KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Bimbang


__ADS_3

Kamila terdiam sejenak ketika mendengar apa yang ditanyakan oleh Angga barusan,sebab menurutnya itu terlalu berlebihan karena harus membayar denda segala padahal dirinya masih bisa dan kuat untuk bekerja .


sebab menurutnya Respon yang diberikan oleh Angga itu terlalu berlebihan padahal dirinya tidak keberatan untuk mengikuti semua perintah Arlan sesuai dengan kontrak yang sudah diberikan, apalagi dirinya yang baru dalam hitungan hari bekerja di tempat itu masa iya langsung hengkang begitu saja nanti apa kata para pekerja di situ ketika dirinya sudah seperti Nona besar datang tanpa diundang pergi tanpa pamit.


"aku itu bukannya tidak mau menerima penawaran kamu barusan hanya saja sepertinya sayang kan kalau uang kamu itu dibuang-buang untuk hal yang tidak penting, Padahal aku masih kuat kerja loh dan juga ketika aku datang ke perusahaan ini benar seperti yang dikata Pak Arlan tadi Kalau tidak ada yang menawarkan pekerjaan aku datang dengan sukarela. Jadi sepertinya tidak masuk akal Kalau aku harus tiba-tiba resign tanpa sebab akibat dan juga sangat tidak masuk akal Kalau kamu harus membayarkan denda Padahal aku sekarang masih kuat kerja, lebih baik biarkan seperti ini dulu karena tawaran kamu untuk kembali ke kota itu sepertinya rasa-rasanya aku belum siap pasti kamu tahu kan alasannya ? "tanya Kamila memastikan pendapat Angga agar pria itu paham dan bisa mengerti kenapa sampai dirinya mengambil keputusan tersulit di dalam hidupnya.


Angga yang mendengar jawaban Kamila itu mendadak langsung merasa lemas tubuhnya karena tidak menyangka jika Kamila benar-benar menolak tawaran yang ia berikan barusan, tetapi memang Sebenarnya apa yang menjadi alasan Kamila itu sangat masuk akal Karena Wanita itu memilih menjauh dari kota ini pasti ada sebab akibatnya dan dirinya tidak bisa memaksakan Kamila untuk kembali dan membuat seolah tidak terjadi apapun di sana.


"Maafkan aku jika egois! kalau memang kamu tidak berniat untuk kembali Baiklah aku juga tidak akan memaksa kamu tetapi aku mohon Tolong jangan bekerja di sini, kalau memang kamu mau bekerja di sini Ya tidak masalah tetapi harus sesuai dengan talenta kamu yaitu di bagian keuangan! jika persyaratan itu kamu tidak ikut maka aku yang bakalan langsung membuat kesepakatan dengan para pemimpin untuk mengeluarkan kamu dari perusahaan saat ini juga, dan juga untuk kamu tolong hargai apa yang aku katakan karena ini tidak berlaku untuk semua pekerja dan Setahuku asisten kamu selama ini tidak pernah ada karena kamu hanya memakai sekretaris Jadi kalau Kamila berhenti dari asisten Kamu sepertinya tidak masalah?"tanya Angga memastikan membuat Arlan menghela nafasnya kasar karena sepertinya sepupunya itu memang benar benar tidak bisa diajak kompromi dan dirinya juga tidak mungkin menolak permintaan pria itu.


"sepertinya apa yang dikatakan oleh Angga itu tidak ada yang salah, kan Kamila tidak berhenti dari sini otomatis dia tidak melanggar kontrak dong dan dengan begitu juga apa yang menjadi keinginan Anda bisa terpenuhi dan kamu juga tetap masih memiliki asisten! "Mela menimpali perkataan Angga barusan sebab kalau mereka hanya diam saja otomatis kedua orang itu masih tetap pada pendirian mereka dan masing-masing ingin harus didengar tidak mau mendengarkan orang lain.


"Kayaknya apa yang kamu katakan itu aku juga sangat setuju yaitu aku tidak pindah ataupun keluar dari perusahaan ini dan masih bekerja di dalamnya tetapi dipindah ke bagian lain sesuai dengan kemampuanku, entah apapun alasan kamu terserah yang penting intinya aku tetap pada pendirianku yaitu tidak akan membiarkan kamu membayar denda dan jika kamu mau kembali ke kota Ya sudah kembali saja!"Jelas Kamila sambil tersenyum tetapi Percayalah Angga kini merasa gamang karena sama saja jika dirinya pergi dari situ dan Kamila masih berada di tempat situ dengan ada Arlan di dekatnya otomatis pria itu bakalan tidak tenang saat di kota karena pikirannya sedang terbagi dua.


"ya sudah kalau begitu aku setuju biar Kamila tetap bekerja di sini terus aku juga bakalan memindahkan dia di bagian keuangan, ini sudah kalau begitu paman kita pergi ke ruangan meeting soalnya seperti ini para ketua divisi sudah menunggu!"Arlan memilih tidak ambil pusing lagi soalnya kan Kamila tidak jadi pindah ataupun keluar Jadi sepertinya dirinya masih bisa bertemu dengan wanita itu Kapan saja kalau soal Angga dirinya tidak peduli juga karena pria itu sudah besar otomatis bisa menentukan pilihannya Seperti apa nantinya.


