KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3


Kamila yang sudah sampai di kantor langsung memilih untuk menuju ke meja resepsionis guna menanyakan sebenarnya dirinya itu ditugaskan di bagian mana, meskipun tadi Arlan sudah mengatakan kepada dirinya bahwa tugasnya yaitu bekerja sebagai asisten pribadi pria itu.


Namun yang ada di pikirannya bahwa Arlan sedang bercanda Makanya sengaja mengatakan hal itu karena setahunnya saat dirinya melamar di perusahaan itu karena posisi bagian keuangan yang kosong, maka dari itu perkataan pria itu dianggapnya hanya sebagai angin lalu makanya ia kembali ke meja resepsionis untuk menanyakan kepada Sarah sebenarnya posisi mana yang akan ditempatinya.


Sarah yang bertugas sebagai resepsionis otomatis tidak pernah terlambat sebab posisinya yang sebagai Garda terdepan di perusahaan itu harus selalu datang tepat waktu, karena takutnya ada tamu yang hendak memiliki keperluan di situ sedangkan di meja resepsionis masih kosong otomatis mereka mau bertanya sesuatu pun tidak jadi soalnya orang yang mereka cari tidak ada.


"pagi Sarah! Wah seorang karyawan teladan ya datang lebih dahulu daripada yang lain Terus pulangnya juga ke belakang, kamu memang karyawan paling markotop deh Dua jempol untuk kamu!"Kamila sambil tersenyum membuat Sarah menatap kesal ke arahnya tetapi sekaligus takjub dengan penampilan formal tetapi elegan wanita yang ada di hadapannya ini.


"Astaga kamu ini Kamila yang kemarin datang untuk melamar pekerjaan di sini? Wah aku tuh jadi lupa ya saking panglingnya melihat perubahan penampilan kamu saat ini, aku yakin pasti semua pria yang ada di sini bakalan kepincut deh sama kamu soalnya aku yang sebagai wanita saja tidak bisa menolak pesona kamu itu!" goda Sarah membuat Kamila hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"kamu mah bisa saja orang aku memuji kamu kenapa kamu malah balik memujiku, Oh iya aku di tempatkan di posisi bagian mana ya bukannya aku kemarin kan melamarnya di bagian keuangan?"tanya Kamila yang akhirnya sadar dengan tujuan awalnya ke situ.


Mendengar pertanyaan Kamila barusan membuat Sarah mengerutkan keningnya karena heran, sebab setahunya Arlan mengatakan bahwa wanita yang ada di hadapannya sekarang ini merupakan asisten pribadinya tetapi kenapa malah Kamila yang bekerja tidak mengetahui posisi itu.


"Loh bukannya kamu itu ditempatkan sebagai asisten pribadinya Pak Arlan ya? tetapi kamu kok malah bertanya kepadaku seperti begini seolah-olah tidak sadar dengan pekerjaan kamu nantinya, emangnya Pak Arlan belum ngomong ke kamu soal pekerjaan kamu dan Posisi kamu di kantor ini?"tanya Sarah memastikan.


Kamila menggelengkan kepalanya karena memang dirinya pikir tadi perkataan Arlan itu hanya bercanda tidak ada yang serius di dalamnya, jadi dirinya juga tidak menanggapi perkataan itu sebab menurutnya dari awal skillnya untuk sebagai asisten itu tidak ada sama sekali karena memang pekerjaannya yaitu tetap di dalam ruangan sambil menghitung angka-angka yang tertera di berkas maupun layar komputer.

__ADS_1


"ya tidak ngomong sama sekali soalnya kan aku tidak ada niatan buat jadi seorang asisten apalagi sekretaris dan sebagainya, Soalnya aku kan skillnya ya sebagai seseorang yang tetap di ruangan menghadapi deretan angka bukan malah ke sana kemari untuk mendampingi pemimpin perusahaan."ujar Kamila yang benar-benar kebingungan hari ini sungguh hari pertama yang sangat tidak diharapkan bakalan terjadi seperti yang ia hadapi saat ini.


Sarah menghembuskan nafasnya kasar sebab menurutnya Arlan pasti ada alasan pribadi sampai-sampai mau menempatkan Kamila menjadi asistennya, padahal pria itu selama ini paling anti jika yang menjadi sekretaris dan juga asisten yang merupakan seorang wanita karena menurutnya itu sangat ribet.


