
"kamu ini tingkahnya seperti melupakan kalau Paman juga pernah muda dulu, makanya lain kali kalau sudah dekat lebih baik langsung diempat Jangan dibiarkan lolos karena nanti urusannya bisa berubah seperti ini kan? "tanya Yamamoto itu sambil tersenyum mengejek ke arah Angga yang dari tadi hanya menatap kesal ke arahnya sebab setiap kali bertemu dengan pria itu pasti akhir-akhirnya bakalan dikerjain.
"Muda nya Paman dulu itu sudah terlalu lama jadi otomatis pasti sudah melupakan jadi jangan seolah-olah masih mengingatnya bukannya penyakit orang tua itu merupakan pikun, jadi jangan berbuat seolah-olah menjadi orang yang paling benar dan juga tahu menahu saat ini soalnya yang lebih baik dipikirkan itu bagaimana keadaan istri di rumah yang sudah ditinggal lama! "Angga terdengar tidak ada kecanggungan ketika berbicara dengan Yamamoto sebab menurutnya pria itu sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri karena kebiasaan Yamamoto yang selalu mengajak dirinya berdebat dan juga bercanda.
"Oh kamu tenang saja kalau soal istri Om di rumah mah sudah dikasih kabar satu kali 24 jam jadi otomatis dia tidak bakalan bertanya-tanya ataupun mencari tahu, Jadi yang kamu perlu Ingatkan sekarang itu tentang diri kamu sendiri kira-kira sehat tidak Nanti sebentar ketemu sama gacoan kamu?"ujar Yamamoto santai.
Pria yang berasal dari Jepang itu sudah fasih berbicara dengan bahasa Indonesia karena mungkin ada salah satu keturunan yang berasal dari negara ini jadinya tidak ada yang namanya kesusahan dalam melafalkan ejaan yang benar, dan juga karena usahanya ada beberapa yang ada di negara ini jadi otomatis membuat dirinya bakal pulang pergi dan dengan begitu maka mau tidak mau dirinya harus bisa belajar bahasa Jepang.
"Nanti kalau jodoh juga tidak bakalan ke mana Kok, yang penting intinya selalu bersabar dan juga menunggu karena mungkin jodohku sekarang lagi sibuk mencampurkan antara yang namanya gula dan juga kopi menjadi satu sehingga menciptakan rasa manis seperti dirinya!"jelas Angga yang begitu santai.
"oke baiklah kita semua lihat saja kira-kira nanti kalau jantung dalam hatinya itu datang respon pria ini bakalan seperti apa, mungkin dia bakalan senyum terbungkus atau senyum Mekah dan mungkin melakukan gerakan jungkir balik tinggal kita lihat saja saat tanggal mainnya mulai berlaku?" jelas Yamamoto kepada semua orang yang ada di situ membuat Heru dan juga Mela tersenyum tetapi berbeda dengan Arlan yang sedang menahan emosinya terhadap sepupunya itu karena menurutnya pria itu tidak pernah mengerti dengan keinginannya dan juga tidak mengerti jika sebenarnya dirinya itu sudah mencintai Kamila dari dulu.
"Ayolah Paman Tolong jangan dibahas lagi biar Maksudnya aku lebih rileks dan juga tidak memikirkan sesuatu hal yang sangat membuat tidak masuk akal nantinya, seharusnya Paman itu mendukungku bukan malah membuat mentalku jadi turun nanti Saat dia muncul yang ada aku bakalan ngacir sembunyi di bagian mana begitu? "bujuk Angga yang sebenarnya pria itu sudah mengetahui respon Arlan yang terlihat seperti sangat tidak menyukai kehadirannya di situ.
kedua pria itu yang biasanya setiap kali bertemu pasti bakalan membahas sesuatu hal yang tidak penting kini malah terlihat seperti cuek dan tidak peduli, padahal seharusnya orang yang mempunyai hubungan dekat dan selama ini sudah biasa bercanda dan ketika baru bertemu Setelah sekian Purnama pasti bakalan ada kehebohan di antara mereka dan juga pembahasan hal-hal yang seperti biasanya tetapi kali ini malah berbeda.
__ADS_1
"Kenapa bisa pria itu muncul di depanku di saat ada Kamila yang bekerja di kantor ini? semoga saja Kamila mungkin segera langsung pulang Agar tidak bertemu dengannya dan dengan begitu pria itu bakalan Langsung kembali ke kotanya dan tidak akan muncul lagi karena kecewa, karena jujur aku sangat tidak ikhlas jika wanita itu kembali berhubungan dengannya Sebab aku yang bakalan menikahinya dan aku juga yang bakalan memiliki tubuhnya tidak ada seorangpun yang akan mendapatkan hal itu! "gumam Arlan dalam hati sambil menatap sinis ke arah Angga yang malah tidak mau kalah darinya.
