
Aryo terlihat begitu semangat untuk mencari Kamila dan juga mamanya menurutnya segala sesuatu itu harus penuh perjuangan, tidak ada yang instan di dunia ini jika sesuai dengan keinginan karena semuanya butuh pengorbanan dan juga kerja keras.
jika dirinya Hanya berdiam seperti begitu dan menunggu mamanya bakalan pulang dan juga Kamila bakalan mohon Maafkan dirinya maka bisa dipastikan sampai kucing bertanduk pun tidak akan pernah terkabulkan, sebab masalah yang ia lakukan itu sangat rata dan juga jika tidak karena uang maka otomatis untuk apa dirinya memaksakan diri untuk mencari orang yang sudah pergi menjauh bukan hal itu bagus agar dirinya tidak punya tanggung jawab lagi.
"Mama juga kenapa sih pakai acara minggat segala Memangnya dia pikir aku di sini itu panti sosial apa bisa datang dan pergi sesuka hati, Awas aja kalau sudah ketemu Terus berbicara macam-macam bisa Aku pastikan dia bakalan akan tidak bisa berbicara sampai seumur hidup! "gumam Aryo yang benar-benar tidak menyukai sikap mamanya yang menurutnya seperti tidak menganggap kehadirannya di dunia ini padahal seharusnya wanita yang sudah melahirkan dirinya itu harus tetap berada di sisinya apapun keadaannya dan juga apapun kondisi yang pernah ia hadapi saat ini.
ketika putranya itu Merencanakan hal yang tidak-tidak ternyata sudah dirasakan dari jauh oleh Vena, sebab Biar bagaimanapun ikatan batin dari seorang ibu dan anak dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah terbantahkan meskipun jarak dan waktu yang memisahkan.
duduknya pun terlihat begitu gelisah sampai-sampai nafasnya pun Terasa seperti tercekat di tenggorokan karena menurut wanita itu ternyata keputusannya untuk pergi dari rumah sepertinya salah, hanya saja akal Sehatnya kembali berfungsi dengan benar merasa yakin jika sebenarnya keputusannya ini adalah sesuatu hal yang paling penting agar bisa membuat Aryo berubah seperti dahulu yaitu menjadi pria yang penuh kasih sayang .
Apapun yang terjadi kepada Vena itu ternyata diperhatikan oleh Kamila yang sedang menyiapkan sarapan untuk keduanya, Gadis itu sampai mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Vena bersikap seperti itu yaitu melamunkan sesuatu entah apa.
"Mama kenapa ya Kok dia sikapnya seperti begitu seperti ada yang sedang dia pikirkan, apa jangan-jangan dia kurang sehat sampai bertingkah aneh seperti itu?"gumam Kamila lalu menghentikan semua kegiatannya dan memilih untuk menyusul Vena yang sedang duduk santai di ruang tamu.
"Mama baik-baik saja kan? atau ada yang sedang Mama pikirkan mungkin aku bisa bantu, soalnya aku tidak tenang kalau mama Duduk diam seperti begini seperti Tengah sedang memikirkan suatu hal yang sangat mengganggu ? " tanya Kamila pelan karena juga tidak ingin membuat Vena kaget sebab Biar bagaimanapun pertanyaannya muncul secara tiba-tiba di saat orang melamun itu resikonya sangat besar yaitu mungkin serangan jantung secara tiba-tiba sangat terkejut.
Vena memaksakan senyuman di wajahnya Ternyata apa yang tadi ia lakukan semuanya diperhatikan dan disadari oleh Kamila, mungkin dirinya tidak memikirkan keberadaan Gadis itu sampai-sampai pikirannya pun kosong sehingga membuat orang lain menjadi cemas seperti ini.
"Mama baik-baik saja Kok tidak ada yang dipikirkan hanya saja mungkin sedang menikmati hari yang tenang tanpa gangguan, nanti kalau ada hal apa yang sangat penting yang sedang Mama pikirkan Mama janji bakalan kasih tahu ke kamu dan tidak ada yang menutupi sedikitpun."bohong Vena karena Biar bagaimanapun sudah menumpang dan diberi makan minum gratis itu merupakan sebuah hal yang sangat menyiksa batinnya apalagi sekarang harus ditambah dengan beban pikirannya lagi dirinya tidak ingin itu terjadi.
Kamila mengusap pelan bahwa wanita paruh baya itu sebab menurutnya sepertinya Vena sedang berbohong, hanya saja jika dirinya harus memaksakan kehendak untuk mengetahui kebohongan Apakah itu sama saja dengan tidak menghargai privasi wanita itu.
__ADS_1
"Ya sudah nanti kalau mama rasa kurang nyaman atau ada yang diinginkan nanti kasih tahu ke aku saja, Tolong jangan merasa malu ataupun merasa terbebani karena mungkin ya kurang enak hati karena aku tidak pernah berpikiran sampai ke arah situ ! "setelah mengatakan hal itu Kamila pun kembali berkutat dengan pekerjaan yang tadi baru saja ia lakukan.
