KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Pencarian


__ADS_3

Angga dan Heru hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap antusias yang ditunjukkan oleh Mela barusan, karena tadi terlihat wanita itu ogah-ogahan menimpali apa yang dikatakan oleh Angga tetapi sekarang malah berbanding terbalik wanita itu justru terlihat lebih antusias.


Coba saja kalau dari tadi dirinya merespon baik ataupun Mendengar secara detail dan perlahan penjelasan Anda ya Otomatis tidak sampai seheboh itu, namunnya begitulah sikap seseorang terkadang baru mendengar setengahnya langsung mengambil kesimpulan yang tidak bagus dan juga memberikan solusi yang tidak jelas nanti setelah mendengar keseluruhan hanya bisa merespon dengan nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mella merasa Jengah ketika melihat suami dan juga putranya itu tidak bergerak sama sekali padahal dirinya sudah hendak pergi dan menyuruh Heru untuk menelpon Arlan agar menghubungi polisi menyusul mereka, sedangkan mereka lebih dahulu pergi ke tempat yang dimaksud oleh Kamila pada sekarang pertanyaannya Siapa yang lebih mengenal daerah itu kalau bukan Arlan Sebab mereka itu istilahnya hanya pengunjung saja.


"ini lagi masalah darurat Kenapa kalian hanya berdiri tenang di situ saja memangnya mau kalau sampai penculik itu berhasil menyusul Kamila dan kembali menangkapnya? Wah kalian ini selalu menyia-nyiakan kesempatan baik seperti begini nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan berkewalahan sendiri, dan Angga lebih baik kamu tinggal saja di rumah sakit karena kondisi kamu itu belum pulih nanti sampai di sana Kamu mau ngapain Pasti memukul pun tidak terasa sakit? " Mela ingin agar putranya itu sehat Terserah mau respon pria itu seperti apa nantinya yang penting intinya Angga harus tinggal tidak boleh ke mana-mana.


Angga menatap tak percaya ke arah mamanya karena menurutnya solusi yang diberikan oleh Mela itu benar benar sangat tidak masuk akal, seharusnya wanita itu sadar kalau dirinya sedang ingin menemukan Kamila dengan usahanya sendiri tanpa harus meminta bantuan kepada orang lain apalagi Arlan yang harus dilibatkan dalam masalah ini.


"Mama lagi tidur sedang bercanda kepadaku kan, Menurut mama aku bakalan duduk atau tidur dengan tenang sedangkan kalian yang lain sedang berusaha menemukan Kamila? Kalau sampai hal itu terjadi lebih baik Bunuh aku sekalian saja biar tidak usah melihat dan mendengar masalah yang sedang dia hadapi,, dan dengan sikap Mama seperti begini juga Mama ingin agar kehilangan menantu mama dan memberikan kesempatan kepada Arlan agar bisa menunjukkan keseriusannya!" Tegas Angga yang terlihat tidak ada nada bicara di dalamnya dan juga hanya ada nada yang tersirat penuh keheran dan juga kekecewaan yang begitu sangat karena Mela yang tidak pernah mengerti dengan apa yang ia inginkan.


"Tapi mama itu hanya khawatir jangan sampai ke sana terus penculik itu melakukan hal yang tidak tidak Ataupun mungkin kamu yang merespon secara berlebihan nanti berakibat pada kondisi kamu yang semakin fatal, kamu sendiri lihatkan keadaan kamu sekarang perban di mana-mana dengan wajah Bapak belur sudah seperti zombie dan juga selang infus yang kamu buka secara terpaksa padahal itu masih dibutuhkan loh!" Mela pun tak mau kalah dari Angga karena kalau pria itu ngotot maka dirinya sebagai seorang wanita yang melahirkan anaknya itu ke dunia pasti bakalan lebih ngotot lagi daripadanya.


"untuk kali ini saja aku mohon kepada Mama dengan sangat-sangat hargai kemauanku dan juga hargai apa yang aku inginkan karena kalau sama saja aku di sini Ya seperti yang tadi aku katakan, dan juga aku merupakan seorang pria rasa sakit untuk mendapatkan cinta sejati itu merupakan hal yang biasa dan ingin membuktikan bahwa letak keseriusanku itu ada di situ yaitu tidak mementingkan kondisiku melainkan mementingkan orang yang aku cintai! "Heru menepuk pelan bahu istrinya agar Mela paham bahwa sebagaimanapun ataupun mau berbicara seperti apa untuk membuat anggap paham nyatanya tidak akan pernah bisa karena di dalam pikiran pria itu hanya ingin menemukan Kamila dan membawanya kembali.


"Ya sudah ayo kita pergi Nanti soal urusannya Arlan Papa yang bakalan menghubungi dia agar dia pergi ke kantor polisi saat ini juga, dan kamu tolong saat sampai di sana jangan berbuat yang tidak tidak karena nantinya bukan kita yang menemukan Kamila tetapi kamu yang bakalan celaka! "keputusan Heru sudah final dirinya tidak ingin ada yang mengganggu gugat karena Biar bagaimanapun dirinya adalah kepala keluarga sebagai anggota keluarga yang lain harusnya menghormati apa yang ia katakan jika di saat seperti begini semuanya sedang dalam kepala yang begitu panas akibat menahan emosi dan selalu saja berdebat tidak tepat waktu.


