
Kamila cengengesan mendengar sunggutan dari Vena barusan karena memang karena keasyikan berbicara dirinya sampai-sampai melupakan tujuan awal, maklumlah di saat Genting seperti begitu otak harus dipakai buat rileks sedikit tidak harus tegang melulu nanti akhirnya tidak bisa dipakai buat berpikir.
"Maaf Mah, tadi itu karena efek mungkin terlalu panik jadinya ngomongnya sedikit ngelantur! Tapi ini aku sudah mau telepon kok jadi Mama Tenang saja jangan khawatir Lagian kalau memang dia berhasil membuntuti kita, ini kan jalannya lumayan ramai jadi kita bisa teriak minta tolong atau gimana gitu biar masalahnya jadi kelar!"saran Kamila agar Vienna tidak terlalu panik karena biar bagaimanapun jika seseorang terlalu panik otomatis dirinya tidak bisa berpikir dan juga tidak dapat mengambil langkah yang tepat untuk menentukan nasib hidupnya.
"Ya sudah kalau begitu kamu cepetan telepon jangan ngomong lagi nanti yang ada mama tambah panik loh, usahakan kamu yang jelas ngomong soal titik terang kita sekarang ada di mana Biar mereka bisa menyusul secepatnya!"jelas Vena membuat Kamila menghembuskan nafasnya kasar sebab dirinya orang baru di tempat itu yang mana tahu sekarang ia berada di mana kecuali bertanya kepada penghulu pasti dirinya paham.
Angga terlihat seperti orang yang tidak punya semangat hidupnya sama sekali, sebab orang yang paling terpenting di dalam hidupnya di bawah pergi entah ke mana.
Dirinya bahkan sudah tidak menggubris keadaan di sekitarnya yang terlihat para suster dan juga dokter lalu-lalang memeriksa keadaannya, sebab Ia sudah tidak peduli adalah keadaan Kamila yang entah di mana dan bagaimana keadaannya dirinya tidak tahu menahu sama sekali.
Apa yang dilakukan pemuda itu membuat kedua orang tuanya merasa sangat cemas sebab Biar bagaimanapun Angga adalah anak mereka satu-satunya, jika pria itu itu merupakan sebuah hal yang sangat tidak pernah mereka inginkan dalam hidup.
"Papa, Angga dari tadi tidak merespon apa yang kita katakan nanti keadaannya bisa kembali seperti semula lagi tidak ya? "tanya Mela penasaran bahkan terlihat wajah wanita itu begitu cemas.
Heru sebenarnya merasakan hal yang sama seperti istrinya Namun sebagai seorang pria dirinya masih bisa mengendalikan diri untuk tidak terlalu menunjukkan kecemasannya, meskipun terkadang rasa itu tidak bisa dipungkirinya karena anak yang tengah terbaring lemah sekarang merupakan darah dagingnya penerusnya dan juga harapan masa depannya.
"kita doakan saja semoga dia baik-baik saja dengan begitu pasti kita bakalan bisa melewatinya dan dia juga laki-laki pasti lebih kuat nantinya, Kita sebagai orang tua tidak boleh terlalu lemah karena nanti dianya yang tidak punya kekuatan kalau kita juga ikutan lemah! "jelas Heru perlahan berharap agar istrinya itu paham dan tidak terlalu panik lagi.
Mela mencoba untuk tenang dari tadi tetap tidak bisa, sebab terkadang perasaan seorang ibu itu sangat halus. Jika ada hal yang buruk terjadi kepada buah hatinya jika dirinya Tenang saja itu merupakan sebuah kemustahilan, maka dari itu ia memilih untuk mengekspresikan saja agar Angga paham kalau apa yang terjadi padanya sekarang itu masih ada orang tuanya yang bakalan selalu mengurusnya.
"kamu ngomong nak sebenarnya maunya kamu apa terus Papa sama Mama harus kayak gimana! kalau kamu hanya diam saja seperti begini kami juga bingung Sebab semua keterangan itu ada di kamu, mau kita lapor polisi pun bakalan susah kalau kamu hanya diam sebab dengan sikap kamu seperti begini otomatis Kamu memang tidak ada niatan untuk menolong Kamila!"Mela sengaja mengatakan hal itu karena dirinya tahu Angga setiap kali mendengar nama Kamila pasti pria itu bakalan sadar kembali daripada kegiatan yang tidak masuk akal itu.
"Dia dibawa pergi dan aku tidak tahu ketika pria Kurang ajar itu membawanya, Yang intinya hanya satu bahwa aku bakalan balas dendam Karena manusia itu sudah berani menyakiti Kamilaku dengan tangannya."ujar Angga dengan tatapan matanya yang begitu tajam walaupun tubuhnya sekarang sangat lemah karena wajahnya babak belur dan juga perut serta dadanya yang bertubi-tubi kena pukulan dari Aryo dan juga anak buah pria itu.
