KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Aryo


__ADS_3

Kini mereka semua sudah sampai di tempat tujuan yang dimaksud yaitu tempat pelaksanaan pernikahan Ardila dengan seseorang yang masih asing, kedua orang tuanya tidak pernah meragukan pilihan anaknya itu karena menurut mereka itu merupakan yang paling terbaik daripada miliknya Kamila.


ketika tiba di sana semua keluarga sudah menunggu kehadiran keluarga inti yaitu Bima dan juga istrinya beserta dengan mempelai, terlihat Ardila begitu bahagia karena di hari pernikahannya segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana dan otomatis tidak membuat dirinya malu.


Cynthia begitu bahagia ketika melihat putrinya selalu saja senyum-senyum dari tadi, dirinya merasa menjadi orang tua yang paling beruntung karena bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh putrinya.


kini semua sudah berkumpul lalu duduk di tempat yang sudah disediakan tinggal menunggu kedatangan mempelai pria beserta dengan rombongannya, Ardila begitu tidak sabar sampai-sampai tidak sadar jika sebenarnya mempelai prialah yang harus sampai lebih dulu di tempat itu bukannya dirinya yang malah terlihat seperti terkesan terlalu memaksakan kehendak.


" Apa kamu sudah ngomong sama calon suami kamu kalau akad sama resepsi bakalan diadakan di tempat ini, soalnya aku kita sudah setengah jam lebih sampai di sini tapi mereka belum ada tanda-tanda bakalan datang?" tanya Cynthia setengah berbisik kepada putrinya itu.


Ardila sebenarnya gusar juga bukan hanya mamanya saja hanya saja dirinya mencoba untuk menutupi semua itu dengan senyuman, karena baginya Aryo tidak mungkin meninggalkan dirinya atau mencampakkannya seperti yang dilakukan kepada Kamila.


" Mama tenang saja dia pasti bakalan datang mungkin hanya lagi sedang mengurus sesuatu jadinya terlambat ke sini, nanti kalau mereka semua sudah datang aku yakin Mama bakalan pangling dengan calon suamiku sekaligus menantu mama!" ujar Ardila antusias.


" syukurlah kalau begitu Soalnya mama juga tidak ingin nanti kita bakalan menjadi bisikan orang-orang lagi seperti kemarin yang dilakukan oleh Kamila kepada keluarga kita, dan mama tidak ingin kamu yang merupakan anak kesayangan Mama bakal mengalami nasib yang sama seperti yang dialami oleh anak itu kemarin!" sahut Cynthia pelan.


Ardila begitu percaya diri karena memang dirinya yakin nasibnya tidak bakalan seperti yang dialami oleh Kamila, sebab Aryo itu merupakan seorang pria yang materialistis yaitu lebih mementingkan harta dibandingkan dengan cinta dan juga kesetiaan.


maka dari itu jika dirinya bisa menjanjikan apa yang diinginkan oleh pria itu otomatis meskipun hubungan yang sudah dijalin lama bersama dengan Kamila tidak akan pernah dipedulikan oleh Aryo, dan belum lagi keunggulannya yaitu bisa menggaet pria dengan begitu banyak pesonanya serta pakaian-pakaian yang ia pakai selalu seksi dan juga terbuka.


hanya saja mungkin seorang pria yang menolak pesonanya yaitu Angga Bimana seorang, yang setiap kali melihat pakaian Ardila yang begitu terbuka bukannya tergoda ataupun menggodanya malah menatap sinis ke arahnya dengan kata-kata yang sangat tidak disukai oleh Ardila.


sedangkan di kediamannya Aryo sedang berdebat dengan sang Mama yang benar-benar tidak ingin pergi ke tempat acara, karena menurutnya calon menantu yang paling terbaik itu adalah Kamila bukanlah Ardila atau siapapun itu Meskipun mereka berdua berstatus sebagai kakak adik.


" Mama itu kenapa sih bukannya mendukung semua keputusanku agar hidup kita kedepannya lebih bagus daripada sekarang malah menentangnya, aku untuk melakukan semua ini karena mama dan juga untuk Mama bukan untuk siapa-siapa?" tanya Aryo yang tidak paham dengan jalan pikiran mamanya yang menolak mentah-mentah keinginannya untuk menikahi Ardilla padahal bisa dibilang dalam hitungan menit lagi.

__ADS_1


Venna menatap sinis ke arah putranya itu karena menurutnya segala sesuatu yang dilakukan Aryo itu bukan untuk dirinya melainkan semata untuk kesenangan pria itu, dirinya sudah terbiasa hidup susah dan juga tidak pernah minta yang muluk-muluk apalagi harus bergelimangan harta demi mengorbankan kebahagiaan seorang.


" kamu itu harusnya sadar diri karena sebagai seorang pria kamu yang harus berusaha bukan malah menjadi benalu dalam kehidupan orang lain, kalau memang kamu tidak ada niat untuk bekerja Ya sudah tinggal di Panti Asuhan atau di manapun itu yang penting Intinya jangan pernah menumpang hidup sama orang lain Apalagi itu merupakan keluarga istri kamu nantinya!" Venna benar-benar tidak menyukai Sikap yang ditunjukkan oleh Aryo yang seolah tidak sadar dengan apa yang kesalahan yang telah ia lakukan.


