KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Kamila Diculik


__ADS_3

Kamila yang melihat Angga dihajar membabi buta oleh Aryo membuat wanita itu berusaha bangkit meskipun tubuhnya terasa begitu sakit apalagi area pinggangnya akibat tadi harus mendapatkan dorongan kasar dari Aryo, sedangkan Vena berusaha mencari bantuan tetapi sepertinya setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh wanita itu dilihat oleh Aryo sehingga dirinya menyuruh anak buahnya untuk memaksa agar Mamanya itu masuk ke dalam mobilnya tidak peduli dengan penolakan yang dilakukan.


"kamu memang manusia yang tidak punya hati, lepaskan dia karena kalau kamu main keroyok seperti begitu anak orang bisa mati!"teriak Kamila yang masih berusaha menyadarkan Aryo meskipun sebenarnya itu sangat mustahil.


Aryo tersenyum smirk mendengar apa yang dikatakan oleh Kamila barusan sebab menurutnya dirinya tidak peduli dengan segala macam respon ataupun perkataan yang dilontarkan oleh wanita itu, karena yang ia inginkan yaitu pria itu tidak sadarkan diri agar dirinya bisa membawa Kamila dengan tanpa ada gangguan sedikitpun.


"Kalian bawa dia masuk ke dalam mobil nanti aku bakalan menyusul setelah menyelesaikan urusan dengan pria ini, dan Ingat jangan sampai kalian menyakitinya walau Seujung Kuku saja karena jika sampai itu terjadi Kalian yang bakalan aku habisi!"tegas Aryo membuat semua orang itu pun tidak berani berkomentar sebab menurut mereka keberadaan di situ tuh hanya karena dibayar oleh pria itu jadi otomatis apapun yang ia Katakan tidak bisa ada bantahan sedikitpun.


Kamila berontak karena dirinya tidak mungkin meninggalkan Angga dalam keadaan yang seperti begitu apalagi bisa dibilang tatapan pria itu begitu sendu ke arahnya, dan dirinya yakin jika Angga berusaha menyemangati dirinya Kalau pria itu dalam keadaan baik-baik saja meskipun kami layak yakin itu hanya sebuah kebohongan saja.


"Lepaskan tangan kalian dariku karena jika tidak aku berjanji kalian bakalan menyesali apa yang kalian lakukan saat ini dengan mengikuti pria itu, dan tolong aku mohon kepadamu jangan sakiti dia karena urusan kamu itu dengan aku dengan dia dan dia tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah kita berdua!"ujar Kamila lirih.


Bughh


Bughh


"Awww, Terserah kamu mau melakukan apapun kepadaku yang penting Intinya jangan pernah sentuh Kamilaku!"setelah mengatakan hal itu Angga pun langsung terlihat jatuh lunglai di bawah dan kesadaran pria itu pun langsung secara perlahan hilang membuat dirinya tidak sadarkan diri Kamila pun merasa otot-otot kakinya sepertinya sudah tidak berdaya untuk menopang tubuhnya akibat melihat keadaan Angga yang sangat mengenaskan seperti itu.


"Bagaimana Sayang? Apa kamu menyukai pertunjukan yang baru saja aku berikan untuk kamu, aku bisa saja melakukan lebih dari ini jika kamu masih saja mau membangkang dengan semua yang aku katakan?"ujar Aryo yang terlihat begitu lancang sampai mengusap pipi Kamila yang dari tadi dipegang kedua tangannya oleh anak buah Aryo.

__ADS_1


Cuihhh


Kamila membuang salivanya ke arah wajah Aryo karena saking emosinya dengan sifat kurang ajarnya pria itu yang terlihat seperti seseorang yang sudah memenangkan pertarungan yang curang, Bagaimana tidak karir datang ke tempat itu dengan membawa anak buahnya begitu banyak sedangkan Angga yang tidak tahu apa-apa hanya seorang diri ya otomatis itu menjadi berat sebelah dan pastinya Angga akan kalah.


"Aku membencimu dari kemarin dan juga sekarang serta Sampai Nanti Dan aku tidak akan pernah memaafkan pria seperti kamu meskipun nyawaku bakalan kamu ambil, lebih baik Bunuh aku saja daripada kamu menyakiti orang yang tidak berdosa sama sekali dan juga kamu berbuat seolah-olah Kamu adalah pemenang dari kecurangan yang sudah kamu lakukan barusan!"ujar Kamila dengan tatapan matanya yang begitu tajam sebab wanita itu benar-benar merasa tersulit emosinya akibat melihat sikap Aryo yang tidak ada rasa bersalahnya sama sekali melihat keadaan Angga saat ini.


