KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Ardila Mengamuk


__ADS_3

Ardila yang melihat Aryo tak peduli padanya langsung menghamburkan semua berkas-berkas yang ada di meja tepat di hadapannya, terlihat Cynthia mendekati putrinya itu berusaha untuk menenangkannya karena biar bagaimanapun masih ada orang yang sedang mengabadikan semua kelakuannya itu lewat kamera ponsel mereka.


" Dila sayang tolong jangan seperti begini nak, Nanti mama bakalan ngomong sama Aryo agar dia tidak membatalkan pernikahan kalian! Ayolah nak semua orang sedang memperhatikan kamu, nanti kalau mereka pulang dan mengatakan yang tidak tidak kepada kamu pasti nanti bakalan lebih ribet urusannya! " bujuk Cynthia tetapi Ardila yang sedang gila memilih tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu.


" ini semua gara-gara Kamila ini semua gara-gara anak yang Mama pungut itu ini semua gara-gara orang asing yang mama anggap sebagai keluarga itu, coba saja kalau dulu saat orang tuanya meninggal Mama ikut bunuh dia agar dia tidak pernah hidup lagi pasti aku tidak bakalan merasakan hal ini! " teriak Ardila yang begitu menggila tetapi dirinya langsung bungkam ketika Aryo menarik wajahnya ke atas dengan tatapan tajamnya seolah ingin memastikan Apa maksud dari Perkataan wanita itu.


" Maksud kamu bicara seperti tadi itu apa, memangnya kalau Kamila itu anak pungut terus orang tuanya siapa? Apa karena ini semua jadi kamu membenci dia seperti orang asing yang tidak pernah kamu kenal sama sekali, Apa aku yang salah lebih memilih kamu terus membuang dia? " tanya Aryo dengan kata-kata yang beruntun sehingga membuat Ardila kebingungan harus menjawab apa tetapi intinya hanya satu yaitu wanita itu gembira karena akhirnya Aryo mau berbicara dengannya lagi.


" kamu kembali untukku kan Mas kamu tidak akan pergi meninggalkan aku kan, aku yakin kamu pasti bakalan lebih memilihku dibandingkan dia karena secara aku kan lebih dari segala-galanya?" tanya Ardila antusias bahkan bisa dibilang pertanyaannya itu pun beruntun seperti yang dilakukan oleh Aryo tadi.


" kamu jawab pertanyaanku tadi dan jangan balik menanyakan hal aneh yang tidak pernah aku pikirkan saat ini, Memangnya Kamila itu anaknya siapa jika bukan anaknya Bima dan juga Cynthia? " pertanyaan yang dilontarkan oleh Aryo dan juga panggilan yang diberikan kepada Bima dan Cynthia membuat kedua manusia paruh baya itu menatap tak percaya ke arah pria yang tadi datang ke tempat itu sebagai calon menantu mereka.


" Kamu kenapa malah memanggil Papa sama Mama dengan sebutan seperti begitu, harusnya kan kamu mau manggil mereka dengan sebutan mama sama papa seperti yang aku lakukan? Kamu tahu kan kalau kita bakal menikah, Kamu ini kenapa sih berubah dalam waktu hitungan menit seperti begini? " tanya Ardila yang tidak paham dengan jalan pemikiran Aryo.


pria itu tertawa tetapi dengan nada yang begitu sinis karena menurutnya semua orang itu sama saja egoisnya lebih tinggi, seperti dirinya yang juga sama saja yang lebih mementingkan segalanya dibandingkan orang yang paling berharga di dunia.


" kamu tadi dengar Kamila ada memarahi kita berdua ataupun menyebut kamu sebagai wanita yang tidak benar, itu semua tidak pernah dia lakukan karena memang dia tidak pernah mau sibuk dengan urusan orang lain? Jadi sekarang Yang intinya hanya satu yaitu kamu jawab pertanyaanku barusan, bahwa sebenarnya Kamila itu anaknya siapa jika bukan anaknya orang tua kamu? " Aryo benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi karena menurutnya berada di dekat lingkup keluarga Nugraha sungguh menguras emosi mungkin itulah yang dirasakan oleh Kamila tiap hari tapi hanya bersabar tidak pernah mengeluh itulah yang dilakukan oleh wanita itu.

