
"Pak bawa mobilnya bisa di cepat sedikit tidak? Soalnya ini dalam keadaan darurat dan tidak bisa menunggu sebentar ataupun nanti soalnya Harusnya sekarang, jadi saya mohon dengan sangat berapapun nanti Bapak minta bakalan saya kasih yang penting intinya Tolong antar saya ke tujuan untuk secepatnya! "bujuk Mela dengan tatapan matanya yang begitu memerah berusaha menahan tangis karena perasaannya semakin kalut karena dari tadi dirinya sudah mencoba menghubungi Angga dan juga Kamila Tapi masih saja tidak direspon sama sekali.
"tapi Bu sekarang itu jamnya pulang kantor jadi banyak kendaraan dan kita tidak bisa main terobos-robos begitu saja karena nyawa juga menjadi taruhannya, Saya minta maaf bukannya tidak bisa membantu tetapi saya rasa kecepatan ini juga sudah di atas rata-rata tidak terlalu lambat dan juga tidak terlalu cepat! "jelas pria itu karena memang dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dalam keadaan jalan yang begitu padat merayap.
"memangnya tidak ada jalan tikus untuk bisa kita lewati jadi harus mengikuti jalan besar seperti begini saja, Ini kan kota besar jadi otomatis pasti ada setiap jalan yang bisa kita lewati? "tanya Mela yang masih berusaha mencari jalan keluarnya meskipun itu merupakan suatu hal yang sangat mustahil.
"Sebenarnya Tujuan kita tidak terlalu jauh mungkin kira-kira 15 menit lagi Kita sudah sampai, saya harap Ibu bersabar dan Saya doakan semoga urusan ibu nanti bakalan dilancarkan dan berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan! "pria itu tetap pada pendiriannya.
Mela mendengkur kesal ketika mendengar penolakan terus-menerus dari pria itu sebab menurutnya banyak sopir lebih mengerti dengan keadaan penumpangnya, tetapi memang tidak semua sopir seperti begitu mereka lebih memilih menikmati lewat jalurnya tidak ingin mengambil resiko.
memang benar juga Apapun Yang Terjadi keselamatan itu yang paling utama meskipun terkadang orang lebih banyak mengabaikan keselamatan sendiri, namun percayalah ketika nasib sial itu menghampiri terkadang Biarpun engkau berhati-hati Bagaimana rupa tetap saja jika sial maka tetap akan sial.
"Nah kita sudah sampai, maaf jika membuat Ibu tidak nyaman ataupun merasa kecewa dengan pelayanan yang saya berikan! "ujar pria paruh baya itu membuat Mela hanya tersenyum karena tadi dirinya pikir Ia memang meminta sesuatu hal yang bisa berbahaya nantinya.
"Justru saya yang harus minta maaf ke bapak karena meminta suatu hal yang bisa membahayakan nyawa kita berdua, Maafkan saya karena tadi sudah teledor dan Terima kasih juga karena bapak sudah mengingatkan saya untuk kembali ke jalan yang benar! " Sahut Mela lalu memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada pria itu sebagai ongkos taksi yang ia tumpangi.
"Tidak masalah Bukankah sesama manusia kita harus saling mengingatkan, Saya doakan semoga urusan ibu dilancarkan dan semoga apa yang ibu pikirkan bisa berjalan dengan sesuai yang diinginkan! "ujar pria itu.
__ADS_1
"Terima kasih Pak! ini ongkosnya kembaliannya diambil saja Anggap saja sebagai rezeki istri dan anak bapak di rumah, doakan agar urusan saya lancar dan sesuatu hal sesuai dengan yang saya harapkan seperti apa yang Bapak katakan tadi!"pinta Mela sambil tersenyum.
"Aduh Ibu ini terlalu banyak saya tidak bisa menerima yang bukan merupakan hak saya, ibu cukup memberikan saya satu lembar saja Itupun saya tidak memiliki kembaliannya kalau bisa uang pas saja! "jelas pria itu sambil menangkupkan kedua tangannya memberi isyarat bahwa dirinya tidak menerima sesuatu hal yang bukan merupakan miliknya.