Kamila menatap Tidak enak hati ke arah Angga yang terlihat seperti orang yang tidak bersemangat kali ini setelah kepergian semua orang yang ada di ruangan itu tersisa hanya Mela dan juga mereka berdua, dirinya tahu entah Sudah berapa kali Ia dan Angga selalu berbeda pendapat dan alhasil pria itu pasti bakal selalu mengalah.


"Kamu marah karena aku menolak tawaran kamu tadi? Bukan begitu juga sih tapi kan aku tidak enak hati sama kamu masa iya aku yang berhenti kerja tetapi malah kamu yang membayar denda, Aku tidak ingin seperti seseorang yang selalu mengambil keuntungan kepada orang lain dan membuat orang tersebut rasa-rasanya seperti dipermainkan atas nama dasar persahabatan."Kamila berharap agar Angga paham apa yang menjadi tolak ukur pemikirannya sampai-sampai tega menolak tawaran pria itu.

__ADS_1


"Ya sudah tidak masalah yang penting intinya ya aku sudah bertemu dengan kamu, Ayo kamu ikut aku keluar karena ada sesuatu hal penting yang ingin aku bahas! Untuk kali ini Tolong jangan menolak lagi karena kalau memang kamu sampai melakukan hal itu Jujur aku bakalan sangat kecewa, karena setiap kali aku ingin melakukan sesuatu pasti kamu tidak bakalan setuju makanya kali ini aku meminta dengan sangat Tolong jangan menolakku untuk kesekian kalinya seperti yang sudah sudah! "pinta Angga dengan nada memelas membuat Kamila merasa tidak tega.


"Ya sudah kalau begitu kita Perginya barengan sama Tante Mela aja, kasihan kan kalau dia sendirian saja di sini? Lagian kalau tambah satu personil lagi sepertinya tidak masalah daripada hanya kita berdua saja, nanti orang bakalan berpikir macam-macam dan menyangka kalau kita itu ada apa-apanya? "tanya Kamila sambil tertawa.


"Eh enak saja kalian Mau mengajak Tante ikut sama kalian! Siapa yang mau menjadi nyamuk di antara kalian berdua lebih enak shopping sendirian mau melakukan sesuatu sesuka hati tanpa ada yang membuat mata Tante itu sakit,


Terserah kalian mau pergi ke mana sesuka hati kalian karena tante juga mau pergi tidak ingin diganggu oleh siapapun."tolak Mella dan memilih untuk pergi dari situ sebab dirinya tidak ingin ikut campur dengan urusannya anak muda karena menurutnya masa mudanya itu sudah selesai dan dirinya sudah melewati semuanya jadi untuk apa melihat orang muda mau berduaan.


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang atau kamu mau kita berduaan di ruangan ini, tapi aku takut jangan sampai ada cctv-nya nanti pasti mereka bakalan memantau setiap gerakan kita?"tanya Angga sambil menaik turunkan alisnya Seraya menggoda Kamila membuat wanita itu mengerucutkan bibir .


"Memangnya sekarang kita mau ngapain juga coba? Jadi harus pakai acara takut segera nanti dilihat oleh orang lain, Kita kan hanya numpang duduk doang jadi sepertinya kan tidak masalah?"tanya Kamila memastikan padahal wanita itu sepertinya melupakan isi otak Angga yang tidak jauh-jauh dari hal itu.


"Memangnya apa yang aku pikirkan sekarang Itu kamu tahu, ya sudah kalau begitu kita praktekkan saja di sini biar menjadi tontonan gratis soalnya kasihan kalau para pegawai kerjaannya hanya melihat layar komputer dan juga berkas yang ada?"tanya Angga.


Angga begitu menikmati sikap Kamila yang terlihat begitu Salah Tingkah ketika mendengar godaannya barusan Padahal maksudnya hanya bercanda saja loh tidak serius, akan tetapi mungkin karena saking polosnya sampai-sampai ketika Angga mencoba membahas sesuatu yang nyeleneh pasti kamilah tidak akan pernah mau menanggapinya.


Ketika keduanya sedang dalam perjalanan menuju parkiran kebetulan berpapasan dengan Bayu yang baru saja masuk dari arah luar, membuat pria itu merasa heran ketika kali ini melihat Kamila berjalan dengan seorang pria yang asing Tetapi wajahnya itu loh Sungguh mengalahkan oppa-oppa Korea.


"eh my princess, kamu kok di sini bukannya harus ikut meeting bersama dengan Pak Arlan? Terus kalau boleh kepo sih dikit yang jalan bareng sama kamu itu siapa sih, jangan bilang kamu mau ngedate sama dia sampai-sampai harus meminta izin sama Pak Arlan untuk tidak ikut meeting? "tanya Bayu sambil celingak-celinguk menatap ke arah Angga yang seolah tidak peduli dengan kehadirannya.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu dia itu siapa, atau kamu memang sengaja lupa agar dia berkenalan sama kamu?"tanya Kamila sembari menggoda Bayu karena jiwa kepo pria itu benar-benar membuat dirinya ingin sekali berbuat jahil kepadanya.


