KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Axel


__ADS_3

Bramantyo mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ayla tadi, sebab memang kalau menyebut pria itu dirinya tahu karena saat ia menawarkan kerjasama dengan Bima tampak Axel begitu seperti melakukan semua kata-kata ini


Namun dirinya mencoba untuk bersikap biasa saja karena menurutnya wajar Axel itu kan masih muda otomatis jiwa ingin tahunya pasti selalu muncul, namun dirinya sedikit tidak suka jika sampai anak muda itu menggagalkan semua rencana yang sudah mereka rancang selama ini.


Hanya saja melihat Ayla yang biasa saja ketika membahas soal Axel maka dirinya yakin wanita itu bisa mempengaruhi pemuda yang terlihat begitu pendiam dan juga tidak mudah terintimidasi, sebab memang jika berbicara soal para pekerjanya keluarga Nugraha ya Otomatis Ayla yang paling tahu tidak mungkin dirinya yang selama ini hanya mengetahui sudut pandang dari Ayla saja.


Pria itu percaya 100% kepada Ayla karena dirinya yakin wanita itu tidak mungkin ingin terpuruk saja seperti begini, pasti suatu saat dirinya ingin bangkit namun pertanyaannya bangkitnya itu kapan belum bisa dianggap begitu jelas soalnya masih sulit untuk diprediksi.


"Ya sudah kalau memang kamu yakin bahwa anak itu tidak bakalan menjadi ancaman aku sih tidak masalah, yang penting intinya memang benar-benar sesuai dengan harapan yaitu dia tidak bakalan menyulitkan kita nantinya. "ujar Bramantyo sebab memang dirinya itu adalah seorang dokter yang otomatis tingkat kepekaannya itu begitu tinggi dengan orang-orang sekitar mulai dari Aura yang biasa saja Kemudian yang mempunyai maksud tidak baik dan sebagainya.


Ayla tersenyum karena memang dirinya sama tahu bagaimana sikap Bramantyo kepadanya selama ini, pria itu selalu saja melakukan hal yang terbaik kepadanya bahkan bisa dibilang romantis tidak suka jika sampai Ayla kenapa-napa.


"Aku yakin dengan semua yang aku katakan karena aku sudah mengenal anak itu sebelum dia lahir, Jadi kalau sekarang besar sikapnya seperti itu sepertinya tidak asing lagi karena memang dia seharusnya begitu dia menunjukkan Bakti kepada keluarga Nugraha! Terlepas Siapa pemimpin keluarga itu sekarang dirinya tidak punya hak untuk ikut campur atau menghakimi siapapun, karena yang harus ia lakukan yaitu berbakti kemudian tunduk pada peraturan dan juga tidak boleh membangkang dari peraturan!"jelas Ayla membuat Bramantyo hanya bisa menganggukkan kepalanya pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.


"Kalau begitu menurut kamu langkah selanjutnya yang harus kita ambil apa ya biar mungkin bisa dibilang lebih tepat sasaran lagi, ya memang sekarang juga sudah tepat sasaran Tetapi dia masih bisa bernafas dengan lega itu artinya belum terlalu merasa terkekang ataupun dalam kondisi terjepit? "tanya Bramantyo memastikan kira-kira Ayla mempunyai ide atau tidak.


"Aku rasa lebih baik kamu rebut semua saham-saham yang ada di perusahaan Nugraha corporation itu, Lalu setelah itu kamu mulai geser sedikit pelan-pelan posisi Bima mungkin bisa kamu turunkan jadi wakil direktur. "tawar Ayla tetapi dirinya juga tidak memaksakan kehendak karena Biar bagaimanapun semua uang Bramantyo lah yang sedang tertanam di dalam keuangannya perusahaan milik Bima itu maka dari itu pria itu harus mendapatkan keuntungan sebab dirinya sudah Rela masuk untuk menghancurkannya dari dalam padahal Bramantyo itu bukan siapa-siapanya Ayla.


