KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Berdebat


__ADS_3

Aryo yang merasa khawatir memilih untuk mendekati Kamila untuk memastikan bagaimana keadaan wanita itu saat ini karena takutnya hal-hal yang tidak terduga bakalan terjadi, sebab Biar bagaimanapun semua yang terjadi kepada wanita itu akibat ulahnya juga Maka dari itu dirinya harus mewaspadai hal-hal itu dari awal seperti begini.


"Kamila kamu baik-baik saja kan? Ayolah jangan seperti begini terus nanti yang ada kamu bakalan mau buat aku bertambah bingung harus merespon Seperti apa dengan keadaan kamu ini, padahal sebentar lagi penghulu akan datang untuk menikahkan kita tetapi kalau kamu seperti begini jadinya nanti takutnya penghulu itu bakalan berpikir macam-macam tentang pernikahan yang akan terjadi nantinya! "jelas Aryo yang tetap saja mengatakan hal itu meskipun dirinya Sedang berpikir kalau sekarang Kamila mana mah bisa mendengar apa yang dia katakan.


What The....


Nafas Kamila seolah tercepat di tenggorokannya Bagaimana tidak dirinya siang Sedang tidak ingin menikah saat ini tiba-tiba malah mendengar kata penghulu yang diucapkan Aryo tepat di hadapannya, dan otomatis dirinya tidak perlu harus menduga bahwa Siapa yang menikah karena itu pasti dirinya dan juga pria yang sedang berada di dekatnya saat ini.


"Apa dia bilang tadi Penghulu mau datang ke sini, Memangnya aku sudah bilang bakalan menikah dengan dia? Wah ini orang makin hari otaknya makin parah saja sampai-sampai menghayalnya ketinggian sekali padahal tidak ada niatan sedikitpun untuk melakukan hal itu di dalam benakku saat ini, tapi kok dia bisa-bisanya malah mengambil keputusan sepihak tanpa berkata dulu kepadaku entah aku mau atau tidak? "sungut Kamila dalam hati tetapi masih tetap mode pingsan karena memang dirinya ingin melihat Sebenarnya apa yang ingin Aryo lakukan kepadanya.

__ADS_1


Aryo terlihat mengusap pelan pipi Kamila membuat wanita itu ingin sekali bangun dan mendampratnya tetapi karena ia kembali lagi seperti keputusan dari awalnya yaitu Ia tetap berpura-pura pingsan maka ia membiarkan saja Aryo melakukan apapun, yang penting intinya belum keluar dari batas wajar maka dirinya Biarkan saja tidak masalah.


"ini tangan kalau aku dalam keadaan sadar sudah aku patah buang biar tidak usah digunakan lagi soalnya punya tangan tapi kurang ajarnya minta ampun, Memangnya dia pikir tubuh aku ini buat dia pegang-pegang seperti kain pel keenakan juga jadi orang semoga tangannya besok lusa kena asam urat dan tidak bisa digunakan lagi!"sambung Kamila lagi yang benar-benar tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Aryo kepada tubuhnya saat ini soalnya pria itu dari tadi membelai pipinya kemudian mencium Puncak kepalanya entah nanti apa lagi yang dilakukan olehnya.


"Permisi tuan! Saya ingin menyampaikan kalau di depan sudah ada mobil penghulu yang katanya disuruh oleh Tuan untuk datang ke tempat ini, apa beliau kami suruh langsung masuk ke dalam atau menunggu saja di depan ruang tamu Soalnya di sana ada Ibu anda!"para anak buahnya Ario memang tahu kalau sebenarnya majikannya dan juga Mamanya itu tidak cocok karena dari sepanjang perjalanan di dalam mobil sampai datang ke tempat itu mereka berdua tidak henti-hentinya untuk berdebat.


Aryo beralih menatap ke arah Kamila sepeninggal anak buahnya itu, karena memang dirinya harus mengurus sesuatu yang penting dengan wanita itu karena jika tidak nanti bakalan terlambat dan otomatis penghulu pasti berpikiran yang aneh aneh.


"kamu bangun dong jangan hanya tidur saja terus seperti begini karena tidak masuk akal orang pingsan sampai berjam-jam seperti yang kamu lakukan padahal tidak ada yang cedera di tubuh kamu, kalau sampai kamu tidak mau melakukan hal itu jangan menyesal kalau kita bakalan menikah di dalam kamar ini dan dengan kondisi kamu yang seperti begitu!"ancam Aryo karena dirinya bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi oleh Kamila dengan cara-cara pura-pura tidak sadarkan diri seperti begitu.

__ADS_1


Camila secara perlahan mulai membuka matanya berbuat seolah-olah dirinya baru sadar dari pingsannya dan menatap tajam ke arah Aryo, sedangkan Aryo merasa begitu bahagia karena pasti Kamila menyetujui pernikahan mereka yang bakalan terjadi.


"akhirnya kamu sadar juga dan Dengan begitu kita bakalan langsung menikah soalnya penghulu sudah di depan, nanti soal wali gampang saja kita bakalan minta tolong kepada para anak buahku Soalnya kamu kan juga tidak punya orang tua jadi tidak usah repot-repot menghubungi keluarga kamu yang tersisa!"penjelasan Aryo itu membuat Kamila merasa heran karena setahunya dari dulu sampai sekarang orang tuanya merupakan Bima dan juga Cynthia meskipun ya dirinya Tidak melupakan semua kata-kata mereka lontarkan Beberapa bulan yang lalu pada saat pernikahan Ardila yang gagal.


"Kamu kenapa tahu semua tentang masa laluku Memangnya kamu dengar dari mana Kalau aku sudah tidak punya orang tua lagi atau kamu mempunyai bukti agar kata-kata kamu itu bisa dipercaya, Kamu tahu kan menikah tanpa wali otomatis hal itu tidak sah dan aku bakalan menuntut suatu saat nanti ketika aku bebas di pengadilan mendia itu menuntut agar pernikahan yang kamu lakukan ini dibatalkan!"tegas Kamila yang menggertak Aryo terserah nantinya kalau pria itu marah sebab dengan begitu dirinya punya kunci Untuk membatalkan pernikahan dan memberikan bukti kepada penghulu agar pria itu percaya dengan apa yang ia katakan.


"aku sudah tanyakan semua kepada penghulu Kalau kamu tidak mempunyai keluarga dekat dan orang tua kamu juga sudah meninggal ya Otomatis Tidak masalah kamu menikah diwakilkan oleh orang lain yang penting intinya sah di hadapan para saksi, jangan coba-coba kamu mengalihkan perhatianku Dengan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah tergoda sedikitpun!"Aryo tahu pasti akhir-akhirnya Kamila bakalan melakukan hal itu karena dirinya yakin Kamila pasti bakal mempersulit dirinya dengan tingkah aneh wanita itu.


"Pokoknya aku tidak mau menikah dengan manusia seperti kamu sampai kapanpun mau terserah kamu mau memotong ku atau membunuhku sekalipun tapi aku tetap tidak bakalan berubah pikiran, jadi lebih baik kamu lepaskan aku dan cari saja wanita yang sesuai satu server dengan sifat kamu yaitu gila!"Kamila mengatakan hal itu sambil berteriak membuat Aryo sedikit was-was takutnya penghulu yang berada di luar bakalan mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2