KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Episode 95


__ADS_3

"Ya sudah kalau kamu tidak tahu malu seperti begituan biar tenang di rumah, Emangnya kamu tidak punya malu sebagai seorang wanita malah mengejar-ngejar pria seperti itu?" Tanya Chyntia yang mulai tersulut emosinya karena dirinya yang juga sebenarnya sedang diabaikan oleh Bima merasa tidak terima kalau anaknya juga merasakan nanti bakalan seperti yang tengah ia rasakan saat ini.


"kalau aku tidak bisa sembuh pokoknya aku bakalan berusaha berbagai macam cara agar bisa bertemu dengan Mas Aryo dan menjelaskan semuanya, kalau sebenarnya aku ini merupakan anak yang terzalimi oleh orang tua sendiri!"Ardila sudah seperti bukan dirinya yang terlihat seperti seorang wanita murahan yang bisa-bisa saja melelang dirinya untuk pria yang menolak mentah-mentah kehadirannya.


Chyntia memilih untuk pergi saja dari kamar putrinya itu sebab menurutnya orang waras harus mengalah tidak usah terpancing dengan kata-kata orang gila, karena jika tidak maka bisa dipastikan dirinya juga bakalan ikut gila seperti putrinya itu.


"Terserah kamu mau merencanakan apa di dalam hidup kamu tetapi keputusan Mama sudah final dan tidak akan pernah berubah lagi, kalau Kami tidak akan pernah menyetujui yang namanya hubungan kamu dengan Aryo sampai kapanpun meskipun pria itu membawakan bulan sekalipun untuk keluarga kita!"tegas Sintia lalu pergi dari situ sebab kalau lama-lama berada di dekat Ardila entah apa yang bakalan terjadi.


Ardila mendengus kesal ketika melihat Mamanya itu sudah pergi padahal pembahasan mereka berdua belum selesai, dirinya kalau ditanya apa memaafkan perbuatan Cynthia tadi tentu saja jawabannya tidak karena sang Mama tidak mengerti dengan kondisi dirinya.


jika Sintia memang menyayangi dirinya tidak mungkin menyakitinya di saat dirinya juga sedang kesakitan, wanita itu pasti bakalan menjaganya sepenuh hati tidak bersikap seperti yang tadi tetapi apa yang terjadi justru sangat terbalik dengan harapan.


"Aku tidak akan pernah memaafkan Mama yang selama ini tidak pernah memperlakukan aku sebagai seorang anak, bahkan lebih parahnya lagi mau menjadikan aku ladang uang dan aku tidak ingin hal itu terjadi sebab aku mati saja jika tidak bisa menikah dengan Aryo!"entah karena Obsesi atau mungkin karena merasa Aryo merupakan satu-satunya jalan agar dirinya bisa keluar dari kemiskinan membuat Ardila sudah seperti wanita yang tidak punya harga diri.


Bima yang sudah sampai di kantornya hanya bisa menundukkan kepalanya tidak ada niatan untuk menyapa para karyawan seperti yang biasa ia lakukan, dirinya merasa malu karena tidak bisa menjadi pemimpin yang baik sehingga para karyawannya bekerja sambil getar-getar takutnya perusahaannya itu bakalan kolaps dalam waktu dekat.


"Aku malu sekali sebenarnya saat datang ke sini Apalagi melihat wajah-wajah penuh kecemasan milik para karyawanku itu, tetapi aku juga bisa apa Kalau akhirnya hanya bisa pasrah dan mengharapkan ada keajaiban dari Tuhan supaya semua bisa berjalan dengan baik! "gumam Bima dalam hati dan segera masuk ke dalam lift khusus pemimpin perusahaan tersebut untuk segera membawanya ke ruangan miliknya.


Sesampai di sana asisten yang biasa handle semua pekerjaannya di tempat itu Tengah berdiri menunggunya di pintu, karena tadi Bima sudah sempat memberi kabar pria itu bahwa dirinya akan datang untuk mengecek keadaan perusahaan makanya sekarang dia berada di situ.