"Tolong diterima Pak karena saya Ikhlas memberikannya dan Anggap saja saya sedang berbahagia rezeki dan mungkin sebelum merasa ada yang lebih jadi tidak ada salahnya kan kalau sesama manusia itu saling berbagi? Tolong jangan Bapak merasa kurang hati karena menganggap bahwa saya tidak menghargai anda tetapi Tolong lihat badan niat baik yang saya miliki untuk melakukan hal itu, Dan kalau begitu saya permisi dulu soalnya saya harus bertemu dengan suami saya!"Mela meletakkan uang tersebut di tangan pria itu dan segera pergi dari situ.
"Semoga hidup anda selalu diberkahi oleh kemurahan Tuhan dan juga semoga semakin banyak orang di dunia ini yang memiliki hati seperti anda, mungkin ini memang rezeki anak saya yang sedang sakit dan bersyukur saya bertemu dengan orang sebaik anda. Ternyata Tuhan selalu memberikan cobaan tetapi mempunyai cara yang lain untuk solusi dari cobaan tersebut dengan cara yang sangat tidak terduga, Terima kasih Tuhan dan Ampunilah semua dosa hambamu yang tidak tahu bersyukur ini!"begitulah cara orang-orang tua di dunia ini dalam mengucapkan rasa bersyukur mereka tidak seperti kita generasi muda yang terkadang lupa Apa itu yang namanya bersyukur.
Mella berlari pelan untuk menyusul sang suami dan juga keponakan dan terlihat mereka berdua sudah berdiri di parkiran sambil menatap ke arahnya, tatapan cemas terlihat jelas di wajah Heru dan Arlan saat ini seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting tetapi bingung apa itu yang sedang mereka pikirkan karena jelas-jelas yang mereka pikirkan yaitu Angga.
"Ayo kita berangkat saat ini juga Soalnya dari tadi Mama sudah mencoba menghubungi dia tapi tetap sama saja seperti tadi yaitu panggilannya tidak direspon sama sekali, kamu tahu kan di mana Kamila tinggal saat ini karena dengan begitu kita bisa dengan mudah langsung ke sana tanpa harus mencari tahu terlebih dahulu?"tanya Mela memastikan.
pria itu berandai-andai kalau saja Kamila Tadi ikut dengannya ke ruangan meeting dan kalau saja Angga tidak muncul di saat seperti begini Dan kalau saja semua orang memihak kepadanya pasti semua tidak akan terjadi seperti ini, Namun semua sudah terjadi Masih sudah menjadi bubur tidak bisa dikembalikan menjadi beras kembali yang ada dirinya harus tetap tenang dan berusaha untuk bergerak cepat karena sebelumnya terlambat.
Memang terkadang mencurigai sesuatu secara berlebihan tanpa ada bukti yang jelas itu merupakan sesuatu yang tidak baik tetapi setiap orang harus melakukan itu agar memiliki rasa Waspada, karena otomatis jika porospadaan itu muncul maka segala macam solusi sudah dirancang di dalam pikiran dan dengan begitu ketika bertemu dengan masalah bisa dengan perlahan mencari solusi yang terbaik dari masalah yang ia hadapi karena sudah dipersiapkan dari jauh-jauh.
"Tadi Saat kami tinggalkan Kalian bertiga Memangnya mereka berdua berencana ke mana, Soalnya ini kan belum sampai beberapa jam Kenapa langsung seperti begini kejadiannya? "tanya Heru Mau memastikan kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Iya katanya tadi itu mereka mau makan siang dan Setelah itu mereka katanya mau langsung ke rumahnya Kamila soalnya kan dia katanya hari ini kan sudah off ya mau pulang ke rumah Terus beristirahat, makanya aku feeling Mama pasti dia ada di rumahnya Kamila saat ini jadi lebih baik kita ke sana saja tidak usah mampir ke mana-mana nanti yang ada memperlambat waktu!"jelas Mela.
