KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Angga Frustasi


__ADS_3

Angga hanya bisa berusaha untuk tetap tenang karena dirinya yakin jika sang Mama pasti sedang marah besar kepadanya, hanya saja mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi untuk memilih jalan pulang sepertinya rasa-rasanya sangat tidak mungkin karena itu sama saja lebih baik dari awal tidak usah pergi sama sekali.


semarah-marahnya seorang ibu pasti bakalan tetap membenarkan perbuatan anaknya tergantung anaknya itu mau berbicara seperti apa membujuk mamanya agar tidak marah terus, namun Satu yang pasti tidak mungkin juga anggap tetap berada di tempat itu padahal yang ia maksudkan hanya untuk sedikit menjauh bukan untuk lari terus daripada kenyataan.


"Mama sekarang Pasti marah besar kepadaku karena aku sudah memilih jalan ini, aku bakalan pulang kalau memang sudah siap menemui Kamila dan juga sudah siap menerima segala macam keadaan dan juga statusnya!"lirih Angga dalam hati karena memang kepergiannya itu semata-mata hanya untuk menghindari Kamila tetapi dirinya akui bahwa tidak mungkin selamanya harus menghindar terus.


Mela mendengus kesal sambil menatap ke arah ponselnya yang tadi baru habis berbicara dengan putranya, Entah di mana keberadaan anak itu dirinya saja masa bingung sebab kalau tadi kalau dirinya sempat menanyakan keberadaan pemuda itu yang mungkin tidak terlalu bingung sekarang Tapi semua sudah terjadi.


"Dasar anak keras kepala hobi sekali membuat orang tua itu pusing kepala setiap saat, padahal Apa susahnya sih pergi dari rumah itu pamitan secara baik-baik kalau memang niatnya pergi itu untuk membuat kebaikan Ya siapa juga melarang?" sungut Mela.


"Kenapa sih duduk-duduk sendirian terus komat-kamit ke sana Kayak mbah dukun lagi baca mantra, sampai-sampai suaminya pulang kerja pun memberi salam pun tidak didengar sama sekali?"tanya Heru yang merupakan Papa dari Angga dan otomatis suaminya Mela.


Mela malah menatap ketus ke arah suaminya itu seolah pria itu yang telah melakukan kesalahan padanya, jelas-jelas pria itu baru pulang dari tempat kerja yang sedang benar-benar merasa kelelahan Tetapi malah dijadikan kambing hitam.


"dasar Ayah sama anak sama saja tidak pernah mengerti dengan kemauan satu-satunya wanita di rumah ini, padahal Apa susahnya sih Kalau ngomong tidak mungkin juga kan mama marah ataupun melarang?"Mela malah melampiaskan kekesalannya itu kepada sang suami yang tidak tahu apapun sehingga membuat pria itu hanya bisa mendesah nafasnya kasar karena sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan Angga.


"Mama kalau lagi berantem sama Angga jangan Papa juga dibawa-bawa dong! Papa itu seharian berkutat dengan dokumen yang tingginya itu melebihi Gunung Semeru, tetapi datang-datang malah disambut dengan wajah yang ditekuk sepertinya Papa ini punya salah!" pinta Heru yang selalu saja mencoba untuk bersabar menghadapi sikap istrinya itu.


"Papa itu sebenarnya tidak punya salah justru yang punya salah itu yaitu bibit yang Papa hasilkan, jadi karena dianya tidak ada ya Makanya mama tunjukkan kepada papa kan bukannya sama saja satu asal usul?"Ya Tuhan Mila ini pemikirannya Berasal dari mana sih sampai-sampai Yang A melakukan kesalahan yang B juga ikutan.


