
Mampir Sayang Mampir ya!!
Lanjut***
"kalau bisa Bapak tolong antarkan kami ke Jalan xx Kalau tidak salah tempatnya di pinggiran kota, Soalnya kami juga baru di sini dan kebetulan ada masalah sedikit Yang sedang kami alami jadi harus pergi ke tempat itu saat ini juga! Memang permintaan saya ini nanti bakalan terasa begitu tidak masuk akal tetapi saya ini hanya ingin sampaikan kalau bisa Bapak tolong ngebut sedikit, Soalnya ini masalah darurat calon menantu saya diculik oleh orang yang tidak dikenal dan takutnya dia bakalan melakukan hal yang tidak tidak! "jelas Mella dengan satu kali tarikan Apa sebab menurutnya hal itu perlu ia lakukan.
pria itu pantas San dari tadi merasa aneh dengan sikap satu anggota keluarga yang berada di dalam mobilnya kini karena terlihat seperti Tengah memikirkan sesuatu hal, dan dirinya otomatis dengan sukarela bakalan membantu keluarga tersebut karena Biar bagaimanapun profesi sebagai Sopir itu merupakan profesi yang kebanyakan membantu orang dalam mengejar yang namanya kasus-kasus kejahatan.
"Baiklah saya bakalan membantu kalian untuk sampai di tempat tujuan karena kebetulan Sepertinya kita tidak jauh dari situ Dan semoga saja jalanan juga mendukung kita agar bisa ngebut dan cepat sampai, nanti kalau bisa hubungi orang tersebut akan bisa tahu di mana posisinya saat ini untuk lebih jelasnya biar kita langsung ke tempat kejadian!" jelas pria tersebut membuat Angga langsung Segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomor baru tersebut.
Kamila yang sedang harap-harap cemas berharap agar mobil penguntit itu tidak sampai menemukan dan juga berhasil memalang laju mobil mereka, sedikit menghembuskan nafas lega ketika mendapatkan panggilan dari Angga di ponselnya Pak penghulu tersebut.
"Bapak penghulu yang baik hati dan juga Budiman serta tidak sombong saya pakai lagi ya ponselnya satu kali ini, soalnya sepertinya Teman saya sedang menghubungi untuk memastikan Kondisi saya sekarang saat ini sedang berada di bagian mananya? "tanya Kamila meminta izin.
"Oh tentu saja malah lebih bagus kalau sampai dia kembali menghubungi kita seperti ini karena dengan begitu pasti dia sekarang sedang dalam perjalanan untuk memastikan keberadaan kita, Ayo cepat kamu angkat sebelum panggilan tersebut dimatikan dan juga biar sekalian pulsa bapak itu sedikit tidak boros karena Biar bagaimanapun sekarang segala sesuatunya semakin naik!"Ternyata bukan emak-emak saja yang perhitungannya paling tinggi ternyata bapak-bapak juga dan Kamila sudah menemukan salah satu bapak itu yaitu pria yang ada di hadapannya untuk saat ini.
__ADS_1
"Yaelah Pak nanti kalau sudah berhasil kembali ke rumah saya bakalan kembalikan semua pulsa yang sudah saya pakai Bila perlu nanti bakalan saya isi sampai HP Papa meledak pun tidak masalah, tetapi untuk sekarang nanti tolong ya jangan responnya berlebihan soalnya nanti saya bingung bakalan ngomong apa lagi kalau sampai Bapak selalu mengubah pola pikirnya saya saat ini juga!"Kamila terpaksa mengomel sebab menurutnya segala sesuatu yang tidak perlu harus diomelin tidak usah dilakukan karena nanti jadinya bakalan terlihat begitu berlebihan.
"ya Halo Angga kamu sekarang ada di mana, Kamu beneran kan datang mau menyelamatkan aku bukan hanya asal menyahut saja terus suara kamu menggantung di udara tanpa melakukan yang namanya tindakan? "tanya Kamila tanpa tedeng Aling.
Angga ingin sekali memarahi Kamila karena sepertinya sudah meragukan kesungguhannya dalam memberikan janji kepada wanita itu tadi buktinya sekarang kami lama-lama bertanya untuk memastikan, padahal Ia saja sudah seperti orang yang kesurupan ke sana kemarin dan lebih parahnya lagi perkataan yang dilontarkan Arlan tadi sampai-sampai dirinya salah paham karena merasa tidak terima sama sekali.
"Justru karena itu makanya aku menghubungi kamu saat ini untuk memastikan keberadaan kamu yang sesungguhnya, Lagian mana pernah kalau soal kamu aku bakalan berpikir dua kali untuk melakukan semua itu karena otomatis aku pasti bakalan melakukan dengan segera mungkin agar tidak merasa cemas seperti kemarin-kemarin!"jelas Angga membuat Kamila bernafas lega.
"syukurlah kalau begitu! Memangnya sekarang kamu di bagian mana Kok sampai sekarang belum sampai-sampai juga, padahal Itu mobil penguntit sudah mengikuti kami dari belakang takutnya saat jalanan sepi dia bakalan nekat!"ujar Kamila yang sesekali menoleh ke arah belakang dan benar saja mobil yang berwarna hitam itu masih saja mengikuti mereka kemanapun pergi.
"Jalan xxx itu merupakan pinggir kota jadi otomatis memerlukan waktu sekitar 1 jam agar bisa sampai ke sana, Jadi mustahil untuk bisa sampai sesegera mungkin kalau bisa tolong ngomong sama temannya untuk mencari jalan yang sedikit Ramai atau Bila perlu pergi saja ke kantor polisi yang terdekat!"jelas pria itu karena memang sangat mustahil untuk sampai dalam waktu yang begitu dekat padahal perjalanan yang mereka tempuh itu bukan merupakan jarak yang sangat dekat.