"papa sih gitu selalu saja mengikuti apa yang Anda katakan nanti kalau kenapa-napa baru menyesal dari belakang, kalian kaum pria itu selalu saja menggunakan otot untuk bertindak nanti babak belur baru meringis kesakitan. " Omel Mela memilih untuk meninggalkan mereka.

__ADS_1


Suster yang hendak memeriksa perubahan di kepalanya Angga dan juga memberikan obat mendadak menatap heran ke arah pasiennya yang sudah keluar dan berdiri di depan pintu tanpa infus yang dipasang di tangan pria tersebut, Angga hanya bisa menghela nafasnya kasar karena pasti setiap orang bakalan merasa heran dengan keadaannya saat ini karena dirinya datang beberapa saat yang lalu dalam keadaan tidak sadarkan diri dan lemas tetapi sekarang malah dirinya berdiri dengan tegak seolah tidak terjadi apapun.


"suster kalau obat itu untuk saya nanti saja kalau dalam waktu satu kali 24 jam saya kembali ke sini lagi berarti obat itu bakalan diperlukan, tetapi untuk saat ini di cancel dulu Soalnya ada urusan yang lebih penting daripada Kondisi saya dan juga obat itu! "setelah mengatakan hal itu Angga pun menundukkan badannya pertanda meminta maaf dan juga memberikan hormat karena sudah merepotkan orang lain Lalu setelah itu pergi dari situ tanpa menoleh lagi ke belakang karena dirinya memang tidak akan pernah berubah pikiran.


"tadi orang tuanya datang ke sini Katanya anaknya lemas tidak berdaya dan juga takut meninggal tetapi tahu anaknya sudah segar bugar seperti tidak terjadi apapun, Hanya mungkin saja memar di wajahnya itu menandakan kalau dia sebenarnya tidak dalam kondisi baik-baik saja. Dasar keluarga yang aneh untung juga orang kaya Coba kalau orang miskin pasti bakalan sudah stres karena biaya yang dikeluarkan, Sudahlah auto Sultan mah bebas mau apa saja terserah karena Biar bagaimanapun di dalam kantongnya masih tersedia lembaran warna biru dan merah yang begitu banyak!"gumam suster tersebut sambil terkekeh geli karena melihat gaya Jalan Angga Yang sepertinya sedikit terpaksa menahan sakit.


"jalannya biasa saja ya jangan pura-pura meringis dalam hati kalau sakit Jujur saja jangan pura-pura menjadi jagoan karena sudah ketahuan sedang menahan sakit, nanti sebentar kalau ada pukulan tambahan lagi nanti biar mama juga ikutan supaya kamu rasakan akibat melawan dari orang tua itu pasti ada Karma yang bakalan menunggu. "Sindir Mela.


"mama sama anak sendiri kok dimusuhi sekali ya sudah seperti Angga ini merupakan Anak Tiri atau anak pungut begitu, kalau anak merasa sakit dia setidaknya Kasih tanda kata-kata penghiburan lah agar hati mungkin lebih tenang?"ujar Angga yang sedikit mendramatisir keadaan agar mungkin bila sedikit berubah dari nada marah-marahnya itu menjadi nada yang sedikit cemas.


"kata-kata penghiburan Mama itu sudah lewat beberapa menit yang lalu sekarang itu hanya pengennya marah-marah saja, jadi jangan meminta yang lebih karena kamu tidak akan pernah mendapatkannya lagi soalnya Mama sudah kapok perhatian dengan anak sendiri tapi tidak peka!"Mela dari tadi tidak henti-henti untuk marah-marah kepada Angga Mungkin wanita itu hari ini lagi sensitif jadi salah sedikit langsung storing.


Heru memilih untuk menelpon Arlan sambil menunggu taksi yang bakalan mengantarkan mereka ke tempat tujuan memang tadi mereka datang ke situ dengan menggunakan mobil hanya saja mereka belum terlalu mengenal tempat ini, jadi tidak ada salahnya mobil tetap di tempatnya dan mereka Jalan menggunakan taksi sebab sopir taksi pasti bakalan tahu tempat yang dituju itu berada di bagian mana.


"ya Halo Paman! "sahut Arlan dari seberang.


"kalau bisa sekarang kamu pergi ke kantor Polisi untuk meminta mereka mengikuti kamu pergi ke Jalan xx di pinggiran kota karena tadi Kamila sudah menelpon dan mengatakan keberadaannya, kalau bisa sekarang juga Takutnya kita terlambat dan penculik itu bakalan melakukan hal yang lebih nekat lagi daripada yang kita duga sebelumnya! "setelah mengatakan hal itu tanpa Heru sadari sebenarnya Angga tidak suka jika penyelamatan Kamila itu harus melibatkan Arlan yang jelas-jelas merupakan rivalnya.


