
resepsionis tersebut memanggil Kamila agar mendekat ke arahnya sebab Ada berita penting harus disampaikannya, Kamila yang dari tadi sibuk dengan smartphone ya menatap heran wanita itu yang ekspresinya seolah Nanti ada berita bagus yang bakalan disampaikan.
"Mbak ke sini dulu deh, ada yang mau saya sampaikan!"bicara wanita itu sambil tersenyum.
Kamila pun mendekat sambil memasang tatapan herannya, bukan heran karena apa tapi melihat wajah wanita itu sepertinya ada kebahagiaan tersendiri karena merasa adem dan juga dirinya merasa seperti akan memiliki sahabat baru di tempat itu.
"panggil aku Kamila saja, biar nantinya lebih akrab begitu soalnya aku juga masih baru di tempat ini sekalian mau cari teman!"Jelas Kamila membuat wanita itu menganggukan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu panggil aku Sarah saja, biar kita berdua lebih akrab lagi dan aku juga kebetulan baru di tempat ini hanya mungkin lebih dulu soalnya baru 3 bulanan sih. karena dipindah dari kantor pusat ke sini sebab lagi kekurangan karyawan, nanti kita sebentar setelah kamu dari ruangannya direktur baru kasih nomor ponsel kamu biar kita bisa bertukar kabar!"ujar wanita itu membuat Kamila membulatkan matanya sempurna bukan karena perkataannya dari awal sampai mendekati pertengahan tetapi pembahasan akhirnya itu.
"Maksudnya aku diizinkan ketemu sama direktur keuangan, Wah kalau begitu hari ini merupakan hari keberuntunganku di tengah hari sial ku kemarin-kemarin?"tanya Kamila antusias.
wanita itu menganggukkan kepalanya sebab apa yang dikatakan Kamila itu sangat benar sekali, hanya saja padahal penting juga yang harus saya sampaikan agar wanita itu nantinya tidak Bakalan mendapatkan kesulitan.
"Iya benar direktur mau kamu masuk ke sana tetapi sebelum itu Dia menyuruh saya untuk mengingatkan kamu soal penampilan, hanya saja setelah saya melihat ternyata penampilan kamu itu memang sesuai dengan syarat yang beliau ajukan kepada saya tadi!" Ujar wanita itu ambigu membuat Kamila pun menoleh ke arah penampilannya kali ini mencoba menelaah kira-kira ada yang salah atau tidak.
"Memangnya penampilan ke ruangannya itu harus seperti yang bagaimana ya, soalnya Setahu saya penampilan wanita kantoran itu ya harus memakai rok span kemudian dandanannya juga harus necis agar tidak mempermalukan perusahaan itu sendiri?"tanya Kamila memastikan karena biar bagaimanapun sebelum melamar di tempat itu dirinya juga merupakan seorang wanita karir.
"ya penampilannya kayak kamu sekarang Mila, ya itu memakai rok di bawah lutut kemudian baju kamu itu belahan dadanya tidak terlalu terbuka dan juga dan dalam kamu itu natural banget. Oh iya direktur keuangan itu namanya Pak Arlan, Dia itu orangnya tegas dan juga tidak suka sama pegawai yang lambat dan juga berpakaian yang tidak sopan."mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah tadi Kamila langsung menghela nafasnya kasar karena dirinya yakin pasti sebentar bakalan ada kecanduan yang begitu besar di dalam ruangan pria yang tadi bernama Arlan itu.
"Memangnya orangnya itu sangat kayak gimana sih soalnya Aku paling benci sama orang yang pura-pura tegas padahal kurang ajar di belakang, belum lagi katanya tidak ingin melihat dandanan wanita yang begitu mencolok dan seksi padahal sebenarnya jiwa mesumnya itu ada di mana-mana?"Kamila langsung melayangkan protes membuat Sarah hanya bisa menggelengkan kepalanya karena nanti entah apa jadinya saat wanita yang ada di hadapannya itu bertemu dengan direktur yang sangat terkesan Arogan itu.
