
Ardila enggan menjawab perintah dari dokter tersebut karena dirinya sedang benar-benar tersulit emosinya dalam diam terhadap orang tuanya terlebih Chintya, sebab menurutnya kalau memang Bima pergi untuk mencari uang dia tidak masalah tetapi seharusnya Mamanya itu tetap ada di sampingnya agar bisa memantau keadaannya.
Tetapi ini yang ada kebalikannya wanita itu malah asik sendiri seolah peduli dengan kehidupan pribadinya tidak peduli dengan kehidupan anaknya, Setiap anak pasti bakalan kecewa ketika diperlakukan seperti begitu oleh orang tuanya dan juga pasti bakalan merasa ingin mati saja jika penyakit yang diderita itu membuat orang lain Lebih menjauh.
Padahal Apa susahnya sih memberikan perhatian kepada anak sendiri yang jelas-jelas sedang dibutuhkan perhatian yang lebih agar bisa segera sembuh, ya balik lagi kepada keputusan semua orang terkadang mereka lebih mementingkan diri sendiri setelah diri sendiri bahagia barulah mereka mau memikirkan orang lain.
Cynthia tahu anaknya itu sedang marah dan juga kecewa kepadanya hanya saja mau bagaimana lagi ia terpaksa melakukan semua itu karena memang mereka memerlukan biaya hidup yang bukan sedikit, apalagi rumah yang sebesar itu membutuhkan pengeluaran yang bukan sedikit mulai dari listrik kemudian gas dan juga air serta sebagainya untung juga asisten rumah tangga sudah mereka berhentikan kalau tidak entah harus dibayar lagi dengan menggunakan uang yang mana.
Ardila mana mau paham dengan kondisi orang tuanya karena dirinya selama ini terbiasa hidup enak dan juga terbiasa tidak pernah memikirkan yang namanya kesusahan, Jadi kalau misalnya orang tuanya menderita soal finansial itu bukan tanggung jawabnya karena ia sebagai anak gunanya Hanya untuk menikmati saja.
Kamila, wanita cantik yang sudah terbiasa hidup sendiri dan juga tidak pernah mengandalkan orang lain maka dari itu tidak akan merasa begitu keberatan dengan kesusahan yang ia alami.
Hanya saja Angga yang merupakan pria yang sangat mencintainya mereka tidak terima jika Kamila tetap saja memilih untuk tidak pulang, padahal urusan di sini sudah beres dan Aryo bakalan ditangani oleh pihak berwajib atas kejahatan yang sudah dilakukan oleh pria itu.
"Ayolah, Apa susahnya sih mengikuti aku pulang? Aku yakin nanti saat sampai di sana kamu pasti bakalan bahagia dan aku janji tidak akan pernah membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu mendekat kepada kamu, hanya saja yang penting Intinya kamu harus pulang dulu soalnya aku tidak bakalan tenang kalau kamu masih tinggal di sini sendirian dengan orang jahat yang masih berkeliaran! "Angga tidak ingin dibawa ke rumah sakit sebab menurutnya biarkan rasa sakit itu Membekas agar ia tahu bahwa semua ini terjadi karena dirinya tidak bisa menjaga Kamila dengan benar..
Kamila mendengus kesal karena dari tadi Angga tidak pernah berhenti untuk menasehati agar mengerti dengan keinginannya dan juga pola pikirnya untuk saat ini, sebab yang ia inginkan yaitu berjuang di kaki sendiri tidak boleh merepotkan siapapun dan juga bisa menikmati hasil jerih payah tanpa ada satu orang pun yang ikut campur di dalamnya.
"Aku itu bukannya tidak mau pulang dan juga tidak mau mendengarkan apa yang kamu katakan hanya saja, Aku Lagi Ingin di sini sendirian tanpa ada gangguan sedikitpun. Soalnya kamu tahu kan kalau aku balik aku tak mau nanti bakalan ketemu sama Om dan Tante yang hobinya marah-marah kepadaku belum lagi dengan Ardila yang pasti bakalan dendam terhadapku!"Jelas Kamila yang berharap agar Angga paham kalau sebenarnya itu yang ia inginkan untuk saat ini.
__ADS_1
Mela sebenarnya setuju dengan perkataan Angga tadi karena mereka sebentar lagi bakalan kembali pasti pikiran bakalan tidak tenang kalau meninggalkan Kamila sendirian di sini, dengan kejadian yang baru saja terjadi itu sama saja membuat mereka bakalan tidak akan pernah bisa berpikir dengan baik selama berada jauh dari gadis itu.
"Apa yang dikatakan oleh Angga itu benar nak! Karena kamu lebih baik ikut kami pulang dan melanjutkan pekerjaan kamu di sana daripada kamu sendirian di sini tidak ada yang menjaga kamu, tidak mungkin juga kan kamu harus menyusahkan Arlan terus sedangkan dia juga punya tanggung jawab terhadap perusahaan dan juga terhadap mamanya? " Mela inginkan yaitu Angga dan juga Kamila bisa segera menikah sebab dengan begitu pasti bakalan lebih senang hidupnya untuk saat ini.
