KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Terkejut 02


__ADS_3

kini mereka semua sudah mengambil posisi yang paling terbaik dengan Aryo dan juga Ardila berada paling depan tepat di hadapan penghulu yang sudah menjulurkan tangan ke arah calon mempelai pria, terlihat wajah Ardila begitu sumringah karena dirinya yakin semua orang pasti sedang merasa iri dengan kehidupannya.


sebab pernikahannya dilaksanakan di gedung mewah dengan biaya yang sangat fantastis sudah begitu bertemu dengan jalan suami yang begitu berkarisma dan juga mapan, Ditambah lagi dengan kehadiran kedua orang tuanya yang sangat menyayangi dirinya serta mengikuti apa yang ia inginkan tanpa terkecuali.


" Ayolah kamilah datang ke tempat ini dan aku yakin kamu pasti bakalan iri melihat kebahagiaanku sekarang ini, Siapa suruh Ardila Nugraha kok dilawan nanti akhirnya kamu yang bakalan mewek sendiri?" Tawang Ardila dalam hati.


sedangkan Bima dan Cynthia dari tadi hanya tersenyum melihat wajah kebahagiaan Putri mereka satu-satunya itu, sebab menurut mereka apa yang terjadi dengan Ardila sekarang ini merupakan harapan yang selama bertahun-tahun Sudah mereka tumbuh dan akhirnya bisa tersampaikan.


" baiklah Bapak Bima Nugraha silakan menjabat tangan calon menantu anda karena kita akan mulai proses akad nikahnya, Jika ada yang perlu disampaikan silakan sampaikan dan jika tidak maka kita bisa langsung mulai saat ini juga!" tegas penghulu itu karena sudah cukup dirinya dipermainkan oleh calon mempelai yang seperti yang tidak punya sopan santun serta tidak paham dengan adat istiadat yaitu menghargai orang yang lebih tua dari mereka.


" Saya ingin menyampaikan kepadamu calon menantu saya yang sebentar lagi bakal menjadi menantu yang sah dari keluarga Nugraha, saya titipkan anak saya kepada kamu Dan mulai sekarang dia akan menjadi tanggung jawab kamu tolong jaga dia Dan Sayangi dia serta penuhilah kebutuhan yang ia inginkan daripada seorang pemimpin dalam keluarga!" Setelah mengatakan hal itu Bima pun langsung memulai proses akad nikah yang begitu disambut antusias oleh Aryo.


Vena hanya bisa menghela nafasnya kasar hatinya terasa begitu Bimbang Apakah mau mendengarkan anaknya mengucapkan ijab kabul ataukah pergi dari situ, orang tua mana yang tidak teriris hatinya ketika pernikahan anaknya yang sangat tidak diharapkan terjadi di depan matanya dan lebih parahnya lagi Aryo dari tadi seolah tidak peduli dengan kehadirannya sama sekali.


bahkan bisa dibilang Venna merasa terasingkan di tempat itu padahal sebenarnya yang memiliki acara adalah keluarganya, mungkin karena segala sesuatu diurus oleh keluarga Nugraha maka dirinya Tidak Dianggap sama sekali dan dijadikan seperti pajangan yang hanya datang Duduk diam dan pulang.


Kamila yang baru sampai di tempat itu merasa heran dengan suara yang tidak asing sedang mengucapkan ijab qobul, suara orang yang dari kemarin sudah ditunggunya bahkan bisa dibilang orang yang paling terpenting membuat hatinya hancur berantakan.


meskipun dirinya hanya bisa menatap dari arah punggung tapi dirinya sangat kenal punggung milik siapa itu yang sudah selama 2 tahun ini menemaninya, tetapi yang lebih parahnya lagi pria itu duduk di samping Ardila kakaknya yang memakai kebaya putih sambil layaknya orang akan menikah.


terlihat Bima sedang menjabat tangannya Aryo dengan wajah yang serius membuat kamilah benar-benar kebingungan, karena setahunya Aryo itu adalah kekasihnya jika menikah otomatis dengannya bukan dengan siapa-siapa.


akan tetapi kenapa kali ini bisa seperti begini dirinya tidak bersiap apapun dan juga tidak ada perjanjian bahwa akan menikah hari ini, oleh karena kemarin Aryo memilih untuk meninggalkannya bahkan bisa dibilang tidak ada niatan untuk datang ke tempat pernikahan.

__ADS_1


tatapannya bertambah heran ketika melihat Vena yang hanya menundukkan kepalanya saja tidak menoleh ke arah manapun seolah wanita itu terasingkan di tempat itu, berbagai macam kejadian yang terjadi membuat kamilah serasa orang yang kebingungan sekaligus linglung untuk berpikir.


" ini semua maksudnya apa ya, kenapa Mama Vena Bisa ada di sini terus kok wajahnya seperti begitu seolah ada beban pikiran yang sedang ia rasakan?" tanya Kamila dalam hati.