"Selamat pagi Pak Bima! Selamat datang kembali di kantor dan juga selamat menerima semua berita yang tidak terduga, maaf jika anda datang Saya tidak memberikan sambutan selayak mungkin karena memang kondisi kita tidak bisa untuk melakukan semua rutinitas itu! "Axel merupakan pria blasteran yang bisa dibilang usianya masih muda tetapi Jangan Ditanya soal kinerjanya dia merupakan kepercayaan dari keluarga Nugraha dari dulu karena ayahnya juga merupakan asisten dari pemimpin perusahaan itu yang terdahulu.


Pria itu sebenarnya sedikit tersulit emosi ketika beberapa hari ini Bima menghilang tanpa kabar padahal keadaan perusahaan sedang sangat genting, seharusnya jika memang Bima itu bertanggung jawab otomatis bakalan mencari suntikan dana dari pihak manapun agar perusahaan itu tetap berdiri kokoh dan tidak gulung tikar.


Sekarang dengan santainya Bima datang ke perusahaan bahkan wajahnya pun tidak terlihat tertekan padahal Axel yang jelas-jelas merupakan orang asing di situ merasa kasihan melihat keadaan perusahaan, kadang dirinya ingin pergi tetapi mengingat kesetiaan dari keluarganya terdahulu membuat ia mengurungkan semua niatnya itu dan berusaha sekuat tenaga agar perusahaan tetap jalan.


"Axel, Bisakah pembahasan semuanya itu nanti saja? Kamu tahu sendiri kan kalau aku juga baru datang dan juga nyawaku belum terkumpul sempurna untuk menyikapi masalah di sini, jadi lebih baik kita masuk ke dalam terus kita bahasnya belakangan soalnya aku benar-benar sedang sumuk untuk hari ini?"tegas Bima membuat Axel mengepalkan tangannya menahan emosi sebab menurutnya kesalahannya ada di mana ketika mengatakan suasana genting yang tengah dihadapi untuk saat ini.

__ADS_1


"Silakan masuk Pak, tetapi biarpun Anda mengira Saya tidak sopan atau bagaimana terserah! Karena memang ini masalah harus kita bahas saat ini juga, kalau bisa kita kumpulkan semua dewan direksi dan juga pemegang saham untuk rapat dadakan membahas kelanjutan perusahaan ini. Karena saya bingung perusahaan ini katanya Masih punya aset tersembunyi, tetapi harus ditandatangani oleh pewaris sah itu maksudnya apa ya pak?"akhirnya apa yang ditakutkan oleh Bima terjadi ketika mendengar pertanyaan Axel barusan sebab menurutnya aset tersembunyi itu juga sebenarnya sedang ia usahakan tetapi masih susah karena Kamila merupakan kunci satu-satunya aset tersebut.


"kamu tidak punya hak untuk membahas hal itu karena kamu di sini dipekerjakan dan diberi gaji, itu semua Biarkan saya yang berpikir? Kamu cukup mengurus apa yang harusnya kamu urus, tidak perlu ikut campur hak-hak yang tidak perlu kamu lakukan karena itu melanggar privasi keluarga kami!"Axel sebenarnya heran dengan perkataan ambigu milik Bima barusan karena dirinya yakin pasti ada masalah yang tidak beres antara internal keluarga tersebut.


"Kalau anda tidak ingin mengaku, Baiklah saya bakalan mencari tahu sendiri dan pastikan bahwa anda tidak berkutik Ketika saya sudah tahu sesuatu!" Gumam Axel dalam hati.


Pria itu bukan ingin bersikap kurang ajar hanya ingin menunjukkan kepada Bima bahwa ia serius memperjuangkan perusahaan tersebut, Namun sayang Apa yang dia lakukan ternyata disalah artikan oleh pemimpin tersebut maka akhirnya keduanya pun sepertinya ada kecanggungan yang terjadi.


