KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Ardila Pingsan


__ADS_3

Cynthia tidak ada waktu untuk mencari tahu orang yang mengirimkan dirinya sampai ke tempat itu dan juga surat yang ada di atas nakas di sampingnya, sebab menurutnya dirinya kan lagi tidak sadar Jadi kalau pria itu mau melakukan apapun terserah yang penting nafasnya masih ada di badannya dan juga jiwanya belum dicabut.


"lebih baik tidak usah datang dan memperkenalkan diri soalnya aku benar-benar sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun, hidupku saja sudah ribet apalagi bertemu dengan pria-pria aneh lagi yang ada tambah ribet lebih baik dapat enaknya saja setelah itu pergi pun tidak masalah!"gumam Chintya lalu pergi dari situ.


Wanita itu terlihat sangat terburu-buru untuk bisa segera pulang dan sampai di rumah secepatnya karena memang semalam dirinya tidak ada niatan untuk menginap di luar rumah karena Biar bagaimanapun hanya ada Ardila sendirian di rumah, pembantu mereka yang biasa bekerja di situ sudah mereka pulangkan ke kampung halaman karena tidak punya uang lagi untuk membayar pekerjaan mereka.


soal Bima jangan ditanyakan lagi pasti pria itu semalaman tidak pulang dan entah menginap di mana Sintia tidak ambil pusing sebab selama beberapa saat mereka berdua memang sudah seperti orang asing tidak saling menanyakan kabar ataupun menanyakan keadaan, keduanya sibuk dengan urusan masing-masing dan entah urusan apa yang Bima lakukan di luar sana untuk sekarang Cynthia memilih untuk tidak ambil pusing yang penting intinya dirinya punya uang untuk makan dan juga bisa mengurus Ardila.


ketika dirinya sudah berada di dalam mobil Iya mengecek ponselnya yang dari semalam tidak disentuhnya dan merasa terkejut ketika melihat ada notif m-banking yang masuk, netranya pun membulat lebih sempurna lagi ketika melihat transferan yang tidak main-main yaitu 100 juta masuk dalam satu malam.


padahal seingatnya taruhan dirinya dengan pria asing itu hanya 50 juta kalau sampai dirinya berhasil meminum habis alkohol 5 botol, tetapi itu pun entah habis atau tidak dirinya tidak tahu sebab Ia sudah terlanjur teler tetapi yang pasti dirinya meminum hampir setengah bagian dari yang sudah disediakan itu.


"tidak mungkin kalau ini Mas Bima yang mentransfer uang untukku karena selama ini kan dia mana pernah memberikan uang kalau belum Aku minta, dan juga keuangan perusahaan sedang lagi tidak baik-baik saja tidak mungkin dia bakalan dengan sukarela mentransfer uang sebanyak ini?" Sintia bener-bener kebingungan sebab uang yang masuk ke rekening Itu bukan seribu atau 2000 atau mungkin hanya beberapa juta melainkan 100 juta guys.


"Kok bisa ya uang sebanyak ini masuk dalam rekeningku Padahal kemarin aku cek tidak ada kok yang bakalan menjanjikan untuk mentransfer uang ini, kalau misalnya uang ini karena orang salah kirim apa aku bakalan kena sanksi kalau mengambilnya untuk membeli keperluan pribadiku dan juga Ardila? "gumam Cynthia yang benar-benar kebingungan harus bersikap bagaimana karena jujur keperluan dalam rumah tangganya sudah benar-benar kosong dan belum lagi keperluan Cynthia dan juga Ardila yang super duper sangat memusingkan itu.