"Sorry Bro aku ke sini itu untuk mengambil milikku yang sudah kamu pinjam selama beberapa hari dan setelah aku ambil aku tidak akan pernah mengembalikan kepada kamu baik dalam waktu dekat ataupun dalam waktu depan, karena kamu yang sudah membuat dia dan juga sudah menahan dia di sini agar selalu dekat dengan kamu padahal kamu jelas-jelas tahu kalau sebenarnya dari dulu sampai sekarang aku masih sangat mencintainya bahkan mungkin kadar Cintaku lebih besar daripada yang kamu rasakan! "batin Angga monolog.
jelas Angga merasa percaya diri bahwa perasaan cintanya itu lebih besar daripada yang dirasakan oleh Arlan Karena manusia hidup di dunia ini Mana yang mau ataupun merelakan orang yang ia cintai bersama dengan orang lain hanya demi kebahagiaan orang tersebut, bahkan ketika mereka bermesraan ataupun ketika wanita yang ia cintai itu melakukan hal romantis kepada pasangannya dirinya berusaha tersenyum meskipun hatinya Terasa seperti diiris-iris karena menurutnya cukup melihat Kamila Bahagia itu adalah perasaan yang seharusnya ia rasakan tidak usah memaksakan kehendaknya apalagi perasaannya karena nanti yang ada bukan kami lama-lama mendekat tapi tambah menjauh.
"Waduh ini Primadona yang sedang kita tunggu-tunggu kok belum datang juga soalnya aku takut nanti sebentar lagi jantung seseorang bakalan copot dari tempatnya karena merasa terkejut dan merasa tidak siap, tapi ya begitulah seorang wanita yang profesional dan juga anggunisme bakalan melakukan sesuatu itu dengan benar tanpa ingin ada kesalahan di dalamnya makanya itu merupakan sesuatu hal yang masuk akal! "Puji Yamamoto sebab memang dirinya tahu bagaimana cara kinerja seorang Kamila Andini yang selalu dibangga-banggakan oleh Heru meskipun dirinya baru pertama kali bertemu dengan wanita itu saat melakukan meeting tadi pagi dengan Arlan sebagai majikannya.
"Maka dari itu aku selalu mendukung dia ketika akan mengejar Kamila dengan begitu gencarnya sebab menurutku tidak ada wanita di dunia ini yang mampu mengimbangi sikap keras kepala Angga selain Kamila, aku pun selalu berusaha mencari tahu tentang keberadaannya dan setelah menemukan kalau dia ada di sini kami langsung mengikutnya ke sini karena sudah beberapa bulan lamanya tidak bertemu dengan wanita itu rasa-rasanya sudah sangat merindukan suara dan juga senyumannya yang meneduhkan! "jelas Mela yang Ikuti menimpali apa yang dikatakan oleh Yamamoto sebab menurutnya perkataan pria itu sangat benar dan Angga yang merasakan malu ataupun sedikit nervous itu merupakan hal biasa Karena tidak bertemu dengan orang yang sangat penting dalam hidup kita Setelah beberapa lama pasti bakalan merasakan perasaan itu.
"Kamu dari tadi kok diam saja Nak? apa badan kamu tidak enak jadinya kamu lemas seperti begini, kalau memang iya Ya sudah kamu pulang saja daripada memaksakan diri untuk tetap bekerja Tetapi kondisi yang tidak fit itu sama saja merugikan diri sendiri?"tanya Heru memastikan karena dari tadi setelah keponakannya itu menyapa mereka dan sampai sekarang tidak mengeluarkan satu kata pun membuat dirinya mencurigai kalau sebenarnya Arlan tidak dalam kondisi yang baik dan Hal itu membuat dirinya khawatir.
sebab pelukan ceritanya terlalu banyak tempat yang untuk difokuskan otomatis bakalan terasa monoton dan juga membosankan tetapi Ya beginilah gaya ceritanya seorang mima ah hanya Berandal kan nekat tetapi ada kemauan untuk menulis, maka dari itu kalau ada kata-kata yang salah atau tidak sesuai dengan yang diinginkan Silakan masuk ke dalam komentar saja dengan begitu bakalan terasa bahwa anda semua benar-benar menghargai cerita yang ditulis dengan harus mengorbankan kehidupan nyata atau real life Padahal anaknya harus dimomong.
Lanjut**
__ADS_1
"Permisi semuanya Maaf terlambat soalnya tadi diminta tolong sama teman jadinya aku membantu Dia sedikit, ini Silakan dinikmati minumannya Kalau ada masalah dengan rasanya silakan katakan saja nanti bakalan saya buatkan yang baru! "Kamila yang baru muncul mengagetkan semua orang tidak terkecuali Angga yang menatap sendu ke arah jantung pemilik hatinya itu.
tubuh pria itu bergetar karena memang benar-benar tidak menyangka wanita yang ia rindukan Beberapa bulan yang lalu kini tengah berdiri tetapi sepertinya belum fokus ke arahnya, karena fokusnya masih tertuju kepada Mela dan juga Heru sedangkan posisi Angga sedikit di pojokan duduk di samping Yamamoto yang dari tadi selalu menyenggol dirinya ingin melihat Bagaimana reaksi pria itu ketika melihat Gemilang masuk di dalam ruangan tersebut.
