
Kamila otomatis tidak mungkin membuat Mela merasa khawatir karena dirinya yang tidak mau membantu itu, sebab Biar bagaimanapun dirinya tidak mungkin membiarkan wanita paruh baya itu merasa khawatir dengan segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam hidupnya untuk saat ini.
Angga merupakan anak satu-satunya dari keluarga itu ya Otomatis mereka harus membuat Angga bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap semuanya, mereka tidak ingin Angga jadinya menjadi akhlak yang tidak berguna kemudian tidak bisa dibanggakan oleh orang tua dan alhasil bisnis yang dibangun oleh Heru hancur berantakan.
"Tante Tenang saja pokoknya aku bakalan bantu buat mengusahakan agar Angga bisa menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatunya, Nanti kalau dia tidak bisa bertanggung jawab aku bakalan kabur lagi dari hidupnya supaya dia kembali menjadi orang yang berguna! "tanpa Kamila sadari jika apa yang ia katakan itu didengar langsung oleh Angga membuat pria itu langsung mendekatinya dan mencium pipinya tetap di depan Mella.
Deg
Jantung Kamila langsung berdegup begitu kencang ketika Apa yang dilakukan oleh Angga kepadanya barusan seolah-olah rongga dadanya mau copot dari tempatnya, dan lebih parahnya lagi pria itu melakukan apapun itu tepat di hadapan Mela entah Angga merasa malu atau tidak tetapi bagi kamilah dirinya sangat malu sekali.
"Kamu apa-apaan sih? Itu ada tante Mela lho di situ kamu malah melakukan kayak dunia milik berdua, Kalau kayak begini lagi Bakalan aku pites mulut kamu biar tidak usah digunakan lagi! "ancam Kamilah dengan memasang tatapan membunuhnya tetapi Angga memilih tidak peduli.
"Anggap saja mama tidak ada dan kalau memang Mama ada Anggap saja Dia hanya bayangan saja, jadi tidak perlu merasa khawatir Soalnya Mama saja tidak komentar kok? Lagian kalau kamu banyak komentar aku bakalan mencium kamu kali ini bukan di pipi tetapi langsung di bibir, Setelah itu aku langsung bakalan.....
Glekk
Angga menelan saliva nya dengan kesusahan ketika melihat kamilah menunjukkan pisau dapur yang tengah untuk dipakainya mengiris bawang, wanita itu bahkan memasang tatapan horornya membuat Angga sedikit bergidik ngeri berbeda dengan Mela yang malah tertawa dengan tontonan yang tengah disajikan saat ini.
"Kamu sekali lagi ngomong aku bakalan bikin kamu jadi temannya bawang yang aku iris ini loh, Soalnya kamu setiap kali ngomong tidak pernah didengar sukanya nyerocos tidak jelas hanya bikin malu tahu tidak?" ketus Kamila.
Angga menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mendengar Kamila memarahinya seperti begitu, Memang sih dirinya terkesan keterlaluan tetapi mau bagaimana lagi ketika mendengar ancaman Kamila barusan membuat ia merasa gemas dan langsung eksekusi.
"Bagaimana lagi kamu sedikit-sedikit mengancam mau pergi dari sini sedikit-sedikit mau minggat dari kehidupanku, ya daripada kamu ngomongnya makin ngelantur aku langsung nyosor aja! Makanya lain kali itu punya mulut memang digunakan buat ngomong, tetapi jangan buat cari masalah! Karena kalau kamu cari masalah, ya Otomatis aku juga yang bakalan memberikan masalah untuk kamu. "ujar Angga sambil naik turunkan alisnya ingin mencairkan suasana sebab dari tadi kasihan kalau mereka berdua hanya berdebat saja gimana mau nikahnya kalau seperti begini setiap kali bertemu layaknya Tom and Jerry yang tidak pernah berhenti untuk bertengkar.
"Aku kan mau ngomong suka-suka aku dong, kenapa jadi kamu yang repot? Kalau memang tidak mau mendengarkan ya tinggal pindah saja, orang Tante Mela nya saja tidak keberatan Kalau aku ngomong seperti itu kenapa malah kamu yang ngegas? "tanya Kamila tidak terima Soalnya dari tadi Angga ingin dirinya itu yang benar Tetapi kamila Sejak kapan mau mengizinkan hal itu kalau sampai terjadi.
__ADS_1
"Astaga kalian ini dari tadi kok berdebar terus tidak ada manis-manisnya sama sekali seperti pasangan yang lagi kasmaran, nanti kalau mau berdebat enaknya itu di atas ranjang biar sekalian ajak Unboxing dengan gaya apapun terserah tidak ada yang bakalan marah! " mau tidak mau Mela menggunakan kata vulgar seperti begitu agar kedua anak muda itu bisa menghentikan segala macam perdebatan mereka yang unfaedah dan membuat dirinya yang pusing.
Kamila menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah Angga kemudian menatap ke arah Mela dirinya sebenarnya hanya ingin mengerjai Angga, makanya ia sengaja melakukan hal itu ingin melihat kira-kira respon pria itu nanti Bagaimana ya jika ia melakukan semua itu.