"jangan Kamu banyak bicara lagi deh sekarang lebih baik kamu langsung pergi ke ruangannya Pak Arlan sebelum beliaunya keluar, Oh iya ingat pesanku ya saat sampai di sana kalau dia ngomong banyak atau suka marah-marah kamu harus diam saja jika memang benar membutuhkan pekerjaan ini!"bujuk Sarah karena dirinya yakin jika Kamila itu merupakan tipe wanita yang tidak ingin ditindas.
Kamila mengerutkan beningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah tadi karena itu sama saja dengan membiarkan harga dirinya diinjak-injak, kalau memang nanti Arlan atau siapapun itu berbicara sopan yang maka dirinya juga menyambut dengan penuh kesopanan Tetapi kalau tidak jangan salahkan dirinya itu mengamuk.
"ya Itu tergantung dari situasi dan juga kondisi serta orangnya, kalau dia hobinya mengajak orang untuk berantem Ya sudah aku jabanin saja daripada sayang dia tidak punya lawan yang sepadan!"ujar Kamila sambil mengangkat kedua bahunya membuat Sarah hanya bisa menepuk pelan kepalanya karena dirinya yakin pasti sebentar bakalan terjadi kehebohan.
__ADS_1
"Ya sudah kamu ke sana masuk sudah jangan lama-lama di sini Nanti yang ada Aku juga bakalan disalahin, nanti pas keluar dari sana Jangan menyalahkan aku Ya karena dari awal aku sudah mengingatkan kamu tapi kamunya saja yang keras kepala!"ujar Sarah lalu memilih untuk berkutat dengan berkas yang dititipkan oleh para tamu untuk diberikan kepada para petinggi perusahaan itu.
melihat Sarah yang tidak peduli lagi dengannya membuat Kamila mendengus kesal, padahal sebenarnya mereka berdua tuh istilahnya masih merupakan teman baru otomatis harus saling menguatkan agar yang lain tidak turun mental.
"Dasar teman baru sejaman saja rasa-rasanya sudah bertahun-tahun sampai-sampai tidak ada niat untuk membantuku, setidaknya diantar aku dulu lah ke ruangannya direktur keuangan yang katanya sombong itu biar aku tidak tersesat!"Gumam Kamila sambil terus menatap ke arah belakangnya dan terlihat Sarah seolah tidak peduli padanya padahal wanita itu sedang tertawa di dalam hati.
"Maafkan aku teman baikku yang baru beberapa jam ini soalnya kalau soal berurusan dengan Pak Arlan aku angkat tangan deh, nanti coba kamu kasih tahu sendiri alasannya apa sampai aku tidak peduli atau bisa dibilang seolah tidak peduli!"gumam Sarah pelan.
sepanjang perjalanan ketika keluar dari lift Kamila terus saja berusaha mencari di mana ada ruangan yang di depannya tertulis direktur keuangan, soalnya dirinya tidak ingin saat interview malah salah masuk tempat dan nanti yang ada bakalan menjadi bahan ledekan seumur hidup.
ketika dirinya sibuk mencari ruangan itu kebetulan berpapasan dengan seorang wanita yang sepertinya mungkin bekerja di di lantai tersebut, wanita itu terlihat ramah dan juga sepertinya sifatnya sama seperti Sarah yaitu jiwa membantunya itu begitu besar.
"Permisi mbak ada yang bisa saya bantu? "tanya wanita itu sambil tersenyum.
Kamila Akhirnya bisa bernafas lega karena sepertinya dirinya bakalan tidak kesulitan soalnya bantuan itu datang secara sendirinya, Mungkin ini yang bisa dibilang bawah apa yang engkau tabur itu pula yang akan engkau tuai dan selama ini dirinya selalu menaburkan kebaikan maka mungkin sekarang Tuhan sedang memperhitungkan kebaikan nya itu.
