KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Bingung


__ADS_3

Mella merasa heran ketika putranya itu menolak jika Arlan membantunya untuk menjaga Kamila, Padahal selama ini mereka berdua itu sangat dekat Jadi kalau Angga menolak pasti ada masalah internal antara mereka berdua yang tidak ingin diketahui oleh semua orang.


"kamu kok tumben menolak bantuan Arlan? Padahal selama ini Apapun yang kamu lakukan pasti bakalan selalu meminta tolong kepadanya agar bisa membantu kamu, Memangnya ada masalah apa sampai-sampai kamu seperti ingin dia tidak terlalu ikut campur urusan kamu sendiri?"tanya Mela memastikan dan berharap ada kejujuran dari putranya itu biar bagaimanapun dirinya tidak ingin Kedua saudara itu saling menjauh hanya karena masalah yang tidak jelas.


Angga menghembuskan nafasnya kasar mendengar pertanyaan mamanya yang menurutnya sebenarnya tidak ada niatan untuk menjawab, Soalnya biar bagaimanapun masalah dirinya dengan Arlan itu hanya menyangkut soal Kamila saja tidak ada urusan yang lain nya.


"kalau mama mau minta tolong kepadanya untuk urusan lain termasuk mengurus perusahaan aku tidak masalah tetapi kalau untuk urusan Kamila aku benar-benar tidak menyukainya, dan aku minta dan juga berharap agar Mama paham kekhawatiran serta kewaspadaan yang aku rasakan saat ini Jika sampai ada pria lain yang memberikan kenyamanan kepada kamilah dan orang itu bukan aku!"jelas Angga yang mau tidak mau membuat Mella paham jika sebenarnya putranya itu tidak menyukai jika Arlan mendekati Kamila dalam urusan apapun.


"kamu lupa kalau sekarang mereka berdua itu kerja di tempat yang sama jadi otomatis sewaktu mereka berdua untuk ketemu itu semakin intens, jadi tanpa memasuki pun mereka berdua pasti bakalan selalu bersama kemanapun dan juga mama dengar kalau Arlan menempatkan Kamila itu sebagai asisten pribadinya!"jelas Mela.


Duarrrr


Bagaikan disambar petir di siang bolong Itulah perasaan yang dirasakan oleh Angga kini, sebab berita yang disampaikan Mamanya itu tidak pernah ia ketahui sama sekali kalau memang yang ia tahu itu hanyalah sebatas Kamila bekerja di perusahaan yang dipegang oleh Arlan tetap untuk menjadi asisten pria itu tidak didengarnya.


Tut


Mela menatap heran ke arah ponselnya ketika melihat panggilan yang sudah dimatikan oleh putranya itu secara sepihak setelah berita yang ia ucapkan barusan, tidak tahu kalau wanita itu kalau sekarang Angga itu seperti orang yang ke setanan bahkan barang-barangnya yang lain pun ia tinggalkan seolah tidak dipedulikan sama sekali dan memilih akan pergi saat itu juga.


"kurang ajar sekali manusia satu itu sampai-sampai bisa merebut posisiku dan juga memaksa Kamila untuk selalu dekat dengan nya, kalau sampai dia macam-macam atau bertindak lebih jauh lagi maka aku tidak akan segan-segan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya!"ujar Angga dalam hati.


"ini anak Kenapa sih main Matikan ponsel begitu saja tanpa ngomong dulu kepada aku? Setidaknya kasih respon lah dengan kabar yang aku katakan tadi Dengan begitu kan merasa bahwa pekerjaanku dihargai Tetapi kalau seperti begini ya sama saja bohong karena tanggapannya daftar saja, Awas aja kalau udah sampai tidak pulang aku bakalan melacak nomor ponselnya dan saat itu mengirim Bodyguard yang banyak agar bisa menyeretnya untuk segera pulang ke sini?"Sungut Mella karena tidak menyukai cara Angga yang mematikan ponsel begitu saja padahal dirinya masih ingin berbicara.

__ADS_1


"gimana Mah, Angganya sudah dikasih tahu atau belum? Semoga saja dengan mendengar kabar yang sudah kita berikan kepada dia anak itu bakalan kembali saat ini juga, soalnya Papa pusing memikirkan pekerjaan yang tidak beres-beres padahal punya anak tetapi tidak bisa diandalkan! Mungkin dengan menjalin hubungan serius dengan seorang wanita dirinya bisa tetap pada satu tempat Ya syukurlah papa bakalan mendukung apapun kemauannya , yang penting intinya dia pulang saat ini juga agar kita bisa merancang masa depannya sesuai dengan keinginannya dan juga wanita yang sangat ia inginkan dalam hidupnya!"Heru benar-benar sudah tidak sabar ingin mendengar kabar terbaik.


"Mama merasa tingkah Angga kali ini aneh, dia itu seperti tidak menyukai Arlan mendekati kami lah Apalagi setelah mendengar Kalau Mama ngomong bahwa Kamila sekarang merupakan asistennya Arlan anak itu langsung mematikan ponselnya!"ujar Mella yang masih terlihat bingung dan mencerna sesuatu.