"Sebenarnya aku berubah pikiran Tante untuk menikah dengan dia, soalnya selama ini itu dia tidak pernah mau mengalah dan kalau aku ngomongnya salah dia bakalan seperti begitu!"ujar Kamila dengan Tatapan yang menyiratkan seolah dirinya sedang tertekan membuat Mela ingin tertawa karena sepertinya akting Kamila itu berhasil membuat Angga langsung bungkam.
"Eh jangan seperti begitu dong Aku janji aku bakalan berubah dan tidak akan membuat kamu marah lagi serta tidak akan pernah memotong setiap kali kamu berbicara, aku janji bakalan mengunci Mulutku rapat-rapat kalau sampai kamu tidak mengizinkan aku untuk berbicara jadi tolong jangan pernah membatalkan pernikahan kita ya!"Angga mengatakan semua itu hanya dengan satu kali tarikan nafas seolah dirinya benar-benar tidak siap jika sampai Kamila benar-benar membatalkan rencana pernikahan mereka yang entah kapan bakalan terjadi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Angga terlihat Kamila hanya mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi seolah sedang mempermainkan pria itu, dirinya sebenarnya ingin sekali tertawa melihat wajah frustasinya Angga tetapi tidak ada salahnya kan kalau mengerjai pria itu sekali-sekali.
"Ya Tergantung satu kali 24 jam ke depan kalau mau berubah ya bersyukur Kalau tidak mau berubah Ya tidak masalah, soalnya aku belum tua-tua amat jadi harus kejar target untuk harus menikah saat ini juga! "sahut Kamila lalu kembali fokus kepada spatula dan juga penggorengan karena menurutnya bekerja sambil berbicara rasanya sangat seru karena pekerjaan kita terasa tidak begitu membosankan.
Kamila tidak sadar jika kini Angga Tengah merajuk karena takut jangan sampai Kamila benar-benar melakukan perkataannya itu, kalau wanita itu hanya marah Ya tidak masalah tetapi kalau sampai membatalkan pernikahan mereka itu yang jadi permasalahannya.
Mela mendekati putranya lalu menepuk pelan kepalanya dan menyiratkan tersenyum mengejek membuat Angga mendengus kesal, karena menurutnya Mamanya itu tidak berada di posisinya Coba kalau sama pasti bakalan lebih histeris.
"Kamila tolong berubah pikiran dong jangan sampai kamu benar-benar membatalkan rencana pernikahan yang sudah aku rancang di dalam benakku selama ini, aku kan hanya salahnya sedikit saja tetapi kenapa malah menghukumku seumur hidup seperti begitu kamu tega melihatku menderita? "tanya Angga yang masih tetap mode merajuk berharap agar Kamila berubah pikiran padahal sebenarnya apa yang dikatakan oleh wanita itu tidak berasal dari hati melainkan hanya ucapan bibir saja agar membuat Angga kapok dan tidak mengulangi kebiasaannya yang suka berdebat di mana saja dan kapan saja tanpa melihat situasi dan kondisi yang sebenarnya.
...****************...
Masalah antara Kamila dan juga Angga Sebenarnya bukan sesuatu yang serius dan patut untuk dikawatirkan, karena sebenarnya wanita itu hanya sengaja menggoda Angga ingin melihat bagaimana keseriusan pria itu untuk menjalin hubungan dengannya.
Berbeda dengan Bima yang kini sudah sampai di rumah megah nan mewah milik keluarga Nugraha yang ia tinggali karena seluruh pewarisnya sudah meninggal, padahal sebenarnya Kamila merupakan orang yang pantas dan berhak tinggal di situ karena itu merupakan milik dari keluarganya serta kedua orang tuanya yang mewariskan kepadanya.
Mobil Cynthia masih terlihat terparkir cantik di garasi pertanda bahwa wanita itu tidak kemana-mana padahal biasanya malam-malam begini Cynthia hobinya keluyuran, entah setan Apa yang membuat Cynthia sudah sedikit berubah atau mungkin dirinya sedang tidak punya uang untuk melakukan hangout bersama dengan teman-teman sosialitanya.
__ADS_1
Setelah memarkirkan Mobilnya di samping mobilnya Cynthia dan juga Ardila yang ada di dalam garasi tersebut Bima pun memilih untuk masuk ke dalam rumah, tidak perlu harus memanggilkan orang rumah karena dirinya juga mempunyai kunci rumah tersebut jadi tidak perlu repot-repot harus membangunkan orang-orang segala hanya untuk membiarkan dirinya masuk.
Bima bukannya menuju ke dalam kamarnya dengan Cynthia melainkan pria itu memilih untuk menuju ke dalam ruang kerjanya, tetapi sebelum itu ia terlebih dahulu menuju ke kamar Ardila untuk memastikan Apakah wanita itu masih bernafas atau nafas kehidupannya sudah diambil oleh sang pencipta.
Sesampainya di kamar Ardila terlihat wanita itu sedang asyik dengan layar laptop yang ada di hadapannya, membuat Bima kembali menutup pintunya tetapi keburu disadari oleh Ardila sehingga wanita itu langsung memanggil sang Papa yang sudah berapa hari tidak dilihatnya.