Kamila tersenyum menatap ke arah Arlan berharap agar pria itu bisa membantunya namun sepertinya Arlan memilih untuk cuek kepadanya hari ini, Entah mengapa perubahan Arlan yang tiba-tiba itu membuat Kamila merasa bersalah sebab mungkin karena dirinya terlalu perhatian terhadap Angga membuat pria itu merasa seperti Tidak Dianggap.
"Apakah Bapak tidak keberatan Kalau misalnya Saya pindah bekerja ke kantor pusat, Padahal saya baru saja bekerja beberapa jam di perusahaan ini? Kalau memang ada masalah ya sudah saya tidak bakalan pergi dan bakalan tetap mengabdi di sini, nanti sekali-sekali baru kembali ke kota untuk menjenguk Angga dan juga orang tuanya? "tanya Kamila memastikan berusaha ingin mendengar Bagaimana pendapat dari Arlan soal dirinya nanti.
Arlan tentu saja bahagia ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Kamila kepadanya dan merasa percaya diri bahwa sebenarnya wanita itu bisa bergantung hidup kepadanya, hanya saja dirinya merasa tidak enak hati kepada Heru dan juga Mela yang terlihat benar-benar mengharapkan agar Kamila pulang dengan mereka. Maka dari itu, Bukankah mengalah itu merupakan kebiasaan hidupnya selama ini?
"Aku tidak masalah kamu mau kembali kerj di manapun yang penting intinya masih dalam lingkup perusahaan yang sama, mau perusahaan pusat ataupun cabang. Jadi lebih baik kamu ikut saja keluarga Om sama Tante pulang, soalnya di sini aku juga tidak bisa menjamin bakalan menjaga kamu karena aku juga punya kesibukan yang lain! "jelas Arlan padahal sebenarnya hati dan pikirannya sedang tidak bekerja sama karena dalam hatinya ia ingin sekali menyuruh wanita itu tinggal dan tidak boleh pergi kemanapun.
Namun tidak mungkin juga kan ia harus Egois dengan merelakan agar wanita itu menempati posisinya untuk saat ini dan tidak usah kemanapun, sebab Biar bagaimanapun Angga dan juga kedua orang tuanya lebih mengenal wanita itu dibandingkan dirinya yang jelas-jelas baru muncul saat Kamila melakukan pelarian.
Cerita ini sebenarnya sudah ngalor ngidul kemana-mana autor saja bingung mungkin karena down saat level karyanya menjadi turun, tetapi mau bagaimana lagi tetap harus berlanjut soalnya kasihan kalau menggantung begitu saja. Jadi kalau saat baca merasa bahwa ini sudah keluar dari jalur awal tinggal di komen saja nanti Autor bakalan kembali lagi, soalnya ya seperti tadi dari awal kalau dunia pribadi dan juga dunia Halu tidak bisa disamakan makanya terkadang bentrok jadinya tidak bisa satu arah.
Kini mereka semuanya pergi meninggalkan kantor polisi dengan hati Vena yang begitu merasa terpukul, sebab ditinggalkan putranya di tempat itu karena harus menjalani hukumannya. Kalau boleh meminta ia ingin sekali Aryo dipindahkan ketahanan yang berada di kota, sesuai dengan kartu tanda penduduk pria itu.
Hanya saja karena kejahatan yang dilakukan Aryo bertempat di sektor kepolisian bagian situ, mau tidak mau mereka yang harus menanganinya sampai tuntas dan membuat dirinya harus pulang tanpa melihat putranya. Namun bagaimana lagi bukan ke setiap kesalahan di dunia ini ada konsekuensi yang harus ditanggung? Agar pribadi tersebut merasa jera dan tidak bakalan Mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya.
__ADS_1
Mela sebenarnya tahu bagaimana perasaan Vena saat ini, dirinya memang tidak enak hati kepada wanita itu sebab karena ulah mereka Aryo mau tidak mau harus masuk penjara. Namun Ia juga tidak bisa menyalahkan dirinya juga, karena mereka melakukan semua itu hanya ingin berjaga-jaga agar Aryo tidak melakukan hal nekat lagi dengan mencelakai Kamila dan juga melakukan hal yang menyakiti Angga Putra mereka.
"Maafkan saya karena keluarga kami yang terlibat dalam masalah ini dan kami juga yang melaporkan kepada polisi akhirnya anak kamu bakalan ditahan di sini, Soalnya kami tidak bisa lagi harus diam saja takutnya anak kamu itu bakalan melakukan hal negatif dan membahayakan nyawa orang lain. "jelas Mela sambil mengusap pelan lengan Vena yang terlihat hanya menunduk saja dari tadi ketika polisi menginterogasi putranya.
