
Ketika kehidupan kami lah sedikit ada berwarna ketika bersama dengan Angga berbeda dengan dirasakan dengan kedua pria yaitu Arlan dan juga Aryo.
Sebab kedua pria itu yang berada di satu Kota yang sama tetapi berbeda tempat itu tidak percaya jika wanita yang sangat mereka cintai itu lebih memilih kembali bersama Angga, Padahal selama ini yang mereka tahu kamilah selalu menganggap Angga itu merupakan sahabatnya tidak ada perasaan lebih darinya.
Oleh karena jika memang Kamila memiliki perasaan lebih pastinya wanita itu tidak akan pernah mau memilih untuk menikah dengan Aryo, tetapi apa yang terjadi nyaris saja mereka berdua bakal menikah namun ya itu saya sudah karena jodoh maut dan juga kelahiran sudah ada yang mengatur sebagaimana manusia menghendaki terkadang berbeda jalan-jalan pikirannya agar bisa berpisah.
Arlan bahkan tidak ada niatan untuk menelan makanan sedikitpun karena Percayalah mulutnya dari tadi itu terkatup rapat meskipun namanya menanyakan hal ini dan itu, jika menjawab pun pasti hanya ia dan tidak Selain itu dirinya memilih hanya menganggukkan kepala ataupun menggelengnya saja membuat Hera benar-benar bingung dengan sikap putranya itu.
"Kamu kalau ada masalah ngomong dong sama mama biar mama tahu dan kita bisa Cari jalan keluarnya bareng-bareng, Tetapi kalau kamu diam saja seperti ini ya Mana Mama paham kalau sebenarnya anak mama ini ada masalah! "ujar Hera karena benar-benar Jengah dengan sikap putranya itu yang terlalu kelewat seperti ABG labil yang sudah patah hati.
"aku baik-baik saja kok Mak, tidak perlu cemas ataupun memikirkan yang berlebihan karena memang anak mama ini sekarang sehat-sehat saja! "Arlan tetap kokoh pada pendiriannya yaitu biarlah masalah hati urusan hatinya sendiri tidak perlu melibatkan orang lain.
untung juga Arlan sudah besar Coba kalau Arlan masih kecil sudah dipastikan Hera bakalan menjewer kupingnya karena susah sekali untuk diatur, padahal yang diinginkan oleh seorang ibu yaitu anaknya Tetap tenang kemudian tidak segalau seperti itu karena orang lain bakalan berpikir kalau Arlan itu sebenarnya punya beban yang terlalu besar dalam hidupnya.
"Kalau kamu masih menganggap bahwa Mama ini merupakan orang tua kamu Tolong mengerti Kalau Mama sedang cemas memikirkan keadaan kamu, hanya karena kamu sepertinya lagi kenapa penyakit sariawan sampai-sampai susah sekali loh untuk dibilangin jadinya ya seperti itu lagi! "sungut Hera yang sementara menyajikan makanan malam untuk dirinya dan Sang putra yang terlihat semakin hari semakin tidak memperhatikan pola makannya akibat pekerjaan yang menumpuk dan juga belum lagi urusan di luar kantor.
"Mama kalau capek lebih baik kita sewa asisten rumah tangga saja agar ada yang bisa menemani mama dan juga membantu meringankan pekerjaan rumah, agar supaya saat aku pergi bekerja pikiranku Tetap tenang kalau di sini mama punya temannya dan ingat aku juga tidak bakalan kehabisan uang kalau sampai membayar mereka! "Arlan tidak ingin Mamanya itu selalu saja melayani dirinya padahal sebenarnya kakinya itu susah sekali buat digerakkan akibat penyakit rematik yang dideritanya selama ini.
