
Ingin sekali kamilah berteriak mengingatkan Arlan kalau sebenarnya pria itu yang tadi Dengan bodohnya memesan makanan sebegitu banyak, coba saja kalau lebih mengontrol Ataupun mungkin bertanya dulu kepadanya ya tidak mungkinlah bakalan mubazir dan juga terlihat enek di tenggorokan.
Namun dirinya lebih memilih untuk menjadi orang yang diam kali ini walaupun sebenarnya itu merupakan sesuatu yang sangat menyiksa batinnya,, Bagaimana tidak menyiksa ketika harga dirinya benar-benar dijatuhkan seperti itu tetapi ia tidak bisa bereaksi lebih dari yang biasanya soalnya yang ia hadapi sekarang ini bukan main-main melainkan seorang pemimpin.
"Bolehkah semua makanan ini nanti siang baru saya makan soalnya untuk sekarang sumpah saya merasa kenyang sekali, Anda kan tahu kalau lambung saya itu secuil doang nanti kalau dipaksa yang ada saya tidak bakalan bisa bergerak bebas terus mata saya jadi mengantuk. Soalnya orang kalau kekenyangan itu penyakit yang bakalan datang yaitu mengantuk dan juga malas gerak, maka dari itu untuk menjaga kemungkinan yang bakalan terjadi lebih baik mewaspadai dulu tidak ada salahnya juga kan kalau ditaruh semuanya ini sampai siang? "tawar Kamila berharap Arlan bakalan memahami keinginannya saat ini sebab memang wanita itu tidak sanggup lagi memasukkan satu sendok makanan lagi ke dalam mulutnya karena terasa begitu menyiksa.
Tanpa banyak bicara Arlan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi pelayan kantin yang tadi datang membawakan makanan untuk mereka, kata-katanya penuh penegasan sehingga membuat orang dan di seberang meskipun sedang bekerja apapun itu bakal langsung melepaskan pekerjaan itu dan berlari menuju ke ruangan Arlan.
"Kamu datang ke ruangan saya saat sekarang tidak pakai sebentar dan juga tidak pakai nanti ! "setelah mengatakan hal itu Arlan pernah sama mematikan ponselnya membuat Kamila bertanya-tanya kira-kira pria yang ada di hadapannya itu baru saja menghubungi siapa sampai-sampai kalimat perintahnya itu seperti seorang raja yang tidak bisa dibantah sedikitpun oleh para pengawal ataupun hambanya.
"Ternyata ini orang selain irit bicara tetapi juga sangat menyebalkan, Kenapa tidak sekaligus menjadi orang ganggu saja supaya jangan ngomong sekalian?"gumam Kamila dalam hati karena memang merasa aneh dengan orang seperti Arlan yang terlihat tampan si Oke tetapi cara dia untuk mogok berbicara itu sungguh sangat menyiksa orang.
"Permisi Pak Ada yang bisa saya bantu? " tanya wanita itu yang terlihat nafasnya satu persatu terpaksa ia keluarkan soalnya mungkin karena sangat buru-buru sampai jalannya pun sambil berlari.
"kamu bereskan semua ini kami belum menyentuhnya kamu bisa membagikan kepada siapa saja karena ini bukan makanan sisa, nanti Ingat siang untuk menyiapkan makanan yang beda terus bawa ke ruangan saya untuk porsi dua orang dan harus sudah ada Sebelum saya pulang dari rapat minimal 10 menit! "perintah Arlan lalu berdiri dan memberi kode kepada Kamila agar segera ikut dengannya.
Padahal Kamila sedang menatap ke arah wanita yang Tengah membereskan semua makanan yang ada di situ dengan Tatapan yang sangat tidak enak hati, soalnya tadi kalau memang dirinya masih lapar otomatis pasti sudah ya habiskan semuanya sebab tidak tega tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi untuk dibatalkan pun tidak mungkin soalnya nanti Arlan bakalan berpikiran yang tidak tidak.
"Maafkan saya ya Bu! soalnya dia memesan makanan tidak ngomong ke saya, Padahal saya sudah sarapan loh tadi di rumah!"bisik Kamila yang tidak peduli dengan Arlan yang ternyata sedang menunggunya di depan ruangan.
"Ini sudah menjadi tanggung jawab pekerjaan saya jadi ibu kamilah jangan merasa tidak enak hati begitu, Ya sudah ayo sana keluar soalnya sudah ditungguin Pak Arlan nanti saya bakalan kena lagi loh!"ujar wanita itu sambil mengibaskan tangannya tetapi sambil memasang tatapan tersenyumnya soalnya dirinya juga sama tahu seperti apa seorang Kamila itu karena Biar bagaimanapun terlihat jelas dari Roman wajahnya yang tidak dibuat-buat kalau memang merasa bersalah kepadanya.
