
Venna tak bisa membayangkan jika dirinya berada di pihak Kamila saat ini, pasti ia akan Terpukul dan juga sangat bersedih dengan apa yang terjadi .
"Kamu memang anak yang kuat beruntung sekali wanita yang telah melahirkan kamu ke dunia ini, segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kamu tidak pernah mengeluh sedikit pun membuat Mama menjadi iri karena selama ini sudah diberi nikmat kehidupan tapi masih saja mengeluh!"ujar Venna sambil mengusap pelan kepala Kemilau yang dari tadi hanya terdiam.
Kamila tersenyum miris mendengar apa yang dikatakan oleh Vena tadi sebab menurutnya yang bilang dirinya itu beruntung siapa, dan juga tidak pernah mengeluh itu juga siapa yang bilang sebab selama ini tanpa semua orang ketahui ia selalu meminta untuk meninggal di hadapan Tuhan.
"apa yang Mama lihat belum tentu semua kenyataan itu benar Karena sejujurnya aku hanya manusia biasa, bakal merasa terpuruk ketika orang-orang yang di sekitar tidak menerima Kehadiranku. kadang aku bertanya Sebenarnya aku ini anaknya siapa karena orang yang aku panggil Papa sama Mama sepertinya sangat membenciku, karena kalau aku anaknya mereka pasti tidak bakalan mengusirku dan saat aku pergi mereka pasti bakalan mencariku."ujar Kamila Yang sepertinya sudah tidak ada semangat jika membahas kedua orang tuanya yang terlalu sampai hati memperlakukan dirinya seperti begitu.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak bayar detektif untuk mencari tahu masa lalu kamu dan juga masa lalu keluarga Nugraha, sebab dengan begitu kamu pasti bakalan bisa mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi sehingga mereka begitu membenci kamu! "saran Vena.
"Aku takut ketika mencari tahu ternyata kebenarannya itu sangat menyakitkan dan aku tidak ingin sampai hal itu terjadi, kalau memang kenyataannya aku harus dibuang ataupun tidak punya keluarga maka Biarkanlah karena aku ikhlas!"Kamila ingin sendiri dulu Bukan ingin lari daripada kenyataan tapi hanya mentalnya yang belum siap menerima jika kenyataan itu nantinya bakalan menyakitinya.
Vena tidak mungkin memaksakan kehendaknya ketika Kamila sendiri tidak mau, dirinya juga kasihan melihat gadis itu yang segala sesuatu dilakukan sendirian mencari makan sendirian mencari tempat tinggal sendirian bahkan bisa dibilang mengurus dirinya pun sendirian.
"Terima kasih mama sudah mau mendampingiku sampai di sini dan juga terima kasih karena tidak membuang ku seperti yang lain Meskipun aku ingin merupakan orang asing, aku janji bakalan mengingat mama dan juga memperlakukan orang seperti orang tuaku sendiri karena aku sudah tidak punya siapa-siapa!"lirih Kamilah membuat Vena hanya bisa menganggukkan kepalanya karena sudah tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa.
__ADS_1
ketika Kamila mencoba menata hidupnya di tempat yang asing berbeda dengan Angga yang setiap hari malah dibuat stress akibat rindu yang ia rasakan, memang kata orang rindu itu berat ternyata itu sudah terbukti terjadi kepada Angga dan pria itu merasa sangat sengsara akan hal itu.
memang ada banyak gadis cantik di luaran sana tetapi Hatinya sudah terpaut tanya pada satu nama yaitu Kamila Andini, jadi biarpun yang datang itu Miss Universe sekalipun dirinya tidak akan pernah kepentok karena Hatinya sudah milik Kamila saja.
Yang ia lakukan setiap hari yaitu pergi ke kantor milik bapaknya bekerja tetapi juga kebanyakan melamun memikirkan keadaan Kamila, sebab dirinya tahu Kamila pasti kesusahan saat ini karena tidak ada dirinya yang selalu saja menjadi tameng ketika keluarganya memperlakukan tidak adil.
"ah kalau lama-lama di sini terus bisa gila karena rasa rindu ini, udah jadi nikah tidak ya sama itu pria Kurang ajar? sepertinya sudah dan dia sedang berbahagia sampai melupakanku dan tidak mencari keberadaanku, Mungkin ini memang takdirku harus menjawab berpisah melupakannya dan juga kami mungkin tidak berjodoh."lirih Angga entah Sudah berapa puluhan kali dirinya mengatakan ingin melupakan Kamila tetapi kenyataannya sama saja yaitu hanya nama itu yang terngiang di dalam benaknya setiap hari.
__ADS_1
mungkin karena rasa itu terlalu dalam tetapi tidak dapat diungkapkan sebab dirinya takut kamila bakalan menjauh, maka dari itu ia memendam perasaan itu sendirian dan biarlah menjadi rahasia hidupnya yang penting intinya hanya satu yaitu Kamila selalu bahagia.