Hera tersenyum mendengar tawaran dari putranya itu dirinya memang tahu selama ini Arlan selalu melarangnya karena mungkin Arlan ingin menunjukkan bahwa dia bisa membahagiakan mamanya hanya saja Hera merasa tidak nyaman kalau hanya duduk saja karena itu bisa membuat penyakitnya bakal bertambah parah karena terlalu dimanja akibat tidak digunakan buat bergerak dan juga bekerja.
"Mama itu tidak perlu pembantu yang Mama perlukan itu calon menantu karena dengan adanya calon menantu Mama bakalan merasa hidup lebih senang, dan juga mungkin bisa melihat kamu tertawa dan juga ada teman Bicaranya tidak diam terus seperti begitu dan kalau ada masalah malah pilih buat stres sendiri! "jelas Hera menolak tawaran dari putranya itu karena memang dirinya tidak ada niatan ditemani oleh orang lain karena yang ia inginkan yaitu ditemani oleh keluarganya sendiri.
__ADS_1
"Mama mencari istri itu bukan perkara muda seperti kita pergi membeli baju yang kalau sudah diinginkan ya langsung pergi beli saja, tetapi mencari istri itu adalah perkara yang sangat sulit bagi Arlan karena harus mengetahui bibit bobotnya serta sikapnya Seperti apa dan takutnya nanti dia hanya manis di hadapanku tetapi tidak pernah bakal menerima kehadiran Mama di tengah-tengah kami! "Erlan selama ini banyak wanita yang menyukainya Tetapi hanya dirinya Masih memikirkan keberadaan sang Mama yang jelas-jelas tidak mungkin pindah rumah ketika dirinya punya keluarga nantinya.
"Ya kalau setiap saat pemikiran kamu hanya tentang itu saja ya Kamu tidak akan pernah maju dan hanya bisa berjalan di tempat saja, padahal sebenarnya tidak ribet juga kalau kamu pengenalan dulu tidak perlu harus saat ini hari kenalan besok langsung aja ke nikah itu Mama juga tidak pernah menyarankan hal itu! Tetapi dasarnya kamunya saja yang tidak mau mencoba dan selalu berpikiran seperti itu saja dan otomatis stigma negatif itu tetap bakalan muncul, Padahal kalau kamu coba untuk lebih terbuka kemudian tidak terlalu kaku seperti biasanya ya pastinya ada wanita yang bisa kamu dapatkan dan yang terlihat Tulus yang sesuai dengan kriteria kamu! "Hera akhirnya punya kesempatan buat mengatakan semua pemikirannya kepada Sang putra yang selama ini selalu menghindar jika ada pembahasan seperti begini.
"Nanti kalau proyek yang aku tangani sudah sedikit berkurang dan keadaan perusahaan sudah sedikit lebih tenang untuk aku tinggal bakalan aku lakukan seperti yang mama katakan, tetapi untuk sekarang sepertinya tidak bisa karena pekerjaanku sedang menumpuk dan Mama tahu sendiri kan tidak mungkin aku meminta tolong kepada Om Heru yang jelas-jelas punya pekerjaan yang lebih banyak daripada aku! "Arlan sengaja mencari celah yang pas agar pembahasan itu bisa berhenti karena jika tidak dirinya yakin pasti nanti kata-kata yang ia keluarkan takutnya menyinggung perasaan Hera.
"Sudahlah nak Terserah kamu saja mau ngapain soalnya setiap kali bicara pasti alasan kamu hanya itu saja, dan kalau sampai proyek kamu itu selesai otomatis Mama yakin uban kamu sudah semakin banyak dan nantinya wanita yang menyukai kamu pasti hanya berminat dengan kekayaan kamu saja soalnya tampang kamu sudah tidak bisa lagi menunjang! "Hera mengatakan hal itu sambil memilih untuk melanjutkan makannya karena percuma berbicara dengan putra nya yang begitu pembangkang dan susah sekali diatur.
