KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Chyntia vs Ronald


__ADS_3

Cynthia yang sudah selesai urusannya dari kamar mandi memilih untuk bergabung kembali dengan Evelyn, namun yang membuat dirinya bingung ada seorang pria asing yang tengah berbincang dengan sahabatnya itu dan sepertinya pria itu tidak asing baginya.


Cynthia yang saking penasaran ya sampai-sampai tidak menyadari jika sebenarnya dirinya sudah sangat dekat dengan punggung pria itu, dan ketika Evelyn membalikan wajahnya terlihat Sintia yang sudah tepat berada di belakang Ronald membuat pria itu mengikuti arah pandang Evelyn.


"Hei kamu sudah kembali, sini gabung lagi bareng kita soalnya pelanggan kamu sudah datang nih. "tawar Evelyn membuat Sintia hanya bisa memberikan senyuman saja kepada wanita itu karena Biar bagaimanapun ia harus menjaga image tepat di hadapan pelanggannya.


Chyntia memilih untuk duduk tepat berada diantara Ronaldo dan juga Evelyn dan netra wanita itu membulat ketika benar benar mengenal siapa pria itu, orang yang waktu itu memberikan taruhan kepadanya jika berhasil minum 5 botol minuman keras maka ia bakal membayar 50 juta.


"kamu? Jadi maksud kamu pelangganku adalah dia , Kamu kenapa tidak ngomong dari awal karena kalau tahu begini aku lebih baik tidur saja di rumah! " Chyntia entah mengapa mood-nya tiba-tiba berubah jadi emosi ketika mengetahui Siapa orang yang bakalan memakainya malam ini dan orang tersebut adalah orang yang telah membuat dirinya teller sampai tidak sadarkan diri dan alhasil tidak pulang semalaman berakibat Ardila kumat.


"Eh kamu kok gitu sih kalau lagi butuh uang lebih baik jangan sok jual mahal karena kamu tahu sendiri kan di dunia ini tidak ada yang gratis, jadi sebagai orang Miss Queen lebih baik kamu duduk tenang terus jangan ngomong banyak Nikmati saja harimu karena sebentar lagi kamu bakalan pegang duit yang banyak. "Evelyn kesal ketika Cynthia yang hendak pergi begitu saja tidak peduli dengan usaha yang ia lakukan agar wanita itu bisa mendapatkan uang kembali.


"ya Tapi kamu kan harus tanya kepadaku dulu dong siapa yang bakalan menjadi pelangganku, karena Biar bagaimanapun kamu hanya membawa mereka kepadaku sedangkan aku yang menjalaninya dia harus membuat aku nyaman dong. "tolak Sintia langsung pergi dari situ sebab menurutnya Percuma saja berada di tempat itu karena yang ada hanya membuat harga dirinya semakin jatuh sebagai seorang wanita penjaja diri.

__ADS_1


Evelyn hanya bisa menghembuskan nafasnya sebab dirinya tidak bisa berbuat apa jika Sintia yang menolaknya, dengan memasang tatapan bersalahnya dirinya meminta maaf kepada pria yang sudah rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk datang ke sini dan menemui Sintia tetapi ternyata harapannya tidak sesuai dengan kenyataan.


"Maafkan dia Ya sepertinya mungkin masalah rumah tangganya sedang pelik jadinya orangnya langsung sensitif seperti begitu, tetapi percaya suatu saat nanti aku bakalan membuat dia bakalan mau menerima kamu lagi. "setelah mengatakan hal itu Evelyn pun pamit undur diri karena berlama-lama di situ juga untuk apa.


Ronald hanya tersenyum ketika melihat mobil Cynthia yang sudah meninggalkan area parkiran Cafe tersebut, Kenapa dirinya tadi tidak sengaja mengejar wanita itu karena memang ia ingin membiarkan Sintia berfikir dengan jernih agar bisa menerimanya dengan tanpa ada unsur paksaan dari siapapun.