"Memangnya Mama sudah dengar kalau dia tidak suka dengan Arlan sudah sampai bisa mengganggu ataupun mendekati Kamila? Jangan mengambil kesimpulan untuk suatu hal yang belum pasti kebenarannya karena yang ada itu hanya menimbulkan fitnah dan juga menyebabkan Kedua saudara itu bakalan cekcok, karena Papa yakin Arlan pasti mengerti kalau selama ini Angga itu tidak pernah berhubungan dengan wanita lain karena dia hanya terpaku dengan Kamila saja!"Heru Bukannya tidak ingin mendukung apa yang istrinya pikirkan tetapi menurutnya lebih baik berpikir positif saja soalnya hidup itu sudah ribet jangan ditambah bikin ribet lagi nanti yang ada hubungan keluarga bakalan terpecah belah hanya karena sesuatu yang hanya dipikirkan saja tetapi kebenarannya masih diragukan.


"Papa, Mama ini bukan anak kecil! Soalnya tadi itu dengar sendiri dengan jelas kalau Angga menolak jika sampai Mama menyuruh Arlan menjaga Kamila untuk sementara waktu sampai Angga kembali, sekarang pertanyaannya alasannya dia menolak itu apa jika bukan karena takut nanti Arlan bakalan menikungnya?" tanya Mela memastikan membuat suaminya pun menganggukkan kepala pertanda paham.


"Semoga saja apa yang kita takutkan tidak pernah terjadi Dan semoga saja Arlan mengerti dan mau mengalah demi kebahagiaan Angga saudaranya, ya Meskipun terdengar egois tetapi Bukankah selama ini Angga tidak pernah menuntut apapun maka dari itu tidak ada salahnya kalau kali ini Angga sedikit lebih keras dan juga tidak menyukai apapun yang kita perintahkan jika menyangkut Kamila!"Heru benar-benar sudah tidak tahu lagi harus berbicara apa sebab dirinya bingung harus membela yang mana terus meninggalkan yang mana karena Arlan itu merupakan keponakan kandungannya maka dari itu tidak mungkin dirinya harus menghakimi anak-anak yang bakalan menjadi penerusnya ke depannya sebab sekarang saja Arlan sudah mau membantunya mengurus perusahaan padahal Angga yang jelas-jelas merupakan anak kandungnya tidak ingin mengurus semua itu sebab menurutnya terlalu ribet dan usianya sekarang belum menuju ke arah situ.


Flashback off


Kalau dirinya memilih pulang ke rumah otomatis Mela tidak akan pernah mau mengizinkan dirinya untuk pergi mencari Kamila sendirian, bahkan lebih parahnya lagi wanita itu mungkin menahannya sampai beberapa hari karena mengingat selama ini Angga pergi tidak memberikan kabar dan juga menghilang tanpa sebab untuk berpamitan saja pria itu enggan melakukannya membuat merah otomatis harus memarahi Angga sampai habis-habisan.


Bukannya ingin menjadi anak yang durhaka hanya saja saat yang genting seperti ini Angga tidak bisa berpikiran jernih sebab yang ada dalam pikirannya hanya untuk bisa segera menemukan Kamila berada, biarlah nanti urusannya dengan Mela bakalan diurusnya lain waktu tetapi untuk sekarang masalah hati yang harus ia perjuangkan tidak bisa ditunda apalagi menunggu beberapa saat selamanya karena Biar bagaimanapun pekerjaan menunggu adalah pekerjaan yang paling tidak disukainya.


Hari ini adalah hari pertama Kamila bekerja sebagai asisten pribadinya Arlan, dari semalam Wanita itu sudah mensearching di Google kira-kira pekerjaan sebagai asisten itu melakukan apa saja biar dirinya tidak mempermalukan diri sendiri dan juga tidak membuat Arlan emosi sebab memang wajah datar pria itu sangat menyebalkan.


Dengan selalu menampilkan senyum terbaik ya wanita itu masuk ke dalam kantor membuat semua orang yang berpapasan dengannya begitu bahagia sebab pagi-pagi sudah disuguhi wanita cantik plus senyuman terbaiknya, begitu pula dengan Sarah dan juga Bayu yang kebetulan sama-sama masuk ke dalam kantor mereka begitu terkejut ketika melihat Kamila sudah ada di situ dengan penampilan yang paling terkece badai membahana dan juga zaman lupakan polesan make up natural yang membuat kesan elegan dan juga Anggun untuk itu melekat sempurna di tubuh wanita itu.


"Pagi cantik, aku itu rasa-rasanya seperti mendapatkan vitamin tambahan karena mungkin waktu kecil aku kurang mendapatkannya!"ujar Bayu seperti seolah sedang membaca puisi membuat Kamila dan juga Sarah mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"memangnya siapa yang kasih kamu vitamin tambahan? pagi-pagi kok ngomongnya ngelantur jangan bilang kamu belum bangun dan alhasil malah bermimpi seperti begini, lebih baik sana pergi cuci muka agar nantinya tidak bakalan ketemu Pak Arlan dengan tampang model begitu Soalnya kalau sampai dia melihat kamu seperti itu yang ada kamu bakalan dipecat saat itu juga!"kali ini bukan Kamila yang menjawab pertanyaan Bayu melainkan Sarah yang pasti kalau membahas soal pria kemayu itu kata-katanya bakalan langsung sinis terdengar.