"Nah kalau diam begini terus bahas masalah lain kan lebih bagus daripada membahas sesuatu yang tidak pasti dan hanya buat kepala sakit, kalau aku sih Oke tapi Mamanya terlihat begitu tertekan karena anaknya tidak laku-laku! "ledek Arlan yang berusaha mencairkan suasana Soalnya kalau dibawa tegang terus alhasil nafas bisa tercekat di tenggorokan.
"Ya iyalah capek bahas yang itu-itu saja tetapi yang dibahas malah tidak ambil pusing, lebih baik nantinya Mama selesaikan makan terus nonton drama Thailand seperti biasanya Daripada nonton drama anak sendiri yang tidak tahu ujungnya entah sad ending atau happy ending!"sungut Hera membuat Arlan hanya bisa menggelengkan kepalanya karena mungkin sudah kecantol sama yang namanya Thailand akhirnya Mamanya juga pun ikutan Seperti drama itu yang suka sekali menjodohkan anaknya kemudian memaksa anaknya harus menikah dan bla bla bla.
Selama beberapa lama ditahan di sini harapannya hanya satu yaitu bisa bertemu dengan Kamila dan wanita itu mencabut gugatannya, Lalu setelah itu mereka berdua bakalan kembali seperti dulu lagi membina hubungan dan berakhir dengan pernikahan walaupun sempat gagal di pertama kali mencoba.
"Apa kamu lupa kalau sebenarnya aku ada di sini sampai-sampai kamu tidak pernah muncul sama sekali sekedar untuk memastikan keadaanku, aku itu merindukan kamu dan juga capek melihat semuanya ada di sini karena mereka seolah memusuhi aku yang jelas-jelas hanya ingin mempertahankan cintaku! "lirih Aryo dalam hati.
Belum lagi teman-teman satu sel tahanannya yang begitu tidak menyukai keberadaannya karena menurut mereka Aryo itu selalu di anak emaskan mungkin karena tampangnya, sehingga para sipir wanita selalu saja memberikan apa yang diinginkan oleh Aryo sedangkan mereka selalu tidak pernah dituruti kemauannya
"Eh orang kota yang sombong! Kapan sih kamu bisa keluar dari sini dan kehidupan kami bisa kembali normal lagi? Baru beberapa saat di sini saja kamu sudah membuat posisi kami tergeser apalagi kalau sampai bertahun-tahun, Kenapa juga tidak kamu mati sekalian biar makin berkurang polusi di dalam ruangan ini! "ujar salah satu pria bertubuh Tambun yang sangat tidak menyukai keberadaan Aryo padahal pria itu tidak ada sedikitpun yang mengusik keberadaan salah satu dari mereka yang merupakan penghuni lama di tempat itu.
Seperti biasa Aryo memilih untuk menulikan telinganya tidak ada niatan untuk menjawab sebab Biar bagaimanapun mereka bakalan mengeroyok dirinya sampai habis-habisan, seperti saat pertama kali dirinya datang di situ dan membalas perkataan pria Tambun tersebut dan alhasil anak buahnya langsung menghajar Aryo sampai tak berbentuk.
__ADS_1
Karena merasa perkataannya tidak digubris membuat pria itu meradang dan alhasil menarik kerah baju yang dipakai oleh Aryo sehingga pria itu terjingkat ke belakang, namun Lagi Dan Lagi Aryo memilih untuk menundukkan kepalanya karena dirinya tidak punya waktu untuk melawan dan juga ia ingin menunjukkan kelakuan baik agar bisa dikeluarkan sesegera mungkin.
"Saya dari tadi sudah berusaha sabar tetapi kamu sepertinya sedang menguji kesabaran saya itu, lebih baik kamu teriak kepada sipir dan meminta untuk pindah dari ruangan ini atau saya bakalan melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu! "perintah pria itu tetapi Aryo memilih untuk malas tahu sebab menurutnya kalaupun dirinya dikeluarkan Ya sudah pasti dilakukan beberapa saat yang lalu tetapi ini kan tidak sama sekali meskipun ia dipukul tetap bakalan satu sel dengan mereka.
