
sepeninggal Kamila terlihat Arlan keluar dari dalam ruangannya lalu pergi ke arah meja resepsionis tempat Sarah berada di situ, pria itu memasang Tatapan yang begitu tajam sebab dirinya tidak menyukai sikap Sarah yang sudah berani mengatakan hal yang tidak tidak sehingga membuat Kamila seperti ilfil dekat dengannya.
"Eh kamu resepsionis yang tidak tahu diri cepat bangun Saya mau berbicara, Enak saja kamu sudah menjatuhkan harga diri saya di depan seorang wanita tanpa izin lagi!"perkataan Arlan itu membuat Sarah menatap heran ke arah pria itu sebab menurutnya memang manusia gila siapa yang mau membuka aib atasannya sendiri yang ada itu namanya cari mati.
"Maaf Pak Sepertinya anda salah paham atau salah sangka terhadap saya, Memangnya tampang saya ini terlihat seperti seorang yang suka menggosipkan orang lain?"tanya Sarah dengan nada sedikit keheranan tetapi bukannya membuat Arlan menghentikan niatnya itu dirinya malah menatap tajam ke arah wanita itu.
"Oh jadi kamu secara tidak langsung mengatakan kalau saya yang salah karena sudah berpikiran buruk ke kamu, sebenarnya di sini itu kamu yang tidak tahu diri atau saya yang tidak tahu diri? sampai kamu yang berbuat salah Tetapi malah kamu yang ngotot terhadap saya, seolah-olah yang menjadi Biang Kerok dari permasalahan hari ini itu adalah saya sendiri !"ujar Arlan dengan tatapan sinisnya membuat Sarah menatap jengah ke arah pria itu.
"Ya siapa tahu mungkin Bapak sendiri yang tidak sadar mengatakan hal yang membuka aib diri sendiri, soalnya saya di sini itu tahu pekerjaan yang harus saya jalani itu apa! Oleh karena itu tugas saya yaitu hanya memberikan informasi yang ditanyai oleh tamu bukan malah memberikan informasi yang tidak penting, Lagian pertanyaannya jika saya memberikan informasi tentang Bapak kegunaannya untuk saya itu apa?"tanya Sarah dengan tatapan herannya membuat Arlan menganggukkan kepalanya karena memang benar apa yang dikatakan wanita itu tidak salah.
__ADS_1
"nah tuh kan Akhirnya Bapak sadar juga kalau sebenarnya bukan saya yang mengatakan hal yang tidak-tidak tetapi karena sikap bapak sendiri yang membuat masalah ini jadi terjadi, Oh iya gimana si Eneng cantik tadi apa diterima kerja tidak di perusahaan ini soalnya saya respect banget loh sama dia?"di sini itu pertanyaannya Kenapa Sarah begitu berani ya mungkin karena dirinya kesal melihat sikap Arlan yang terlalu semena-mena terhadapnya atau mungkin kebiasaan Sarah memang seperti itu tidak suka ditindas.
"kamu pikir kita berdua teman dekat, sampai-sampai kamu mengajukan pertanyaan seolah memang kita ini merupakan teman yang bisa dibilang sangat dekat dan tidak akan terpisahkan? sehingga segala informasi tentang pekerjaan harus saya laporkan kepada kamu agar kamu puas, Sepertinya kamu itu terlalu banyak Nonton sinetron Nona jadinya bermimpi menjadi nyonya besar tahu-tahu sebenarnya hanya batu kerikil yang terhempas di jalan!"Sarah membulatkan matanya sempurna karena merasa tak terima Jika harga dirinya Terinjak di bawah tanah begitu padahal maksud dan tujuannya tadi bagus yaitu mengalihkan pembicaraan agar Arlan tidak terlalu marah-marah kepadanya.