"Memangnya siapa yang ngomong sama kamu? Orang aku ngomongnya sama Kamila kok, jadi jangan asal menyambar kayak ikan mujair nanti merasa diri paling benar padahal sebenarnya bukan orang penting di sini dan juga bukan apa-apa kalau kehadiran Kamu memang tidak nampak di mataku!"begitulah Bayu setiap kali ada yang ngegas dirinya bakalan lebih ngegas lagi tidak mau kalah dan juga tidak mau dianggap remeh.


Kamila menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan kedua manusia itu yang setiap kali bertemu pasti layaknya Tom and Jerry, selalu saja bertengkar di mana saja dan kapan saja Bahkan sampai-sampai mereka berdua sepertinya tidak ada matinya pembahasan untuk bisa membuat mereka bertengkar.


"Ya ampun Astaga ini masih pagi Memangnya semalam kalian tidak tidur jadinya saat pagi begini sudah memikirkan rancangan kata-kata apa yang pas untuk digunakan saling melawan satu sama lain? aku yang melihatnya saja merasa capek loh Masa kalian tidak ada nampak kecapean sama sekali, Sudahlah jangan bertingkah kayak anak kecil seperti begini dong malu sama umur kemudian malu sama orang lain dan juga malu sama pakaian formal seperti begitu!"ujar Kamila yang berusaha menghentikan kedua manusia itu agar tidak banyak berbicara lagi soalnya dirinya sudah merasa pusing.


"Memangnya Apa hubungan pakaian formal dan juga sama omongan orang-orang di luaran sana?"tanya Sarah penasaran.


"yang ada di pikiran orang itu jika manusia ataupun sosok seseorang yang memakai pakaian formal otomatis dirinya merupakan orang yang cerdas dan patut ditiru setiap tingkah lakunya, maka dari itu kalau kalian seperti begini dan tidak ada yang namanya good looking di antara kalian berdua otomatis orang bakalan menyamar


ratakan semua orang yang kerja kantoran dengan kalian berdua padahal kami semua kan beda tidak suka yang namanya keributan!"penjelasan Kamila itu membuat Sarah akhirnya sadar jika memang dirinya untuk apa menimpali baru yang jelas-jelas pria itu selalu ngegas tidak ada yang namanya kata mengalah di dalam hidupnya.


"untung juga kamu ngomong cepat kalau tidak aku bisa melupakan hal sepenting itu sampai-sampai harus meladeni manusia planet Pluto satu ini, Ya sudah kalau begitu aku pergi juga dulu ya Soalnya meja resepsionis lagi kosong itu Takutnya ada tamu yang datang pagi-pagi dan aku tidak ada nanti bakalan disalahkan lagi!"pamit Sarah sambil tersenyum ke arah Kamila sedangkan tatapannya ke arah Bayu begitu menusuk.


"itu anak kenapa ya kelihatannya benci sekali denganku Padahal selama ini tidak padam harta miliknya yang aku ambil ataupun aku colek, mungkin karena aku kelebihan tampan jadinya dia merasa pacarnya itu wajahnya tidak sempurna dariku mungkin hal itulah yang membuat dia merasa iri! "ujar Bayu yang masih saja mempermasalahkan tentang sikap Sarah yang selama ini selalu saja ketika bertemu dengannya wanita itu selalu tersenyum mengejek bahkan memasang tatapan sinisnya.


"Aku juga mau pergi ke dalam ruanganku saja deh soalnya dekatan dengan kamu terus membuat aku jadi mumet dan juga ruwet, tadi baru habis aku ngomong Sarah tetapi kamu juga malah tidak terpeduli ya sudah lebih baik aku diam saja terserah kalian mau ngapain mau Unboxing kah atau jungkir balik sekalian itu merupakan kehendak dan juga kemauan kalian!"pamit kamilah yang benar-benar bingung dengan tingkah kedua sahabat yang baru ia jumpai beberapa hari yang lalu padahal menurutnya mereka memang asik tetapi ada Dendam Membara apa sampai-sampai mereka berdua setiap hari bertemu pasti saja bakalan begitu kejadiannya.


"eh kok aku ditinggal Padahal kita kan ke sini bakalan bekerja dan juga satu arah menuju ke ruangan kamu dan juga ruangan aku jadi lebih baik kita jalannya sama-sama, Tenang saja kok kalau dengan kamu aku bakalan kalem tidak bakalan cerewet soalnya jurus cerewetku itu hanya dikeluarkan sewaktu-waktu dan juga kepada orang yang membutuhkannya!"ujar Bayu tetapi Kamila tidak tahu lagi harus menyikapinya seperti apa.

__ADS_1


__ADS_2