Sintia memilih tidak ambil pusing dan mengendarai mobilnya untuk segera sampai di rumah sebab Entah mengapa perasaannya benar-benar sangat tidak nyaman seperti bakalan terjadi sesuatu hal tetapi Apa itu dirinya kebingungan memikirkannya, jadi memilih untuk memastikan langsung keadaan putrinya berharap agar keadaan Ardila baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang sangat tidak diinginkan.


karena dirinya pergi yang pagi-pagi sekali otomatis Jalan masih begitu lengang Sebab semua orang belum mulai beraktivitas masih sibuk menikmati waktu sarapan dengan keluarga tercinta, sedangkan dirinya jangankan untuk sarapan berkumpul dengan keluarga pun tidak terjadi karena semuanya pada berpencar dengan urusan masing-masing.


uang merupakan pemersatu dalam keluarga dan uang juga bisa membuat keluarga jadi berpisah contohnya jika keuangan sedang tidak stabil pasti salah satu anggota keluarga bakalan pergi mencarinya, dan dengan begitu tidak akan ada namanya kebersamaan saling bercanda dan juga menghabiskan waktu seperti biasanya.

__ADS_1


maka dari itu Jika keluargamu berkumpul utuh tanpa kekurangan satupun usahakan gunakan waktu itu sebaik-baik mungkin sebelum kebersamaanmu itu diambil, karena Percayalah rasa Kehilangan itu bakalan ada ketika orang tersebut sudah tidak ada berada di samping kita lagi dan Hal itu membuat kita menjadi memiliki perasaan menyesal yang begitu dalam Tetapi semua sudah terlambat.


Cynthia langsung turun dari mobilnya melepaskan sepatu hak tinggi yang ia pakai agar bisa memudahkan dirinya untuk lari naik ke atas tangga dan menuju ke kamar putrinya, dirinya dengan Ardila memang sering cekcok tetapi ia merupakan orang yang melahirkan wanita itu ke dunia otomatis meskipun dirinya merupakan wanita liar di luaran sana tetapi Ardila tetap tidak akan pernah terpisahkan dari dirinya.


Sesampainya di kamar Ardila dirinya terkejut karena kamar wanita itu tidak ditutup sama sekali dan pintu masih dalam keadaan setengah terbuka, meskipun Chintya yang sebenarnya masih merasa pusing akibat alkohol yang ia konsumsi semalam memaksakan diri untuk masuk ke dalam situ dan Indra penciumannya mencium sesuatu aroma yang sangat tajam dan juga tidak enak untuk dihirup.


ingin sekali ia meninggalkan tempat itu tetapi pikirannya kembali lagi terjadi kepada Ardila mau tidak mau ia masuk dan memastikan langsung, tetapi Percayalah semakin ia mendekat semakin tajam bau yang ia rasakan tadi dan ia tahu bahwa itu sebenarnya Bau apa.


Namun satu hal yang membuat wanita itu langsung berdiri di tempat dan mematung serta tubuhnya gemetaran karena begitu terkejut bagaimana tidak Ardila duduk di atas kursi rodanya di dekat jendela dengan posisi kepalanya bersandar di pegangan kursi roda dan mendongak ke atas, wajah wanita itu pucat pasi bahkan mungkin Terasa seperti tidak ada aliran darah sedikitpun yang ada di dalam tubuhnya karena benar-benar sangat mengenaskan dan juga tidak sedap untuk dipandang.


"Astaga, Ardila kamu Kenapa Nak?" Cynthia benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan bau tubuh Ardila yang begitu menyengat dirinya langsung mendorong putrinya mendekat ke arah tempat tidur dan mencari minyak kayu putih untuk membuat wanita itu kembali sadar.


"Ardila Bangun Nak! Maafkan Mama karena pergi tetapi lupa kamu ada di rumah dan akhirnya Mama menginap di tempat lain, tetapi Percayalah Mama melakukan semua ini hanya ingin membahagiakan kamu bukan untuk diri Mama saja!"jelas Chyntia yang ada didengar oleh Ardila atau tidak yang penting intinya dirinya mengeluarkan semua kegundahan hati yang tengah ia rasakan.