"kebetulan Pak Arlan juga sudah sampai di kantor dari tadi lebih baik kamu pergi ke ruangannya saja untuk bertanya secara langsung soalnya saya juga riweh menjelaskannya harus seperti apa, nanti untuk kedepannya kamu bakalan tahu tugas kamu di sini sebagai apa kalau kamu bertanya kepada saya ya jawaban saya seperti tadi karena memang itu sudah instruksi langsung dari Pak Arlan!"Sarah akhirnya memberikan perintah yang menurut Kamila sangat membingungkan tetapi harus ia ikuti karena biar bagaimanapun dirinya yang suka rela datang melamar pekerjaan di tempat itu otomatis apapun yang disuruh harus dirinya ikuti jika masih mau bertahan hidup di dunia.


"Apa kamu tidak bisa membantuku sedikit begitu? Ya misalnya kamu ngomong kepada Pak Arlan supaya saya tetap ditempatkan di divisi keuangan, biarkan urusan asistennya dia bisa cari saja orang lain soalnya saya tidak berminat di bagian itu!" Bujuk Kamila berharap Sarah mau membantunya.


"Aku itu bukan tidak mau membantu kamu kalau misalnya kamu mau minta tolong untuk pergi menghajar orang yang mengganggu kamu Ya tidak masalah, tetapi kalau hubungannya dengan Pak Arlan aku angkat tangan deh. Soalnya di sini itu segala macam perintahnya adalah mutlak yang harus diikuti oleh semua orang termasuk aku dan juga kamu, Lagian sebenarnya tidak susah loh menjadi seorang asisten semua gadis di sini tuh pada berebutan ingin posisi itu Tetapi malah kamu yang ditawarkan cuma-cuma!"oke fix Sarah memang tidak bisa membantunya kali ini membuat Kamila harus berusaha dengan caranya sendiri entah nanti Arlan bakalan bisa diajak kompromi atau tidak lihat saja sejauh mana usaha wanita itu.


Dengan langkah kaki yang gontai wanita itu memilih untuk masuk ke dalam lift yang digunakan oleh para karyawan untuk mengantarnya ke ruangan Arlan, ruangan itu dirinya saja sudah tahu posisinya di mana karena kemarin sudah sempat dari situ.


"Halo pagi Mbak baru bekerja di sini ya? Boleh kita kenalan sebentar soalnya kan tidak enak kalau sesama pekerja di satu tempat yang sama tetapi tidak saling kenal, biar besok-besok Kalau bertemu kan tidak bingung kalau mau saling menyapa Soalnya sudah saling kenal?"tanya seorang pemuda yang tampilannya begitu rapi tetapi jangan melupakan cara jalannya yang begitu gemulai.


"Halo namaku Kamila aku baru pertama kali bekerja di sini, senang berkenalan denganmu besok lusa Semoga kita bisa saling membantu ya!"ujar Kamila sambil tersenyum.


"Halo Mbak Kamila kenalkan nama aku Bayu, senang juga bisa berkenalan dengan mbak dan juga Semoga kita bisa saling bekerja sama baik di dalam maupun di luar kantor. Oh iya Mbak Kamila ditempatkan di divisi yang mana Soalnya kalau aku di divisi keuangan, kebetulan di sana ada satu lowongan yang kosong kalau Mbaknya mau ya lebih enak kalau di tempatkan di sana saja?"tanya Bayu memastikan membuat Kamila ingin sekali berteriak kalau sebenarnya posisi yang dikatakan oleh Bayu itu adalah incarannya dari awal.


"Kamu jangan panggil aku mbak dong terkesannya sudah tua begitu orang aku nikah saja belum! Aku itu bingung Posisiku di perusahaan ini sebagai apa Soalnya kemarin memang Rencananya mau mendaftar di divisi keuangan tetapi belum ada kejelasan nanti ditempatkan di mana, kamu berdoa banyak ya biar kita bisa satu divisi supaya ngobrolnya lebih enak terus ke mana-mana pasti bakalan punya teman kan seru!" ujar Kamila yang begitu tak bersemangat Soalnya di mana-mana orang kalau kerja itu sudah mengetahui dengan pasti posisinya di bagian mana tetapi dirinya ini menggantung saja di udara yang layaknya jemuran.

__ADS_1


"Mbak Tenang saja kau punya aku bakalan berdoa yang paling mujarab untuk Mbak Biar kita sama-sama satu divisi, Soalnya orang yang teraniaya seperti aku ini kan doanya paling cepat dikabulkan!"Kamila mendengar kesal karena sepertinya Bayu itu tidak peka dengan permintaan tadi.


"Kamu ih tadi kan aku sudah ngomong jangan memanggil aku dengan sebutan mbak soalnya terkesannya sudah tua sekali, kalau kamunya dipanggil Mas Memangnya mau pasti nggak dong soalnya gaya kamu ngeces gitu?"ledek Kamila membuat Bayu tertawa sebab menurutnya kata-kata Kamila itu sudah layaknya seperti seseorang yang sedang sensi.