"kamu dengarkan apa yang dikatakan oleh sopir tadi kalau Kami tidak bisa sampai ke situ dalam waktu beberapa menit saja karena tempat itu jaraknya sangat jauh dari posisi kami saat ini, jadi coba kamu pastikan saja ada tidak di sekitaran situ kantor polisi yang terdekat supaya Mungkin kalian bisa berlindung di situ?"tanya Angga memastikan.
Kamila Tentu saja tidak bisa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu karena dirinya harus memastikan penunjuk jalannya saat ini yaitu penghulu dan juga sopirnya, karena mereka merupakan penduduk asli di tempat ini otomatis segala macam seluk-beluknya dan juga apapun daerah yang harus ia tujuh mereka tahu posisinya ada di mana.
"Maaf Pak saya mau bertanya lagi! kira-kira di tempat ini ada tidak sektor kepolisian terdekat supaya Mungkin kita bisa meminta tolong kepada mereka agar memberi perlindungan kepada kita, soalnya sepertinya teman saya ke sini itu memerlukan waktu yang lama karena jarak dari tempat mereka berada sekarang Dan juga tempat ini kata syukurnya bakalan mau makan waktu lebih dari satu jam?"tanya Kamila memastikan.
__ADS_1
"Kantor Polisi terdekat itu jaraknya Mungkin kira-kira beberapa km dari sini tapi memang masih masuk di daerah sini juga sih, nanti kita bakalan ke sana saja kebetulan tidak masuk di dalam gang kok dia langsung di pinggir jalan Jadi tidak usah cemas!"jelas penghulu tersebut membuat Kamila menghela nafasnya lega karena akhirnya apa yang dia takutkan tidak bakalan terjadi.
"Ya sudah kalau begitu nanti kalau aku sudah menemukan kantor polisi yang tepat nanti aku bakalan telepon kamu lagi kok, Yang penting Intinya kamu jangan terlalu pandai karena aku bakalan tetap menunggu kamu di sini dan tidak akan pernah membiarkan penculik itu menemukan kami!"jelas Kamilah sebab dirinya tidak ingin membuat Angga merasakan hal-hal yang seperti kemarin-kemarin yaitu selalu cemas berlebihan kepadanya dan alhasil pria itu tidak memikirkan keadaan dirinya sendiri.
Mela mengusap pelan bahu putranya itu agar Angga lebih rileks dan juga tidak terlalu tegang seperti yang tengah terjadi barusan, sebab Biar bagaimanapun sebagai wanita yang melahirkannya ia tidak mungkin membiarkan Angga memikul beban pikirannya sendiri padahal jelas-jelas dirinya yang sebagai orang melahirkannya ada di sampingnya saat ini.
"kamu sabar saja doakan saja semoga ada jalan keluar yang paling terbaik untuk masalah kita saat ini, adalah Papa sama Mama dan juga pasti ada orang yang bakalan membantu kita ke depannya maka lebih baik yang kita lakukan saat ini yaitu tetap bersabar dan berpikir positif!"Mela mencoba menguatkan putranya itu karena biar bagaimanapun memiliki beban pikiran boleh tetapi tidak boleh sampai berlebihan seperti begitu juga.
"tapi mama aku mau tidak cemas bagaimana dia nya sendirian tidak punya siapa-siapa dan juga tidak punya teman untuk berbagi kesahnya saat ini, terus nanti kalau penculik itu berhasil mendapatkan dia dan mereka pasti bakalan melakukan hal negatif yang tidak pernah kita duga Sebelumnya kan?"tanya Angga yang benar-benar terlihat begitu frustasi kelegaan yang tengah ia rasakan beberapa saat lalu menguap pergi begitu saja.
"sebenarnya Takdir hidup seseorang itu sudah ditentukan sama penciptanya kalau memang penciptanya itu ingin dia pergi saat itu juga sebagaimana dia melindungi diri tetap bakalan terkena musibah, jadi lebih baik berharap saja yang baik-baik yang muluk-muluk dan juga sesuai dengan harapan agar nantinya tidak merasa tertekan apalagi sampai-sampai membuat hal nekat!"Mela yang dari tadi marah kepada putranya mendadak berubah pikiran sebab Ia sudah tidak tega kalau setiap saat dirinya harus membuat pria itu merasa frustasi.
"Iya halo Arlan gimana nak, apa polisi sudah bisa kamu suruh untuk menyusul ke tempat yang tadi diberikan oleh Kamila?"tanya Heru memastikan ketika tiba-tiba mendapat panggilan dari keponakannya itu dan ia yakin pasti pembahasan tidak bakalan jauh dari soal masalah kepolisian dan juga masalah menyelamatkan Kamila.
"Iya mereka sedang mengikuti mobilku dari belakang dan mereka membawa lumayan cukup personel untuk bisa melumpuhkan penculik tersebut jika sewaktu-waktu mereka melawan, nanti kami bakalan langsung ke sana Dan kalau memang Tuhan masih sayang kita bakalan bertemu di sana secara langsung dan aku bakalan bergerak secepat mungkin agar Kamila baik-baik saja!"jelas Arlan.
"syukurlah kalau begitu kita nanti ketemunya di sana saja Soalnya Om sama Tante dan juga Angga sudah bersiap-siap pergi menjemput Kamila pulang, Terima kasih nak karena kamu sudah mengikuti apa yang Om katakan tadi dan ingat ya kamu juga harus jaga keselamatan kamu jangan sampai kenapa-napa!"jelas Heru yang memang tidak ingin mempersulit keadaan keponakannya itu.
__ADS_1