"kalau mama sebut masalah bibit membibitkan itu artinya Mama salah besar karena saat prosesnya itu bukannya kita berdua yang memberikan sumbangsih walaupun setengah-setengahnya? jadi jangan salahkan papa dong seolah papa sendiri yang bekerja keras sedangkan mama hanya terima bersih saja, padahal saat proses pembuatannya Mama kan juga ikut ambil bagian bahkan bisa dibilang Mama itu sangat menikmati sekali!"wajah Mela memerah akibat dari kata-kata absurd milik suaminya itu.


nah tuh kan malu sendiri jadinya. karena Siapa suruh mau memancing keributan dan juga perkara sepele akhirnya ditanggapi juga kan sama orang lain, Kalau sudah seperti begini lebih baik diam saja nggak usah banyak komentar Anggap saja bawa masalah itu tidak pernah terjadi dan pembahasan absurd mereka itu tidak pernah ada.


"Papa Ih kalau mau berkomentar tuh ngeri sekali loh, mau makan hanya membahas soal bibit saja kenapa malah meluber kemana-mana?"tanya Mela tidak terima dengan jawaban yang diberikan oleh suaminya tadi.

__ADS_1


"nah tuh kan yang ajak berdebat tadi siapa terus membahas hal yang aneh-aneh juga siapa, Jadi sekarang jangan berkomentar lagi sesuaikan dengan apa yang Mama omongkan biar sesuai fakta begitu!"goda Heru membuat istrinya itu memasang tatapan tajam karena menurutnya suaminya itu sepertinya sedang mengajak dirinya ribut.


"dasar Ayah sama anak memiliki kelainan yang paling aneh di jagat raya, orang lain berbicara apa sambungnya apa coba?"sahut Mela.


"Oh iya tadi Angga ada telepon ke sini tidak soalnya itu anak kok menghilang tidak ada kabar sama sekali, Awas aja kalau dia datang-datang terus membawa berita yang tidak baik papa bakalan melaporkan dia ke polisi saat itu juga?"tanya Heru penasaran dengan keberadaan Putra semata wayang di rumah itu yang hilang kabar beberapa saat lama.


Mela yang sedang tidak ingin membahas soal Angga mendadak merubah catatannya menjadi seperti macan betina lagi mengamuk, oleh karena tadi itu Angga bukannya bisa diajak kompromi mau yang ada membuat dirinya menjadi emosi. terus emosinya itu belum reda suaminya malah menanyakan keberadaan putranya yang pembangkang itu, maka dari itu emosi yang tadi sudah sedikit rendah kembali permukaan karena sudah ada yang mengusiknya.


"anak ceritanya lagi ingin melupakan asal-usulnya kemudian orang tuanya, soalnya tadi itu dia menelpon ke sini terus mama tanya keadaannya marah karena jalan tidak pamit eh malah dianya merespon biasa saja!"perkataan Mela yang ambigu itu membuat suaminya merasa bingung.


"maksudnya itu melupakan asal usul yang seperti bagaimana ya? Soalnya kata-kata Mama tadi itu bikin kata bingung tidak bisa dicerna di dalam pikiran, kalau mau membicarakan sesuatu itu lebih baik langsung ke intinya saja tidak usah meluber kemana-mana jika jatuhnya Kembali ke semula?"tanya Heru yang heran dengan jawaban yang diberikan oleh Mela tadi.


"nanti sajalah Kalau mau membahas soal Angga soalnya sekarang mama lagi tidak mood untuk membalas anak nakal itu, nanti kalau keadaannya suruh sedikit membaik terus dianya sudah menghubungi kembali ke sini baru deh semangat suruh ngomong sama papa saja!" Ya jelas Mela malas lah membahas soal Angga karena anaknya itu memang susah sekali untuk di atur.


" Ya sudah kalau begitu ayo temani papa ke dalam kamar, soalnya Papa ingin sekali mandi air hangat!"bujuk Heru karena tidak tega juga melihat istrinya itu seperti orang yang kebingungan sendirian di ruang keluarga tanpa ada yang menemani.