"Oh Tuhan terima kasih Akhirnya ada yang mau membantuku! aku itu lagi mencari ruangan direktur keuangan yaitu Pak Arlan, tadi kata Sarah resepsionis yang di depan katanya Ruangannya di lantai 2 ya makanya aku ke sini tetapi bingung di bagian sebelah mananya ya ? "tanyakan Mila yang masih celingak celinguk ke sana kemari karena masih belum melihat apa yang ia cari.
"nah kebetulan tadi juga Pak Arlan ada menyuruh saya untuk menjemput Mbaknya di lantai bawah, soalnya dia tidak punya banyak waktu karena ada meeting dengan klien di luar makanya dia suruh buru-buru ke sini agar interviewnya cepat dan dirinya bisa keluar! "ujar wanita itu sambil terkekeh membuat Kamila pun ikutan karena ternyata segala sesuatunya sangat begitu dimudahkan.
"Oh ya Nama saya Dina saya merupakan sekretarisnya Pak Arlan, nanti saat masuk ke dalam Tolong jangan merespon secara berlebihan atau diambil hati ya setiap kata-katanya karena memang orangnya itu seperti begitu!"Kamila mengerutkan keningnya karena ternyata sudah dua orang yang mewaspadai dirinya agar tidak bersikap berlebihan.
"oke baiklah kamu tenang saja soalnya aku juga penasaran loh sebenarnya dia itu seperti apa tampangnya sampai-sampai semua orang mewaspadai, mungkin aku bisa mencontoh sikap arogannya biar Senyumanku tuh bakalan tidak ku tebar kemana-mana soalnya nanti bikin orang pada meleleh! "ujar Kamila dengan kata-kata yang penuh candaan karena lebih ingin merilekskan suasana.
"Ih kamu lucu sekali loh disaat orang lain takut bertemu sama Pak Arlan kamunya malah semangat, Oh iya kita belum kenalan tadi kan Namaku sudah kau sebut sekarang giliran nama kamu siapa dong? "tanya Dina penasaran dengan sosok wanita yang cantik dan juga manis serta berkulit putih bersih yang tengah tersenyum ke arahnya itu.
"nama aku itu Kamila Andini, tapi panggil saja aku Kamila atau Mila! pokoknya Terserah kamu mau memanggilku apapun senyamannya kamu tetapi harus sopan ya, soalnya aku ini kan manusia paling langka di bumi ini dan juga manisnya paling terparipurna!"Kamila terlihat mudah sekali untuk bergaul Meskipun orang itu baru ditemuinya seumur hidupnya karena menurutnya ketika kita nyaman dengan orang lain otomatis orang lain pun bakal melakukan hal yang sama.
__ADS_1
"Ya sudah coba katakan di mana ruangannya Soalnya kalau lama-lama di sini aku bakalan kena marah loh di dalam nantinya, Tadi kan kamu bilang sendiri orangnya itu seperti apa nanti kamu yang bakalan selamat tapi akunya yang bakalan parah?"tanya Kamila greget karena dari tadi Dina sepertinya melupakan tujuan awalnya.
"Astaga aku sampai melupakan hal sepenting itu nanti bukan kamu saja yang bakalan kena dampak ini giliran aku juga sepertinya, Ya sudah itu ruangannya tidak ada tulisan di atasnya soalnya katanya tulisan itu hanya membuat dirinya muak!" Ujarn Dina sambil menunjukkan ruangan dengan pintu yang berwarna hitam seolah katakan seperti orang yang ada di dalamnya juga pikirannya hitam semua.
"pantesan saja dari tadi Aku cari ke sana kemari tidak ketemu tahu pintunya ada tetapi nama ruangannya tidak ada, aku jadi tambah semangat ingin melihat Seperti apa sosok yang ada di dalam situ kira-kira titisan makhluk halus model apaan sih?"gumam Kamila tetapi masih bisa didengar oleh Dina dan menurutnya wanita itu bakalan menjadi Cs nya karena terasa begitu nyambung saat ngobrol.