__ADS_1
"kamu tenang saja tadi papa sudah suruh Arlan untuk mengecek keadaan di sekitar situ siapa tahu Mungkin kita bisa menemukan sedikit petunjuk mengenai keberadaan Kamila, semoga saja mereka belum pergi terlalu jauh karena dengan begitu pasti kita bakalan mudah melacak keberadaan mereka!"Angga menatap tak percaya ke arah bapaknya itu karena bisa-bisanya menyuruh Arlan mencari Kamila karena jika sampai pria itu menemukan Kamila lebih dulu daripadanya otomatis Arlan bakalan merasa besar kepala karena bisa mengalahkannya dalam menolong Kamila.
"Papa kenapa bisa bisanya menyuruh orang lain mencari kamilah Padahal aku bisa melakukan hal itu tanpa harus melibatkan dia, harusnya sebagai orang tua kalian itu mengerti kenapa sampai aku tidak pernah mau Kamila bekerja di perusahaan itu jika ada Arlan di dalamnya? "ujar Angga yang terlihat wajahnya penuh kekecewaan dan juga jangan lupakan kegundahan hatinya karena takutnya yang seperti tadi yaitu Arlan bertemu Kamila lebih dahulu.
"Memangnya Kalian ada masalah apa sampai-sampai yang dulu biasanya saling menggantung kan kini Terasa seperti menjauh, ingat nak dia itu sepupu kandung kamu adik perempuan Ayah punya anak jadi otomatis kalian itu merupakan saudara dekat! kalau soal masalah pribadi nanti masalah belakangan saja dibahas tetapi untuk saat ini baiknya kalian berdua harus bekerja sama, karena kalau berpencar otomatis itu bakalan lebih susah karena mengingat keadaan kamu sekarang ini yang tidak mau memungkinkan untuk bergerak secara langsung!" Heru benar benar Jengah dengan sikap keras kepala anaknya itu yang berbuat seperti Arlan itu merupakan orang lain dan tidak pantas untuk diminta tolong.
"Justru karena ini menyangkut Kamila makanya aku harus sedikit tegas karena asal Papa sama Mama tahu kalau Arlan itu sengaja menempatkan Kamila sebagai asistennya karena ingin merebut dia dari aku, dan kalian tahu sendiri kan dulu aku sudah ikhlas kami lah bersama orang lain masa sekarang aku harus melakukan hal itu lagi?"tanya Angga yang masih berusaha Tegar sebab biar bagaimanapun sebagai seorang pria dirinya pantang untuk mengeluarkan air mata di saat seperti ini.
Heru dan Mela Saling pandang Sebab mereka tidak menyangka kalau ternyata anak-anak mereka itu jatuh cinta pada wanita yang sama, Padahal semua orang sudah tahu dan juga dunia pun mengenal kalau sebenarnya hal yang terjadi ini bisa menyebabkan keretakan antara hubungan dalam ikatan persaudaraan hanya karena seorang wanita.
keduanya tidak mungkin meminta Angga untuk mengalah kepada Arlan kali ini karena mereka memang melihat dengan jelas Bagaimana Perjuangan pemuda itu, maka tidak mungkin mereka berdua mengatakan kepada Angga tentang hal itu karena nanti entah bagaimana respon pria itu pasti tidak akan pernah mereka duga sebelumnya.
"Baiklah nanti mama bakalan ngomong kepada Arlan agar mengerti tentang apa yang harus dia lakukan, kalau memang dia tidak paham juga nanti mama bakalan berbicara secara pribadi kepadanya agar Mungkin dia sedikit paham dengan keadaan kamu selama ini dan juga kedekatan kamu dan juga Kamila! "Mela sengaja mengatakan hal itu agar Angga tidak terlalu frustasi dan mengakibatkan kondisinya semakin memburuk.
"mama, aku....
"Siapa yang menelpon kamu? kalau memang kamu merasa susah untuk memegangnya sini mama saja yang menjawabnya, Siapa tahu orang itu tahu dengan keberadaan Kamila!"tawar Mela sebab dirinya tidak tega melihat keadaan putranya yang sangat kesulitan bergerak seperti begitu.
"ini nomor baru aku juga bingung nomor ini dari mana mungkin hanya orang iseng saja mau melakukannya, kalau memang hanya orang iseng pasti dia bakalan mematikannya Tetapi kalau orang ada perlu nanti sebentar lagi pasti dia bakalan menelpon! "jelas Angga karena dirinya sekarang sedang tidak ingin bercanda apa lagi menghiraukan orang-orang yang tidak jelas sama sekali.