"mau tidak mau harus minta tolong kepadanya karena dia adalah Tuan di atas tanah ini sedangkan aku cuma pendatang saja, Lagian Kamila mau saja datang ke tempat ini sendirian Padahal selama ini selalu saja di ibukota!"gumam Angga dalam hati.

__ADS_1


"maksudnya Paman tadi kami sudah sempat menghubungi paman dan mengatakan keberadaannya yang sesungguhnya, dan meminta kita untuk menjemputnya di alamat yang sudah dikasih tahu tadi? Apa Paman yakin kalau itu bukan jebakan agar kita terkecoh dengan semuanya dan tidak mencari Kamila, soalnya kan paman Tahu sendiri kan kalau penculik itu selalu mempunyai 1001 Cara agar korbannya tidak bisa ditemukan oleh keluarganya?"tanya Arlan memastikan sebab bukan ingin tidak percaya dengan yang dikatakan pamannya tetapi dirinya hanya ingin memastikan secara langsung agar tidak salah mengambil langkah.


Angga yang mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Arlan mendadak dibuat jadi emosi, karena dengan mengatakan hal tersebut berarti Arlan secara tidak langsung tidak percaya dengan apa yang dikatakan kamila dan Hal itu membuat Angga tidak suka.


Pria itu mendengar langsung dari ponsel papanya yang kebetulan loudspeakernya dinyalakan, tanpa banyak bicara diambilnya ponsel Papanya Itu agar dirinya bisa berbicara secara langsung kepada Arlan di seberang.


"Jadi kamu meragukan kalau tadi itu kamilah yang menelpon bukan atas kemauannya sendiri tetapi disuruh oleh penculik itu, kalau seperti begitu otomatis kamu memang belum mengenal kamilah secara baik? Oleh karena dia itu tidak akan pernah mau melibatkan aku dalam segala masalahnya selama ini, jadi tidak mungkin dia menyuruh untuk datang jika ini hanya sebuah jebakan! "Angga langsung mematikan panggilan tersebut sebelum dirinya bertambah emosi dan juga mengatakan hal yang tidak tidak nanti.


Arlan menatap heran ke arah ponselnya yang sudah dimatikan secara sepihak dari seberang padahal dirinya hanya ingin memastikan tadi bukan meragukan, sebab berhadapan dengan penculik kita harus memiliki pemikiran yang 1001 Macam bukan hanya satu titik saja.


"Kenapa jadi dia yang marah-marah ya? Padahal tadi kan ingin mengambil kesimpulan jangan sampai atau berandai-andai bukan meragukan, tapi sepertinya apa yang aku lakukan jika tentang Kamila pasti bakalan salah di matanya jadi ya sudah lebih baik aku ke kantor polisi dan mencari tahu semuanya!"gumam Arlan dalam hati sebab kalau harus memikirkan sikap Angga bisa dipastikan sampai tahun baru di kemudian hari pun tidak akan pernah selesai.


Mella hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat wajah Angga yang sangat-sangat tidak bersahabat itu, memang dirinya tahu kalau putranya pasti sedang emosi terhadap apa yang dikatakan oleh Arlan padahal sebenarnya kalau dipikir dengan baik apa yang dikatakan Arlan itu tidak ada salahnya.


"Kamu jangan terlalu memikirkan apa yang Arlan katakan tadi! Mama dukung Kok setiap Apa yang kamu lakukan dan mama juga bakalan pergi ke mana saja untuk memastikan seperti yang tadi Kamila katakan, Yang penting Intinya kamu jangan seperti begini terus responnya Biar bagaimanapun dia itu adalah saudara kamu dan hanya kita yang dia punya di dunia ini . "Mela ingin agar putranya itu lebih bersikap dewasa tidak sedikit-sedikit main marah tidak main ngambek kan karena itu nanti berpengaruh pada pola pikirnya di kemudian hari.


"Aku sebenarnya tidak marah tetapi ini semua berawal dari sikap dia yang secara terang-terangan ingin merebut kamilah dariku, Padahal selama ini Mama tahu kan kalau aku memang tidak pernah punya masalah dengan Arlan? "Angga tahu jika dua orang pria menyukai seorang wanita pasti nanti terakhir bakalan terjadi perang antara kedua pria itu dan dirinya tidak ingin hal itu terjadi antara dirinya dan juga Arlan.


"Baguslah kalau kamu paham! kalau sebenarnya pria itu lebih banyak memberikan bukti ketimbang janji dan juga kata-kata, karena wanita juga bakalan bisa menyeleksi Siapa yang pantas dan tidak untuk hidupnya ke depannya. "jelas Mella.

__ADS_1


"Maaf kalau boleh tahu bapak sama ibu tujuannya mau ke mana ya, Soalnya dari tadi saat naik taksi hanya berdebat saja jadinya saya juga sedikit segan untuk bertanya? "tanya sopir taksi yang kebetulan ada Heru dan keluarganya di dalamnya.


ketiganya di dalam situ hanya tersenyum sebab ternyata memang benar dari tadi itu suara mereka itu nadanya tinggi semua sampai-sampai sopir taksi pun merasa segan, ternyata memang keluarga mereka terkenal sebagai keluarga yang berani alias hobinya suka marah-marah .


__ADS_2