Mendengar penjelasan dari Ayla barusan ya Otomatis Bramantyo mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi pertanda bahwa dirinya setuju dengan usul wanita itu, karena memang itu yang seharusnya mereka lakukan tidak boleh hanya melihat kemudian membiarkan saja Bima menghirup udara secara bebas atau bisa dibilang tidak merasa bahwa posisinya sedang terdesak.

__ADS_1


"Sepertinya Apa yang kamu katakan itu sangat betul dan aku sangat menyetujuinya karena memang kita tidak boleh hanya diam di tempat saja dan melihat semuanya, jika ingin hasilnya lebih cepat terlihat dan juga lebih cepat memuaskan Ya kita harus turun tangan secara langsung ke tempatnya! "jelas Bramantyo dengan penuh keseriusan sebab uang yang ia investasikan bukan sedikit.


"Hanya saja tolong ya kamu Ingat jangan pernah kamu lengah karena Bima itu merupakan seorang yang sangat licik dan juga preman bayarannya di luaran sana bukan sedikit, sebab aku meskipun sudah lama tidak hidup di tengah keluarga itu tetapi aku masih ingat Bagaimana bentukan Perangai pria itu Kalau merasa dirinya dikhianati!" Jelas Ayla.


"Perasaan dia itu kan adik ipar kamu,tapi kok kamu malah lebih mengenal dia dibanding Chyntia? Apa kalian pernah punya hubungan dekat dulu sebelum kamu menikah dengan almarhum suami kamu sebelum nya,karena tidak ada lho yang bisa menjabarkan sesuatu secara terperinci seperti yang kamu lakukan saat ini?" Tanya Bramantyo membuat Ayla mendelik kesal.


Bagaimana tidak emosi ketika dirinya yang jelas-jelas tidak ada apa-apa dan juga tidak ingin ada apa-apanya dengan Bima baik dulu maupun sekarang malah disangkut pautkan seperti itu, dulu kalau sampai Bramantyo tahu bagaimana ceritanya sampai ia bisa mengenal jelas pria yang bernama Bima Nugraha itu pasti pria itu bakalan sama dengan posisinya saat ini yaitu sangat membencinya.


" Kamu kalau ngomong kira-kira dong? Manusia model seperti dia Sejak kapan aku bakal memperhatikannya, karena itu sama saja membuat aku menjadi manusia yang tidak punya pekerjaan kan di luar sana?"jelas Ayla.


"Oh ya sudah kalau kayak begitu soalnya aku mau bertanya lebih lanjut lagi tapi takutnya kamu marah, karena tampang kamu saat ini sungguh sangat membuat orang lain pun sedikit merasa ngeri. "goda Bramantyo.


Kedua manusia yang berbeda jenis tetapi merupakan satu generasi itu hanya bisa tertawa, sebab menurut mereka lucu juga sih kalau sampai ingin balas dendam tetapi tidak tahu tentang orang yang bakalan ia tuju. Karena itu sama saja dengan ingin membuat sesuatu tapi tidak tahu bagaimana caranya dan juga bagaimana campurannya, dan hal-hal yang hanya rencana semata tidak bakalan bisa terlaksana.


"Ya dasar Mamanya itu kan tukang hura-hura dan juga hobinya bersenang-senang alhasil anak sakit di rumah mau mati pun tidak dipedulikan, dan kamu tahu tidak waktu aku dipanggil ke sana ternyata anaknya itu pingsan bukan karena penyakit melainkan karena kelaparan dan juga dehidrasi!"jelas Bramantyo membuat Ayla menatap tak percaya ke arah pria itu soalnya selama ini dirinya tidak pernah mendengarkan seorang ibu yang tega menelantarkan anaknya hanya karena ingin bersenang-senang di luaran sana dengan para brondong.