"Tidak apa-apa! Kalian jangan merasa kurang hati kepadaku malah justru aku yang sedang merasakan hal itu karena akibat kelakuan Putraku lihat itu wajah anak kamu menjadi babak belur, Tolong jangan memendam perasaan dendamnya di dalam hati kamu terhadap anakku karena aku juga bingung kenapa sampai dia ada pikiran sampai begitu dengan menyakiti orang lain! "Vena masih berusaha berpikir keras bahwa ini hanya sebuah yang namanya keteledoran dilakukan oleh Aryo tetapi sebagaimana pun dia berpikir kenyataannya balik lagi kalau pria itu sekarang ditahan dan tidak akan pernah dilepaskan.
"Semoga saja dengan berada di dalam situ dia bakalan berubah dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, menyebabkan orang lain yang bakalan celaka. Mungkin dengan begitu dia bakalan sadar, kalau sebenarnya manusia itu hanya menginginkan yang di matanya saja. Sedangkan Tuhan selalu menginginkan apa yang ada dalam hati! "jelas Nella karena memang kejadian yang menimpa Kamila itu sudah digariskan yaitu ingin membuka mata wanita itu bahwa pria yang ia cintai merupakan seseorang yang tidak pantas mendapatkan perasaan itu.
"Terima kasih atas pengertiannya dan juga terima kasih karena kalian sudah mau mengakui bahwa manusia tidak ada yang sempurna, tapi aku janji bakalan berusaha agar Aryo kembali kepada jalan yang benar yaitu tidak menyakiti hati semua orang dan membuat nyawa orang lain hampir melayang akibat kegilaannya itu. " Vena akan selalu melaku apapun agar keadaan Aryo tidak kembali menggila.
Vena tetap adalah orang yang bertanggung jawab terhadap semuanya karena Aryo merupakan orang yang ia lahirkan ke dunia, berharap agar masa depannya selalu cerah tetapi terkadang harapan orang tua tidak sesuai dengan keinginan anak.
"Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang saja, soalnya tadi perusahaan dari kota sudah menghubungi papa. Karena katanya ada laporan keuangan yang tidak beres makanya menyuruh Papa untuk memeriksanya, nanti kalau ada waktu lagi kita bakalan datang ke sini dan kalian Tenang saja itu juga tidak pasti bakalan lama kok. Karena kita juga tidak mungkin meninggalkan Arlan sendirian dan juga kali ini kami datang tanpa menjenguk mamanya yang pasti bakalan kecewa. "jelas Heru sambil menatap Tidak enak hati kepada keponakannya itu karena memang ia sempat-sempatnya tidak bisa melihat adik perempuannya yang sangat ia rindukan.
"Nanti tolong sampaikan permintaan maaf Om sama Tante ya kepada Mama kamu dan bilang kalau ada kesempatan kami bakalan mampir tetapi untuk saat ini Tolong dia mengerti dengan kondisi kami, dan juga tolong katakan kepadanya jangan terlalu begadang nanti akhirnya dia yang drop kamu yang bakalan kesusahan sedangkan di kota ini hanya ada kalian berdua saja!"Kamila menatap heran ke arah Arlan ketika mendengar perkataan Mela barusan.
"Jadi maksudnya pak Arlan dan juga Mamanya hanya tinggal berdua di kota ini tidak ada keluarga yang lain lagi, kenapa tidak ikut saja Om sama Tante pergi ke kota mungkin dengan begitu kalian bakalan selalu dekat tidak akan berjauhan seperti begini terus kalau mau ketemunya juga gampang tidak perlu harus menggunakan pesawat? "tawar Kamila membuat Angga membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya wanitanya itu kembali beraksi dan membuat hatinya sedikit takut jangan sampai Arlan menyetujuinya.
"Ah dia mulai lagi padahal aku sedang berusaha agar dia tidak lagi membahas soal begituan, tetapi sekarang lihat malah dia menawarkan hal-hal yang tidak masuk akal seperti begini. Padahal Apa susahnya sih mengerti dengan keadaanku yaitu tidak ingin dia diganggu oleh siapapun, dan juga hak milikku diganggu gugat oleh pria seperti Arlan ini ? "sungut Angga dalam hati karena dia tidak mungkin ia membicarakan hal itu secara langsung kepada kamilah karena yang ada wanita itu pasti bakalan marah-marah kepadanya karena tidak peka dengan keadaan keluarganya.
__ADS_1
"Sepertinya Lain kali saja Soalnya Mama sepertinya nyaman di tempat ini dan juga tidak ingin ke mana-mana, karena di sini ada kenangan tentang Papa yang mungkin tidak akan pernah Mama inginkan untuk dilupakan. Maka dari itu aku harap kalian semua hanya memakluminya saja! "jelas Arlan yang sebenarnya ingin sekali pergi ke kota tempat Om sama Tantenya tinggal hanya saja tidak mungkin juga kan memaksakan diri hanya untuk keinginan pribadinya saja sampai-sampai mengorbankan perasaan mamanya.
"Ya sudah tidak masalah nanti kapan-kapan juga kita pasti bakalan bertemu lagi, nanti jangan lupa ya Pak tolong kabarkan berita terbaru soal kasus ini supaya kita bisa tahu dan juga bisa mendengar sebenarnya Langkah apa yang diambil oleh kepolisian." Pinta Kamila.