannya bakalan tidak bertahan lama membuat pria itu tersenyum senang, karena menurutnya wanita benalu seperti Ardila itu memang pantas disingkirkan agar bumi ini lebih luas lagi karena sudah kekurangan salah satu penghuninya.
" kalau wanita itu sudah meninggal otomatis aku bakalan bisa kembali mendekati Kamila, karena aku yakin dia pasti masih menginginkan hubungan kami tetap berjalan soalnya kan belum ada kata pisah!" gumam Aryo yang terlihat begitu percaya diri.
berbeda keadaan dengan Ardilla kini yang tengah berjuang melawan maut sebab memang posisinya sedang terhimpit, bahkan bisa dibilang kedua kakinya pun sepertinya tidak akan bisa digunakan lagi karena benar-benar dalam keadaan terjepit.
Jika ditanya Bagaimana keadaannya kini otomatis jawabannya bahwa Wanita itu sudah tidak sadarkan diri dari tadi dengan darah yang tidak berhenti mengalir, membuat Siapa saja yang melihatnya pasti bakalan merasa iba tetapi tidak sedikit yang mencemooh dirinya sebab selama ini terlalu angkuh di hadapan semua orang.
beruntung ada kendaraan yang lewat meskipun itu jalanan sepi dan melihat kejadian itu lalu segera menghubungi kantor polisi setempat untuk segera mengevakuasi korban, dan saat itu terjadi para anak buah Aryo sudah menyingkir karena mereka tidak ingin menjadi saksi Atas kejadian tersebut.
Setelah semuanya selesai para polisi pun mengevakuasi korban yang sudah wajahnya tidak berbentuk lagi begitu juga dengan Ardila yang keadaannya begitu mengenaskan, beruntung Tuhan masih memberikannya nafas kehidupan sehingga dirinya tidak dinyatakan meninggal di tempat.
Bima dan Chintya yang dari tadi masih berdebat terus tiba-tiba dihentikan dengan suara telepon yang masuk, membuat keduanya saling tatap lalu Cynthia memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut.
" ya Halo ini dengan siapa ya?" tanya Cynthia memastikan.
" Apa benar ini dengan keluarganya saudari Ardila Natalia Nugraha?" tanya polisi itu memastikan juga karena biar bagaimanapun yang mereka butuhkan adalah keluarga dekat korban bukan hanya kenalan Semata.
__ADS_1
" Ya benar sekali ini dengan saya mamanya, Memangnya ada apa ya dengan anak saya sampai bisa anda menghubungi ke sini?" tanya Cynthia yang tanpa sadar jika pikiran buruknya sedang menguasai sebab tidak biasanya ada orang asing yang menghubungi ke rumah seperti begini.
" Kami ingin sampaikan bahwa saudari Ardila sedang dibawa ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan, kami minta anda segera menyusul ke sini ke rumah sakit xxx!" setelah mengatakan hal itu panggilan pun dimatikan secara sepihak membuat Cynthia antara percaya dan tidak tetapi belum bisa berkata-kata membuat Bima merasa heran dengan sikap istrinya itu setelah menerima telepon tadi.
" kamu kenapa seperti orang yang baru saja mendengarkan kabar yang tidak mengenakkan, Memangnya tadi itu siapa yang menelpon sampai-sampai kamu seperti begini?" meskipun marah kepada istrinya tetapi Bima tidak mungkin juga kan lepas tangan begitu saja karena Biar bagaimanapun Chyntia itu masih resmi merupakan istrinya di mata hukum dan agama.
" Ardila Mas, tadi itu mereka...
Bima merasa gemas dengan sikap istrinya yang menurutnya seperti terbata-bata dalam mengucapkan sesuatu Padahal selama ini tidak seperti begitu, keduanya mau bertengkar secara apapun dirinya mau membentak wanita itu bagaimanapun tidak pernah respon Chintya seperti orang yang kebingungan.
" tadi orang telepon terus katanya Ardila kecelakaan dan sekarang dibawa ke rumah sakit xxx, terus kita disuruh menyusul ke sana karena harus dimintai keterangan!" jelas Cynthia membuat Bima mengerutkan keningnya.
" kok bisa, barusan tadi dia dari sini kan baik-baik saja Mana ada orang kecelakaan secara mendadak seperti begini?" tanya Bima yang seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar karena biar bagaimanapun jika Ardila mengalami kecelakaan otomatis dirinya harus mengeluarkan uang lagi.
" Mas kamu Kok ngomongnya gitu sih Biar bagaimanapun kan Ardila itu anaknya kamu, kamu setidaknya pasang wajah khawatir dong jangan malah seperti orang yang takut rugi begitu?" tanya Cynthia yang tidak menyukai Sikap yang ditunjukkan oleh Bima tadi seolah-olah pria itu ingin lepas tangan dan tidak ingin direpotkan dengan urusan apapun.
