
Aryo yang mengemudi mobil ugal-ugalan tidak peduli dengan keberadaan sang Mama di jok belakang, karena menurutnya urusannya itu lebih penting daripada memikirkan orang lain yang nantinya bakal menyulitkan dirinya untuk kedepannya.
Vena tidak ada niatan untuk menegur perbuatan putranya itu karena nanti bakal sama saja tidak akan pernah untuk didengarkan, dirinya sudah tidak asing lagi dengan sikap Aryo yang merupakan anak pembangkang tetapi selalu ingin didengar.
" Mama ingat ya kalau sampai sana jangan banyak bicara ataupun mengeluh dan memasang wajah masam karena nanti orang bakal berpikir kalau ini adalah pernikahan yang dipaksa, Terus kalau ada yang bertanya tentang Aryo panjang lebar Jangan pernah Mama mengatakan apapun itu karena ingat ini merupakan rahasia keluarga kita!" tegas Aryo membuat Venna hanya bisa menghilang nafasnya kasar.
wanita itu bingung dengan sikap putranya yang selalu saja mau berbuat sesuatu tetapi tidak ada niatan untuk bertanggung jawab, Padahal jelas-jelas di sini nanti otomatis orang akan Bertanya kepadanya tentang ini dan itu masa iya dirinya harus diam saja layaknya patung hidup.
" kalau memang kamu tidak nyaman dengan kehadiran Mama di tempat itu kenapa kamu harus memaksa untuk pergi ke sana, Kenapa juga tidak kamu sendirian saja ke sana dan bertemu dengan mereka semua lalu menjelaskan apa yang terjadi?" tanya Venna dengan ada sindiran yang begitu keras karena memang dirinya begitu kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Aryo barusan.
Aryo merutuki kebodohannya karena tadi kenapa bisa harus mengajak Mamanya itu untuk berbicara dan alhasil beginilah jawaban yang didapatkan Sungguh mengecewakan, tetapi mau bagaimana lagi dirinya butuh dukungan wanita itu agar tidak dikira merupakan anak yatim piatu yang tidak punya siapa-siapa atau bisa dibilang mungkin bakalan dicap sebagai anak haram.
" aku itu kan tidak pernah meminta yang mulut mulut kepada Mama Ataupun mungkin meminta harta yang berlebihan agar sepadan dengan teman-temanku, yang aku minta itu hanya pengertian dari mama yaitu menjaga mulut agar nanti kita tidak bakalan dibikin malu saat sampai di sana nantinya!" ujar Aryo tapi Venna memilih untuk bungkam karena sama saja mau ia berkata seperti model apapun kalau ada yang mau mendengarkan syukur tapi kalau tidak ya sama saja bikin capek percuma.
" kamu ngomongsaja kalau sudah sampai di gedungnya nanti Soalnya Mama pengen istirahat otak dan juga pikiran dan juga lagi malas berbicara soalnya nanti Kayaknya salah semua deh, terus kalau sudah sampai dibangunkan saja jangan merasa sungkan Anggap saja Mama ini orang lain dan hanya sebagai tamu yang terkhusus untuk menemani kamu saja!" ujar Vena yang entah mengapa benar-benar kesal dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Ariel sehingga membuat dirinya harus memakai kata-kata sindiran seperti itu agar pria itu bisa paham tetapi nyatanya kosong percuma.
" ya memang dari itu yang aku harapkan dari tadi agar mama hanya diam dan mendengar apa yang aku lakukan tanpa mau mengomel ataupun membuat semua rencana aku jadi berantakan, Nanti kalau sudah selesai akad dan juga resepsinya terserah mama mau berbicara apa Bila perlu pergi ke ujung dunia Sekalipun Aku sudah tidak peduli lagi!" ujar Aryo yang terlihat begitu santai seolah tidak ada nada penyesalan ataupun takutnya membuat perasaan Mamanya itu menjadi Terpukul.
ketika dia yang kau lahirkan sepenuh hati ke dunia ini berteman dengan peluh dan kata orang kakimu Sebelah di tempat tidur sedangkan di sebelahnya lagi di kuburan tidak mau pedulikan kehadiranmu terkadang rasa kecewa itu pasti besar adanya, ingin menyesal ataupun menangis kepada Tuhan kenapa memberikan anak yang tidak bisa diatur dan juga tidak pernah menghargai kerja kerasmu selama ini tetapi mau bagaimana lagi semua manusia punya garis hidupnya masing-masing.
jika memang hari ini nasib baik tidak berpihak kepadamu tidak masalah karena besok lusa otomatis Tuhan sudah menyiapkan hari yang lebih indah daripada sekarang, yang penting Intinya cuma satu yaitu kurang mengeluh perbanyak berdoa dan juga meminta kepada Tuhan agar diberi lagi rasa sabar yang begitu besar.
benar kata semua orang kalau Tuhan itu tidak pernah memberikan cobaan di luar dari batas kemampuan umatnya untuk menerima cobaan itu, tetapi Percayalah jika orang tersebut tidak mengeluh dengan cobaan yang diberikan maka dia adalah manusia paling terlangka di dunia karena bisa menerima semuanya mungkin hanya dengan berdiam diri masalahnya bakal beres.
