KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Gagal


__ADS_3

Kamila merasakan mendapat kesempatan emas baginya untuk bisa kabur dari Aryo maka dari itu ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu otomatis dirinya menyambutnya dengan begitu antusias, karena Bukankah kesempatan itu tidak bakalan datang dua kali jadi tidak ada salahnya kan kalau menggunakan sebaik mungkin karena nanti daripada menyesal di kemudian hari sama saja bohong.


"sebelum itu saya ingin memastikan tadi Bapak Datang ke sini pakai apa dan juga datangnya sama siapa, karena dengan begitu saya bisa menentukan pilihan untuk berkata jujur atau tidak? "tanya Kamila memastikan membuat pria paruh baya itu menatap heran ke arahnya sebab menurutnya wanita yang ada di hadapannya ini seperti Tengah memendam sesuatu tetapi hanya bingung mengekspresikannya seperti apa.


"Maksudnya apa ya anda menanyakan hal itu kepada saya? padahal pertanyaan saya tadi itu membutuhkan jawaban karena pernikahan ini bakalan tetap berlangsung jika kedua belah pihak sama-sama setuju dan juga tidak ada unsur pemaksaan di dalamnya, terserah jika sebelumnya kalian pernah saling mengenal tetapi yang saya ingin permasalahkan yaitu Saat ini juga karena jika memang ini atas dasar unsur paksaan maka saya tidak bisa melangsungkan pernikahan itu karena itu sama saja melanggar ketentuan yang seharusnya dipatuhi! "jelas pria itu membuat Kamila tersenyum sebab menurutnya ia harus ekstra sabar menghadapi orang lebih tua karena terkadang pemikiran mereka itu panjang lebar tidak bisa langsung ke intinya saja.


"Nah justru karena itu maka jawaban anda sangat saya perlukan untuk saat ini demi kelangsungan pernikahan ini dan demi pekerjaan Anda juga serta demi menjaga kehidupan makhluk Tuhan yang tidak berdosa di dunia ini, Maka dari itu tolong berikan saya jawaban karena dengan hal itu saya bisa menentukan langkah apa yang saya bakalan ambil karena jika tidak apa yang saya lakukan sama saja tidak akan ada hasilnya sama sekali! "Jelas Kamila antusias.


"Saya tadi ke sini itu menggunakan mobil KUA, dan kebetulan diantar sama sopirnya sekarang lagi menunggu di luar. oleh karena anda sudah mendapatkan apa yang diinginkan maka sekarang Saya ulangi lagi pertanyaan saya yang tadi, apakah anda yakin melanjutkan pernikahan ini dan apakah pernikahan ini itu dijalani atas dasar suka sama suka bukan atas unsur paksaan di dalamnya? "tanya pria itu lagi membuat Aryo segera bertindak nekat dengan mencengkram kuat jemari tangan Kamila yang berada di dekatnya membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Awww, Kamu kenapa sih kelihatannya tidak suka sekali dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak ini? padahal kamu sendiri tahu kan kalau pertanyaan seperti ini merupakan sebuah keharusan sebelum menjalani sesuatu, tetapi kamu malah berbuat seolah pertanyaan itu tidak ada gunanya sama sekali? "tanya Kamila berpura-pura seolah dirinya tidak tahu apapun tentang yang dilakukan oleh Aryo kepadanya.


Aryo mendengus kesal ketika mendengar pertanyaannya dilontarkan oleh Kamila barusan sebab menurutnya pertanyaan itu terasa seperti sengaja menjebaknya, karena jika nanti dirinya salah menjawab otomatis terbongkar sudah segala kebohongannya Ia simpan rapi.


Kamila yang melihat Aryo tak menjawab sedikitpun dari pertanyaannya barusan hanya bisa tersenyum mengejek karena dirinya yakin pria itu sedang pusing memikirkan jawaban yang tepat, dan tidak mungkin jawaban itu bakalan diberikan sejujur-jujurnya karena nanti sama saja tetap bakalan membuat lawan bisa baca pergerakannya.