"fighting Kamila pokoknya intinya Doaku selalu menyertai kamu!"ujar Dina memberikan semangat kepada Kamila membuat wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.
"aku itu mau pergi interview kerja bukan ingin bertarung maka harus diberi semangat segala, tapi ya sudahlah dukungan kamu itu berharga untukku Jadi terima kasih banyak!"setelah mengatakan hal itu Kamila mencoba menetralkan degup jantungnya sebab bagaimanapun ini merupakan hal pertama dirinya melakukan interview dengan orang yang tidak pernah ia kenal sedikitpun.
tok tok tok
"Permisi Pak, Apa saya boleh masuk?"tanya Kamila dengan suaranya yang dibuat sama natural mungkin padahal dirinya begitu penasaran loh dengan sosok yang berada dari balik pintu ini.
"Hemmm!"Sahut manusia itu dari dalam membuat Kamila mengerutkan keningnya karena sangat tidak paham.
"Sudah segitu doang jawabannya? Ya Tuhan kira-kira manusia seperti apa sih sampai-sampai mengeluarkan suara saja begitu irit, semoga saja tampangnya tidak irit sehingga biarpun orangnya malas bicara tetapi aku punya dapat nilai plus yaitu bisa menikmati surga dunia!"gumam Kamila dalam hati Mana berani berbicara langsung orang dirinya sudah masuk di dalam ruangan Arlan.
sesampainya di sana terlihat seorang pria yang tengah memeriksa berkas yang bertumpuk yang ada di hadapannya itu dengan kacamata yang masih bertengger wajahnya, pria itu bahkan tidak ada niatan menyuruhnya duduk membuat Kamila mau tidak mau hanya berdiri sambil menundukkan kepalanya tetapi Percayalah berbagai macam kata umpatan sedang Ia rapalkan di dalam hati.
"ini manusia sebenarnya ada niat tidak sih untuk memberikan aku pekerjaan, masak sudah 5 menit aku berdiri di sini tapi dianya tidak respon sama sekali seolah-olah Aku ini hanya bayangan saja yang numpang berdiri?"sungut Kamila dalam hati
"Ekhemm!"Kamila sengaja berdehem agar mungkin dirinya bisa mengingatkan Arlan bahwa Sebenarnya ada makhluk lain yang berada di situ juga selain dirinya.
Arlan dari tadi fokus pada berkas yang ada di hadapannya langsung menoleh ke arah sumber suara dan kemudian melepas pelan kacamata yang dipakainya, sungguh jika tidak ada rumor yang mengatakan bahwa pria itu arogan maka Kamila bakalan memberikan nilai 100 untuk tampang yang begitu sempurna itu.
hanya saja ketika mendengar kata-kata minus tentang pria itu membuat nilai 100 Itu ya mungkin ada niatan baginya untuk mengurangi 60 angka, apalagi ketika Kamila datang ke sini pria itu sengaja mengacuhkan dirinya. siapa juga yang tidak kesal jika diperlakukan seperti begitu.
__ADS_1
"Saya bingung biasanya kalau mau interview karyawan yang melamar di sini harus membaca data dirinya dulu kemudian riwayat pekerjaannya selama ini, hanya saja karena kosong makanya tadi kenapa saya membiarkan kamu berdiri di situ untuk mengenalkan diri kamu tetapi karena kamunya tidak ngomong Ya sudah saya tetap fokus pada saya?"ujar pria itu yang terlihat begitu santai.
Kamila memasang wajah tidak percaya Karena menurutnya orang gila mana yang akan memperkenalkan dirinya tanpa disuruh, tetapi pria itu malah berbuat seolah-olah dirinya tidak punya sama sekali membiarkan orang lain berdiri kebingungan.