"Arlan bakalan menghubungi anak buah yang bekerja di sini untuk lebih dulu berjaga-jaga di sana siapa tahu kewaspadaan Tante Mela tadi benar-benar menjadi kenyataan, dan Arlan juga bakalan menyuruh mereka mencari tahu kira-kira di mana restoran tempat Angga dan juga Kamila pergi tadi!"tawar Arlan.
"Big no! Karena Tante yakin mereka saat ini sudah ada di rumahnya Kamila dan kamu tidak usah membuang-buang waktu dengan menyuruh anak buah kamu pergi ke restoran itu, lebih baik kamu suruh Mereka pergi ke rumahnya Kamila untuk memastikan keadaan mereka dan dengan begitu siapa tahu ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan mereka kan bisa menjaga kita nantinya!"perintah Mela yang menolak tawaran dari keponakannya tadi.
Angga saat ini memilih untuk jalan sambil tertatih untuk masuk ke dalam ruang keluarga sekaligus memeriksa dapur dan juga kamar-kamar yang ada di rumah itu, dirinya berharap bahwa kamilah sedang tertidur karena kelelahan akibat bertengkar dengan Aryo atau mungkin sedang mandi jika tidak mandi ya mungkin sedang masak yang penting intinya dirinya berharap wanita itu ada di situ.
Akan tetapi sayang harapan pria itu tidak sesuai dengan kenyataan karena mau sampai di sudut manapun dirinya memeriksa Kamila tetap tidak nampak sama sekali, Angga benar-benar panik sekaligus merasa lemas karena takutnya Aryo nekat dengan menculik kamilah sebab dirinya sangat tahu watak pria itu yang selalu saja mempertahankan apa yang ia klaim sebagai miliknya.
"Kamila, Kamila Sayang kamu di mana? Tolong jangan buat aku panik seperti begini, kalau memang kamu mau marah ya sudah silakan mau pukul aku pun boleh yang penting intinya Tolong jangan bersikap seperti ini!"Angga yang selama ini selalu mensugesti dirinya untuk tidak boleh menangis tetap tidak bisa menahan air matanya akibat dari kegalauan hatinya yang tidak ada obatnya sama sekali untuk saat ini.
pria itu sudah tidak mempedulikan memar di tubuhnya dan bisa dibilang kelopak matanya yang sebelah sudah terlihat begitu bengkak akibat dari apa yang dilakukan oleh Aryo kepadanya tadi, rasa sakit itu menurutnya tidak seberapa dibandingkan dengan memikirkan keberadaan Kamila yang entah di mana saat ini.
"jika sampai pria Brengsek itu berani menyentuh Kamila ku walau hanya seujung kuku saja jangan menyesal aku bakalan membuatnya merasa tidak ingin dilahirkan ke dunia ini, Sudah Cukup Aku mengalah selama ini dan kali ini aku tidak akan pernah membiarkan dia mau macam-macam dengan apa yang menjadi kesayanganku selama ini!"ujar Angga sambil mengepalkan tangannya bahkan terlihat buku-buku tangannya pun memutih.
Dirinya menatap nanar ke arah pigura Kamila yang sedang dipasang di dinding itu, pria itu terlihat menitikan air mata tanpa henti akibat merasa bahwa sudah gagal menjadi pria sejati karena tidak bisa melindungi wanitanya.
__ADS_1
Dahulu dirinya gagal mempertahankan Kamila sampai-sampai wanita itu merasa nyaman dengan kehadiran pria lain bahkan hampir menikah, dan sekarang dirinya yang sudah menyatakan perasaan kepada wanita itu malah tidak bisa menjaganya dan membiarkan orang lain mengambilnya tepat di depan matanya. panggilan yang tepat untuknya saat ini yaitu pria yang tidak berdaya dan tidak berguna terhadap wanitanya dan ia tidak akan pernah marah jika orang mengatakan hal itu kepadanya karena memang sesuai dengan kenyataan, namun yang ingin Ia tegaskan kepada dunia bahwa kejadian ini tidak pernah Ia pikirkan sama sekali dan juga tidak pernah Ia harapkan bakalan terjadi.