__ADS_1
Aryo merupakan gambaran pria yang tidak ingin menggunakan ototnya untuk bekerja tetapi memilih untuk memamerkan ataupun menjual aset yang ia punya yaitu ketampanan, namun terkadang dirinya tak pernah berpikir jika hidup itu tak semulus dengan tisu yang disiapkan pabrik sehingga mengenai kulit itu terasa begitu nyaman karena Hidup itu penuh dengan lika-liku gelombang kerikil batu dan segala macam.
ketika Vena malas berdebat dengan Sang Putra karena menurutnya Percuma saja yang ada nanti malah menambah dosanya, berbeda dengan Kamila yang menikmati paginya ini dengan begitu cerah meskipun ada perasaannya yang sedikit terganjal yaitu dengan hilang kabar dari Angga mulai dari kemarin.
Padahal selama ini Anda tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya kalaupun marah pasti pria itu hanya bertahan beberapa jam saja setelah itu akan kembali mencarinya, tapi sekarang boro-boro memberi kabar muncul di hadapannya pun saja tidak membuat Kamila benar-benar merasa sendirian di dunia ini.
ponsel yang biasanya ia cuekin kali ini begitu getol dipegangnya karena takutnya dirinya bakal melewatkan panggilan masuk dari Angga, Namun nyatanya waktu yang sudah mau memasuki pukul 10.00 sedikit pun kabar dari pria itu tidak ada sama sekali.
" ini anak sebenarnya menghilang di bagian mana sih kok sampai sekarang tidak muncul-muncul juga ataupun memberi kabar, masa iya aku pergi ke tempat acaranya Ardila sendirian tanpa bawa gandengan Nanti dikiranya aku tidak laku-laku karena gagal nikah kemarin?" Sungut Kamila yang merasa gemas dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Angga.
karena tak kunjung ada teman untuk jalan ke sana mau tidak mau Kamila mengambil keputusan untuk pergi sendiri, terserah nanti saat sampai di sana orang-orang mau berbicara apa tentangnya tetapi niatnya baik yaitu menghadiri undangan keluarga.
padahal mungkin bisa dibilang kedatangannya ke sini hanya ingin melihat Bagaimana keadaan orang tuanya dan Apa penyebab mereka mengusirnya, mungkin juga ingin melihat bagaimana orang tuanya pamer kekayaan tetapi menggunakan uangnya tanpa semua orang ketahui sedikit.
" Halo selamat pagi Om sama Tante maaf kedatangan kami sedikit terlambat Soalnya ada kendala tadi di rumah, tapi Ardila nya sudah aman kan di dalam?" tanya Aryo basa-basi berbuat seolah dirinya merupakan yang paling pantas untuk bersanding dengan anak dari kedua manusia paruh baya yang ada di hadapannya kini.
" kamu tenang saja adil sudah di dalam kok dan sedang menunggu kedatangan kamu dari tadi yang membuat dirinya menjadi cemas, Oh iya kalian sebentar lagi mau menikah jadi jangan dong panggil kami dengan sebutan Om sama tante karena lebih pantasnya kamu panggil kamu itu Papa sama Mama seperti Ardila!" jelas Chyntia antusias karena menurutnya calon menantunya itu sesuai dengan kriteria menantu idaman yang selama ini ia harapkan.
" Oh kalau begitu terima kasih banyak saya juga mau masuk ke dalam karena kasihan nanti Ardila bakalan menunggu terlalu lama, Oh iya hampir selalu lupa Perkenalkan ini mama saya yang bakal menemani saya saat proses nanti!" Aryo mengambil tangan Vena yang sedikit menjauh darinya agar mendekat ke arah Bima dan juga Cynthia.
ketika Cynthia mengulur tangannya untuk menjabat tangan calon besannya terlihat wajah Vena enggan membalasnya, bahkan bisa dibilang wajah wanita itu menggambarkan bahwa dirinya enggan datang ke situ.
Cynthia yang merasa sikapnya itu tidak direspon oleh Vena memilih untuk kembali menarik tangannya dan memasang wajah kecewanya, membuat Aryo yang berada di samping Vena ingin sekali berteriak ke arah Mamanya itu dan Mengatakan agar Jangan melakukan hal yang aneh karena sekarang belum saatnya.
__ADS_1
" Maafkan Mama saya soalnya dia lagi alergi jadi Tidak bisa memegang orang lain, tadi itu bukan karena tidak sopan hanya karena memang dia memilih untuk mewaspadai takut hal-hal yang tidak diinginkan bakalan terjadi!" ujar Aryo berbohong membuat Cynthia dan Bima hanya menganggukkan kepala mereka karena paham dengan alasan yang masuk akal diberikan oleh Aryo tadi sedangkan Vena memilih untuk tidak peduli.
