
*Sebelum memulai menuliskan cerita ini saya hanya ingin mengajak pembaca yang Budiman ngakak sebentar, memang sebenarnya kata orang kalau kita menulis sesuatu itu harus bisa memberikan edukasi kepada orang lain tetapi Percayalah kalau sebenarnya menulis itu hanya sekedar membuang rasa jenuh dan juga menghibur orang lain.
Nanti tergantung persepsi orang Bagaimana mau terima cerita tersebut dari sudut pandang yang seharusnya atau hanya memilih untuk membacanya saja Kemudian pindah ke bab selanjutnya, so Jangan pernah mengkritik tulisan orang lain dan membuat mental tersebut menjadi down sebab tidak semua author berada pada titik tersebut yaitu menjadi orang yang pura-pura bisa kuat kapan saja*
💖Mima Ah 💖
Lanjut***
kini mereka semuanya sudah pulang dan menuju ke rumahnya Kamila sedangkan Arlan memilih untuk pulang ke rumahnya, pria itu sudah tidak ada niatan lagi kembali ke kantornya sebab tubuhnya benar-benar lelah baru saja membawa mobil pulang pergi berjam-jam tanpa ada yang menggantikan.
kemudian tidak mungkin juga kan dirinya mengikuti Kamila kembali ke rumahnya sebab tidak mungkin hatinya bisa menyiapkan segala sesuatu untuk menerima Sisi Romantis antara wanita itu dan juga Angga, kalau dirinya merupakan seorang preman pasti saja ia sudah memilih untuk menghajar habis Angga sampai babak belur karena sudah memaksa Kamila pergi dari situ.
Maka dari itu ia memilih untuk menjauh sesaat bertemu dengan orang yang sangat berharga dalam hidupnya, dan bisa berbagi beban pikirannya. Mungkin hal itu yang lebih penting, dan juga kasihan kalau ia harus meninggalkan Mamanya itu berjam-jam. Sedangkan di rumah wanita itu sendirian saja, karena dia tidak ingin menyewa pembantu yang ada hanya membuat pusing kepala.
Sesampainya di sana terlihat sang Mama sedang menatap ke arah putranya itu yang tampak sekali wajah kelelahan,pria itu sangat bekerja keras sampai-sampai lupa untuk mengurus dirinya sendiri dan juga lupa untuk mencarikan wanita yang bisa mendampinginya dalam situasi apapun.
"Halo Mah, aku ke kamar dulu ya soalnya capek banget sumpah! "pamit Arlan yang benar-benar tidak siap untuk diinterogasi saat sekarang ini karena tubuhnya memang benar-benar memerlukan satu kata yaitu istirahat.
Indah hanya bisa menghela nafasnya karena tidak mungkin harus bertanya-tanya kepada putranya padahal Arlan sekarang terlihat memerlukan istirahat, dirinya juga sepertinya sadar kalau selama ini ia terlalu banyak menyusahkan pemuda itu karena mungkin usianya yang sudah tua dan sakit-sakitan sampai-sampai mencari nafkah untuk sendiri pun tidak bisa.
"Mama bakalan mau masakan makanan spesial buat kamu nanti kalau istirahatnya sudah cukup bangun dan makanlah, karena tidur dalam keadaan perut kosong itu tidak baik untuk kesehatan dan juga kamu harus mandi dulu beristirahat soalnya Sepertinya kamu karena terlalu banyak bekerja di luar ruangan sampai keadaannya seperti begitu!"perintah Indah yang tidak ingin dibantah oleh putranya meskipun Arlan sudah besar tetapi pria itu harus tetap patuh padanya.
"Iya Mama makasih banyak tetapi kalau mama capek ya sudah nggak apa-apa nanti kita pesan saja di luar, jangan menyusahkan diri Mama sendiri dengan melakukan segala macam pekerjaan di rumah sendirian tanpa ada yang menolong!"sahut Arlan lalu menutup pintu kamarnya itu sebelum memasang senyuman ke arah Mamanya itu.