"Iya benar sekali apa yang dikatakan oleh calon istri anda bahwa pertanyaan seperti ini memang harus dilakukan sebelum pasangan mulai melakukan akad nikah, jadi tolong dijawab Apakah pernikahan ini bisa dilaksanakan atau tidak Soalnya bukan hanya kalian saja yang bakalan menikah hari ini karena masih banyak pasangan lain yang harus segera saya nikahkan? "tanya pria itu lagi dengan wajah yang sudah tidak sabaran sebab menurutnya Apa yang dilakukan oleh pasangan absurd yang ada di hadapannya ini sungguh-sungguh mengundang emosinya.

__ADS_1


"Walaupun ada rintangan apapun kami tetap bakalan menikah dan karena anda sudah sampai di sini maka silakan lakukan pekerjaan anda, tolong jangan menimbulkan spekulasi yang tidak jelas dan menyebabkan pernikahan kami batal Karena kita sampai hal itu terjadi maka anda yang bakalan saya tuntut. "ujar Aryo yang sudah menarik tangan penghulu itu agar segera melakukan prosesi ijab qobul.


Kamila ingin sekali tertawa ketika melihat Aryo yang memaksa menarik tangan pria paruh baya yang ada di hadapan mereka tetapi pria itu malah menarik tangannya kembali, serasa ada wajah enggan di wajahnya untuk melakukan semuanya ini dan itu semua merupakan kesenangan tersendiri bagi Kamila dia suasana yang terasa begitu mumet.


"Saya butuh jawaban Bukan butuh perintah dari siapapun meskipun memang saya diundang ke sini dan itu merupakan pekerjaan saya, karena anda pasti tahu kan kalau pernikahan itu bukan sesuatu lelucon dan juga permainan yang tidak perlu harus dibuat mungkin tinggal di jalani ya sudah jalani saja!"tegas pria itu karena memang sudah habis batas kesabarannya karena sikap Aryo Yang sepertinya sedang mempermainkannya bahkan terlihat pria itu lebih dominan memerintah daripada menuruti perkataan orang lain.


"anda jangan menguji kesabaran saya ya, karena jika terus melakukan hal itu saya tidak jamin Anda bakalan selamat keluar dari depan pintu! "ujar Aryo dengan wajahnya yang sudah terlihat seperti seseorang yang ingin sekali menelan musuhnya hidup-hidup.


Pria itu yang mendengar perkataan Aryo langsung menatap ke arah Kamila yang sudah menganggukan kepalanya yang menyiratkan bahwa sebenarnya pernikahan itu terjadi karena atas unsur paksaan dari pria yang ada di sampingnya, jadi tidak perlu ia menjawab semua sudah terbukti di depan mata Tinggal bagaimana penghulu tersebut mengambil langkah yang tepat.


"Maksud Anda mengatakan hal itu apa ya? Bukannya Anda tahu kalau rumah ini luas dan Memiliki banyak ruangan yang bisa anda pakai untuk memberikan nasehat sebelum pernikahan kepada calon istri saya, bukan malah membawa dia keluar dari rumah karena saya tidak bisa memastikan Kalau Anda bisa menjaga kata-kata atau tidak atau jangan-jangan Anda berniat untuk kabur? "tanya Aryo membuat wajah pria paruh baya itu pias karena benar-benar terkejut tidak menyangka jika Aryo tahu apa yang ada di pikirannya saat ini.


Kamila berusaha bersikap semanis mungkin kepada Aryo agar pria itu tidak curiga dengan rencana terselubung yang dilakukan olehnya, tidak masalah kan bersikap manis dengan pria itu sedih untuk yang terakhir kalinya Karena jika ada keuntungan untuknya Ya tidak masalah melakukan semua itu.


"Ya ampun Mas, dia kan hanya pergi membawa aku ke depan bukan mau membawa kabur aku ke planet Mars! jadi otomatis Tidak ada salahnya kan mengikuti peraturan yang sudah mereka tetapkan jika ingin tetap menikah, tapi kalau memang kamu tidak mau menikah denganku Ya tidak masalah aku biar duduk saja di sini tidak usah ke mana-mana dan tidak juga perlu untuk Mendengarkan nasehat sebelum menjalankan pernikahan! "ujar Kamila yang pura-pura memasang tatapan sedihnya seolah dirinya sangat keberatan jika tidak jadi menikah dengan Aryo.