"aku mah kalau siang dipanggil Bayu kalau malam mah punya panggilan tersendiri, tapi kamu jangan ikutan deh seperti aku soalnya ribet hidup di dua dunia!"kata-kata Bayu itu tidak terlalu ditanggapi oleh kamilah sebab menurutnya kehidupan setiap orang itu beda-beda kita tidak bisa menjadi juri yang harus mengambil keputusan untuk hidup orang lain.


"Tapi seriusan kamu belum menikah Padahal aku pikir gadis secantik kamu ini pasti sudah banyak yang mengantri loh di belakang, atau kamu hanya lagi berbohong kepadaku biar masih dipikir perawan Ting Ting begitu?'tanya Bayu dengan tatapan menyelidik membuat Kamila ingin sekali tertawa sampai-sampai melupakan tujuan awalnya datang ke tempat itu yaitu bertemu dengan Arlan dan memulai pekerjaannya.


"Emangnya kamu mau coba merasakan kira-kira aku masih perawan Ting Ting atau tidak, soalnya Sepertinya kamu meragukan sekali dengan apa yang aku katakan?"tanya Kamila membuat Bayu terlihat memasang tatapan gemasnya sambil menggoyang-goyangkan badannya seolah-olah ogah dengan permintaan Kamila barusan.


"Ih aku biar kayak begini Tetapi maunya itu mengecek yang keadaan masih Ting Ting atau tidak Itu sama kekasih halalku, mana mau sama orang yang baru kenalan apalagi nanti bakalan menjadi senior itu masa-masa aja tidak tahu sopan santun lebih baik terus Kalian hidup di dunia!"ketawa keduanya pun pecah dia lorong yang tampak masih sepi itu karena ini masih kurang 20 menitan jam masuk kantor.


"Ya Astaga aku hampir lupa loh tujuan awal aku datang ke sini! Kamu mau ke ruangan kamu atau mau ke mana soalnya aku harus ke ruangannya Pak Arlan, kamu tahu sendiri kan bos kita itu seperti apa kalau lagi marah?" tanya Kamila membuat Bayu merasa heran kenapa orang yang baru dikenal itu memilih untuk ke ruangan Arlan padahal sebenarnya dirinya harus beruangannya sendiri dong.


"kamu kok malah pergi ke ruangannya Pak Arlan bukannya pergi ke ruangan kamu, Apa kamu tidak tahu kalau sebenarnya Pak Arlan itu sedikit memiliki kelainan sampai-sampai selalu membenci wanita yang berlama-lama berada di kantornya?"tanya Bayu setengah berbisik bahkan lebih parah lagi tingkat pria itu seperti seorang emak-emak yang lagi bergosip.


Kamila ingin sekali tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu itu sebab menurutnya semua yang dipikirkan oleh karyawan di kantor itu sangat berbeda dengan kenyataan, karena buktinya tadi pagi Arlan datang ke rumahnya sekedar untuk menawarkan tumpangan padahal dirinya saja tidak ada nomor kontak pria itu untuk menghubunginya Datang Dan Pergi bersama ke kantor.


"Oh ya Jadi maksud kamu Pak Arlan itu seseorang yang rada bengkok begitu? Tetapi mau bagaimana lagi Aku memang harus tetap pergi ke ruangannya soalnya tadi kata Sarah di resepsionis sana Aku harus ke ruangannya untuk mendengarkan Sebenarnya aku ditempatkan di posisi mana, jadi kalau aku tidak masuk ya Aku juga bakalan tidak tahu pekerjaanku di sini sebagai apa dan alhasil yang ada bikin malu karena diterima tetapi tidak dihargai!"ujar Kamila membuat Bayu menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan Cs nya itu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kamu ke sana saja untuk lebih jelasnya mengetahui posisi kamu di tempat ini dan aku doakan agar kita sama-sama di satu divisi, Lagian di sana itu orang-orangnya asik-asik semua kamu pasti bakalan betah bekerja di sini dan bisa mempunyai teman ngobrol agar tidak suntuk selama bekerja!"jelas Bayu antusias membuat Kamila pun merasa bahagia kalau memang dirinya mendapatkan tempat di posisi itu.


"Ya sudah kalau begitu kita bisa di sini ya soalnya aku harus pergi menghadap itu kulkas 2 pintu, nanti kalau beritanya buruk atau baik aku bakalan kasih tahu kamu deh!"pamit Kamila lalu kini dirinya sudah berjalan menuju ke arah ruangan Arlan yang terletak di sudut sekali tempat itu.


__ADS_2