"Ya sudah kalau begitu kamu kumpulkan dewan direksi kita bakalan rapat dadakan, hanya saja saya minta kamu jangan pernah membahas aset tersebut di depan semuanya jika masih tetap ingin bekerja di sini!" Dengan tegas Bima mengatakan semua itu.


Axel memilih sudah tidak peduli dengan perkataan majikannya itu sebab menurutnya terserah Bima Mau mengatakan apapun yang penting intinya dirinya memiliki maksud yang baik, Bukankah sebagai orang yang menggantungkan hidup pada perusahaan besar tersebut dirinya harus berupaya bagaimana agar perusahaan itu tetap maju dan berdiri dengan kokoh tanpa ada masalah internal yang terjadi.


Namun sepertinya apa yang ia pikirkan berbanding terbalik dengan yang ada di pikiran Bima, karena pria itu yang ada malah menuduhnya melakukan hal yang tidak-tidak Ataupun mungkin berpikir bahwa dirinya ingin menguasai semua harta milik pria itu sampai-sampai membuka rahasia yang ia simpan.


Axel langsung menghubungi setiap divisi agar mereka segera menuju ke ruangan meeting untuk rapat dadakan dengan pemimpin perusahaan, Mereka ingin mendengar ataupun berbagai keluh kesah dan sama-sama mencari jalan keluar yang terbaik tergantung kalau Bima menyetujuinya karena semua keputusan ada di tangan pria itu.


Axel sedang tidak ingin berkomentar karena dirinya tidak suka nanti dibilang suka cari muka dan juga mengadu domba orang lain, maka dari itu ia membiarkan saja orang lain mau berpikiran apa saja yang penting intinya ia tidak masuk di dalam golongan orang-orang seperti itu.


"Nanti bicaranya saja saat di ruangan meeting jangan ngomong kepada saya karena saya ini bukan siapa-siapa, kalau memang Anda menganggap saya sebagai asisten Tuan Bima Terima kasih tetapi untuk sekarang Tolong diam-diam saja!" Axel sedang tidak mood karena dirinya sendiri juga sedang ingin mencari tahu sebenarnya aset berharga yang tidak bisa digapai oleh Bima itu apa.


Kini semua orang sudah berkumpul di ruangan meeting untuk menunggu atasan perusahaan tersebut guna membahas soal pekerjaan dan juga masalah yang sedang dihadapi, yang mereka harapkan adalah kehadiran Bima bisa memberikan solusi yang terbaik bukan malah menggantungkan keadaan.


akan tetapi sebelum semua itu terjadi tiba-tiba ada seorang pria asing yang berdiri di lobby guna untuk bertemu dengan Bima, pria tersebut memberitahukan kepada resepsionis untuk memberi kabar terhadap Bima bahwa ada urusan penting yang ingin Ia bahas dengan pria itu.


Kebetulan Axel yang baru saja kembali ke dalam perusahaan berpapasan dengannya, membuat resepsionis tersebut menyampaikan maksud tujuan pria itu sehingga Axel mau tidak mau harus menyamperinya.


"Permisi Tuan, Apakah anda ingin bertemu dengan Tuan Bima? Kalau memang iya silakan ikut dengan saya Karena Kebetulan saya merupakan asistennya, dan sedikit lagi beliau akan ke ruangan meeting untuk rapat dengan para jajaran direksi maka dari itu tidak ada salahnya jika anda menyita waktunya sedikit!"jelas Axcel lalu menonton pria itu agar ikut dengannya.

__ADS_1


Pria tersebut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sebab menurutnya tidak lama lagi permainan ini bahkan lebih seru, dirinya ingin melihat kira-kira Bagaimana reaksi Bima ketika bertemu dengannya nanti.


"Silakan Tuan, ini merupakan ruangan Tuan Bima dan beliau sekarang ada di dalam!"Axel mempersiapkan pria tersebut masuk dan terlihat Bima ingin pergi dari situ dengan terburu-buru.