" bisa tidak jangan mempersulit ku kali ini saja, Mama masih ingat kan dengan apa yang aku katakan tadi sebelum perjalanan ke sini? yaitu jangan pernah membuat Rencanaku gagal berantakan hanya karena sikap yang Mama Tunjukkan, nanti kalau mau marah ataupun protes setelah ini tapi Intinya jangan sekarang!" bisik Aryo yang benar-benar Jengah dengan sikap sama mama tetapi dirinya masih memasang senyum Kepalsuan kepada orang lain karena mungkin dirinya berharap bahwa orang-orang tersebut berpikir jika ia sangat pengertian dengan wanita yang telah melahirkannya itu,
" kamu juga sudah berapa kali Mama bilang kan Jangan pernah mengatur hidup Mama karena kamu itu anak jadi otomatis Mama yang harus mengatur kamu Bukan sebaliknya, kalau kamu banyak komentar saat ini juga mau bakalan pulang dan tidak akan pernah melihat proses apapun yang sedang kamu jalani nantinya!" Vena yang sengaja melakukan hal itu agar Aryo bisa menunjukkan sikapnya yang terselubung supaya semua orang tahu bagaimana Perangai pemuda itu.
Bima dan Chintya menunjuk Jalan kepada Aryo dan vena agar ikut dengan mereka supaya proses semuanya bisa segera terlaksana, karena menurut mereka ini merupakan hari yang paling bahagia di dalam kehidupan keluarga Nugraha dan tidak akan pernah dilupakan oleh semua orang.
Ardila yang melihat calon mempelainya sudah datang langsung tersenyum antusias bahkan wanita itu ingin sekali maju dan memeluk Aryo namun dicegah oleh penghulu, karena menurut pria yang sudah lanjut usia itu apa yang dilakukan oleh Ardila itu merupakan sesuatu dosa besar dan tidak dibenarkan sama sekali.
" maaf Nona kalau mau melakukan hal yang seperti tadi Kalau bisa ditunda dulu saat sudah sah ya, karena kalau sudah saya terserah mau berbuat seperti apa mau pakai gaya apapun itu sudah menjadi urusan kalian tetapi untuk sekarang hal itu dilarang!" mendengar kata-kata yang diucapkan oleh penghulu itu membuat wajah Ardila memerah karena malu sebab dirinya sudah secara tidak langsung ditegur tepat di depan umum disaksikan dengan ratusan pasang mata.
" Sebenarnya apa yang dia lakukan kan tidak salah karena dalam hitungan detik mereka bakalan sah menjadi suami istri, terus mereka lakukan juga bukan secara sembunyi semuanya melainkan di depan umum kan jadi tidak ada salahnya!" jelas Bima yang malah membela kelakuan putrinya itu padahal sebenarnya tidak ada mengandung sopan santunnya sama sekali.
" Terserah Bapak mau berbicara apa ataupun mau berkomentar Seperti apa karena itu sah-sah saja, hanya saja kita mulai dari sekarang harus menjaga gaya bersikap anak-anak kita agar generasi kedepannya lebih bagus daripada yang dahulu! Seperti Bapak katakan tadi kalau mereka bakalan dalam hitungan detik akan sah menjadi suami istri, Jadi tidak ada Masalahnya kan kalau menunggu sampai beberapa detik lagi?" Terkadang kita harus menjadi orang lain agar bisa membuat orang lain menjadi paham dengan apa yang kita pikirkan.
Aryo hanya bisa menghilangkan nafasnya kasar karena bingung kapan bisa terlepas daripada perdebatan yang tidak ada untungnya sama sekali, padahal dirinya ke sini itu ingin cepat-cepat melakukan semuanya dan setelah itu menikmati apa yang ada bukan malah mendengar ceramah yang menurutnya hanya bikin pusing kepala.
" baiklah karena semuanya sudah datang dan orang yang ditunggu pun sudah ada di hadapan saya sekarang maka bisa kita mulai acaranya, soalnya saya juga ada urusan di tempat lain dan itu semua sudah terjadwalkan tidak bisa dibuat kocar-kacir?" tanya penghulu itu sambil menatap ke arah Aryo memastikan Apakah pria itu sudah siap mental untuk melalui semuanya ini atau belum.
" so pasti saya selalu siap kapan saja dan di mana saja Jadi anda tidak perlu meragukan hal itu, terserah juga Anda mau sibuk Ke mana nantinya yang penting urus segala sesuatu di sini beres dulu baru bisa kan pergi?" benar-benar tidak ada sopan santun dengan gaya bahasa yang dilontarkan oleh Aryo tadi membuat Venna sang mama hanya bisa menundukan kepalanya menanggung malu.
" Ya Tuhan kenapa Kau berikan akhlak anakku seperti begitu Padahal selama ini aku tidak pernah mengajarkan hal yang buruk kepadanya, semoga dosaku diampuni meskipun memiliki akhlak yang bersikap tidak ada sopan santunnya sama sekali!" Lirih Vena dalam hati tetapi dirinya juga tidak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
begitu pula dengan Ardila yang sudah menatap sini sekarang penghulu itu yang dari tadi selalu tersenyum kepadanya karena mungkin tahu dengan Apa isi hati dari wanita itu, namun dirinya tidak ingin memperkeruh suasana karena Biar bagaimanapun ini adalah bagian dari pekerjaannya dan juga soal iman.