"Serius? Wah kok bisa, padahal kan dia selama ini selalu di rumah kan karena tidak punya pekerjaan di luar? "tanya Ayla memastikan dengan apa yang ia dengar dari Bima kalau istri dari pria itu sebenarnya tidak punya kegiatan lain selain hura-hura dan juga belanja untuk menghabiskan uangnya susah payah ia dapatkan.


"Ya memang dia selama ini di rumah saja tetapi Apa kamu tidak tahu kalau sebenarnya keuangan keluarga mereka itu sedang morat-marit, mungkin dirinya sedang ingin menjual sesuatu untuk mendapatkan uang makanya tega meninggalkan anaknya sendirian di rumah! "sahut Bramantyo karena memang dirinya tahu jika Ardila terpaksa pulang ke rumah karena orang tuanya sudah tidak punya biaya untuk membayar perawatan yang dijalani oleh Putri mereka itu.

__ADS_1


"Oh jadi anaknya itu sebenarnya belum bisa pulang ke rumah tetapi karena orang tuanya mentok dibiaya makanya dipaksa pulang saja, sebenarnya dipikir-pikir itu miris sekali lho nasib keluarga mereka sekarang rasa-rasanya sudah seperti langit dan bumi dengan beberapa dekade yang lalu. " jelas Ayla tahu bagaimana kejayaan keluarga Nugraha sebelum sebuah kecelakaan itu terjadi dan keluarga mereka jadi hancur berantakan akibat dari apa yang dilakukan oleh Bima dan juga Cynthia yang begitu gila dengan yang namanya kekuasaan.


"Yap seperti itulah! Terkadang kita tidak bisa selamanya selalu berada di atas, karena kehidupan manusia itu seperti roda berputar. Kadang di atas kadang di pertengahan antara yang namanya susah dan senang, kemudian kadang Berada di posisi paling bawah."sahut Bramantyo menimpali apa yang dikatakan oleh Ayla barusan yang sebenarnya tidak ada salah di dalamnya karena setiap kali membicarakan sesuatu Ayolah pasti berpikir masak-masak lebih dahulu.


"Ya bersyukur saja kita tidak selamanya berada di bawah karena Tuhan itu tidak pernah memberikan cobaan yang begitu menyiksa kepada umat nya, maka dari itu mulai dari sekarang harusnya diperbanyak bersyukur karena masih bisa diberikan segala-galanya. Meskipun tidak sampai selebihnya seperti orang lain. "keduanya saat mengobrol bahkan bisa dibilang sampai lupa waktu padahal sudah hampir 3 jam lebih mereka bertemu dan Percayalah Bima uring-uringan di rumah karena dari tadi menunggu Ayla yang tidak pulang.


"ini Ayla ke mana sih sampai sekarang kok belum pulang juga padahal aku sudah menunggunya sampai bosan sendiri, terusin Chyntia juga kenapa lagi pakai acara menelponku segala Padahal dia sendiri tahu kan kalau aku sudah mengabaikannya berapa lama? "omel Bima yang menatap kesal ke arah ponselnya yang dari tadi berdering tanpa henti dan ID pemanggilnya pun hanya nomor yang itu saja tidak ada perubahan sedikitpun.


Chyntia mendengus kesal ketika Bima sepertinya tidak ingin merespon sama sekali panggilan darinya, padahal bisa dibilang sekarang itu sudah jam pulang kantor ya harusnya pria itu sudah sampai tetapi dari tadi tidak ada nampak batang hidungnya muncul di tempat itu.


"ini Mas Bima ke mana lagi sih dari tadi kok tidak kelihatan sama sekali, Memangnya rumahnya itu yang mana lagi kalau tidak pulang ke sini? Sudah begitu aku telepon sudah mau ratusan kali tidak direspon sedikitpun sama dia, lagi sama siapa sampai-sampai tidak ada niatan untuk menjawabnya?"sungut Sintia yang saat itu sedang berada di dalam kamar Ardila yang tengah fokus menatap orang laptopnya tetapi pendengarannya masih difungsikan dengan baik mendengar semua omelan mamanya dari tadi sampai dirinya pun bosan sendiri untuk mendengarnya.