"Permisi Tuan, Ada yang ingin bertemu dengan Anda!"jelas Axel membuat bingung menghentikan kegiatannya itu dan menatap ke arahnya penuh dengan rasa keheranan.


"Siapa?"tanya Bima penasaran.


"Maafkan jika saya menyita waktu Anda Tuan, tetapi Bisakah kita ngobrol sebentar sebelum Anda melanjutkan kegiatan yang lain?"tanya pria itu memastikan.


Bima mengerutkan keningnya karena merasa tidak asing dengan sosok yang ada di hadapannya untuk saat ini, dirinya mencoba mengingat berulang kali tetapi sepertinya faktor usia membuat daya ingatnya tidak bisa dikembalikan.


"Apakah anda sedang berusaha mengingat saya, ternyata baru beberapa hari tidak bertemu anda sudah melupakan! "jelas pria tersebut


"Bukankah anda itu dokter yang menangani kecelakaan Ardila waktu itu, kalau Boleh saya tahu Ada perlu apa ya datang ke sini? Jika ingin membahas soal Ardila lebih baik langsung temui mamanya saja karena saya tidak punya urusan sampai di situ, sebab sekarang Ada hal penting yang harus saya lakukan daripada melakukan sesuatu yang tidak perlu!"ujar Bima tegas menolak sebab kalau memang menyangkut soal Ardila dirinya sudah tidak ingin mencari tahu semuanya lagi.


"saya ke sini kebetulan bukan membahas soal itu karena kalau membahas soal pasien ya tempatnya ada di rumah sakit tapi kalau di sini perusahaan otomatis kita bahas soal pekerjaan, maka dari itu saya rela datang ke sini meninggalkan pekerjaan saya di rumah sakit untuk sementara waktu hanya untuk membahas ya mungkin hal yang bisa membantu anda!"jelas pria itu membuat Axel dan Bima mengerutkan keningnya karena merasa heran.


"Ya sudah kalau begitu Silakan duduk, biar maksudnya pembahasannya lebih santai dan saya juga penasaran kira-kira angin apa yang membawa anda datang ke sini untuk membahas tentang pekerjaan dengan saya!"Bima sudah terlihat lebih rileks dan santai tidak sekaku dan juga secuek tadi.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Bramantyo Wijaya, saya datang ingin menawarkan kerjasama dengan anda! Kalau Anda berminat Ya silakan tetapi Kalau tidak pun saya tidak masalah karena memang niat Saya hanya untuk menolong, Kalau Anda bertanya saya tahu dari maka saya akan menjawab kalau sebenarnya urusan Anda ini sudah viral diketahui tentang kondisinya untuk saat ini!"bohong Bramantyo yang sebenarnya selama ini sudah menyelidiki masalah yang tengah dihadapi oleh Nugraha corporation itu.


"Kenapa tiba-tiba Anda ada niat untuk membantu, bukankah kita selama ini tidak pernah saling kenal dan juga tidak dekat sebelumnya? "Axel yang juga selaku asisten Bima tidak bisa membendung rasa penasarannya membuat pria itu langsung memotong perkataan Bramantyo begitu saja sebelum Bima yang menimpalinya.


"Karena menurut saya perusahaan sebesar ini yang dibangun Sudah lama tidak etis kalau tiba-tiba harus tutup dan karena tidak mampu membayar gaji karyawannya, maka dari itu saya datang untuk menawarkan kerjasama yang mungkin bisa menguntungkan kedua belah pihak!"jelas Bramantyo yang terlihat begitu santai dan benar-benar sangat menikmati akting yang ia lakoni saat ini.


"Tapi perusahaan ini istilahnya hampir kolaps Ya otomatis Bukan sedikit data yang dibutuhkan, apa Anda yakin berinvestasi di sini padahal keuntungannya pun belum tentu sesuai dengan yang diharapkan?"kali ini Bima yang tidak bisa membendung penasarannya juga.

__ADS_1


__ADS_2