Indah mengingat dengan jelas ketika beberapa hari yang lalu putranya itu pagi-pagi sekali mengatakan hendak pergi ke kantor, Padahal selama ini Arlan tidak pernah melakukan hal itu dirinya selalu berangkat ya seperti jam yang biasanya Entah mengapa hari itu terasa begitu berbeda.
Sampai-sampai dirinya berpikiran kalau putranya itu sebenarnya sedang jatuh cinta kepada seorang wanita, karena Sikap yang ditunjukkan Arlan itu menjurus ke arah tersebut karena Biar bagaimanapun Indah juga pernah muda.
"padahal kemarin-kemarin mama sudah berpikir bakalan punya menantu, tetapi sepertinya harapan Mama terlalu tinggi Soalnya kamu pulang dengan wajah seperti begini pasti ada masalah! "gumam Indah monolog.
__ADS_1
Meskipun Arlan sudah melarangnya melakukan semua pekerjaan rumah karena pria itu ngotot untuk menyewa asisten rumah tangga namun Indah tetap pada pendiriannya, yaitu semua pekerjaan rumah Biarlah dia yang menghandle agar otot-ototnya itu tetap bergerak karena takutnya kebiasaan bermanja-maja membuat penyakit bakalan berdatangan..
Dirinya memilih untuk menyiapkan makanan yang biasa disukai oleh putranya itu kalau sedang hancur mood-nya seperti saat ini, karena biarpun Arlan sedang capek tetapi pria itu pasti sempat-sempatnya duduk berbincang dengannya tidak seperti yang terjadi saat ini lebih memilih untuk menghindar.
Arlan sebenarnya tidak bisa menutup matanya walau hanya sejenak Padahal tadi tubuhnya itu terasa benar-benar memerlukan yang namanya istirahat, bayangan ketika Kamila bersenda gurau dengan Angga berseliweran di dalam benaknya saat ini seolah-olah kedua manusia itu Tengah berada di hadapannya.
pria itu hanya berdiri dan menatap ke arah cermin kosong yang terdapat pantulan dirinya di sana terdapat gambar seorang pria yang tengah frustasi dan juga patah hati sebelum berjuang, dirinya begitu menyedihkan karena dari dulu sampai sekarang hidupnya tidak pernah ada yang namanya kebahagiaan selalu saja dipenuhi dengan berbagai macam drama yang begitu tidak ingin Ia jalani.
Kalau orang lain melihat bahwa dirinya merupakan pihak pria mapan dan sukses serta mempunyai segala-galanya namun itu semuanya salah sebab dirinya menutup semua itu dengan topeng Kepalsuan, karena buktinya setiap kali pulang ke rumah dirinya kembali ke sosok awal yaitu menyedihkan dan kesepian yang tidak punya siapa-siapa untuk berbagi kecuali sang Mama.
Tidak mungkin juga kan sepanjang hidupnya ya harus menyusahkan mamanya sendiri padahal jelas-jelas wanita itu juga memiliki beban pikiran yang tidak main-main, maka dari itu keduanya memilih untuk bermain peran berpura-pura baik saat berada di depan mereka dan setelah sendirian kembali menjadi pribadi yang sangat-sangat menyedihkan.
"Apa aku salah kalau tetap menginginkan bahwa dia berubah pikiran dan lebih memilihku daripada Angga, meskipun Angga itu merupakan sepupuku sendiri tetapi aku juga Berhak Bahagia tidak mungkin juga akan harus mengalah terus seperti begini? "gumam Arlan frustasi sampai-sampai ia membuang semua benda yang ada di depan nya kini sampai-sampai bentuk kamar itu seperti kapal pecah.
"Aku membenci wanita yang hanya datang sebentar kemudian memberikan pesonanya yang tidak bisa aku lupakan, Lalu setelah itu pergi begitu saja tanpa dosa seolah-olah aku ini hanyalah boneka yang pantasnya dipermainkan!"ujar Arlan dengan tangannya yang berdarah pun tidak ia pedulikan karena ingin menggambarkan emosinya yang tengah ia rasakan untuk saat sekarang.