" Ya kamu maunya aku harus merespon yang seperti bagaimana, ya itu merupakan urusan kamu kalau anak kamu itu kecelakaan bukan urusan denganku karena aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya!" ujar Bima yang terlihat begitu malas tahu tetapi Cynthia tidak terima dan langsung menarik tangan suaminya itu agar ikut dengannya pergi mengecek keberadaan Ardila Apakah benar atau tidak informasi yang mereka dapatkan barusan.
__ADS_1
meskipun Setengah Hati melakukannya tetapi Bima tetap mengikuti keinginan Cynthia karena jika tidak maka bisa dipastikan wanita itu bakalan mengomel dari pagi tembus pagi sampai membuat dirinya tidak bisa istirahat, Lagian kalau Ardila kenapa-napa itu juga bukan urusannya hanya saja ingin membuktikan kepada dunia bahwa Ia ada rasa khawatir walau hanya sedikit kepada wanita itu.
" Kok bisa sih Ardila tiba-tiba kecelakaan Padahal selama ini kan berada dalam mobil itu kan merupakan hobinya setiap hari, apa jangan-jangan ada yang sengaja melakukan semua ini?" tanya Cynthia pelan membuat Bima mendengus kesal karena istrinya itu seperti tidak paham dengan watak putrinya itu sehingga sampai-sampai orang memiliki rasa dendam yang begitu panjang kepadanya'
" Kalau menurutku Ini semua adalah Karma dari sikap yang terlalu sombong selama ini dan tidak pernah menghargai orang bagaimanapun status sosial mereka, ya sekarang kalau ada yang mau balas dendam ya sudah mau tidak mau terima saja siapa saja jadi orang terlalu nyolot dalam kehidupan!" Sindir Bima membuat Sintia menatap tak percaya ke arah suaminya itu karena Biar bagaimanapun Ardila menjadi anak yang pembangkang itu akibat dari campur tangan pria itu juga.
" Mas Kamu kenapa sih berubah seperti begini Emangnya Ardila itu anaknya siapa kalau sampai kamu tidak perhatian seperti itu dia itu lagi sakit tidak mungkin juga kan kita tambah memarahinya yang ada di tambah kepikiran dan aku tidak ingin kenapa-napa?" ujar Chintya kesal bahkan ingin rasanya dirinya menghajar suaminya itu menggunakan tas selempang yang sedang ia pegang tetapi masih diurungkannya karena Biar bagaimanapun Bima sekarang sedang menyetir dan otomatis keselamatan mereka berdua taruhannya.
" Pokoknya sampai sana kalau mereka mau minta donor darah atau apapun aku tidak akan pernah peduli karena aku itu lagi ingin hidup bebas dan juga tidak ingin mengorbankan uangku ataupun tenaga untuk siapapun, Sudah Cukup aku memberikan kalian kemewahan dari dia kecil sampai sekarang karena berikutnya lagi aku tidak akan pernah mau melakukan hal itu." jelas Bima yang terlihat tidak ada perasaan bersalah ataupun juga merasa khawatir dengan keadaan Ardila kini.
" kamu itu sebagai orang tua sangat tega terhadap anak sendiri yang selama ini sudah kamu besarkan dengan keringat kamu, apapun kesalahannya di masa lalu itu merupakan sesuatu yang sudah diatur dan Kita sebagai manusia tidak bisa untuk menentang hukum alam!" ujar Cynthia yang benar-benar Jengah dengan sikap suaminya itu yang terkesan dingin terhadap Ardila Padahal selama ini pria itu tidak pernah melakukan hal tersebut.
" hukum alam sedang bertindak kepada kalian hanya kaliannya saja yang tidak pernah menyadari hal itu seolah bahwa apa yang kalian lakukan itu benar dan orang lain lakukan itu salah, Apa kamu tidak sadar mulai dari kejadian pernikahan Ardila yang batal kemudian keluarga kita terpecah belah bahkan Mbak Retno yang biasa mendukung kita pun kini malah balik memusuhi kita. setelah itu lebih parahnya lagi kamu sadar tidak dengan kecelakaan yang dialami oleh Ardila sekarang sebab itu merupakan buah dari sikapnya yang selalu saja ingin menang sendiri, dan kamu lihat Kamila sekarang anak yang selalu kita pojokan bahkan kita hina hidupnya senang bahkan hutang kita kepada dirinya pun tidak bisa dianggap remeh itu merupakan angka yang sangat fantastis!" Jelas Bima.
Cynthia bukannya mengakui kesalahannya dirinya malah mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami, sebab menurutnya Bima itu sengaja memojokkan dirinya dan juga Ardila dan malah mendukung Kamila yang jelas-jelas bukan siapa-siapa di antara mereka.
" Mas kamu itu apa-apaan sih kalau mau menghina aku boleh aku terima tapi jangan pernah meninggikan anak kurang ajar itu, kamu lihat saja nanti setelah Ardila sembuh kami bakalan mencari dia dan membalaskan semua rasa malu yang sudah kami dapatkan ini!" Cynthia benar-benar memendam amarah yang begitu dalam di dalam hatinya entah sebenarnya ditujukan untuk siapa tetapi intinya hanya satu Kamila merupakan musuh wanita itu.
__ADS_1