__ADS_1
Arlan memilih untuk membiarkan saja Kamila berbicara dengan wanita itu sebab menurutnya tidak tahu kepribadian Kamila yang pasti akan merasa enak hati terhadap orang lain, dan itulah yang ia sukai dari wanita itu yang tidak pernah meninggikan diri di hadapan orang lain karena menurutnya semua manusia itu sama saja derajatnya.
"Ya sudah kalau begitu aku keluar dulu ya nanti untuk siang bawakan saja menu yang tidak terlalu ribet, terus jangan sebanyak yang ini soalnya aku juga bukan seorang yang suka makan!"Jelas Kamila lalu pergi dari situ membuat wanita itu tersenyum karena baru kali ini ia menemui orang yang sudah cantik terus tutur katanya sopan dan juga baik hati.
"Sepertinya Pak Arlan kalau tiap hari bersama dengan ibu Kamila pasti sikap dinginnya itu bakalan langsung mencair, soalnya Setiap berada di dekat Ibu Kamila saja aku sudah merasa nyaman apalagi kalau Pak Arlan yang tiap hari! "gumam wanita itu merasa senang karena dirinya yakin Arlan pasti suatu saat bakalan berubah sehingga suasana Kantor pun lebih ceria.
"Ayo Pak kita mau berangkat ke mana saat ini?"tanya Kamila yang sebenarnya merasa bingung Sebab di hari pertamanya sebagai seorang asisten tanpa berunding dulu lalu tanpa diberikan jadwal otomatis dirinya merasa seperti orang yang tidak punya tujuan sama sekali.
"kita meeting hari ini yaitu untuk agenda mengenalkan kamu kepada semua direksi dan juga pemimpin bagian divisi masing-masing, nanti besok baru kamu akan dikasih jadwal baru oleh Sarah dan mulai Setelah itu kamu yang bakalan mengatur jadwal pekerjaan saya tiap hari!"Jelaskan dan Kamila hanya menganggukan kepalanya pertanda paham.
sesampainya di ruang meeting semua sudah berkumpul di situ dan Percayalah mereka sangat takjub melihat wanita yang berjalan di belakang Arlan, karena Kamila itu sangat cantik dan juga cara berpakaiannya itu sangat sopan berbeda dengan semua penghuni kantor yang ada di situ yang berjenis kelamin wanita selalu saja memakai pakaian yang seksi terkecuali Sarah.
"Halo semuanya Selamat pagi salam kenal semuanya dan semoga besok lusa kita bakalan bisa bekerja sama untuk membangun perusahaan ini! karena saya baru bergabung di sini otomatis belum terlalu memahami semuanya jadi jika ada pekerjaan saya yang salah ke depannya silakan langsung ditegur kepada saya untuk Saya mau bisa memperbaikinya, sekian perkenalan singkat dari saya karena tadi sebagian besar sudah disampaikan oleh Pak Arlan Saya hanya menambahkan sedikit saja!"semua orang merasa takjub dengan apa yang dikatakan oleh Kamila Karena Wanita itu merendah padahal sebenarnya terlihat jelas karena dia merupakan orang yang cerdas.
"Baik Ibu Kamila Selamat bergabung di perusahaan ini, Salam kenal dari kami semua nanti jika ada pekerjaan kami juga yang tidak berkenan di hati ibu silakan langsung tegur kepada kami karena kami bakalan menerima setiap saran dan kritikannya! " ujar Manager divisi keuangan yang merupakan tempat yang ingin sekali Kamila berada Soalnya di situlah skillnya.
"Ya sudah karena perkenalan singkatnya sudah selesai kami berdua bakalan kembali dan silakan kalian Lanjutkan pekerjaan kalian yang ada, dan selalu ingat pesan saya selama ini Kalau bekerja itu harus dengan sungguh-sungguh bukan karena mendapatkan gaji yang besar melainkan karena tanggung jawab yang kalian emban!"Arlan lalu menarik tangan Kamila agar ikut dirinya keluar sebab sepertinya di dalam situ semua orang pada menatap penuh minat ke arah wanita itu.
"kamu itu sepertinya Lain kali kalau mau meeting lebih baik menggunakan kacamata hitam dan juga memakai masker serta memakai jaket yang tebal, Soalnya kalau kamu memakai seperti itu sepertinya semua orang ingin sekali menerkam kamu!"Arlan benar-benar kesal sampai-sampai ingin sekali mencongkel semua mata yang ada di dalam ruangan tadi.
Kamila tidak merespon perkataan Arlan tetapi yang ada wanita itu memilah penampilannya untuk melihat kira-kira kesalahannya ada di mana, tetapi memang setelah dilihatnya lebih seksama tidak ada yang salah karena itu adalah pakaian formal yang ia pakai saat pergi bekerja seperti biasanya.
__ADS_1
"itu mungkin hanya perasaan Anda saja Pak! soalnya setelah saya cek penampilan saya sendiri tidak ada yang salah jadi kalau mau saya rubah ya dirubah itu bagian apanya, masa iya saya harus memakai jas hujan setiap kali pergi bekerja nanti dikira saya malah salah kostum? "ujar Kamila yang merasa keheranan dengan perkataan Arlan barusan.