__ADS_1


" untuk soal Kamila itu anaknya siapa bukan urusan kamu, Karena kamu belum sah menjadi anggota keluarganya Nugraha dari otomatis tidak punya hak untuk ikut campur di dalamnya! " tegas Bima membuat Aryo hanya bisa tertawa pelan karena menurutnya ternyata masih ada orang di dunia ini yang sifatnya sama seperti dirinya yaitu lebih mementingkan ego daripada perasaan orang lain.


" oke baiklah urus saja anak bapak itu karena saya sudah tidak ingin mengurusinya lagi ataupun ikut campur dengan masalahnya, nanti kalau sampai dia mengganggu ketenangan saya ataupun mengganggu ketenangan kamilah maka bisa dipastikan hidupnya tidak akan pernah aman! " setelah mengatakan hal itu Aryo pun pergi tidak ingin menoleh ke belakang lagi karena menurutnya hal yang berada di belakangnya itu tidak ada kepentingan sama sekali dengan dirinya.


" Mas Aryo tunggu, mas Aryo aku bilang tunggu urusan kita belum selesai di sini! " teriak Ardila yang Seraya ingin mengejar Aryo yang sudah melangkahkan kaki begitu cepat keluar dari tempat itu.


Bima yang melihat tingkah putrinya itu segera mengejarnya dan menahan agar tidak usah mengikuti Aryo yang tidak peduli sama sekali dengannya, Hal itu membuat Ardila meradang dan akhirnya mengacak-ngacak rambutnya yang sudah disanggul begitu indah layaknya orang akan menikah dengan begitu megah dan meriahnya.


" Aku benci Kamila aku benci kalian Aku benci semuanya yang sudah membuat hidupku hancur dan juga malu, aku bakalan balas dendam terhadap orang-orang yang sudah mempermalukanku secara tidak langsung seperti begini!" teriak Ardila yang mengangkat kursi yang berada di dekatnya dan melempar asal sehingga mengenai salah satu tamu yang masih bertahan di situ.


Brakk


" seumur hidup baru kali ini para tamu menganiaya calon pengantinnya karena kelakuannya yang busuk dan sangat tidak tahu sopan santun itu, kalau bisa lebih baik Panggil rekor Muri sekalian karena ini adalah kegiatan yang paling menyenangkan dan juga sangat sedap untuk dibagikan di dunia!" teriak salah satu undangan yang begitu gemas dengan sikap Ardila dari tadi.


kemudian terjadi saling tarik-tarikan jambak-jambakan antara kedua wanita itu membuat Bima dan Cynthia kesulitan melerai, alhasil riasan yang tadi melekat sempurna di wajahnya Ardila sudah meluber kemana-mana dan tamu undangan tadi yang sudah bergaya kece badai membahana sudah hancur berantakan seperti baru habis berenang dalam lumpur.


" ternyata memang benar kata orang kegilaan seseorang itu bisa muncul di mana saja dan kapan saja, Bahkan orang yang tadinya berbahagia karena bakal menikah beberapa menit kemudian menjadi gila karena Batal Nikah!" kali ini Retno yang sudah merasa jenuh dan semua kejadian yang terjadi langsung saja mengatakan hal itu sambil menunjukkan jempolnya ke arah bawah sembari tersenyum mengejek ke arah Cynthia.

