
Angga yang melihat Kamila tidak mau ambil pusing dengan keberadaan Bayu membuatnya mau tidak mau harus ikutan cuek, sebab tidak mungkin memaksakan diri agar orang lain sepemikiran dengan kita padahal sebenarnya kita itu tidak punya hubungan apa-apa sedikitpun.
Hanya saja tetap dirinya mau tidak mau harus sedikit Waspada takutnya malah membuat Bayu semakin leluasa mendekati Kamila dengan begitu pesaingnya bakalan bertambah satu lagi padahal dirinya saja belum tentu bisa memenangkan hati Kamila Eh Yang ada sekarang malah begitu banyak gangguan yang datang.
"Tapi tetap saja kalau kamu lebih peduli kepada dia ya Otomatis aku bakalan sedikit terganggu karena takutnya kamu lebih perhatian kepada dia sampai-sampai melupakan aku dan aku, selama ini kebiasaan kamu kan seperti begitu tidak pernah peduli dengan aku meskipun permohonan yang berbagai macam pun sudah aku lontarkan!"jelas enggak Bukannya ingin curhat Tetapi hanya ingin membuat Kamila paham Bagaimana dengan perasaan nya.
Kamila ingin sekali tertawa mendengar apa yang diproteskan oleh Angga barusan sebab menurutnya respon pria itu terlalu berlebihan, padahal dirinya hanya ingin mengenal semua orang karena biar bagaimanapun Manusia merupakan makhluk sosial yang otomatis pasti bakalan bergantung kepada orang lain suatu saat nanti.
"Astaga Kamu ini kenapa sih beberapa bulan menghilang tiba-tiba sifat kamu langsung berubah jadi aneh, Emangnya ada yang salah kalau ada yang menegur kita terus kita menjawabnya dengan mudah halus? bukannya kita hidup itu mencari teman bukan hanya mencari musuh , maka dari itu ketika orang berbuat baik kepada kita dia tidak ada salah makan kalau di dalam responnya dengan baik pula?" Tanya Kamila pelan.
"kayaknya ini efek karena dulu aku terlalu membiarkan kamu bebas Makanya sekarang aku ingin lebih posesif lagi soalnya dulu itu kamu tidak pernah menghargai perasaanku, maka sekarang jangan salahkan aku jika bakalan selalu ada di samping kamu ketika kamu berbicara dengan orang asing yang jelas-jelas tidak aku kenal. "Angga tidak peduli jika Kamila memikirkan bahwa dirinya terlalu berlebihan karena dirinya sudah tidak ingin lagi memendam perasaannya.
"Ya Tuhan Kamu kenapa sekarang tambah posesif seperti begini? Memangnya ada yang salah kalau aku itu ramah kepada orang lain biar kita tidak dibilang sombong, soalnya aku mah apa itu tidak memiliki kedudukan yang bagus harta pun aku tidak punya apalagi orang tua maka dari itu aku harus humble kepada semuanya biar besok lusa kalau punya kesusahan pasti orang dengan mudah bakalan mengulur tangan untuk membantu kita!"Jelas Kamila sebab menurutnya tidak ada yang salah ketika kita ramah kepada orang lain.
"ya memang aku tidak pernah mempermasalahkan kamu ramah kepada orang lain tetapi yang aku tidak suka kalau orang lain itu merupakan seorang pria yang benar-benar merasa seperti sangat dekat dengan kamu, Kalau sudah seperti begini terus Sepertinya kita sebentar harus membahas soal masa depan karena kalau kita hanya membahas sesuatu yang jarang di tempat otomatis begini terus tidak bakalan ada perubahan!"Angga mengatakan hal itu setelah membukakan pintu untuk Kamila agar segera masuk ke dalam mobil dan keduanya bisa pergi dari situ.
"Kita mau ke mana nih? Awas aja ya kalau sampai kamu mengajakku ke tempat yang mahal-mahal Soalnya kamu kan tahu kalau sekarang itu aku sudah tidak mempunyai uang lagi, soalnya semua uangku sudah habis buat membayar pernikahan sialan itu sampai-sampai lama-lama aku bakalan satu server sama gembel!"Jelas Kamila yang merasa sedikit khawatir kalau sampai Angga membawanya ke tempat yang elit.