Kamila di seberang mah hanya bisa menghela nafasnya kasar karena dirinya paling hafal Bagaimana Perangai seorang Angga, Pria itu tidak akan pernah merespon seseorang yang begitu asing dalam kehidupannya apalagi ini merupakan nomor ponsel jika tidak di SMS lebih dulu Maka jangan harap dirinya bakalan merespon.
Venna menatap penuh tanda tanya kearah Kamila yang entah mengapa wajahnya tiba-tiba berubah jadi murung, membuat wanita itu mau tidak mau harus memastikan keadaan Gadis itu secara langsung untuk bisa mengambil langkah selanjutnya.
__ADS_1
"Kenapa? Dia tidak merespon ya siapa tahu nomor baru jadi dia tidak menghiraukannya, kalau bisa kamu hubungi dia sekali lagi siapa tahu kali ini mungkin dia sudah bisa mengangkatnya!" Ujar Venna.
Kamila memilih untuk menghubungi Angga sekali lagi karena dirinya yakin kali ini pria itu pasti bakalan meresponnya, Tidak ada salahnya kan optimis lebih dahulu jangan sampai memang benar-benar bakalan menjadi kenyataan.
Angga menatap heran ke arah ponselnya karena nomor yang sama sudah kembali menghubunginya, membuat pria itu mau tidak mau merespon panggilan tersebut.
Mella menata barang ke arah putranya yang terlihat merespon panggilan tersebut, dirinya sangat penasaran sebenarnya siapa yang sudah menghubunginya sampai satu harus berulang kali seperti begitu.
"Ya Hallo ini dengan...
"Astaga Angga aku tadi itu pikir salah tekan nomor jadinya tidak merespon tetapi Syukurlah kalau kamu mengangkat panggilanku, kamu tolong datang jemput aku dong di daerah xxx! soalnya tadi itu pria gila itu membawa aku ke sini tetapi syukurlah kami bisa kabur jadi kamu tolong ya datang secepatnya, Bila perlu nanti minta tolong dengan Polisi sekalian biar langsung menangkap dia agar jangan mengulangi lagi perbuatan gila nya itu!" Jelas Kamila dengan satu tarikan nafas tanpa mendengar jawaban dari Angga di seberang.
Angga begitu terkejut sampai sampai ia antara ingin menangis dan juga tertawa sebab orang yang membuat dirinya khawatir sudah menghubungi dirinya,ia langsung berusaha untuk turun dari ranjang pasien dan melepaskan selang infus dari tangan nya secara paksa.
"Lho kamu mau kemana,jangan nekat kamu Angga! Ayo kembali ke tempat tidur biar suster kembali memasangkan infus di tangan kamu, cepat nurut sama apa yang Mama Katakan!" Tegas Mella yang benar benar merasa emosi dengan sikap putranya itu.
"Aku mau pergi menjemput Kamila,dia sedang menunggu aku Mah saat ini!" Jelas Angga Tersenyum di sela wajah babak belur nya itu.
Mella dan Heru saling pandang karena memang benar benar tak habis pikir dengan apa yang Angga katakan,sebab takutnya anak itu sedang stress jadi malah berhalusinasi.
"Kamu jangan menghayal ,Nak! Mama tahu kamu sedang cemas dengan keadaan Kamila,tapi tidak perlu harus berlebihan seperti ini kan?" Bujuk Mella memasang tatapan bersalah nya.
Angga ingin sekali tertawa karena ternyata Mamanya itu mencurigai bahwa dirinya sedang menghayal, padahal jelas-jelas Kamila tadi baru saja berbicara dengannya tapi tidak masalah lah yang penting intinya dirinya sudah menerima kepastian.
__ADS_1
"tadi yang barusan saja menelponku menggunakan nomor asing itu merupakan panggilan dari Kamila dan dia mengatakan kalau sedang dalam perjalanan dan tengah berada di jalan xxx, mereka sedang kabur dari penculik itu maka dari itu dia suruh saya ke sana Dan juga sekaligus membawa dengan Polisi agar bisa menangkap penculiknya supaya jangan mengulangi lagi perbuatannya itu!"jelas Angga membuat Mela dan Heru langsung tersenyum bahagia karena akhirnya ada menemukan titik terang tentang keberadaan Kamila saat ini.
"jadi kamu sedang tidak berhalusinasi saat ini dan kamu benar-benar mendapat telepon dari Kamila tadi? Ya sudah kalau begitu Tunggu apa lagi kita hubungi saja polisi sambil menuju perjalanan ke tempat itu, Takutnya penculiknya itu nekat dengan melakukan hal yang tidak tidak kepada Kamilah!"ujar Mella.