"kamu sebentar ada rencana buat melamar pekerjaan? atau kamu mau membangun usaha biar nanti mama yang bantuin kamu agar lebih ringan, Soalnya mama juga tidak enak kalau hanya duduk seperti begini kamu tahu sendiri kan penyakitnya orang tua juga terlalu lama duduk?"tanya Vena penasaran.
mendengar pertanyaan Vena itu Kamila hanya bisa mendesah kasar soalnya sebenarnya rencana dirinya itu Ingin Melamar di salah satu perusahaan milik keluarga Angga di kota itu, hanya saja dari beberapa hari yang lalu bahkan Bisa dibilang sudah makan bulan pria itu tidak bisa dihubungi sama sekali seperti menghilang Ditelan Bumi atau mungkin sengaja menghindarinya.
Vena yang melihat Sikap yang ditunjukkan oleh Kamila itu merasa heran sebab biasanya Wanita itu sangat bersemangat jika menyangkut pekerjaan, Tetapi entah mengapa hari ini terlihat begitu berbeda seolah pembahasan mereka kali itu merupakan sesuatu hal yang membuat beban pikirannya kembali mencuat di permukaan.
"sebenarnya aku juga bingung mau ngomongnya dari mana Terus mau mengakhirinya juga sampai gimana, soalnya aku itu Rencananya mau melamar di perusahaan Angga yang ada di sini Tetapi dia itu sudah beberapa waktu lamanya tidak bisa aku hubungi sama sekali! Dirinya itu seperti menghilang Ditelan Bumi dan juga tidak terdeteksi sedikitpun, Padahal selama ini dia selalu berjanji bakalan selalu ada untukku disaat aku senang maupun susah di saat aku tertawa ataupun menangis! "Lirih Kamila yang terlihat begitu kecewa karena Angga yang tak kunjung menghubunginya seperti mungkin tak menganggap keberadaannya lagi di dunia ini.
"mungkin ponselnya hilang atau dia juga mungkin sekarang sedang mencari kamu soalnya kan kamu pergi tidak berbicara kepada siapapun, nanti berdoa saja Mama yakin pria baik seperti dia tidak akan pernah mengingkari janji yang sudah dia ucapkan ke kamu soalnya Sepertinya dia itu sangat perhatian ke kamu ! "Vena mencoba untuk mengucapkan kata-kata yang bisa membuat perasaan Kamila lebih lega karena Biar bagaimanapun memikirkan sesuatu yang tanpa kepastian itu merupakan momok yang paling orang lain hindari.
"Tapi dia itu waktu pertama kali kami bertemu Memang sih sempat bertengkar soalnya dia kan tidak suka kalau aku itu masih mengharapkan Aryo, dan salahnya waktu itu aku malah menyalahkan dia mengatakan bahwa dia itu tidak tahu apa-apa dan juga tidak pantas mengatur hidupku! "Jelas Kamila yang penuh dengan nada penyesalan sebab apa yang ia ucapkan tempo dulu itu merupakan sebuah kata-kata yang sangat menyakitkan .
Kamila masuk ke dalam kamar karena ingin sekali mandi sebab tubuhnya terasa begitu tidak nyaman sebab Tadi terlalu banyak bergerak di dapur akibat menyiapkan sarapan untuk mereka, sebelum masuk ke dalam kamar mandi dirinya sempat melihat ke arah ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas nakas samping tempat tidur.
Dalam hatinya dirinya berharap jika mungkin ada panggilan masuk dari Angga dan juga chat dari pria itu meskipun sudah terlewat, Namun sayang apa yang ia inginkan tidak sesuai dengan kenyataan karena di dalam ponselnya itu hanya ada pesan dari operator seluler.
"Kamu itu sebenarnya di mana sih Angga? tahu tidak kalau aku di sini itu sudah seperti orang gila memikirkan keberadaan kamu yang tidak jelas sama sekali, kalau memang marah ya sudah datang dan marahi aku saja tetapi jangan menghilang seperti begini karena aku bingung mau curhat sama siapa? "gumam Kamila yang terlihat begitu tertekan sebab dirinya merasa sendirian saja di dunia ini tidak punya siapa-siapa orang terdekatnya Pun Menghilang satu persatu .
karena apa yang diharapkan tidak terjadi dirinya memilih untuk berendam di dalam bak mandi sekedar untuk merilekskan pikirannya dari segala macam beban hidup yang ia alami sekarang, mencoba untuk kuat di hadapan orang lain itu sepertinya sangat menyiksa batin karena dirinya pura-pura tersenyum dan berbuat seolah tidak terjadi apapun Namun ternyata itu sebuah hanya kebohongan.
__ADS_1
hati seorang wanita itu begitu rapuh tidak Mudah Melupakan sebuah masalah Apalagi itu merupakan masalah yang besar dan menyangkut harga diri serta hidupnya ke depan, jika orang lain mungkin langsung tertawa dan Mencari Pengganti pria yang sudah mencampakkannya tetapi berbeda dengan Kamila sekali Merasa tersakiti maka untuk mencoba yang kedua kali itu merupakan hal yang mustahil.