"Halo Dokter, Selamat pagi maaf mengganggu meskipun Saya tahu bahwa sekarang belum jam kerjanya anda tetapi Bisakah datang ke kediaman keluarga Nugraha untuk memeriksa keadaan putri saya karena dia tidak sadarkan diri entah sampai kapan Dan juga dari kapan saya tidak tahu sama sekali? "tanya Cynthia dengan nada bicaranya yang bergetar karena benar-benar syok dengan keadaan Ardila saat ini.


"Memangnya saat Anda melihatnya apa yang sedang terjadi kepadanya mungkin ada memar atau ada tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan begitu, dan juga kalau bisa mungkin anda Pastikan Makanan apa yang ia makan takutnya tidak nyambung dengan kondisinya saat ini sebab Biar bagaimanapun Nona Ardila sedang dalam masa pemulihan? "Tanya Dokter tersebut agar saat ke sana dirinya bisa membawa peralatan-peralatan yang dibutuhkan dan juga bisa langsung memberikan penanganan yang tepat untuk Ardila Karena Wanita itu baru keluar beberapa hari dari rumah sakit padahal awalnya ia memang tidak mengizinkan hal itu terjadi.


"Saya tidak tahu sama sekali soalnya Ya datang dia sudah seperti begini dan juga semalam perasaan dia baik-baik saja Tetapi entah kenapa pagi-pagi begini dia langsung ngedrop, kalau soal untuk makan apapun itu saya tidak tahu soalnya di sini tidak ada bekas tempat makan sedikit pun dan anda juga pasti tahu dong kalau anak saya itu tidak bisa bergerak apa-apa untuk melayani diri sendiri? "tanpa Sintia sadari sebenarnya apa yang terjadi kepada Ardila saat ini itu ada campur tangannya yaitu tidak mengurusi anak itu dengan baik sehingga membuat Ardilla pingsan mungkin karena kelaparan atau dehidrasi.


"Baiklah Tunggu saja saya ke sana beberapa menit lagi tetapi dalam waktu itu tolong anda usahakan agar membuat Nona Ardila bisa segera sadar, dan Kalau bisa tolong siapkan dia sarapan takutnya jangan sampai anak anda itu sebenarnya kelaparan!"perintah dokter tersebut karena memang semalam saat bertemu dengan klien dirinya sempat melihat Cynthia masuk ke dalam satu klub yang berada berseberangan dengan restoran tempat dirinya berada.

__ADS_1


Cynthia dengan cekatan langsung pergi ke arah dapur dan mulai menyiapkan panci untuk membuatkan bubur dan terlihat wanita itu begitu kaku sampai-sampai panci yang ia pegang pun harus jatuh ke bawah lantai, sebab selama ini dirinya mana pernah berkutat dengan yang namanya kompor dan juga penggorengan karena selama ini ia selalu menyuruh orang-orang yang bekerja dengannya yang mengerjakan semua pekerjaan itu.


"Ya Tuhan ini Apa susahnya sekali mengerjakan semuanya pekerjaan ini Padahal selama ini si Embok Kalau mengerjakan selalu terlihat biasa-biasa saja tidak kesulitan sedikitpun, apa dapur ini sangat membenciku karena aku munculnya sekali-sekali saja sampai-sampai tidak suka kalau aku memegang setiap barang yang ada di sini? "entah mungkin karena frustasi benda mati pun Sintia salah kan untung juga tidak ada Bima kalau tidak pasti pria itu bakalan mengkritik Habis sikap Sintia yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.


"Oh hampir aku lupa Bukannya tiap pagi itu ada yang menjual bubur ya lebih baik aku keluar saja mencarinya daripada harus mau masak hanya bikin capek saja dan membuat kuku-kuku yang sudah aku jaga dengan baik bakalan hancur, ya biarpun tidak higienis yang penting intinya Ardila bisa makan dan dokter itu tidak pasti bakalan memikirkan hal yang aneh-aneh tentangku yang tidak bisa merawat anak sendiri!"setelah itu Sintia langsung berlari ke arah luar rumahnya dan kebetulan tukang bubur pun baru lewat membuat wanita itu langsung tersenyum.