Aryo yang merasa bahagia sebab sikap Kamila yang sudah berubah dan mau menerima pernikahan mereka membuat pria itu langsung dengan begitu saja mengizinkan Kamila untuk ikut ke depan, karena menurutnya tidak masalah wanita itu meninggalkannya beberapa menit nanti kalau sudah kembali masuk ke dalam dan mereka sudah sah menjadi suami istri otomatis dirinya bakalan membuat Kamila selalu saja menempel kepadanya layaknya parasit.

__ADS_1


"Ya sudah aku izinkan kamu untuk pergi ke dengan dia ke depan untuk berdiskusi soal-soal norma-norma pernikahan yang harus kamu tahu sebagai seorang istri nantinya, supaya saat kita sudah menikah nanti kamu bisa terapkan dalam rumah tangga kita mungkin dengan begitu kita bakalan lebih harmonis sampai selama-lamanya!"Aryo begitu antusias mengatakan semua itu membuat Kamila menatap Jengah ke arahnya Tetapi hanya pura-pura memasang wajah bahagia dan juga tersenyum.


"Idih Sampai Rambutku Memutih lebih baik menjadi perawan tua daripada menikah dengan pria aneh dan juga pemaksa seperti kamu, kalaupun stok di dunia ini prianya cuma hanya satu Biarlah Aku mengalah terus aku menikah sekalian!" omel Kamila dalam hati karena tidak mungkin dirinya berbicara secara langsung karena yang ada Aryo tidak akan pernah mengizinkan dirinya.


sepeninggal Kamila dan juga penghulu yang hendak menikahkan Aryo dan juga Kamila keluarlah Vena dari pintu samping, karena dirinya tadi sudah mendengar semua dan juga rencana serta tatapan mengisyaratkan yang diberikan oleh Kamila kepada penghulu tersebut.


"Kamila tunggu mama, jangan tinggalin Mama sendiri dong di sini sama itu anak gila yang tidak bisa diomong!"ujar Vena pelan membuat Kamila menatap hewan ke arah wanita itu sebab menurutnya harusnya Vena mau tinggal dengan Aryo karena Biar bagaimanapun Aryo merupakan anak kandung dari wanita itu.


Ketiganya sudah berada di dalam mobil dan setelah itu langsung mobil tersebut bergerak meninggalkan Kompleks tersebut berharap agar Aryo tidak sadar kalau sebenarnya mereka sudah pergi, karena pria itu sedang menunggu kembalinya mereka ke dalam rumah entah nanti Kembalinya kapan terserah pria itu mau menunggu.


"Mama kenapa bukannya tinggal sama dia tetapi malah ikut dengan aku, nanti kalau aku dituntut karena sudah membawa kabur Mama darinya nanti bakalan Repot juga kan? "tanya Kamila heran dengan apa yang dipikirkan oleh wanita itu.


"Aryo yang sekarang tidak seperti yang dulu kalau yang dulu setiap kali Mama menasehati dia kembali ke jalan yang benar dia mau menurutinya tetapi sekarang susahnya minta ampun, yang ada pasti akhirnya kami bakalan berdebat karena dia tetap ada pendiriannya yang selalu salah itu dan susah sekali untuk diatur!"jelas Vena berharap agar Kamila mengerti.


"tapi Biar bagaimanapun dia itu merupakan anaknya Mama dan otomatis di dalam keadaan apapun Mama harus berada di sampingnya bukan di sampingku, karena aku ini hanyalah mantan calon istrinya bukanlah merupakan istri sahnya yang bisa membawa pergi Mama ke manapun? "Kamila masih berharap agar Vena mengurungkan niatnya itu.


"Mama mohon untuk sekarang Tolong izinkan Mama untuk ikut dengan kamu nanti kalau dia sudah berubah mama baru bakalan kembali, tetap untuk saat ini sepertinya jangan dulu deh Soalnya kamu tahu kan kalau kabur seperti begini dia pasti bakalan marah besar dan mencurigai hal-hal yang bukan bukan?" jelas Vena berharap agar Kamila mengerti.

__ADS_1


__ADS_2