Aryo mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh sang mama karena selalu saja menyalahkan dirinya padahal menurutnya apa yang ia lakukan itu adalah yang paling terbaik, mana ada manusia yang mengorbankan kebahagiaannya hanya untuk mementingkan kebahagiaan orang lain dan dirinya meyakini jika ia telah melakukan hal itu sekarang ini.


" mama, kali ini aku minta dan juga mohon yang untuk terakhir kalinya tolong ikut denganku ke tempat akad sama resepsi ! karena jika aku ke sana tanpa kehadiran Mama ataupun orang yang mendampingiku nanti perkataan orang-orang seperti apa, setelah itu terserah Mama mau berbuat apa ataupun melakukan apapun aku tidak akan ikut campur ataupun memaksa tetapi untuk hari ini tolong ikuti kemauanku! " bujuk Aryo membuat Vena tidak menyangka jika putranya itu memang sangat susah diatur seperti papanya yang selalu saja mementingkan harta sehingga mau saja mengikuti wanita yang lebih kaya darinya.


" Mama Memang miskin tidak punya apa-apa dari Dulu Sekarang Dan mungkin sampai nanti, tetapi satu yang harus kamu sadar harga diri mama kesetiaannya mama dan juga hati nurani Mama itu masih berfungsi dengan benar. Mama masih bisa bedakan yang mana yang bisa harus dijalani atau yang mana harus berhenti di tengah jalan, bukan malah menyakiti hati orang lain demi kebahagiaan kamu sendiri Ingatlah Kamila itu gadis baik-baik yang nantinya bakal kamu sesali jika keesokan harinya ada pria yang lebih beruntung daripada kamu untuk mendapatkannya." Aryo yang sudah buta hati nuraninya langsung tanpa banyak bicara mengangkat kursi yang berada di samping Vena dan membantingnya ke dinding.


Brakk


tatapan Aryo begitu tajam ke arah mamanya yang sedang terkejut akibat dari bunyi dentuman yang begitu keras, pria itu seolah-olah ingin menerkam Siapa saja yang maju mencoba menghalangi jalannya ataupun keinginannya yang Tinggal selangkah lagi menurutnya.


" sebelum jiwa psikopatku muncul ke permukaan lebih baik Mama bersiap diri dan kita pergi sekarang juga, atau apapun yang Mama banggakan atau apapun yang Mama sayangi bakalan aku ambil saat ini juga!" tegas Aryo dengan tatapan nyalangnya membuat Vena hanya bisa menangis dalam diam dan begitu memendam kekecewaan yang sangat kepada putranya sendiri.


padahal tugasnya sebagai orang tua yaitu mengarahkan anaknya ke jalan yang benar agar tidak salah mengambil langkah nantinya, tetapi aku Boleh dikata ketika zaman sudah berubah seperti begini otomatis atau Nurani orang tidak akan bisa dibilang bertahan tanpa gemerlapan atau silau dari dunia modern seperti begini.


" Ya Tuhan, kalau memang dulu aku tahu akhirnya dia jadi anak seperti begini lebih baik aku tidak usah memiliki anak sama sekali dari pria itu. hatiku terasa begitu sakit ketika anak yang ingin ku ajar menjadi orang benar malah balik mengancamku dengan kata-kata yang begitu, Bisakah kau hentikan saja hari ini ataupun mencabut nyawaku sekarang juga agar pernikahan yang tidak aku inginkan ini tidak akan pernah terjadi dan juga tidak akan pernah aku saksikan!" mohon vena dalam hati kepada sang penciptanya tetapi Bukankah semua Manusia itu memiliki kemauan yang sama tetapi tidak akan pernah terkabul jika orang yang dimaksud tidak pernah ada niat untuk bertobat.


sedangkan Aryo mengusap wajahnya frustasi karena peluhnya sudah tetes membasahi seluruh wajahnya, mungkin karena saking emosinya ataupun greget dengan Sikap yang ditunjukkan oleh mamanya membuat Aryo menjadi lepas kendali.


Derth derth derth


ketika Aryo sedang sibuk dengan pemikirannya saat ini tiba-tiba ada panggilan masuk dan setelah dilihatnya itu ternyata berasal dari Ardila, ingin sekali dirinya membanting ponsel itu ke dinding agar tidak usah berfungsi sama sekali namun dirinya juga berpikir kembali tidak mungkin kan meninggalkan ladang emasnya padahal Tinggal selangkah lagi untuk berhasil.

__ADS_1


" Halo Mas kamu di mana sih kok sampai sekarang belum muncul? Kamu tahu tidak ini hari apa aku bisa-bisanya kamu sampai terlambat, nanti apa kata orang kepadaku kalau sampai nanti kejadian kemarin bakalan terulang lagi hari ini?" cecar Ardila pada saat Aryo sudah mengangkat panggilannya itu dan tanpa membiarkan pria itu mengucapkan salam ataupun sepatah kata.