Venna yang merasa Jika ada yang sedang menatap dirinya mencari ke arah Sumber yang dimaksud dan tiba-tiba dirinya tidak tahu harus bersikap seperti apa ketika melihat ternyata ada Kamila tepat di hadapannya, apalagi dengan wajah penuh keheranan Gadis itu yang seolah seperti ingin bertanya kenapa sampai mereka bisa berada di tempat ini.


" Kamila, Ya Tuhan apa yang harus aku katakan kepada Gadis itu agar dia tidak salah paham dan mengira bahwa Ini semua adalah keinginanku. " Lirih vena dalam hati tetapi dirinya juga tidak tahu harus bersikap seperti apa dan memilih hanya menundukkan kepalanya.


" saudara Aryo Wijaya saya nikahkan anda dengan Putri kandung saya Ardila Natalia Nugraha dengan mas kawin cincin seberat 5 gram dan juga uang tunai 150.000 serta seperangkat alat salat dibayar tunai!" ujar Bima yang terlihat begitu bergetar tetapi sekaligus bahagia karena biar bagaimanapun momen orang tua menikahkan anaknya sendiri itu merupakan momen yang paling dinanti seumur hidup.


" apa katanya tadi Aryo Wijaya? kok bisa mas Aryo mau menikah sama Kak Ardila, ada hubungan kami kan belum ada kejelasan sama sekali terus dia juga belum mengucapkan kata putus kan padaku?" tanya Kamila heran lalu memilih mendekati mereka semua Persetan dengan berbagai macam pasang mata yang menatap ke arahnya saat ini.


" Tunggu dulu dan jangan pernah untuk menjawabnya saat ini karena aku saat ini yang butuh jawaban bukannya mereka semua yang ada di sini, Maksudnya apa dan juga kenapa sampai Mas Aryo bisa menikah dengan Kak Ardila? tahu dong sebenarnya siapa calon suamiku saat ini dan Kenapa kalian malah dengan sengaja menikahkan dia dengan Kak Ardila, Apa kalian tidak pernah sadar kalau aku ini juga anaknya kalian setidaknya Berbahagialah kasih sayang tapi dalam batas yang normal jangan sampai merebut apa yang sudah menjadi hakku selama ini?" tanya Kamila membuat Aryo begitu terkejut dengan nada suara yang sangat tidak asing di dalam pendengarannya.


pria itu menoleh ke arah sumber suara dan benar-benar kebingungan harus merespon Seperti apa dari pertanyaannya dilontarkan oleh Kamila itu, memang semua ini adalah kesalahannya tetapi untuk mengakui hal itu bisa dipastikan dirinya tidak akan pernah melakukannya.


" yang mana aku tahu kalau dia bakalan datang terus melakukan hal yang aneh-aneh, lagi kan aku kan niatnya hanya untuk menunjukkan kepada dia kalau Sebenarnya kamu itu sekarang sudah menjadi milikku tidak punya maksud yang lain lagi selain itu!" bisik Ardila yang juga terlihat begitu frustasi.


Vena yang melihat wajah kebingungan milik Kamila itu memilih mendekati Gadis itu lalu memegang pelan tangannya, jika memang harus bersama-sama menanggung malu wanita paruh baya itu rela melakukannya yang penting intinya hanya satu yaitu kamilah tidak pernah merasa sendirian di dunia ini.


" kamu lebih baik ikut mama kita pergi dari sini karena tempat ini bukan untuk kita melainkan untuk mereka manusia-manusia yang tidak punya hati nurani, biarlah Aryo menikah dengan wanita Yang katanya lebih baik daripada kamu dan kamu jangan pernah menghalanginya nak karena Mama sangat tahu bagaimana sikap pria itu Jika menginginkan sesuatu!" bisik Vena membuat Kamila tambah kebingungan.


" tapi mama aku harus ngomong sama Mas Aryo sekarang soal hubungan kami dan juga pernikahan kami yang sempat tertunda kemarin, apalagi dengan kejadian sekarang yang begitu tiba-tiba dan Aku merasa seperti orang asing yang tidak dihargai sama sekali keberadaannya sampai-sampai Kak Ardila pun tega merebut calon suamiku!" Lirih Kamila.

__ADS_1


Vena menitikan air mata ketika melihat wajah kebingungan dari gadis yang ada di hadapannya itu siapapun yang berada di posisinya pasti bakal merasakan hal yang sama, tersisihkan dan juga terbuang mungkin itu yang tengah dirasakan oleh Kamila tetapi dirinya tidak bisa berbuat banyak sebab Apalah artinya di mata Aryo sang anak.


" Mama tahu kamu pasti heran dengan semua ini tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi, dan kamu juga tahu kan kenapa sampai Aryo berada di sini itu karena kemauannya bukan kemauan siapa-siapa. lebih baik berhenti di tengah jalan daripada sudah melangkah lebih jauh tetapi akhirnya berpisah, kalian berdua belum ada ikatan sama sekali jadi otomatis kamu masih menjadi wanita bebas dan tidak pernah terikat dengan seorang pria manapun!" Venna bukannya sengaja menyudutkan ataupun membuang Kamila agar segera pergi supaya pernikahan anaknya bisa kembali dilaksanakan hanya saja ia ingin mengingatkan kamilah Bagaimana sebenarnya sikap Aryo yang tidak pernah menghargai seorang wanita.