"Ih kamu kok Malah jawabnya seperti itu sih? Kalau aku tahu dia itu siapa Ngapain juga Coba basa-basi buat menanyakan hal-hal yang tidak penting, Lagian tinggal jawab saja kok susah sekali Memangnya begitu rumit ya mengenalkan dia itu siapa? Atau kamu takut kalau aku bakal ngegodain orang itu, ingat ya gaya aku tuh memang gemulai tetapi aku normal kali!"Bayu benar-benar tidak menyukai pertanyaan sahabatnya itu karena menurutnya secara tidak langsung Kamila meragukan kalau dirinya merupakan Pejantan Tangguh.


"Oh syukurlah kalau begitu! Aku sekarang sudah tidak bekerja lagi sebagai asisten Bapak Arlan jadi otomatis kemanapun dia pergi aku tidak akan menguntitnya dari belakang lagi, jadi makanya saat dia pergi meeting aku ini malah keluyuran karena aku sudah bekerja di bagian yang lain dan pekerjaanku mulainya besok dari sekarang jadwalku off!"jelas Kamila membuat Bayu penasaran.


"Wah Benarkah itu? terus kamu ditempatkan di bagian mana mungkin kita sama-sama satu divisi begitu, Ih kalau hal itu benar-benar terjadi aku bakalan bahagia banget loh karena akhirnya punya teman satu server yang mengerti dengan kondisiku? "tanya Bayu membuat Angga yang berada di samping Kamila sedikit merasa kesal karena menurutnya pria itu sepertinya sedang membuang-buang waktu saat ini.


"kamu itu tidak cocok bekerja di kantoran Karena Kamu cocoknya jadi reporter jalanan soalnya bukannya masuk kantor dan menyelesaikan pekerjaan kamu tetapi malah menanyakan hal-hal yang tidak penting, bisa tidak jangan mengganggu waktu Kamila saat ini karena kami berdua itu ada keperluan di luar dan tidak ada waktu buat meladeni kamu!"Angga benar-benar tidak terima ketika Bayu terlalu sibuk dengan urusan Kamila padahal yang seharusnya melakukan hal itu adalah dirinya.


Bayu mendadak diam ketika melihat aura yang dipancarkan oleh Angga saat ini, dan dirinya memilih untuk pergi dari situ sebab Arlan lama-lama kedekatan dengan pria itu sepertinya tidak bagus untuk kelangsungan karirnya.


Bukan karena dirinya tahu bahwa Angga merupakan anak dari pemilik perusahaan melainkan karena apa yang dikatakan Angga itu memang tidak ada salahnya soalnya dirinya tadi itu hanya izin sebentar untuk keluar, Jadi jika sudah sampai lebih dari 2 jam tidak kembali maka otomatis dirinya bakalan kena tegur dan hal itu yang membuat perkataan Angga Tidak ada salahnya sama sekali.


"Ya sudah kalau begitu aku balik lagi ke kantor ya kamu nanti kalau ditempatkan di bagian mana Tolong kasih kabar ke aku, soalnya Sumpah demi apapun Aku sangat penasaran loh pengen satu ruangan dengan kamu agar kalau kita ngobrol kan lebih nyambung!"perintah Bayu tegas membuat Kamila hanya menganggukkan kepalanya tetapi berbeda dengan Angga yang merasa sewot.


"kamu itu suaminya juga bukan orang tuanya juga bukan kenapa malah dia harus kerja berat untuk melaporkan sesuatu kepada Kamu, memangnya kalau dia melaporkan tempat dia bekerja nantinya bakal membawa keuntungan untuk dia begitu?"tanya Angga Ketus.


"Yaelah Mas! Kenapa jadi orang kasar sekali sih aku kan ngomong sama sahabatku bukan omong dengan kamu, jadi kalau mau marah-marah Tidak jelas sama Ikutan sama pendemo biar nyambung karena pendemo kan suka marah!"ujar Bayu lalu segera melipir ke tempat lain.

__ADS_1


Kamila terkekeh geli ketika melihat wajah Angga yang begitu emosional padahal Bayu orangnya memang seperti itu, karena terbukti setiap kali bertemu dengan Sarah pria itu pasti bakal mengundang emosi wanita itu.


"Sudahlah setiap apa yang ia katakan jangan diambil hati karena memang orangnya itu seperti begitu dan mau dibilang bagaimanapun tidak akan pernah berubah, karena yang ada nanti kamu bakalan capek dan juga emosi sendiri sebab mau ngomong cara bagaimana dan respon kamu seperti apapun dia tidak akan pernah mau dengar orangnya nyeleneh kayak gitu kok kamu tanggapin?"ujar Kamila sambil tersenyum.


__ADS_2