"Oh Ayolah sayang apa kamu lupa jika demi cinta seseorang yang waras bisa berubah jadi gila dan yang sudah gila lebih gila lagi, jadi jangan kamu kaget ataupun emosi kepadaku Harusnya kamu bersyukur karena kamu bisa melihat betapa besar cintaku padamu sampai-sampai rela menghabisi semua penghalang cinta kita untuk bisa bersuara!" Ujar pria itu yang terlihat begitu bersemangat padahal sebenarnya dalam hati Ia juga tahu kalau sebenarnya Kamila sangat membenci dirinya.


"Dasar pria tidak waras kok bisa-bisanya ya dulu aku menyukai orang sepertimu Padahal di luar sana ada banyak pria yang tulus dan yang paling tulus adalah pria yang baru saja kamu sakiti itu, jangan menyesal kalau Om Heru bakalan berbuat nekat ke kamu dan aku jamin hal itu terjadi kamu bakalan menangis minta ampun yang tidak akan pernah diberikan!"Kamila terlihat ingin menyulut emosi Aryo dan memang benar hal itu berhasil.


Plak


Aryo mengeluarkan seluruh kekuatannya menampar pipi memilah membuat wanita itu langsung tidak sadarkan diri dengan meninggalkan bekas merah di pipinya dan juga bercak darah di sudut bibirnya, setelah itu Aryo langsung memberikan perintah kepada anak buahnya untuk membawa pergi Kamila ke dalam mobil dan meninggalkan Angga seorang diri di rumah itu dengan kondisi yang tidak sadar.


"Aryo kamu sudah gila mama menyesal karena sudah melahirkan kamu ke dunia ini sampai-sampai menjadi pria yang tidak punya hati nurani sama sekali dengan tega menyakiti wanita sebaik Kamila, cepat lepaskan dia biar kita pulang sama-sama Mama janji bakalan mengikuti kamu pulang dan mengikuti semua yang kamu katakan tapi tolong jangan sakiti anak itu. "pinta Vena memelas berharap agar putranya itu memiliki sedikit belas kasihan agar bisa melepaskan Kamila sebab sungguh dirinya sangat tidak tega melihat wajah memar wanita itu.


Aryo tersenyum sinis ketika mendengar permohonan Mamanya itu padahal tadi terdengar jelas penolakan yang diberikan oleh Vena kepadanya tetapi kenapa sekarang malah berubah pikiran, dan dirinya yakin Vietnam melakukan hal itu agar dirinya bisa melepaskan Kamila padahal Ia sendiri tidak akan pernah mau melakukan hal itu.


"Bukannya mama harus senang karena aku sudah berhasil mendapatkan calon menantu Mama kembali dan dengan begitu kami berdua bisa langsung menikah tanpa gangguan sedikitpun dan mama juga tidak perlu harus kabur agar bisa selalu bersamanya, jangan jadi orang yang munafik karena sebenarnya Mama juga berdoa agar kami berdoa bisa bersatu Soalnya kalau memang mama tidak punya keinginan seperti itu untuk apa capek-capek harus mengikutinya ke sini?"tanya Aryo.

__ADS_1


Venna mengepalkan tangannya menahan emosi karena menurutnya putranya itu memang tidak beda jauh dengan mantan suaminya yang tidak punya hati nurani terhadap kaum wanita bahkan bisa dibilang mereka maunya Keinginan mereka harus diikuti sedangkan keinginan orang lain tidak pernah mereka hiraukan.


"Mama ikut dengannya karena merasa meskipun dia bukan anak kandung Tetapi lebih menghargai dan juga lebih memperhatikan Mama dibandingkan dengan anak sendiri yang sudah capek-capek dilahirkan ke dunia dan diurus sampai besar tetapi malah tidak tahu menghormati orang tua, jadi jangan pernah kamu menyimpulkan suatu hal yang Mama lakukan bahwa itu hanya untuk demi kebaikan kamu karena sungguh itu tidak ada niat sama sekali untuk melakukan hal itu!"jelas Vena yang tidak peduli lagi mau tanggapan Aryo nantinya seperti apa yang penting intinya dirinya mengatakan apa yang benar benar ada dalam pikirannya saat ini.


"Ayo jalan mobil usahakan kita harus sampai di Villa yang aku tempati itu dalam waktu setengah jam karena aku tidak ingat orang lain menyadari semuanya dan mengejar kita sampai ketemu, Soalnya kalau sampai itu terjadi maka aku pasti pembayaran tidak akan pernah kalian dapatkan walau hanya sepeser saja!"perintah Aryo yang memang benar-benar tidak ingin dibantah kata-katanya soalnya yang ada dalam pikirannya hanya ingin apa yang ia mau dituruti.


