KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Haruskah??


__ADS_3

Kamila yang mendengar apa yang dikatakan oleh Angga barusan membuat wanita itu menatap kesal ke arahnya, sebab Angga itu entah kenapa seperti mempunyai dendam pribadi kepada keluarganya.


namun yang membuat dirinya kebingungan bukan hanya kepada keluarganya saja Angga membenci dan menatap mereka dengan tatapan sinis tetapi dengan Aryo pun sama, seperti ada hal yang sangat tidak disukai oleh pria itu dan yang mengganggu pikirannya Tetapi entah apapun itu Kamila saja sudah tidak tahu menahu harus berbicara apa.


" kamu itu bisa diam tidak sih dari tadi kok hanya ngomong melulu, mereka itu perlunya sama aku bukan sama kamu jadi tolong dong jaga bahasa kamu?" tanya Kamila tetapi Angga memilih untuk tidak peduli sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.


" aku kan hanya lagi berusaha membuat orang-orang yang ingin melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu sadar diri, kalau Sebenarnya kamu itu tidak sendirian di dunia ini melainkan ada orang lain yang bakal menjaga kamu dari gangguan apapun!" ujar Angga membuat Ardila menatap Ketus ke arahnya sebab sepertinya akan susah melakukan keinginannya jika harus ada pria itu selalu di samping Kamila.


" Kamu itu kenapa sih seperti benalu di hidupnya orang lain, padahal Kamila saja tidak nyaman kalau berdekatan sama kamu tetapi kamunya saja yang sudah tidak punya rasa malu sama sekali?" tanya Ardila dengan tatapan mengejek tetapi Angga mah bodo amat jika memang menyangkut Kamila orang mau memakinya ataupun mengatakannya seperti apapun ia tak peduli.


" udah jangan lagi banyak komentar ataupun membahas hal yang tidak penting, kita ke sini itu karena memerlukan sesuatu bukan untuk berdebat dengan anak kecil!" kali ini Bima yang angkat bicara sebab jika tidak bakal habis kesabarannya jika terus melihat Angga yang sudah seperti lambe Turah sukanya nyinyir saja..


Kamila tersenyum senang karena akhirnya kedua orang tuanya kembali sebab pasti mereka mengingat dirinya yang sedang patah hati dan juga sedang menanggung malu yang begitu sangat, pernikahan yang dijadwalkan terjadi hari itu sudah buyar bahkan para tamu undangan pulang dari tempat itu dengan membawa begitu banyak bahan pembicaraan.

__ADS_1


" Aku kira Papa sama Mama melupakan aku yang masih ada disini, Ternyata kalian kembali juga dan masih mengingatku." lirih Kamila yang seolah ingin menangis tetapi kata-kata dari Cynthia itu membuat dirinya langsung tertegun dan tak menyangka.


" Kami sebenarnya juga malas datang ke sini hanya karena kami ingin kamu melakukan sesuatu untuk Ardila makanya kami kembali, anak yang tidak pernah membawa keberuntungan dan juga kehormatan untuk orang tua untuk apa dipedulikan jika hanya membuat malu!" jelas Cynthia membuat air mata Kamila yang tadi sudah kering karena selalu digoda oleh Angga langsung keluar kembali tanpa ia minta.


" maksud Mama bicara seperti begitu apa? anak kalian itu bukan hanya Kak Ardila saja tetapi ada aku juga, biarpun selama ini aku tidak pernah membanggakan kalian tetapi aku sudah berusaha menjadi wanita yang mandiri?" tanya Kamila yang begitu merasakan sakit di dadanya bukan karena dipukul pakai palu godam melainkan hanya dengan kata-kata yang dilontarkan oleh wanita yang biasa ia panggil mama.


" harus berapa kali kami Jelaskan kepada kamu untuk Jangan pernah menyamakan posisi kamu dengan Ardila, anak benalu seperti kamu ya tetap akan seperti begitu untuk selamanya Jadi harus sadar diri dan sadar posisi jangan meminta lebih!" sahut Chintya yang begitu tajam bahkan bisa dibilang seperti tidak ada rasa belas kasihan sama sekali.


" kamu yang diam di sini dan tidak boleh berbicara sepatah kata pun karena kamu bukan siapa-siapa, ingat ya apa yang saya katakan tadi kalau kamu itu bukan siapa-siapa dan selama ini yang mengurus memberi makan serta merawat kamilah itu adalah Saya bukannya kamu!" tegas Chintya membuat Angga mengepalkan tangannya Jika saja wanita itu adalah pria yang sedang berbicara dengannya maka bisa dipastikan satu tonjokan maut sudah masuk tempat mengenai pelipisnya.


" kamu cepat transfer uang satu miliar masuk ke dalam rekening ini sekarang juga, kalau sampai kamu tidak melakukan hal itu jangan pernah pulang ke rumah Dan menganggap kami sebagai orang tuamu!" ujar Bima sambil menyerahkan nomor rekening pemilik wedding organizer yang bakal mengurus pernikahan Ardila besok kepada Kamila.


" tapi papa aku kan baru kena musibah jadi otomatis semua tabunganku....

__ADS_1


" kamu dengarkan apa yang dikatakan oleh Papa tadi, kalau sampai kamu tidak mau mentransfer uang ke rekening Itu otomatis kamu tidak bakalan dianggap anak lagi oleh mereka?" tanya Ardila yang sepertinya tidak ingin apa yang ia inginkan menjadi buyar akibat dari penolakan yang dilakukan oleh Kamila.


" kalian ini hidupnya seperti Toxic ya, suka sekali memerintah orang lain ketika memerlukan bantuan tetapi ketika giliran diminta bantuan sangat susahnya minta ampun?" tanya Angga yang benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan oleh Bima dan Cynthia serta Putri mereka itu.


" Angga, kamu bisa diam tidak? Aku ini lagi pusing tolong dong jangan kamu tambah beban Pikiranku lagi, kamu bisa tidak meninggalkanku sendirian saja di sini biarkan aku berpikir?" tanya Kamila yang benar-benar tidak menyukai jika Angga terlalu sibuk dengan urusan pribadinya.


Angga mendesah nafasnya kasar seperti begini yang paling ia tidak suka dari Kamila yaitu Selalu menolak bantuannya, padahal sebenarnya dirinya hanya ingin agar Kamila tidak memberikan apapun kepada orang tuanya yang selama ini tidak pernah melakukan hal yang berarti untuk Kamila.


" Ya sudah Papa Mama Kita pulang yuk daripada lama-lama di sini melihat The King of Drama serta queen-nya berdebat terus, padahal kan kita hanya sekali-sekali meminta bantuan Masa begitu saja susah sekali." ajak Ardila yang pura-pura kecewa kepada Kamilah yang terasa enggan memberikan uangnya.


Kamila yang melihat kedua orang tuanya hendak pergi dirinya buru-buru mencekal tangan sang mama, sebab Biar bagaimanapun dalam pikirannya uang gampang dicari tetapi keluarga itu sangat susah untuk dicari.


" mana Mah nomor rekeningnya aku yang bakalan kirim uangnya, Tapi tolong jangan membuangku sebagai anak kalian soalnya aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini?" mendengar apa yang dikatakan oleh Kamila itu Sumpah demi apa tetapi Angga rasa-rasanya ingin berteriak dan menyadarkan segala sesuatu yang dilakukan oleh wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2