Angga tersenyum mendengar perkataan Kamila barusan sebab memang wanita itu selama ini kalau dirinya ingin mentraktirnya pasti selalu ditolaknya sebab menurutnya di dunia ini tidak ada yang gratis, dan semua apa yang didapatkan di dunia ini harus melalui yang namanya kerja keras dulu maka dari itu ia tidak ingin yang namanya mengambil kesempatan dengan membuat orang lain kesusahan.
__ADS_1
Justru karena sifatnya itu membuat dirinya selalu saja dipermainkan oleh orang lain bahkan sampai-sampai uang yang ia keluarkan pun tidak main-main tetapi orang-orang merasa bahwa itu pantas karena memang Kamila itu seseorang yang gampang untuk ditipu, buktinya biaya pernikahan Ardila dan Aryo yang menanggungnya adalah Kamila dan entah sampai sekarang sudah dikembalikan atau belum Angga tidak tahu sama sekali.
"itulah buah dari ketidakpercayaan kamu atas semua kata-kata yang sudah aku ucapkan, padahal Dari awal kan aku sudah waspada tetapi kamu mah tidak pernah mau mendengarkan. "jelas Angga sambil tersenyum mengejek.
Kamila mendengus kesal mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sahabatnya itu, menurutnya Angga sekarang terlihat lebih sombong tetapi percaya diri membuat dirinya Yang Dulu selalu marah-marah kepada pria itu tiba-tiba menjadi mati kutu.
"kamu itu seharusnya memberikan perhatian lebih kepadaku karena aku sedang tertimpa musibah bukan malah mengejekku seperti begitu, Memangnya kamu tidak kasihan melihat aku yang dipermainkan oleh orang-orang di luar sana? "tanya Kamila memasang wajah sedihnya.
"aku memang kasihan sama kamu tapi bukan karena kasihan akibat nasib kamu melainkan karena kepintaran kamu selama ini ia selalu saja merasa diri paling benar, coba saja kalau setiap apa yang aku katakan kamu dengar pasti tidak bakalan seperti begini kan orang lain tertawa di atas penderitaan kamu? "Angga bukan ingin mengejek atau membuat Kamila merasa emosi kepadanya melainkan dirinya ingin menyadarkan wanita itu bahwa masa lalu yang sudah ia lalui tidak boleh harus Diulangi kembali dengan melakukan kesalahan yang sama.
keduanya sudah sampai di restoran yang tidak begitu jauh jaraknya dari kantor karena biar bagaimanapun Angga tidak mungkin harus pergi membawa Kamila pergi jauh-jauh sebab wanita itu pasti bakalan merasa bosan, dan juga ia ingin sekali berbicara empat mata dengan wanita itu membahas masa depan yang harus segera ia rancang saat ini juga sebelum ada orang lain yang merampas Kamila darinya.
"Sudahlah lebih baik kamu diam saja bukannya kan aku yang mengajak kamu ya Otomatis aku yang juga harus mentraktir kamu jadi untuk biaya lainnya tidak usah terlalu dipikirkan, yang penting intinya bisa makan sepuasnya kemudian kenyangnya dapat kenyamanannya juga dapat karena itu yang menjadi prioritas utamaku untuk saat ini!"Angga menarik tangan Kamila agar ikut dengannya sebab dilihatnya wanita itu enggan sekali bergerak dari tempatnya.
Kamila sungguh tidak menyangka jika Angga memang benar-benar nekat bahkan bisa dibilang pria itu rasa-rasanya tidak masalah jika mengeluarkan uang yang banyak, mungkin ya kaum elit seperti mereka selalu saja menganggap bahwa uang itu merupakan sesuatu yang gampang dicari tidak seperti kaum miskin kayak kita yang menganggap uang itu sebagai raja jadi mau bekerja apapun kapanpun dan menjadi apapun tetap rela melakukannya.
"terserah kamu saja mau berbicara apa soalnya capek karena mengatakan kepada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kita ucapkan,, coba saja kalau kamu itu jadi pria penurut pasti hidupku bakalan tentram dan tenang tidak bakalan seperti begini selalu pusing ya? "Angga hanya terkekeh geli mendengar apa yang dikatakan oleh Kamila barusan sebab menurutnya wanita itu selalu saja hobinya tukang protes ketika melihat dirinya melakukan hal-hal yang aneh menurutnya.