"kamu jangan nekat Aryo! Tidak usah mengganggu kehidupan orang lain Lebih baik kembalikan kamu ke rumahnya dan kita pulang, karena mama yakin setelah ini kehidupan kamu tidak akan pernah tenang karena orang yang kamu sakiti tadi itu merupakan anak dari salah satu pengusaha sukses di negeri ini!"Vena tahu siapa saja yang dekat dengan Kamila karena dulu saat bertemu dengan Aryo, Angga selalu mengantar Kamila maka dari itu dirinya tahu tentang pria itu.


"Mamaku sayang, aku yang sudah capek-capek membayar mereka semua ini kemudian menghabiskan seluruh uangku hanya untuk menemukan dia tetapi dengan entengnya mama menyuruhku untuk melepaskannya kembali? Wah Mama ini memang seorang ibu yang tidak pernah menyayangi anak sendiri karena lebih mementingkan orang lain, Biarpun aku ini anak pembangkang tetapi Mama harus memprioritaskan aku di atas segala-galanya biar aku sadar kalau sebenarnya kehadiranku di dunia ini diharapkan!"jelas Aryo yang pura-pura memasang tatapan kecewanya padahal sebenarnya Vena tahu maksud dari perkataannya itu.


"jangan sampai Apa yang kamu lakukan hari ini bakal menjadi bumerang yang paling menyeramkan Meski waktu dan kalau sampai hal itu terjadi Mama minta maaf karena mama tidak peduli, soalnya sudah mama peringatkan kamu dari awal hanya saja kamu tidak peduli ya sudah terserah dari kamu saja!" Vena sudah capek memperingati putranya itu tetapi masih saja tetap tidak mendengarkan jadi lebih baik dirinya memilih untuk diam soalnya menasehati seseorang yang hatinya sudah tertutup oleh kebaikan akan susah sekali untuk didengar yang ada kita balik emosi.


"Nah kalau Mama diam seperti begini kan rasa-rasanya aku merasa yakin kalau sebenarnya Mama itu sedang mendukungku untuk melakukan apa yang aku inginkan, jadi lebih baik jangan bicara sekalian soalnya aku juga capek dari tadi harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengurus pria itu dan kemudian harus bersenang-senang karena nantinya bakalan berduaan dengan Kamila!" Aryo begitu bahagia.


Venna menatap tak percaya kearah Aryo yang terdengar begitu bersemangat membahas soal nanti apa yang akan ia lakukan bersama Kamila,wanita paruh baya itu berharap semoga bakal ada yang namanya keajaiban yang terjadi agar apa yang di rencanakan oleh Aryo tidak akan pernah terjadi sama sekali.


" Kamu jangan bermimpi kalau calon suaminya Kamila bakal tinggal diam melihat dia kenapa napa,tidak seperti kamu yang benar benar tidak punya hati nurani sedikit saja."Sinis Venna tak mau kalah dari putranya itu.


Aryo tertawa sambil menatap ke arah Mamanya itu sebab menurutnya harapan Vena itu terlalu tinggi, Karena sekarang yang memegang kendali adalah dirinya jadi otomatis mau siapapun yang datang di kemudian itu resiko mereka.

__ADS_1


"Mama sendiri lihat kan tadi Kalau pria itu sudah berhasil aku Lumpuhkan dan juga sekarang kamilah sedang ikut bersamaku, Jadi untuk apa aku harus pusing memikirkan orang lain yang tidak penting padahal sekarang apa yang aku inginkan sudah ada di depan mataku?" Tanya Aryo bangga.


"Yah kamu benar sekali kalau memang sekarang yang memegang kendali adalah kamu tetapi kita tidak tahu nanti sebentar Ataupun besok, soalnya biasanya orang yang berbuat jahat itu tidak akan pernah bertahan lama akan dibongkar kejahatan yang ia lakukan itu. Jadi jangan percaya diri Ataupun mungkin memikirkan hal yang aneh dan akhirnya membuat kamu rasa-rasa seperti orang yang Menang telak padahal kekalahan sedang menunggu kamu di belakang, nanti besok lusa kalau sampai semuanya terbongkar Mama minta maaf karena itu akan menjadi resiko kamu sendiri Soalnya mama tidak mau ikut campur karena dari awal semua ini tidak pernah Mama inginkan untuk kamu lakukan!" Venna tahu putranya itu Pasti marah Tetapi kalau dia diam saja ya sama saja tidak berguna kehadirannya sebagai seorang wanita yang melahirkan putranya itu ke dunia.


__ADS_2