"eh Mas tolong berhenti dong aku mau beli bubur! "teriak Cynthia membuat Mamang tersebut langsung berhenti dan menatap heran ke arah nyonya besar yang biasanya selalu memaki dirinya kalau memarkirkan gerobak di depan rumahnya ketika para asisten rumah tangga di situ hendak membeli bubur darinya.


"Permisi Nyonya, Anda memanggil saya? "tanya Mamang penjual bubur itu memastikan sebab takutnya dirinya hanya berhalusinasi bahwa Sintia sedang memanggilnya.


"Ya iyalah tidak mungkin saya panggil pohon untuk datang ke sini memangnya siapa yang menjual bubur di sini kalau bukan anda, sudah Jangan banyak bertanya cepat siapkan saya 2 mangkok bubur tidak pakai lama soalnya saya sudah lapar sekali! "perintah Cynthia ketus.


"Memangnya para pekerja di rumah sini di mana ya Nyonya soalnya sudah berapa lama ini saya tidak melihat mereka keliaran di depan rumah kalau saya lagi mangkal di sudut jalan situ, padahal bubur buatan saya itu merupakan langganannya mereka loh tidak pernah dilewatkan walau hanya sehari saja soalnya katanya paling enak mengalahkan restoran bintang 5?"tanya Mamang penjual bubur itu sambil meracik komponen yang diperlukan untuk menghasilkan bubur yang paling enak sekaligus untuk memecahkan kecanggungan sebab Baru kali ini dirinya melayani nyonya besar seperti Cynthia.


Sintia mendengarkan ketika mendengar pertanyaan dari penjual tersebut sebab menurutnya kalau ia menjawab jujur bahwa pembantunya ia pulangkan karena sudah tidak mampu membayar yaitu otomatis bakalan membuat dirinya Malu sendiri, maka dari itu dirinya memilih untuk mengatakan hal yang jauh dari kenyataan yang ada tetapi juga siapa juga mau bakalan jujur dan juga mengatakan hal yang sebenarnya.


"mereka itu katanya lagi pulang Soalnya ada hajatan di kampung mereka dan kata keluarga harus semuanya mengikuti ya jadi saya tidak mempermasalahkan itu soalnya kan kasihan kalau keluarga mereka bakalan kecewa, Lagian kalau memang mereka tidak ada saya bisa membeli makanan di luar dan kalau soal urusan rumah tangga yang lain ya sekarang kan bisa sewa pembantu yang hanya datang dan langsung pulang kerjanya! "jelas Chyntia yang tidak berani menatap ke arah penjual bubur tersebut karena menurutnya takutnya bakalan ketahuan kan malunya minta ampun.


"Oh syukurlah kalau begitu Soalnya kalau mereka tidak kembali lagi itu artinya dagangan Saya tidak akan punya langganan tetap lagi, Ya sudah Ini pesanan Nyonya dua mangkok kan harganya murah saja kok hanya Rp10.000 dan Saya jamin rasanya pasti membuat besok Nyonya bakalan mau beli lagi karena memang bubur saya ini paling terbaik di daerah sini! "Cynthia memilih untuk masa bodoh dengan perkataan pria itu dan mengambil selembar uang berwarna biru sambil menunggu kembaliannya.


sebab menurutnya kembalian itu juga merupakan hal yang penting sekarang itu dirinya memang sedang kere kalau dulu berapapun sisanya tidak pernah ia ambil karena menurutnya tidak ada niatan untuk menyimpan uang recehan, zaman sekarang keadaan semua sudah berubah jadi dirinya harus berhemat sebab tidak punya yang namanya penghasilan tetap.

__ADS_1


__ADS_2