"Permisi mbak Saya mau tanya tadi reservasi tempat sudah saya lakukan atas nama Angga Bimana Di bagian mana ya, soalnya sekarang saya mau memakainya bersama dengan pasangan saya? "tanya Angga memastikan membuat Kamila mengerutkan keningnya karena merasa bingung.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu pesan tempat di sini Perasaan dari tadi aku selalu melihat kamu tidak memegang ponsel , kamu ini ada-ada saja kelakuannya tidak pernah benar hanya membuat orang lain menjadi bingung?"tanya Kamila penasaran.
"Apa sih yang tidak bisa kulakukan untuk kamu? sebelum aku ke kantor tadi sudah sempat memesan tempat ini ya makanya kamu tidak melihat sama sekali kapan waktunya, yang penting intinya semua sudah aku siapkan dan kamu tinggal terima bersih saja jadi jangan protes ya karena setidaknya hargai dulu usaha yang sudah aku lakukan ini. "pinta Angga.
"Ayo Mas sini Saya tunjukkan tempatnya, sudah kami siapkan sesuai dengan pesanan tanpa kurang satu pun!"ujar pegawai yang bekerja di situ membuat angka begitu bahagia karena segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencananya.
kini keduanya sudah sampai di private room membuat Kamila benar-benar melongok karena menurutnya jika hanya makan saja tidak perlu harus mengeluarkan uang begitu banyak, cukup dengan keduanya datang seperti pelanggan yang lain lalu memesan makanan dan setelah itu makan dan pulang tidak perlu harus melakukan hal-hal yang berlebihan seperti begini.
"ini kamu tidak salah pesan ruangan yang hanya untuk kita berdua saja seperti begini, kalau tahu semuanya sudah kamu Siapkan lebih baik kita tadi tunggu Papa kamu selesai meeting terus kita ajak mereka rame-rame ke sini biar tidak mubazir tempat ini jadinya? "tanya Kamila heran dengan jalan pikiran Angga.
"Sudahlah jangan memikirkan orang lain Lebih baik itu sekarang kamu pikirkan tentang kita berdua soalnya Sumpah demi apapun yang ada di bumi ini aku sangat merindukan kamu, Memangnya kamu tidak merasa rindu kepadaku yang setiap detik selalu mengingat kamu bahkan mungkin nafasku pun hanya ada kamu saja? "tanya Angga mencoba merilekskan suasana walaupun sebenarnya kata-katanya itu ada kesungguhan di dalamnya.
"ya bukan begitu juga sih karena apa yang kamu lakukan ini sudah masuk di dalam kategori pemborosan, dan menurutku tidak perlu harus berlebihan seperti begini jika akhirnya ruangan yang ada ini bakalan terlihat begitu berlebihan. Dan kamu juga lihat nih dandananku sudah memakai pakaian formal rasa-rasanya sangat tidak cocok dengan semua yang ada di sini, kalau kamu bilang kita bakalan dinner yang Oke aku bakalan mempersiapkan segala sesuatu yang lebih perfect lagi!"Kamila tahu jikalaupun dirinya membantah apa yang dikatakan Angga Pria itu tetap tidak akan pernah mau mendengarkan kemauannya jadi lebih baik Nikmati saja prosesnya karena dengan begitu pasti Angga tidak bakalan kecewa terus-menerus akibat dari penolakannya.
"Nah kalau kamu tidak menolakku seperti begini kan rasa-rasanya begitu membahagiakan, dan kali tetap seperti begini ya Jangan Pernah Berubah Soalnya kalau kamu berubah Sedetik Saja rasa-rasanya sungguh tidak sanggup! "Angga begitu bahagia ketika melihat semuanya berjalan sesuai dengan rencananya sedangkan Kamila sungguh-sungguh menikmati dekorasi pernak-pernik yang ada di hadapannya ini.
"Ayo Silakan duduk tuan putri!" Ujar Angga sambil menarik salah satu kursi agar Kamila duduk di situ.
"Terima kasih, Ayolah kamu juga duduk di hadapanku soalnya tidak enak kalau berdiri terus! "ajak Kamila sambil menarik tangan Angga agar segera duduk di hadapannya.
__ADS_1