Bagaimana tidak pusing ketika dirinya yang terbiasa selalu ke sana kemari dengan gadis itu tetapi sekarang begitu berbeda, keduanya bahkan tidak saling berkomunikasi atau bisa dibilang Angga yang sengaja memutus Komunikasi itu. Dan juga selalu saja bertemu di manapun dan kapanpun tetapi selama berbulan-bulan ini jangankan untuk melihat barang sedikit, bertemu secara langsung untuk bertatap muka apalagi pasti lebih tidak mungkin.


"Kamu tahu tidak kalau aku tuh sudah seperti orang gila karena merindukan kamu, Apa kamu juga tahu di sana kalau aku pergi itu karena kamu dan saat ini kamu berhasil membuat aku menjadi orang stress? "gumam Angga yang berbuat seolah saat itu Kamila sedang mendengar segala macam keluh kesahnya.


"Bisa tidak kalau saat aku kembali nanti kamu fokus aja kepadaku tidak memikirkan orang lain, aku itu rasa-rasanya kehilangan arah berada di sini. Aku pikir dengan menjauh bisa menjadi lebih baik ternyata dugaanku itu salah besar, yang ada aku sudah seperti orang yang linglung bingung harus melakukan apapun bahkan bekerja pun sudah tidak ada minat? "Angga berharap keluh kesahnya itu bisa didengar oleh Kamila di belahan bumi yang lain.


Entah mengapa ternyata keduanya memang mungkin sudah bisa dibilang Soulmate andalan, sampai-sampai Kamila yang hari ini berencana akan pergi ke perusahaan milik keluarga Angga di kota itu merasa seperti pria itu ada di mana-mana.


hanya saja mungkin saking terlalu merindukannya atau terlalu memikirkannya siang dan malam sampai-sampai Angga yang tidak ada pun terasa begitu nyata, tetapi kami lama memaksakan diri saja untuk bertemu dengan direktur yang bekerja di situ siapa tahu mungkin masih ada lowongan pekerjaan.

__ADS_1


keluarga Angga itu mengelola beberapa perusahaan dengan beberapa cabang di berbagai kota, sedangkan Heru memimpin perusahaan pusatnya yang tepat berada di kota yang telah ditinggalkan oleh Kamila.


"permisi, Apa saya bisa bertemu dengan direktur keuangan? soalnya saya dengar di sini katanya sedang membutuhkan lowongan pekerjaan di bagian tersebut, kalau memang boleh dan juga diperkenankan Bisakah saya bertemu dengan dia? " Kamila tahu caranya ini salah yaitu langsung bertemu dengan direktur tanpa memberikan surat lamaran kerja padahal sebenarnya mekanismenya harus seperti begitu dulu.


"apa sebelumnya sudah punya janji? Maaf sebelumnya Mbak. Bukannya tidak sopan hanya saja kalau ingin melamar pekerjaan harusnya Membawa surat lamaran, karena tidak bisa langsung langsung saja nanti rasa-rasanya Mbaknya di spesialkan dan nanti membuat orang lain bakalan cemburu?"tanya resepsionis itu yang terlihat begitu ramah membuat Kamila sedikit nyaman ngobrol dengan orang-orang yang seperti begitu.


mungkin karena kehidupannya selama ini terbiasa dengan tatapan sini dan juga kata-kata yang sangat menohok, membuat Kamila jadi begitu nyaman ketika bertemu dengan orang-orang yang lebih memiliki sopan santun dan juga ketika mengucapkan tutur katanya itu lebih halus.