__ADS_1


kali ini lebih parahnya lagi jika Cynthia tadi itu berusaha menghormati Retno maka sekarang dirinya menghampiri wanita itu dan ikut menjambak rambutnya, karena menurutnya Percuma saja dandan cantik-cantik jika sebenarnya tidak ada kegunaannya sama sekali dan hanya membuat dirinya malu. Lagian sudah kepalang malu lebih baik langsung malu-maluan sekalian, biar kalau orang mau pulang dan cerita hal ini itu ceritanya lebih Bisa kompleks dan beragam tidak hanya monoton satu jenis,


" ini kenapa semua wanita pada berubah menjadi orang gila Tadi katanya ingin terlihat Anggun dan juga elegan, sudah seperti begini terus akunya harus seperti apa Masa iya harus melerai mereka padahal langsung wajah semuanya itu pada sangar-sangar?" kali ini terlihat Bima bergumam sendirian dan juga Terasa seperti orang stres.


" papa kenapa malah Bengong di situ Ayo datang bantu Mama mungkin kita kalau tambah personil pasti bakalan menang, Soalnya ini Mama bakalan kalah telak karena tubuhnya bongsor sekali subur di mana-mana?" teriak Cynthia yang terlihat kewalahan mengimbangi gaya pukulan telaknya dari itu Retno.


sebenarnya cerita ini ingin menggambarkan bahwa sebenarnya menghabiskan sebuah masalah dengan cara jambak-jambakan ataupun kekerasan itu salah, maka dari itu outer ingin menggambarkan kepada semuanya bahwa lebih baik memilih jalan seperti Kamila yaitu pergi dan tidak ribut itu merupakan hal terbaik daripada yang dilakukan oleh keluarga Nugraha.


kekerasan dalam kehidupan seseorang itu sebenarnya dilarang dan juga tidak dibenarkan sama sekali, namun terkadang semua orang memilih jalan itu entah mungkin karena menurutnya tidak ingin diremehkan atau karena ingin tunjuk jago itu terserah dari pendapat setiap orang.


maka dari itu sebenarnya Kenapa orang lebih memilih menjadi diam dan juga terlihat lebih santai sopan tidak ingin menjadi pribadi yang neko-neko, karena sebenarnya ribut itu ataupun kekerasan bukan merupakan jalan keluar dari suatu masalah melainkan jalan menuju untuk masalah baru.


Percayalah sahabatku para penggemar penulis mim ah sama ini aku menulis jarang tentang kekerasan karena menurutku mencari musuh itu lebih cepat ketimbang mencari orang yang tulus dan juga seorang sahabat, karena mencari musuh itu sangat cepat tinggal melakukan kesalahan sedikit otomatis musuh kita bakalan banyak berdatangan.


namun setelah mencari musuh terkadang penyesalan itu datang tetapi Percayalah itu merupakan sesuatu yang sangat terlambat, lebih baik saat kita meninggal membawa nama yang harum tanpa celah daripada membawa nama yang buruk bahkan sampai saat kita hanya tersisa tulang-belulangnya saja.


begitulah yang terjadi dengan keluarga Nugraha saat ini keangkuhan yang selama ini mereka tonton kan di depan Kamila terbalaskan sudah, meskipun bukan berasal dari Gadis itu melainkan dari orang-orang sekitarnya ataupun orang-orang yang tidak pernah mereka duga sekalian.

__ADS_1


" Eh kamu yang tidak pernah menghargai perasaan orang lain yang selalu saja melakukan sekehendak hati Apapun yang kamu inginkan, Hari ini saya peringatkan kamu jika besok lusa ada kesusahan apapun jangan pernah mengingat tentang keluarganya Retno Wijaya! karena saat kamu datang aku bakalan berubah menjadi orang lain dan tidak akan pernah mau mengenal wajah-wajah pongah kalian itu, terserah pilih Jalan masing-masing Anggap saja tidak saling kenal karena aku juga menyesal punya keluarga seperti kalian!" tegas Retno lalu pergi dari situ dengan wajah yang acak-acakan dan amburadul seperti orang yang baru habis pulang tawuran anak pelajar SMA.


__ADS_2