"Sepertinya dia sudah kebal dengan pukulan Anda bos dan ingin memintanya lagi, karena jika tidak pasti dia bakalan menjawab apa yang Anda katakan tetapi lihat sekarang kan dia memilih seperti patung Asmat yang tidak bergerak sama sekali apalagi menjawab! "terlihat mereka mulai memanas-manasi pria Tambun itu agar mulai melakukan hal yang tidak-tidak kepada Aryo padahal Tanpa mereka sadari gerak-gerik mereka sudah terbaca oleh petugas sipir yang memantau lewat kamera pengawas.
"Kalian mau ngapain? Awas aja ya kalau kalian melakukan hal-hal yang seperti kemarin lagi karena saya bakalan memberikan hukuman yang lebih parah dari ini, dan kamu anak baru saya peringatkan Jangan pernah cari masalah ataupun melakukan hal yang tidak-tidak karena saya bukan seperti para sipir wanita kecentilan yang lainnya itu!"Tegas salah seorang sipir wanita yang baru saja dipindahkan ke tempat itu bahkan bisa dibilang dirinya sangat membenci semua orang yang ada di situ sampai-sampai pesona Aryo pun ia tidak peduli sama sekali.
"Ibu Amora, Anda dipanggil menghadap ke ruangannya kepala penjara!"ujar salah satu rekannya.
"Ingat ya setelah saya pergi terus Kalian bertengkar ataupun berantem awas aja saya tidak bakalan segan-segan melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu, dan ingat perkataan saya tadi Jangan pernah melupakannya Karena jika kalian lupa resiko tanggung sendiri!"setelah mengatakan hal itu Amora pun memilih untuk pergi tetapi berbeda dengan Aryo yang malah terkesiap dengan wajah Amora yang menurutnya sangat mirip dengan Kamila bahkan bisa dibilang keduanya seperti Pinang yang dibelah dua tidak ada perbedaannya sama sekali.
"Apa dia itu kembarannya Kamila sampai-sampai kok aku merasa sangat mirip dan tidak ada bedanya, tidak mungkin kan kalau dia itu Kamila yang menyamar hanya karena ingin menyelamatkanku? Sebab kata Mama, Kamila sudah ikut temannya ke kota Jadi tidak mungkin dia kembali ke sini lagi hanya untuk menyelamatkanku!"Aryo benar-benar Nelangsa dengan apa yang ia lihat ketika dipikirnya jangan sampai itu karena dirinya saking merindukan kamilah jadi akhirnya berhalusinasi tentang kehadiran wanita itu.
"Apa karena aku terlalu merindukannya sampai-sampai setiap orang terlihat sangat mirip dengannya, ah nanti aku pastikan lagi kalau memang tidak ada berubahnya sama sekali itu artinya dia benar-benar nyata dan bukan hanya halusinasiku!" Gumam Aryo dalam hati.
Sedangkan pria yang bertubuh Tambun itu sedikit merasa was-was dengan kehadiran sipir tadi yang terlihat begitu tegas dan juga sepertinya sangat ahli dalam ilmu bela diri, karena buktinya dari gestur tubuhnya itu ketika menegur seorang narapidana tidak ada ketakutan di dalamnya bahkan bisa dibilang dirinya itu sangat berani.
"Bos bukannya para penjaga sudah pergi, Kenapa tidak memberikan pelajaran kepada pria itu? "tanya para anak buah dari pria yang selalu saja mencari masalah kepada Aryo tersebut..
"Kalian tidak dengar perkataan sipir wanita tadi? Jangan pernah mempengaruhi ku hanya untuk mendapatkan masalah di tempat ini, kalau memang kalian ingin melakukannya lakukanlah saja!"pria tubuh Tambun itu memilih untuk beristirahat daripada mencari masalah dan alhasil dirinya yang bakalan kesulitan.
__ADS_1