Aryo mencoba untuk menetralkan kembali emosinya karena bisa dibilang Ardila itu memiliki temperamen yang tidak sabaran seperti dirinya, padahal setidaknya harusnya wanita itu mencemaskan keadaannya yang datang terlambat bukan malah mementingkan dirinya sendiri.


" Aku masih di rumah Soalnya mama mendadak pusing jadi aku biarkan dia rileks dulu nanti setelah itu baru kita berangkat, kamu percaya sama aku kalau kejadian kemarin tidak akan pernah terulang lagi untuk hari ini dan kamu adalah calon istriku yang sah!" akhirnya kata-kata itu yang dilontarkan oleh Aryo agar Ardila paham dan juga sedikit lebih tenang dan tidak terus saja bertanya Yang ini itu kepadanya.


" itu Mama Kamu kenapa lagi sih disaat seperti begini malah pakai error segala, jangan-jangan dia menentang pernikahan kita berdua jadi membuat alasan seperti begitu? kenapa tidak ditinggalkan saja sih kalau memang jadi orang nanti bakalan tidak berguna, Aku tuh cari calon suami bukan menunggu calon mertua yang nantinya bakal bikin pusing!" Sungut Ardila yang memang dari awal tidak menyukai kehadiran Vena yang menurutnya sangat menyusahkan karena sering sakit-sakitan.


jika Aryo sebagai anaknya Vena otomatis pria itu bakalan mencegah kata-kata kurang ajar yang dilontarkan oleh Ardila barusan, ternyata itu semua tidak terjadi sama sekali pria itu bahkan mendukung apa yang dikatakan oleh Ardila.


" aku juga sebenarnya mau tinggalkan dia di sini tapi kan nanti apa kata orang-orang dan juga keluarga kamu kalau sampai aku datang tanpa didampingi oleh keluarga sedikitpun, nanti kalau mereka bertanya soal statusku ataupun keberadaan orang tuaku nanti aku harus jawab apa kalau sampai Mama tidak ikut!" sahut Aryo.


Ardila sangat emosi membuat Cynthia datang dan menenangkannya karena wajah putrinya itu dilihat oleh semua orang yang sudah datang di tempat itu, Kalau mau marah sih tidak masalah tapi nanti kalau ditunda dulu soalnya nanti takutnya bakalan ada pembahasan lanjutan ketika orang-orang sudah meninggalkan tempat itu.


" kamu bisa tidak bersikap lebih manis Soalnya kamu sekarang itu lagi diperhatikan oleh orang segedung loh, nanti kalau mereka bicara yang tidak tidak mau taruh di mana wajah kita saat pulang nanti?" bisik Cynthia membuat Ardila mau tidak mau memasang senyum palsunya di hadapan semua orang.


" Aku itu lagi kesal Mama sama mamanya calon suamiku yang malah pakai acara sakit segala saat mau nikah seperti begini, coba saja kalau dia punya keluarga yang lain otomatis sudah aku suruh tinggalkan saja wanita tua itu daripada nanti bikin repot kalau datang ke sini!" bisik Ardila membuat Cynthia hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" kamu yang sabar dan menunggu besok saja nanti kalau sudah sah tidak perlu Terlalu ikut campur kan sama masalahnya dia , untuk sekarang kamu harus lebih tenang Jangan marah-marah Soalnya sayang loh kita sudah sewa gedung sama hal ini Tetapi malah pulang dengan membawa kata cacian dari orang!" bujuk Chyntia agar Ardila lebih rileks dan juga tidak terlalu terlihat emosi di hari pentingnya.


Vena yang sudah selesai bersiap diri langsung turun ke lantai bawah dan tanpa menunggu Aryo dirinya menuju ke dalam mobil, tidak banyak kata yang dilontarkan oleh wanita itu sebab menurutnya sama saja nanti tidak bakalan diikuti sedikitpun oleh sang anak.


Aryo yang melihat Mamanya sudah masuk ke dalam mobil langsung Segera ikut masuk dan juga menyetir mobil itu untuk menuju ke gedung tempat bakal diadakan pernikahan, tidak banyak barang yang ia bawa karena menurutnya segala sesuatu sudah disiapkan oleh Ardila dan dirinya hanya terima bersih saja sesuai dengan janji wanita itu.


sepanjang jalan Vena hanya menatap ke arah luar wanita itu begitu memikirkan nanti bagaimana respon Kamila ketika mengetahui semua ini, dirinya yakin wanita itu bakalan sangat tersakiti dengan kebohongan dan juga apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya tepat di belakangnya.

__ADS_1


pernikahan Kamila batal dan itu terjadi karena putranya dan baru saja kemarin kejadiannya, tetapi hari ini malah Aryo menikahi wanita yang jelas-jelas memiliki hubungan dengan wanita itu yaitu kakaknya Ardilla.


" Maafkan Mama sayang tidak bisa membantu kamu kali ini, tetapi Percayalah Kamu adalah anak mama meskipun bukan mama yang melahirkan kamu dan juga merawat kamu selama ini tetapi hati kamu baik tulus dan juga tidak pernah ada yang namanya Kepalsuan!" lirih vena dalam hati.


__ADS_2