"kamu itu selalu melakukan yang terbaik dan aku juga tidak pernah kamu buat kecewa jadi jangan kamu pernah merasa berkecil hati dengan apa yang sudah kamu usahakan, Ayo silakan duduk di sampingku soalnya aku yakin kamu capek karena tadi baru pulang meeting langsung kamu buatkan minuman ini dan membawanya ke sini padahal jarak pantry dan juga ruanganku lumayan jauh loh! "ajak Arlan sambil menepuk sofa yang ada di sampingnya membuat Angga meradang dan tidak terima sebab menurutnya kalau sampai Arlan melakukan hal itu dan Kamila menyetujuinya maka otomatis pria itu tidak menghargai keberadaannya di situ.
"ekhemm!"Angga akhirnya berdehem agar Kamila menatap ke arahnya dan memang hal itu benar terjadi bahkan wanita itu seolah melupakan tawaran yang diberikan oleh Arlan barusan membuat pria itu sedikit kurang hati dan wajahnya memerah karena malu sebab Kamila tidak mempedulikan dirinya di hadapan semua orang.
"Angga, Astaga kamu juga di sini? akhirnya kamu pulang juga setelah beberapa waktu tidak nongol juga, apa sudah capek berpetualangnya dan sekarang ingin memilih pulang karena sudah kehabisan ongkos? "tanya Kamila antusias bahkan kini wanita itu sudah mendekat ke arah Angga sambil siap-siap mengambil ancaman-ancang untuk menghajarnya karena sudah berani pergi tanpa pamit kepadanya.
"Tapi sekarang kan aku sudah pulang Jadi kalau otomatis aku pulang maka itu bukan orang lain pasti untuk kamu jadi jangan komentar dong ayo sini Duduk di sampingku supaya kita bisa bercerita, soalnya aku juga sangat merindukan kebiasaan kamu yang cerewetnya minta ampun bahkan nih Kamu lihat kupingku saja rasa-rasanya sudah sangat keras karena tiap hari tidak mendengar omelan kamu!"ledek Angga membuat Kamila langsung Segera duduk di samping pria itu sambil menatap tajam ke arahnya.
"kamu tadi ngomong apa? Enak saja kamu bilang aku cerewet Memangnya kamu itu tidak Cerewet padahal menurut kamu itu lebih daripada seluruh kaum wanita yang tinggal di dunia ini, jjadi hentikan kegiatan kamu itu karena nanti membuat orang lain yang bakalan pusing Apalagi itu tante Mela juga sudah tua kasihan kalau harus mengurus anak Bujangan Lapuk seperti kamu!"Karmila menyindir Angga tetapi pria itu tidak peduli karena menurutnya inilah yang ia tunggu momen di saat berdebat dengan Kamila dan juga di saat wanita itu memasang wajah cemberutnya karena terlihat begitu menggemaskan.
"kamu di sini ngapain? Memangnya kapan kamu pindah terus kenapa memilih kerja di sini terus perusahaan lama itu gimana kalau kamu sampai melakukan hal ini, Ayolah Jangan melakukan sesuatu hanya atas emosi sesaat karena nanti penyesalan yang datang bakalan membuat lebih kesulitan ke depannya? "tanya Angga penasaran tetapi Kamila menatap ke arah semua orang yang ada di ruangan Itu karena dari tadi sepertinya fokus mereka itu tertuju kepada keduanya membuat Kamila menjadi tidak enak hati jika harus membalas masalah pribadinya di hadapan semua orang.
__ADS_1
"kalau soal masalah yang itu sepertinya nanti kita bahas Lain kali saja kalau sudah ketemu hanya berduaan saja tetapi untuk sekarang lebih baik kamu minum dulu biar semuanya juga ikutan minum, tapi rencana itu tidak bakalan terlaksana kalau sampai kamu memutuskan untuk kabur lagi seperti kemarin-kemarin soalnya sekarang sepertinya kamu sudah punya kebiasaan baru lagi yaitu suka lari dari masalah dan juga suka lari dari kenyataan. "Sindir Kamila sambil tersenyum mengejek.
"seperti apa yang diucapkan Kamila itu sangat benar yaitu kalau memang kalian mengobrol Berdua Lebih Baik pilih waktu dan juga tempat yang memang hanya ada kalian berdua saja tidak ada orang lain lagi, Soalnya kami itu sudah tidak berminat lagi dengan urusan orang tua dan juga Pak Arlan pasti memiliki kesibukan lain yang tidak harus diganggu oleh manusia pengangguran seperti kamu!"Yamamoto mengatakan hal itu sambil menatap ke arah Angga dan kali ini pria itu menganggukkan kepala pertanda keduanya se pemikiran dan juga sealiran bahwa segala sesuatu masalah pribadi itu dibahas harus secara pribadi bukan dihadapan semua orang meskipun itu merupakan keluarga mendekat mereka sendiri.