Kamila kini tengah membereskan semua barang-barang yang ada di tempat itu, namun tidak semuanya karena biar bagaimanapun rumah itu merupakan hasil keringatnya sendiri yang tidak mungkin harus ia jual padahal belum puas untuk menempatinya.
Angga tahu sebenarnya Kamila belum ikhlas meninggalkan tempat itu namun dirinya yang lebih tidak ikhlas lagi kalau sampai meninggalkan wanita itu sendirian di sini, Apalagi jelas-jelas rivalnya itu merupakan keluarganya sendiri yang menaruh minat kepada wanita itu jangan sampai Angga baru sampai di kota beberapa hari Kamila sudah resmi menjadi miliknya Arlan.
"Apa kamu tidak ingin membawa semua barang-barang kamu, dan kemudian menyewakan rumah ini kepada orang lain biar maksudnya ada pengeluaran Tetapi ada pemasukannya juga sepadan begitu? "tanya Angga memastikan.
Kamila tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebab baginya dengan Vena tinggal menjaga rumah ini saja merupakan lebih dari cukup, karena wanita paruh baya itu memilih untuk menunggu kasus putranya itu sampai ada titik terangnya dan tidak akan kembali dengan sendiri tanpa membawa Aryo.
Venna merasa sudah cukup meninggalkan anaknya itu sampai-sampai menjadi pribadi yang begitu liar, anak yang tumbuh tanpa perhatian dari Ayahnya dan hanya hidup bersama dirinya itu tidak bisa juga kan ia tinggalkan seperti apa yang dilakukan oleh Ayahnya.
"Ada Mama Venna kan yang bakalan jaga rumah ini, Jadi untuk apa disewakan Kalau nantinya bakalan ada yang mengurus dan memperhatikannya?"Jelas Kamila sambil menatap ke arah Vena.
Venna tersenyum canggung ke arah semuanya sebab menurutnya selama ini hidupnya itu hanya saja menjadi parasit bagi Kamila, wanita itu yang selama ini menanggung beban hidupnya karena ia sudah tidak bisa bekerja lagi dan hanya bisa bergantung pada perhatian dari wanita itu serta anaknya.
__ADS_1
"Kalau memang kamu ingin menyewa tempat ini ya sudah tidak apa-apa Nanti mama bakalan cari kos-kosan yang lebih kecil saja, supaya memang benar apa yang dikatakan Angga tadi bahwa tidak mungkin kan kamu harus hanya melakukan pengeluaran tanpa ada pemasukan? Sedangkan Mama pasti hanya bakalan tinggal tinggal saja tidak mampu membayar kamu dengan rumah segede ini, Jadi sepertinya pikirkan saja saran yang diberikan oleh Angga karena dengan begitu Sepertinya kamu juga tidak akan rugi!"jelas Vena.
Angga menatap tak enak hati kepada Vena karena tadi dikiranya wanita itu bakalan ikut dengan mereka tidak ada niatan untuk tinggal di situ, kalau saja tadi yang bisa mendengar dengan jelas maka tidak mungkin dirinya memberikan tawaran seperti itu kepada Kamila karena sama saja tidak menghargai orang tua tersebut.
"Oalah Tante Rencananya mau menempati rumah ini toh? Ya sudah Maafkan aku tadi salah ngomong soalnya aku kira rumah ini bakalan dibiarkan kosong karena Tante bakalan ikut kami ke kotak, tetapi kalau memang Tante mau jaga rumah ini Ya tidak masalah biar sekalian bisa pantau perkembangan kasus anak Tante itu kan?"tanya Angga sambil tersenyum canggung karena merasa bahwa perkataannya tadi sudah sangat keterlaluan dan pastinya Vena sedikit merasa.
Venna tahu jika sekarang Angga pasti merasa bahwa dirinya menganggap pria itu sangat perhitungan terhadapnya sampai-sampai menyuruh kami dalam melakukan hal itu, namun itu semua tidak ia bermasalahkan karena memang seharusnya seperti begitu masa dirinya harus terus-menerus menyusahkan Kamila di mana saja dan kapan saja?