"Ya sudah kalau memang Bapak tidak mau ingin berkata jujur saya juga tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi yang penting Intinya satu yaitu saya tidak akan membuka atau mengumbar aib seseorang yang tidak ada kepentingan dengan saya!"setelah mengatakan hal itu Sarah pun memilih menyibukkan diri dengan komputer yang ada di depannya yang menampilkan berbagai macam laporan dan segala macam undangan yang harus ia sampaikan.
sedangkan Kamila yang sudah pergi dari kantor itu memilih untuk singgah di warung makan pinggir jalan untuk membeli makan malam untuk dirinya dan juga Vena, meskipun wanita itu merupakan Mama dari pria yang sedang ia Benci tetapi hati nuraninya menolak untuk meratakan semua orang yang jelas-jelas tidak semua bersikap sama seperti Aryo.
"si Eneng orang baru ya di sini? soalnya selama Bapak mangkal di sini tidak pernah melihat Eneng ada di sekitaran sini, kalau memang Eneng bakalan sering datang di sini Bapak yakin lapak Bapak ini bakalan ramai oleh pembeli karena ada penariknya?"tanya pria itu membuat Kamila hanya bisa menggelengkan kepalanya Memangnya apa sih kelebihan dirinya Padahal orang-orang di sekitarnya merasa bahwa dirinya adalah benalu.
__ADS_1
"ah Bapak mah bisa aja, aku kerja di kantor yang itu kebetulan hari ini baru selesai interview mungkin besok baru mulai kerja yang sesungguhnya! Saya bersyukur kalau kehadiran Saya tidak membuat orang lain merasa terganggu, karena saya mah bisa apa yang paling-paling cuma wanita yang ya begitu deh!"ujar Kamila merendah karena biar bagaimanapun apa yang terjadi itu adalah sesuatu yang tidak perlu harus ia sesali kan.
"Wah Eneng mah sudah cantik baik hati pula dan tidak sombong lagi jarang loh ada orang-orang seperti begitu, untung juga anak saya cewek semua Coba kalau ada yang cowok sudah saya paksa buat kenalan sama Eneng siapa tahu bisa dijadikan calon menantu?"ujar wanita yang bertubuh subur yang juga ikutan membeli bebek bakar itu membuat Kamila begitu merasa terhibur dengan kehadiran mereka yang sepertinya responnya sangat bagus tidak berlebihan seperti keluarganya.
Oh iya berbicara soal keluarganya hampir Ya sebulan kita tidak membahas soal keluarga Nugraha maklumlah karena ada perubahan akhirnya akun ini bisa dibuka lagi, maaf bukannya mau menghilang hanya saja terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan dan itulah yang sedang terjadi pada penulis.
kadang merasa resah karena tidak bisa melanjutkan apa yang sudah ingin ditulis tetapi hidup itu harus tetap berjalan, meskipun nantinya kedepannya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Tuhan juga tidak mungkin membiarkan umatnya merasakan cobaan yang begitu besar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Papah pokoknya Bagaimana caranya kita tidak boleh sampai terkecoh oleh ancaman yang diberikan oleh Aryo, karena mama tidak ingin menjadi orang miskin lagi dan hidup Melarat serta diperintah-perintah seperti dahulu!" tegas Chyntia membuat Bima hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang dari dulu yang terobsesi menjadi orang kaya yaitu istrinya kalau dirinya ingin hidup sederhana yang penting bisa makan dan kebutuhan tercukupi tidak masalah.
"kalau mama responnya seperti begini terus yang ada memang benar-benar dia akan curiga kalau sebenarnya harta yang kita punya sekarang itu miliknya Kamila! bisa tidak usahakan lebih santai dan rileks agar orang-orang tidak tahu bahwa sebenarnya yang membuat hidup wanita itu berantakan ya adalah kita, dan juga usahakan membuat Ardila tidak terus-terusan mengejar pria itu sebab jika keluarga kita berurusan dengan dia yang ada hidup kita yang bakalan tamat saat itu juga!"Bima tidak ingin keluarganya harus berhubungan dengan orang-orang yang hanya membuat semuanya jadi tambah kacau.