Cynthia yang melihat wajah Ardilla sudah begitu tidak bersemangat dan juga sangat menatap kesal ke arah Kamila segera bertindak, dirinya pergi mendekati Kamila lalu menarik kuat tangan Gadis itu agar ikut dengannya.


" Mama kenapa Mau narik tanganku seperti begini aku kan masih ingin bertanya soal semua yang terjadi di dalam sana, tapi kalau mama melakukan hal seperti ini aku anggap saja mama itu juga mendukung keputusan Kak Ardila untuk merebut calon suamiku!" ujar kamilah yang kekeh dengan pendiriannya ingin bertanya kepada Aryo Apa maksud dari semua tindakannya hari ini.


" kamu itu bisa diam tidak terus bisa tidak jangan terlalu banyak bertanya ataupun mencari tahu, kamu dengan melihat dan mendengar saja sudah tahu kan jawabannya Jadi kenapa harus pakai acara berlebihan seperti begini? lagian yang pantas menikah sama dia itu Ardila Bukannya kamu, karena pria itu lebih memilih dia kalau memang kemarin dia memilih kamu otomatis hari ini dia tidak bakalan datang di tempat ini!" Kamila tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Cynthia barusan dan dirinya baru menyadari hal itu bahwa sebenarnya dari awal Aryo tidak pernah menghargai hubungan mereka berdua.


" Aku ingin kalian mengembalikan uang satu miliar yang kalian pakai untuk membayar apapun itu aku juga bingung karena itu bakalan aku gunakan untuk biaya hidupku ke depannya, terserah besok lusa Kalian mau merebut apa atau mengambil milikku yang bagian mana aku tidak peduli karena yang sekarang aku inginkan yaitu kalian mengembalikan apa yang menjadi hak milikku!" tegas Kamila membuat semua orang di ruangan itu menjadi heboh.


Bima yang sedang duduk di depan Aryo dan juga Ardila langsung berdiri dan mendekati Kamila lalu menampar keras pipi wanita itu, dirinya melakukan hal itu agar pikiran para tamu undangan sedikit teralihkan dan dengan begitu keluarga Nugraha tidak terlalu menanggung malu.


Plak


" anak tidak tahu diri sudah susah payah kami membesarkanmu memberi kamu makan serta memberikan tempat tinggal tapi kamu malah perhitungan seperti begini, Memangnya apa yang selama ini kami minta dari kamu sampai-sampai kamu harus mempermalukan kami di depan umum?" tanya Bima yang berbuat seolah dirinya merupakan korban yang teraniaya di sini atas sikap kurang ajarnya Kamila.


" papa kenapa malah menampar Kamila, bukannya papa harus ngomong sama Ardila kalau sebenarnya apa yang dia lakukan itu salah ya itu dengan menikung kekasih Adiknya sendiri?" tanya Kamila tidak terima dengan sikap pilih kasih yang ditunjukkan oleh Bima dan Sintia.


" kami itu tahu yang mana yang harus kami dahulukan dan juga yang mana yang harus kami prioritaskan untuk kehidupan kami, Ardila itu merupakan segala-galanya bagi kami jadi otomatis semua keinginan ataupun apa yang ia mau harus kami dahulukan daripada orang lain!" ucapan yang dilontarkan oleh Cynthia itu merupakan sebuah palu godam yang memukul langsung tepat di dadanya Kamila terasa begitu sakit ketika terbuang dengan secara sadar seperti begini.


" mama kenapa Mama tega mengatakan hal itu kepada aku, Aku ini anaknya Mama loh bukannya anak orang lain sampai-sampai harus ada kata-kata seperti begitu yang dilontarkan kepadaku? Apa sih yang kalian minta tidak pernah aku kasih dan apa yang kalian inginkan tidak pernah aku turuti, aku itu hanya ingin kalian memperhatikanku dan juga membela aku di saat aku butuh sandaran seperti begini?" tangis Kamila pun pecah hatinya terasa begitu sakit ketika apa yang tidak pernah ia Pikirkan dalam hidup kini langsung terjadi di depan matanya tanpa ada yang mau memberikan penjelasan secara langsung.

__ADS_1


" kamu bisa tidak pergi dari sini saat ini juga soalnya keberadaan kamu di sini itu mengganggu, aku sama Mas Aryo itu sudah mempersiapkan semuanya ini secara maksimal jadi tolong kamu harus sadar diri dan jangan membuat kebahagiaan orang lain rusak dengan kehadiran kamu?" tanya Ardila sinis bahkan tidak ada kata-kata kasihan di dalamnya seolah ingin mengucapkan kepada dunia bahwa dirinya adalah pemenang dari semua ini.


mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Ardila barusan membuat Kamila langsung menatap nyalang ke arah wanita yang biasa dipanggil kakak itu, kesialan serta caci maki dan juga penghinaan yang diterima oleh dirinya selama ini akibat dari ulah Ardila yang entah mengapa sangat membencinya.


__ADS_2