"Kenapa kamu tega kepada aku Mas Aryo, apa karena aku tidak punya apa-apa dan juga tidak punya kasih sayang dari orang tua makanya kamu mencari wanita yang lebih sempurna? "begitulah hari-hari yang dilalui oleh Kamila jika di hadapan Vena dirinya mengaku tidak memikirkan Ariel berbeda dengan di belakang wanita itu.
mustahil bakal melupakan pria yang sudah 2 tahun menemani hidupnya yang selalu berbagi cerita dan juga bertukar kabar setiap saat, mustahil melupakan orang yang selama ini sudah dianggap sebagai penjaganya dan juga pelindung dari segala macam gangguan di luar sana.
"apa suatu saat jika kamu kembali aku dapat memaafkan kamu, atau mungkin Pintu Hatiku sudah tertutup untuk kamu dan juga tidak ingin membuka untuk orang lain akibat rasa trauma ku ini?"Kamila tidak tahu lagi harus bersikap seperti bagaimana jika saja dirinya punya sandaran atau orang-orang yang mungkin mengerti dengan keadaannya mungkin beban hidupnya tidak akan seberat ini sebab ada teman yang untuk bisa berbagi.
"cintaku memang tidak pernah utuh rasanya karena cinta yang kudapatkan dari orang-orang sekitarku ternyata palsu, ketika cintaku itu terbagi mungkinkah dia dapat kembali utuh Ketika keping Hatiku sudah tidak berbentuk lagi ? "kata-kata itulah yang sampai sekarang menjadi pedoman dalam hidup kami lah dan menjadi dasar bahwa pria itu sama saja selalu saja menginginkan yang lebih Padahal dia hasilnya saja tidak pernah memberikan apa yang diharapkan oleh wanita yaitu kesempurnaan.
ketika Kamila sedang galau memikirkan hidupnya dan juga apa langkah-langkah yang harus ia ambil ke depannya berbeda dengan Bima dan juga Cynthia, pasangan suami istri itu menatap nanar ke arah tubuh Putri mereka yang begitu banyak dipasang alat medis di sekujur tubuhnya dan juga tidak sadarkan diri sama sekali.
padahal sudah tiga minggu berselang tanda-tanda Ardila bakalan sadar ataupun merespon setiap apa yang mereka katakan tidak ada sama sekali, wanita itu seperti raga yang tidak bernyawa mungkin kalau alat-alat medis itu dicabut dirinya pasti sudah meninggal.
harapan mereka bahwa Aryo datang mengunjungi Ardila walau hanya sekali saja karena mungkin dengan kedatangan pria itu bakal direspon oleh Ardila ternyata hanya harapan belaka, sebab pria yang berhati batu itu tidak ada niatan sama sekali untuk mengunjungi wanita itu karena menurutnya mereka berdua tidak memiliki hubungan apapun yang bisa membuat dirinya harus meluangkan waktu dengan melakukan hal yang tidak ada gunanya.
"Papa, kalau nanti Ardila tidak sadar sama sekali bagaimana? sedangkan biayanya ini saja semakin hari semakin membengkak belum lagi Perusahaan kita sedikit lagi Bakalan colaps?"tanya Cynthia yang sudah tidak tahu lagi harus mencari jalan keluar seperti Bagaimana sebab keluarga mereka serasa semakin menjauh.
mendengar pertanyaan sang istri itu Bima hanya bisa menghela nafasnya kasar sejujurnya dirinya juga sedang memikirkan hal yang sama, namun tidak mungkin juga mereka harus membawa pulang Ardila dengan keadaan yang seperti begitu yang ada Bukannya pulang dengan keadaan hidup tetapi sudah tidak bernyawa.
"Tenang saja papa bakalan berusaha bagaimanapun caranya untuk mendapatkan pinjaman agar tidak memikirkan biaya perawatan Ardila lebih lanjut, Mama jangan memikirkan hal yang membuat stres karena nanti yang ada Mama juga bakalan Down dan itu papa tidak mau sama sekali kalau sampai terjadi! "Bima terpaksa mengatakan hal itu karena jika dirinya berdiam saja otomatis istrinya bakalan tambah stres.
__ADS_1
"apa kita hubungi kamilah saja agar dia menandatangani asuransi kedua orang tuanya yang selama ini tidak pernah kita cairkan, karena dengan begitu otomatis kita bakalan bisa memiliki banyak uang sebab bukannya tabungan mereka bertahun-tahun itu sangat lumayan dan angkanya begitu fantastis?"Bima mengerutkan keningnya ketika mendengar saran yang diberikan oleh sang istri karena menurutnya saran itu merupakan hal yang sangat tidak masuk akal dan juga yang ada bakalan menjebak diri sendiri.
"Mama sadar diri dengan apa yang mama katakan barusan, karena itu yang ada bakal membuat kamilah curiga bahwa Sebenarnya kita ini bukan orang tuanya melainkan orang tuanya itu sudah meninggal?"tanya Bima sambil mengacak rambutnya frustasi.