"Sebenarnya saya tidak sempat membuat lamaran karena sangat buru-buru, tetapi saya butuh sekali pekerjaan ini soalnya saya baru datang di kota ini jadi tidak tahu harus berbuat apa! Hanya saja kalau memang harus diperlukan membawa surat lamaran, Baiklah nanti saya pulang saja untuk membuat surat lamaran dan besok saya kembali ke sini! " jelas kamila yang memang tidak ingin terlalu memaksakan diri karena biar bagaimanapun sopan santun di manapun itu merupakan sebuah keharusan.


resepsionis yang memiliki rasa iba dan bisa dibilang sikapnya itu seperti Kamila yang tidak tegaan terhadap orang lain, langsung mencoba menghubungi direktur keuangan yang katanya memang lagi memerlukan tambahan stafnya karena ada yang sedang cuti melahirkan.


"Mbaknya tunggu di situ dulu sambil menunggu saya menghubungi direktur keuangannya, nanti kalau ada memang lowongan yang belum terisi saya bakalan bisa minta tolong untuk mbaknya langsung ke sana! "resepsionis tersebut membuat Kamila begitu bahagia dan dirinya berjanji jika nanti bisa masuk ke perusahaan itu akan menjadikan resepsionis cantik itu sebagai sahabatnya.


"Ya ampun Terima kasih sekali Mbak karena sudah membantu saya, tidak akan pernah melupakan kebaikan Mbak selamanya!"ujar Kamila dengan senyuman yang begitu manis membuat resepsionis itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena menurutnya Respon yang diberikan Kamila itu terlalu berlebihan.


"Ini sebenarnya sudah tugas saya membantu orang yang lagi kesusahan dan juga memerlukan pekerjaan Kalau memang ada lowongan di tempat saya bekerja, tetapi bukan haknya saya untuk menerima Mbaknya bekerja di sini atau tidak karena saya di sini hanya bertugas sebagai resepsionis!"sahut wanita itu karena tidak ingin membuat Kamila berkecil hati kalau memang nantinya tidak bakalan diterima di situ.


"It's okay!"ujar Kamila sambil menunjukkan kedua jari jempolnya.


"Selamat siang pak, Maaf mengganggu Tetapi saya bisa bertanya apakah di bagiannya Anda masih memerlukan karyawan atau tidak ya? Soalnya ada yang langsung datang terus menanyakan pekerjaan di bagian keuangan, kalau memang ada saya bakalan kasih tahu dia untuk menghadap kepada Anda saat ini juga karena orangnya sudah ada di sini ? "tanya resepsionis itu sambil tersenyum ke arah Kamila membuat Kamila pun deg-degan.


dirinya Sebenarnya masih bisa hidup dengan uang tabungannya hanya saja sekarang dirinya mempunyai satu lagi tanggung jawab yaitu Vena, dan juga dirinya juga harus mewaspadai dari awal Siapa tahu mungkin Vena bakalan sakit karena wanita itu kan sudah paruh baya otomatis pasti bakalan sakit-sakitan.


bukannya mendoakan seseorang yang masih sehat untuk sakit hanya saja mewaspadai kan lebih penting. soalnya manusia di muka bumi ini tidak ada yang bakalan Sehat terus dan juga tidak ada yang bakalan kuat terus, pasti suatu saat bakalan sakit meskipun itu tidak pernah diminta oleh orang tersebut.

__ADS_1


"itu orang Kenapa tidak kasih masuk lamaran dulu supaya kita bisa lihat cv-nya seperti apa, tapi ya sudahlah kalau memang dia sudah ada di sini Suruh saja dia masuk ke ruangan saya! hanya saja tolong ingatkan kepada dia Kalau bertemu dengan saya harus memakai pakaian yang sopan, kemudian tidak tebar pesona ke sana kemari karena jika sampai hal itu terjadi sebelum masuk ke pintu saya sudah bakalan usir dia keluar! "direktur keuangan di tempat itu memang paling terkenal dengan kesan arogannya dan juga tidak segan-segan memecat karyawan yang terlihat tidak sopan dalam berpakaian dan berperilaku.


hanya saja kalau soal ketampanannya bisa dibilang mengalahkan Oppa Oppa Korea yang keren membahana itu, kecuali Ji Chang wooknya milik author ya.


__ADS_2