KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Menikah


__ADS_3

"Kamu bisa diam tidak hah,atau kamu mau aku yang membuat kamu diam?" Tanya Aryo emosi karena memang merasa sangat emosi.


Kamila tidak mau kalah malah dirinya menatap tajam balik ke arah Aryo seolah menegaskan bahwa sebenarnya pria itu tidak punya hak untuk ikut campur urusan hidupnya, karena jika dirinya hanya diam-diam saja dan membiarkan Aryo melakukan apa yang pria itu mau maka bisa dipastikan itu bukan seorang Kamila yang sudah berubah dan juga sudah mulai bangkit menata hidup.


"Kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu yang hanya membuat aku mual mendengarkannya, dan juga Aku bukan wanita lemah yang bisa saja kamu injak-injak dan kamu permainkan Sesuka Hati! "ujar kamila membuat Aryo tersulit emosinya karena pria itu sangat tidak menyukai kamila yang sekarang yang sangat berubah dan tidak mendengarkan apapun yang ia Katakan Tidak seperti biasanya.


"Kamu mau pilih ganti pakaian kamu saat ini juga atau aku yang menggantikannya dan setelah itu kita bakalan menikah tanpa atau dengan persetujuan kamu karena Bukankah dulu kita mau menikah dan itu juga merupakan Keinginan kita berdua Jadi kalau sekarang mengulangi keinginan kita itu Sepertinya kamu tidak bakalan keberatan kan? "tanya Aryo dengan Tatapan yang bukannya memohon tetapi seperti menuntut.


"aku lebih baik mati daripada menikah dengan pria seperti kamu dan juga aku lebih baik menjadi perawan tua sekalian daripada harus menyerah kepada pria yang tidak punya hati nurani seperti kamu! Bukannya kamu itu sangat menyukai yang namanya Ardila Nugraha karena dia itu merupakan wanita yang cantik kemudian berasal dari keluarga yang jelas dan juga keluarga yang kaya, tidak seperti aku yang asal usul pun tidak jelas status pun tidak jelas kemudian berasal dari manapun orang tidak tahu apalagi aku sendiri maka dari itu sepertinya kamu lebih cocok menikah dengan dia? "tanya Kamila dengan Sambil tertawa sinis sebab menurutnya wajah kesal Ario itu merupakan sebuah hiburan tersendiri bagi dirinya untuk saat ini.

__ADS_1


"Oke kamu sudah mencoba untuk membuat kesabaranku habis sekarang kita menikah Terserah kamu mau berdandan seperti apa itu merupakan urusan kamu dan aku tidak peduli Yang penting intinya status kita harus berubah saat ini juga, Kalau kamu masih mau membantah jangan menyesal kalau aku bakalan melakukan hal yang lebih nekat daripada mencuri kamu saat ini karena kamu tahu kan apa yang sudah aku lakukan dengan pria yang selalu saja muncul di tengah-tengah kita itu?"Aryo mengingatkan Kamila tentang keadaan Angga yang dirinya yakin pasti tidak akan diselamatkan karena Kompleks tersebut dalam kondisi yang sepi dan juga rumah yang Kamila tinggali itu sudah tidak ada orang lagi di dalamnya jadi otomatis pertolongan yang diberikan kepada Angga bakalan terlambat dengan begitu kondisi pria itu tidak akan bisa pernah untuk ditolong.


"Maksud kamu apa mengatakan semua itu Bukankah kamu harus sadar kalau sebenarnya Om Heru itu merupakan pria yang tidak bisa dikalahkan, Sebab aku yakin dia tidak bakalan melepaskan orang yang sudah berani menyakiti putranya Sampai sebegitunya dan aku yakin saat itu terjadi kamu bakalan mau minta ampun seperti seorang pengemis! "Kamila tidak peduli kalau memang dirinya harus menikah dengan Aryo yang tidak masalah karena nanti tinggal bakalan menggugat cerai pria itu bukannya hukum di negara ini selalu bertindak bagi wanita-wanita yang teraniaya.


sedangkan penghulu yang berada di luar merasa heran karena ada berita di dirinya datang rumah tersebut tidak seperti bakalan terjadi semua pernikahan di dalamnya karena yang ada itu hanya orang-orang yang memakai pakaian hitam yang seperti sedang berjaga-jaga, padahal seharusnya pernikahan itu dihadiri oleh keluarga dan dihiasi sebagaimana rupa karena terjadi dalam sekali untuk seumur hidup tetapi yang ia lihat ini sangat berbanding terbalik.


Dan juga dirinya mendengar seperti ada suara orang ribut-ribut di dalam sebuah ruangan hanya saja tidak mungkin dirinya harus pergi dan mengintip apa yang terjadi, karena itu sama-sama saja membuat dirinya sebagai seseorang yang tidak patut untuk dihormati.


"Oh iya di sini bakalan ada pernikahan hanya karena pasangan tersebut melakukan perjalanan jauh jadi tidak sempat menyiapkan segala sesuatu kalau untuk keluarga nanti bisa bicarakan langsung dengan mempelainya, dan juga tugas bapak itu hanya menikahkan mereka tidak boleh bertanya panjang lebar karena Bapak tidak akan pernah mendapatkan jawabannya! "jawab Salah satu pria yang diyakini sebagai pemimpin dari komplotan itu.

__ADS_1


penghulu tersebut hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sepertinya orang-orang yang berwajah sangar itu tidak bisa diajak kompromi sedikitpun, sebab kalau mereka bisa diajak bicara pasti dirinya bakalan benar-benar tahu sebenarnya apa yang terjadi di dalam rumah situ sampai-sampai satu orang pun tidak nongol untuk berbicara dengan nya saat ini.


Ceklek


penghulu tersebut mengerutkan keningnya ketika mendengar sebuah pintu yang terbuka dan menampilkan dua orang manusia yang berbeda jenis kelamin sedang memegang tangan berjalan ke arahnya, yang ia yakini jika mereka berdua adalah orang yang bakalan Ia nikahkan sekarang juga tapi dandanan mereka sangat berbeda tidak seperti kelihatan orang pada umumnya akan menikah yaitu bakalan seheboh mungkin dalam berdandan dan melakukan hal yang mereka yakini bakalan dikenang seumur hidup mereka.


"Maaf Pak kami baru keluar sekarang Soalnya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan, kalau begitu Bisakah kita mulai nikah sekarang?"tanya Aryo antusias tetapi penghulu tersebut masih menatap ke arah sekitar Berharap ada wali dari pasangan mempelai wanita yang muncul.


"saya tidak bisa menikahkan orang tanpa wali, dan sebelum Wali itu datang maka pernikahan ini tidak akan pernah terjadi! "tolak penghulu tersebut membuat Aryo mengepalkan tangan menahan emosinya.

__ADS_1


"orang tua dari calon istri saya sudah meninggal waktu dia baru berusia beberapa tahun dan saya menemukan dia di Panti Asuhan lalu kami berencana menikah, dan kebetulan pemilik Panti Asuhan dirinya tinggal itu berbeda keyakinan dengannya maka dari itu biarkan anak buah saya yang bakalan mewakilkan untuk menjadi walinya!"jelas Aryo membuat penghulu itu menatap ke arah Kamila memastikan perkataan dari pria yang merupakan calon suami dari wanita itu.


__ADS_2