"Ya tidak mungkin juga kan Papa harus selamanya ke sini terus padahal Ada hal penting lain yang harus ia urus, kalau misalnya dia pulang Terus dapat uang banyak Ya tidak masalah tetapi kalau pulang hanya untuk uangnya diambil sama orang-orang yang tidak berkepentingan deh sama saja bohong!"Sindir Ardila membuat Sintia menatap tajam ke arah putrinya itu sebab menurutnya sindiran Adira itu bukan ke arah lain melainkan langsung mengarah kepadanya.


"kamu kalau bicara bisa sadar-sadar tidak, kamu pikir Mama melakukan semua ini hanya untuk diri Mama sendiri begitu? Eh asal kamu tahu ya mama itu rela menjadi apapun hanya demi mencukupi kebutuhan mama dan juga kamu, karena papa kamu itu selama ini sudah tidak memberikan nafkah sepeserpun dan Memangnya kamu pikir kita bisa makan angin terus kenyang? "tanya Cynthia dengan nada kaktusnya karena merasa tidak suka dengan Ardila yang tidak mendukung dirinya sama sekali padahal wanita itu seharusnya mendukung orang yang telah melahirkannya ke dunia ini.


"Ya kalau memang mama merasa bahwa tugas Mama sebagai orang tua harusnya memberi nafkah kepada anak ya Kenapa harus ngomel? Setiap anak itu tidak ingin loh dilahirkan ke dunia jika hanya untuk mendapatkan kesengsaraan saja, jadi lebih baik jangan ngeluh karena yang mau nikahkan mama sendiri bukan orang lain bahkan bisa dibilang tidak ada unsur paksaan!" Ardila meskipun sakit tidak ada niatan untuk mengalah terhadap Sintia sebab menurutnya Mamanya itu tidak bisa dibaik-baikin sama lawannya sebentar saja karena nanti pastinya bakalan ngelunjaknya itu seharian penuh.


"kamu itu memang anak yang tidak tahu diri selalu saja membantah apa yang orang tua katakan dan akhirnya Karma sendiri kan yang berlaku kepada kamu saat ini, sampai membuang air pun tidak bisa mau urus untuk mengenyangkan perut saya tidak bisa jadi lebih baik jangan banyak komentar soalnya itu sama saja mempermalukan diri kamu! "perintah Cynthia dengan wajah sinisnya sebab menurutnya Ardila kalau percaya diri sih Boleh tidak masalah tetapi kalau berdiri di kaki sendiri ya oke-oke saja tapi kalau masih numpang makan numpang tidur dan sebagainya di orang tua lebih baik harusnya diam-diam saja tidak usah banyak berkomentar apapun langkah yang diambil oleh orang tuanya sendiri meskipun sangat membuat dirinya bakalan merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Suatu saat ketika aku nanti jadi menikah dengan Mas Aryo, Percayalah apapun kesusahan Mama tidak pernah akan aku berikan! Sebab ini semua ingin aku lakukan karena mama yang sudah menunjukkan jalan terlebih dahulu makanya aku ikuti saja, kalau mau protes ya dari awal Jangan memperlakukan anak sendiri seperti itu dong!"Cynthia memilih untuk pergi keluar dari dalam ruangannya Ardila itu karena jika berlama-lama di tempat itu sungguh dirinya bakalan mati berdiri saat itu juga karena benar-benar menahan emosi dan juga tidak menyukai sikap Sintia yang selalu saja kebanyakannya berbanding terbalik dengan dirinya.


Ardilla yang melihat Mamanya itu sudah keluar hanya bisa menghela nafasnya dan kali ini dirinya yang mencoba untuk menghubungi Papanya, satu kali panggilan dari masuk tetapi masih saja terlewat dan ia berdoa semoga panggilan kedua tidak ada masalah sama sekali.


__ADS_2