"Sepertinya Apa yang kamu katakan tadi itu sangat benar Nak! Soalnya Tante tidak mungkin sepanjang hari sepanjang waktu dan Sepanjang hidup hanya menyusahkan Kamila saja, dengan berharap uluran tangannya! Sedangkan dia juga pasti punya kepentingan untuk dirinya sendiri, sedangkan tante kan punya anak ya harusnya anak tante itu yang harus memperhatikan orang tuanya!"ujar Venna.
"Ah jangan ngomong seperti begitu dong Tante, aku juga bisa membantu Tante seperti yang Kamila lakukan karena Biar bagaimanapun kita harus saling tolong-menolong kan?"tanya Angga sambil memperhatikan ke arah kedua orang tuanya meminta dukungan atas jawaban yang ia berikan.
Mela tersenyum senang ketika melihat perubahan sikap putranya itu ketika berhubungan dengan Kamila, karena dirinya sangat tahu Kamila itu selalu memberikan Aura yang positif terhadap Angga sehingga pria itu tidak pernah salah mengambil keputusan dan membuat orang tuanya menjadi marah.
"Kamu jangan tersinggung seperti begitu hanya karena mendengar perkataan Angga tadi! Dia memang belum tahu apa-apa dan aku juga sama baru mendengar kalau kamu bakalan tinggal di rumah ini, sebab yang aku pikirkan kira kamu bakalan ikut kami pulang. Tetapi ternyata kamu memang ingin masih menetap di sini ya?"tanya Mela memastikan.
Venna menganggukan kepala karena memang dari awal ketika Aryo terjerat kasus tersebut dirinya, berjanji tidak akan pernah meninggalkan putranya itu sendiri di kota asing Seperti begini.
Maka dari itu apapun keadaannya ia bakalan tetap memilih bertahan demi Aryo karena memang itu yang seharusnya ia lakukan dari awal, yaitu tidak pergi meninggalkan putranya itu sendiri sehingga menjadi frustasi dan melakukan hal yang tidak tidak seperti begini.
"Iya aku memang belum berencana pulang nanti setelah kasus Aryo jelas, aku bakalan mengabari kalian untuk keputusanku selanjutnya.Tetapi kalau untuk niatan meninggalkan dia sendiri di sini tidak ada sedikitpun di dalam benakku bakalan melakukan hal itu"jelas Venna dengan kata-kata yang terlihat tidak ada nada bercanda di dalamnya.
"Ya sudah kalau begitu nanti ada apa-apa tinggal kabari kami saja ya, Maafkan kamilah karena tidak bisa menemani Mama di sini soalnya aku benar-benar trauma kalau sampai bertemu dengan Aryo!"Kamila mengucapkan hal itu sambil menyalin tangan Vena lalu menarik kopernya untuk meninggalkan tempat itu.
Vena menatap sendu ke arah Kamila yang sudah pergi dengan menggunakan mobil milik Heru, dirinya yakin kini tidak mungkin lagi wanita itu bisa bakalan menjadi calon menantinya sebab kamilah pasti trauma berhadapan dengan Aryo.
"Maafkan Mama karena tidak bisa menjaga anak mama sendiri sampai akhir-akhirnya kamu yang tersakiti seperti begini dan harus pergi ke sana kemari hanya karena kelakuannya, tetapi percayalah sampai kapanpun Kamu adalah anak mama dan tidak akan pernah tergantikan posisi kamu itu sampai rambut mama sudah atau umur Mama sudah tidak ada lagi!"gumam Vena yang terlihat sebenarnya tidak tega kalau sampai Kamila harus pergi lagi dan nanti kalau takutnya Ariel melakukan hal negatif pasti wanita itu bakalan pergi ke tempat asing lagi dan memulai kehidupan baru begitu dan seterusnya.
Angga berusaha menggapai tangan Kamila memberikan ketenangan kepada wanita itu kalau semuanya itu bakalan baik-baik saja, dan ia akan selalu berada di samping wanita itu sampai kapanpun.
__ADS_1