Chyntia sepanjang jalan tidak fokus karena pikirannya hanya tertuju kepada pria yang tadi di bawah oleh Evelyn untuknya, dirinya menolak bukan karena pria itu jelek ataupun miskin melainkan Entah mengapa ada rasa tidak nyaman ketika berada di dekatnya seolah-olah mereka pernah bertemu sebelumnya dan juga terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan antara mereka berdua.


"Evelyn itu keterlaluan sekali ! Dia tahu kalau aku lagi butuh uang dan Mas Bima tidak pernah memberikan aku uang lagi selama beberapa minggu ini, kenapa malah membawa pelanggan yang membuat mood Ku Langsung hancur berantakan? "sungut Sintia yang benar-benar merasa emosi dengan sikap Evelin yang salah memilih orang untuk dirinya temani malam ini.


Malam itu dirinya memilih untuk tidak kemana-mana lagi dan fokus untuk kembali ke rumah karena kebetulan di sana masih ada Bima yang pasti bakal menunggunya, rasa percaya diri wanita itu entah muncul dari mana sampai-sampai merasa yakin jika suaminya itu tidak akan pergi kemana-mana lagi dan akan menunggunya pulang.


ketika Cynthia sampai di rumah dirinya merasa bingung ketika tidak melihat mobil suaminya berada di garasi, padahal seingatnya ketika dirinya pergi kuda besi tersebut masih berada di tempatnya yang semula tetapi kenapa sekarang sudah tidak ada.

__ADS_1


Dengan langkah terburu-buru dirinya langsung masuk ke dalam kamar Dan untuk memastikan keberadaan Bima, namun di tempat itu dirinya tidak menemukan sosok manusia yang sedang bernafas lalu ia pun memilih pergi mengecek keberadaan pria itu di ruang kerjanya tetapi sama saja tetap hasilnya nihil.


"Apa jangan-jangan mungkin dia lagi ngobrol sama Ardila ya, Kalau begitu aku pergi ke kamar Ardila saja untuk memastikan keberadaan Mas Bima di sana? "gumam Cynthia monolog.


Dengan langkah yang begitu cepat karena dirinya benar-benar ingin memastikan keberadaan Bima dan Sesampainya di kamar Ardila Ternyata wanita itu sudah tidur, dan tidak ada suaminya di tempat itu membuat wanita itu benar-benar merasa frustasi karena tidak terima jika suaminya itu pulang hanya tunjuk muka doang lalu pergi lagi.


"sebenarnya selama ini kamu tinggal di mana sih Mas? Selalu saja seperti begini datang hanya beberapa menit setelah itu pergi beberapa hari, memangnya rumah ini hanya persinggahan kamu saja Lalu setelah itu pergi lagi seolah di sini bukan tempat tinggal kamu? "Sintia mengatakan semua itu sebenarnya percuma karena Bima tidak bisa melihat dan juga mendengarnya.


Chyntia merasa heran dengan perubahan kamarnya karena setahunnya ketika dirinya pergi pintu lemarinya selalu dikunci, tetapi kenapa sekarang kunci tersebut masih berada di tempatnya sedangkan tidak ada orang lain lagi di dalam ruangan itu.


Berbagai kecurigaan pun muncul dan kecurigaannya itu bukan kepada orang lain melainkan kepada suaminya sendiri, dengan terburu-buru dibukanya tempat penyimpanan perhiasan dan juga sudah sangat berharga dan Percayalah Cynthia dibuat syok berat karena semua barang yang selalu ada di situ sudah ludes tidak tersisa satupun.


Karma selalu datang belakangan tanpa diduga ataupun diminta padahal posisi kita memang sedang tidak berbuat salah pada saat itu, namun percayalah kesalahan di masa lalu biasanya balasannya itu bakal datang di masa mendatang.

__ADS_1


__ADS_2