""sepertinya memang benar kamu lebih cocok menggunakan jas hujan kalau pergi bekerja soalnya dengan begitu mereka tidak bakalan melihat-lihat ke arah kamu seperti tadi, dan kalau bisa ya sudah semua karyawan di sini menggunakan pakaian yang sama seperti kamu supaya kamu tidak pikiran salah kostum atau lagi sedang ber cosplay! "Kamila memilih diam karena sama saja nanti setiap apa yang dikatakan bisa dipatahkan begitu saja oleh Arlan sebab menurut pria itu dia selalu benar dan orang lain itu salah apalagi Kamila yang merupakan karyawan baru sekaligus asistennya yang harusnya mendengarkan setiap apa yang dia katakan.
"Apa kita kembali ke ruangan anda sekarang?"tanya Kamila memastikan sebab tadi dipikirannya itu mereka bakalan meeting memakan waktu sampai berjam-jam tetapi ternyata 15 menit langsung selesai dan keluar.
Arlan menghentikan langkah kakinya sampai-sampai Kamila yang tadi jalannya mengikuti Arlan langsung kepalanya terbentur bahu keras pria itu, membuat dirinya meringis karena takut nanti Arlan bakalan memarahinya karena jalan tidak lihat-lihat sampai-sampai harus terbentur seperti itu.
"Aduh maaf Pak! soalnya saya tidak tahu kalau anda menghentikan langkah kaki barusan, Apa Anda baik-baik saja atau ada yang terluka biar saya segera mencari obat? "tanya Kamila memastikan membuat airlan ingin sekali memarahi wanita itu karena perasaan tadi Kamila yang terbentur tetapi kenapa malah khawatir keadaannya.
Tanpa banyak bicara Arlan memegang dahi Kamila untuk dipastikan kira-kira wanita itu cedera atau tidak, membuat Kamila mematung karena merasa heran dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Arlan kepadanya saat ini.
"Apa yang anda lakukan Pak? saya baik-baik saja yang harus dikhawatirkan itu keadaan anda, Soalnya kalau kejedot seperti tadi itu mah barang biasa?"Jelas Kamila yang merasa tak enak hati ketika diperhatikan seperti begitu.
"Lain kali kalau kamu yang merasa sakit Jangan cemas dengan keadaan orang lain Harusnya kamu memastikan keadaan kamu sendiri, kalau misalnya orang lain baik-baik saja tetapi kamu lebih cemas terus kondisi kamu nanti siapa yang bakalan mencemaskan jika bukan kamu sendiri?"tanya Arlan kesal karena sikap Kamila itu yang dinilainya tidak cemas terhadap keadaannya dan lebih mementingkan keadaan orang lain.
"ya saya harus mencemaskan keadaan anda dong Pak soalnya di sini kan yang menjadi pemimpin itu Anda kalau misalnya anda kenapa-napa nanti karyawan di sini mau bagaimana coba? kalau saya mah tenang saja nanti pulang terus di oles salep sudah langsung hilang memarnya, bagian kehidupan saya dulu itu sangat keras Jadi kalau hal seperti begini saya tidak mungkin dan merintih kesakitan!"Kamila mengatakan hal itu sambil terkekeh geli sebab menurutnya Respon yang ditunjukkan oleh Arlan itu terlalu berlebihan seolah-olah dirinya ini merupakan wanita cengeng yang terluka sedikit langsung hebohnya satu kampung dengar.
"Cerita kamu yang dulu sama sekarang itu berbeda jika dulu semua orang tidak memperhatikan kamu tetapi sekarang itu ada aku yang jelas-jelas bakalan selalu memperhatikan kamu satu kali 24 jam, jadi jangan bantah ataupun mengelak semua perhatian yang aku berikan karena itu semata hanya ingin melihat kamu baik-baik saja!"Arlan benar-benar tidak suka dengan sikap Kamila yang merasa diri baik-baik saja.
"Terima kasih banyak perhatiannya Pak Tetapi saya bisa memperhatikan diri saya lebih baik daripada orang lain, dan saya juga tidak ingin menimbulkan iri hati kepada karyawan yang ada di sini soalnya saya baru bekerja di sini dan ingin untuk bertahan lama maka dari itu tolong jangan usik kenyamanan saya!"Kamila sekarang tidak membutuhkan perhatian dari siapapun karena menurutnya sudah kapok mendapatkan perhatian yang akhirnya hanya dibohongi dan lebih parahnya lagi dirinya dibuang setelah berhasil mendapatkan apa yang dia mau bukan main-main uang yang dikeluarkan pun tidak sedikit dan sampai sekarang yang katanya janji untuk mengembalikan tidak pernah ia dapatkan.
__ADS_1