"Papa sudah pulang? Papa sudah makan atau belum Kalau belum biar nanti Ardila panggilkan Mama untuk Panaskan makanan yang ada di kulkas, soalnya tadi kami kira Papa belum pulang makanya kami makan lebih dulu tapi karena Papa sudah pulang Ya tidak masalah kalau....
"Saya kenyang jadi tidak usah repot-repot untuk memanaskan makanan semuanya, Bukankah keluarga ini paling anti kalau mau makan makanan yang sisa dan disimpan di dalam kulkas? "tanya Bima dengan tersenyum mengejek tetapi Ardila tidak mempermasalahkannya Yang intinya Papanya sudah pulang saja ia sudah senang.
"Ardila mau ngomong sama Papa boleh? Soalnya ada masalah penting yang harus kita bahas saat ini juga sebagai ayah dan juga anak, dan aku mohon dengan sangat semoga Papa jangan menolak permintaanku kali ini karena setelah itu aku tidak akan pernah meminta apapun lagi! "lirih Ardila penuh permohonan wanita yang dulu congkak dan juga sangat tinggi hati terlihat lebih kalem dan juga tenang.
Bima menghembuskan nafasnya secara perlahan lalu memilih untuk duduk di sofa yang berada di samping nakas tidak jauh dari tempat tidurnya Ardila, tetapan mata pria itu menyiratkan agar Ardila segera membicarakan apa yang ia maksud tadi Dengan begitu dirinya bisa kembali beristirahat.
"Kalau mau ngomong ngomong saja, jangan menunda-nunda lagi! Soalnya saya punya pekerjaan yang harus saya selesaikan, Tetapi kalau hal ini hanya ingin mengulur waktu saya untuk bertahan di dalam kamar kamu maka lebih baik tidak usah karena saya bukan anak kecil yang bisa kalian permainkan seperti dulu! "ujar Bima yang terlihat jengah karena Ardila dari tadi tidak menyampaikan apa yang ia maksud.
"Apa Papa sudah tidak merasa nyaman dengan Mama? Sampai-sampai aku lihat selalu menghindar dan jarang pulang ke rumah, kalau memang merasa seperti itu lebih baik ajukan gugatan cerai saja biar hubungan kalian cepat selesai dan juga bisa memilih jalan masing-masing! "ujar Ardila membuat Bima tertawa Sumbang karena merasa lucu dengan saran Ataupun mungkin bisa dibilang pembicaraan yang tidak jelas yang dilakukan oleh Ardila kepadanya saat ini.
"Ceritanya kamu sedang menyuruh kedua orang tua kamu untuk bercerai? Terus menurut kamu keuntungan apa yang kamu dapatkan sampai kamu berbicara seperti tadi? Yang berhak menentukan apakah harus bercerai atau tidak adalah saya sebagai kepala keluarga di sini, dan selagi Mama kamu belum mengembalikan apa yang saya miliki yang telah dia pakai dan juga dia ambil maka dia bakalan tetap bertahan dalam pernikahan Toxic ini!"penjelasan Bima itu membuat Ardila mengerutkan keningnya karena Maksudnya merasa bingung sebab Memangnya ada hukum di dunia kalau suami memberikan barang kepada istrinya dan ketika berpisah harus dikembalikan.
"Jadi maksudnya Papa mau mengambil semua barang yang dulu sudah pernah dikasih ke Mama baru setelah itu kalian bisa berpisah? Papa sadar tidak kalau hukum dalam pernikahan yaitu memang seorang suami harus memberikan nafkah kepada istrinya, mau banyak atau sedikit tetapi itu merupakan sebuah keharusan? "tanya Ardila yang menyesal kenapa bisa menanyakan hal seperti itu terhadap Bima yang jelas-jelas pikirannya itu sangat konyol dan juga sangat tidak masuk akal sama sekali.
"Ya memang kalau nafkah Dari saya itu tidak masalah karena memang itu merupakan tanggung jawab dan juga kewajiban saya, tetapi apa yang dia ambil dari keluarga Nugraha yang sampai sekarang tidak pernah ditunjukkan kepada saya itu yang harus dikembalikan ! "jelas Bima ambigu membuat Ardila benar-benar kebingungan karena memang selama ini ia tidak tahu sama sekali soal keluarga Nugraha dan juga harta kekayaan mereka.
Ardilla tahu kalau Papanya itu merupakan anak angkat dari keluarga Nugraha dan dia merebut warisan tersebut dari orang tuanya Kamila, Tetapi kalau untuk soal urusan yang lain memang dirinya tidak tahu sama sekali karena setahunnya sekarang itu harta semuanya sudah menjadi milik mereka dan tidak ada yang bisa mengganggu gugat.
__ADS_1
Namun mendengar perkataan Bima yang ambigu membuat wanita itu mulai berpikiran jika sebenarnya segala sesuatu yang terjadi ini ada ambil bagian dari mamanya, sebab mengingat Cynthia yang sangat keras kepala dan juga mata duitan membuat wanita itu merasa yakin jika Papanya melakukan kejahatan selama ini atas perintah dari wanita itu.